Gulung lengan bajumu, mari makan!

5 Apr 2018 | Kabar Baik

Yesus mendatangi murid-murid lainnya setelah bangkit dari kematian. KedatanganNya mengejutkan dan awalnya bahkan membuat para murid ketakutan. Mereka menyangka Yesus adalah hantu!

Ssadar akan hal itu, Ia lantas memberikan bukti bahwa Ia bukan hantu. Yesus mempertunjukkan luka-lukaNya yang nyata dan yang paling menarik dan hendak kurenungkan adalah, Ia meminta makan! Mana ada hantu kelaparan, kan?

Yesus bertanya, “Adakah padamu makanan di sini?” (Lukas 24:41) Para murid lantas memberikan ikan goreng. Yesus mengambil lalu menyantapnya di depan para murid. Kejadian Yesus makan ini begitu sederhana tapi aku berusaha mengartikan dalam persepsi yang berbeda.

Kamu hidup? Makanlah!

Mari berpikir lebih dalam?
Adalah benar bahwa tanda orang hidup itu makan karena makan adalah berkegiatan. Hanya orang mati yang tak bisa dan tak perlu makan!

Masih ingatkah kalian pada apa yang ditulis Yohanes??Pada saat Yesus belum disalib, para murid bertanya, ?Adakah yang telah membawa sesuatu kepadaNya untuk dimakan?? (Yohanes 4:33) Ia lantas menjawab, ?Makananku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya? (Yohanes 4:34).

Makanan fisik yang disantap Yesus saat itu memang ikan goreng, tapi menurutku, Lukas yang menulis Kabar Baik hari ini membawa kita pada permenungan bahwa makanan yang disantap Yesus sejatinya adalah dua hal di atas, melakukan kehendak Dia (yang mengutus Aku) dan menyelesaikan pekerjaanNya.

Bekerja melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikannya adalah tanda bahwa kita hidup. Jadi kalau kamu masih hidup? Makanlah! Tak hanya secara jasmani tapi juga rohani!

Supaya hidup, makanlah!

Mari masuk ke dalam permenungan ranah kedua! Supaya kita hidup, kita perlu makan! Tanpa makan kita akan mati karena kekurangan nutrisi.

Masuk ke dalam pembahasan di atas tentang makananNya, maka untuk hidup kita perlu melakukan kehendakNya dan menyelesaikan!

Tapi bagaimana dengan orang-orang yang harus mati justru karena melakukan kehendak-kehendakNya? Para martir, para pahlawan?

Hidup di sini tentu tak bisa diperangkap dalam skala duniawi saja. Justru ketika kita melakukan kehendakNya dan menyelesaikan, ganjaran kehidupan yang akan diberikan adalah yang sifatnya kekal dan abadi. Hidup yang hadir sesudah mati seperti Yesus yang saat itu minta makan saat Ia telah melewati kematianNya seminggu sebelumnya.

Adakah makanan di sini?

Fix! Kalian belum mati! Kalian ingin hidup! Makanlah!

Tapi makananNya ada dimana?
Kalau Yesus bertanya ?Adakah padamu makanan di sini??, bagaimana dengan kita? Dimana bisa kita temukan ?makanan?? Dimana bisa ditemukan pekerjaan-pekerjaan Allah yang harus kita emban dan selesaikan?

Donny, di sekeliling rumahku udah nggak ada orang miskin yang perlu dibantu! Sepengetahuanku, kenalan-kenalanku yang ada di luar kota pun sudah makmur semua! Bagaimana mencari pekerjaan-pekerjaanNya melalui amal bagi sesama kalau tak ada yang perlu dibantu?

Apa yang kamu lakukan ketika tengah malam kamu lapar dan kamu tak tahan lagi untuk makan? Tentu mencari makanan di dapur. Kalau ternyata tak kau temukan secuil pun sisa santap malam, keluar naik motor atau mobil atau? panggil jasa antar makanan untuk membawa pesananmu supaya perut nyaman.

Jadi, kalau untuk makanan jasmani saja kamu berani berusaha, mencari kehendak-kehendakNya yang adalah makanan keabadian bagi kita pun juga harus dicari dan ditelusuri!

Kalau tak ada orang miskin yang bisa dibantu di sekelilingmu, carilah hingga relung terdalam dunia ini. Manfaatkan internet untuk mencari orang-orang dan lembaga yang perlu dibantu.

Atau.. hey, benar katamu tak ada orang miskin di sekelilingmu tapi adakah yang masih miskin secara rohani? Orang yang dicampakkan karena perbedaan? Mereka yang mengalami perceraian? Disudutkan karena beda agama dan orientasi seksual? Mereka pun perlu dibantu!

Atau.. masih kesulitan juga mencari figur-figur seperti di atas? Memulai hal terkecil untuk memelihara lingkungan pun juga adalah satu dari pekerjaan-pekerjaanNya yang harus kita emban dan tuntaskan!

Jadi? Gulung lengan bajumu! Mari makan!

Sydney, 5 April 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.