Gubernur DV

22 Nov 2017 | Cetusan

Sejak sekitar dua tahun silam aku menolak ketika ditawari untuk jadi ?Gubernur? Paguyuban Alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta di Australia. Bagiku, jabatan itu tak ada gunanya.

Tapi pemikiranku berubah setelah perjumpaan dengan Mas Guru Herry dan Mbak Guru Rosa, dua guru SMA Kolese De Britto yang ditugaskan belajar di Australia, yang kutemui Kamis dan Sabtu pekan lalu.

?Mas DV, apa ada alumni De Britto yang lain yang tinggal di Sydney?? tanya Mas Herry.

?Setahuku ada beberapa, Mas?tapi saya nggak pernah ketemu?? jawabku.

Lalu saat diskusi kebangsaan ?Jokowi 2019?? Sabtu lalu. Ketika aku, Mas Guru Herry dan Mbak Guru Rosa menyanyikan Mars De Britto bersamaan dengan para alumni dan guru SMA Kolese Kanisius menyanyikan mars mereka, aku teringat pertanyaan dan jawaban di atas. ?Apa iya hanya aku yang ada di Sydney??

Dari situ akhirnya aku berpikir bila saja aku mau mengalahkan egoku dan menerima jabatan ?Gubernur Australia? barangkali ceritanya akan lain. Barangkali tak hanya aku yang menemui Mas Herry dan Mbak Rosa. Barangkali tak hanya kami bertiga yang bernyanyi mars.

Pinangan kuterima. Sejak Senin lalu aku jadi gubernur.

#AlumniDeBritto ? Tinggal di Australia? Gabung chapter Australia !!! Hubungi Gubernur chapter Australia , mas @dv.fyi ???

A post shared by Alumni De Britto (@alumnidebritto) on Nov 21, 2017 at 8:45pm PST

Tujuannya apa?
Tujuannya jelas, ?nglumpuke balung pisah? istilah Jawa yang berarti mengumpulkan kawan/saudara lama yang terpisah-pisah. Bukannya kebetulan, salah satu penggalan lirik Mars De Britto adalah, ?Selalu tetap bersatu dengan semua kawanmu??

Praktiknya melalui grup WhatsApp ?JB Australia? yang awalnya hanya berisi tiga orang tapi kini sudah sekitar sebelas anggota. Nanti mungkin kalau sudah lebih banyak ya dilanjutkan dengan ?kopdar?, foto-foto atau apalah.

Tujuan lainnya, siapa tahu pengalaman kami di sini baik sebagai pelajar maupun penduduk bisa memberikan pencerahan bagi adik-adik angkatan yang hendak/sedang belajar/migrasi ke Australia.

Dan yang terakhir tapi bukan yang paling tak penting adalah tentang menyanyikan Mars De Britto. Sesuai ?aturan tak tertulis?, seorang alumni ?berhak? untuk dinyanyikan Mars De Britto saat menikah dan/atau saat meninggal dunia.

Siapa tahu kalian, alumni De Britto, ada yang menikah di Australia, kami siap datang dan bernyanyi mars bersama-sama. Siapa tahu ada yang tutup usia di sini, kamu tak perlu iri dengan alumni-alumni di Indonesia karena teman-teman alumni ?De Britto Australia? pun pasti siap datang ke depan peti jenasah lalu bernyanyi Mars De Britto dengan khidmat dan penuh penjiwaan nan mendalam.

Kalian alumni De Britto atau punya kenalan alumni De Britto yang tinggal/sekolah atau pernah tinggal di Australia, New Zealand dan sekitarnya? Hubungi aku karena akulah gubernurnya!

Gubernur yang semoga bener, setia pada janji dan tak gemar membagi-bagi uang serta melipatgandakan anggaran :)

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Lanjutkan tugas mulia ini pak Gub

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.