Gembala Yang Baik di mata domba-dombaNya

13 Mei 2019 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini bicara tentang Yesus karena Ia adalah Gembala yang Baik bagi umatNya.

Ditulis oleh Yohanes, berikut adalah apa yang Yesus katakan,

?Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.? (lih Yoh 10:27)

Untuk mendalami kebaikan Yesus sebagai gembala, aku berpikir dari sudut pandang domba. Bagaimana domba bisa mengenali gembalanya.

Dari situs sheep101.info, aku mendapat info terkait indera/sense dari seekor domba pada umumnya.

Penglihatan

Domba tak bisa melihat sesuatu yang tepat berada di depan hidungnya. Ia juga kesulitan melihat obyek yang lebih tinggi daripadanya. 

Dari situ, yang kubayangkan tentang Yesus yang dikenal domba-dombaNya, maka Ia adalah sosok yang mau merendahkan diriNya di hadapan manusia semata supaya kita bisa melihat dengan jelas bahwa itulah diriNya. ?Merendahkan diri? di sini kupahami sebagaimana Ia yang adalah Anak Raja mau turun ke dunia menjadi manusia supaya bisa dikenali oleh manusia.

Pendengaran

Domba punya pendengaran yang sangat baik. Namun mereka ketakutan ketika mendengar suara bernada/frekuensi tinggi dan bising seperti misalnya gonggongan anjing.

Yang kubayangkan, sebagai gembala yang baik dan selalu didengar, sapaan Yesus bukan sapaan keras yang mengagetkan apalagi menakutkan! Yesus tahu kita tak mudah menerima hal-hal keras. Alih-alih mengikuti yang ada justru kita akan lari tunggang-langgang meninggalkan ketika mengenali suara yang keras. 

Meski inti ajaran tidakl berubah seperti yang Ia dengar dari BapaNya di surga tapi sapaan Yesus lembut. Hal itu supaya kita percaya dan nyaman  untuk berjalan semakin dekat menuju Bapa!

Penciuman

Domba memiliki penciuman yang sangat sensitif. Ia bisa mengenali obyek dari apa yang diciumnya termasuk hewan pemangsa yang mendekatinya.

Sebagai Gembala yang Baik, Yesus yang kubayangkan, Ia? memiliki ?aroma? yang dikenali domba-dombaNya. Aroma itu berasal dari interaksiNya yang begitu dekat dengan domba-domba.?

Dari apa yang kurenungi, hal itu dilakukan bukannya tanpa tujuan supaya Ia dikenali domba-dombaNya sekaligus supaya ketika ada pemangsa yang mencoba mendekat, mereka mengenali karena aromanya yang berbeda.

Bagaimana mengenali penggembalan dalam hidup sehari-hari adalah dari ?aromaNya.? Kita bisa ?mencium? sapaanNya karena kita terbiasa. Untuk itu, tak ada cara lain supaya terbiasa dengan ?aromaNya? selain dengan terus mencoba mendekat dan semakin dekat dari hari-ke-hari.

Kedekatan kita denganNya akan membuat kita ?hapal? sehingga saat ada kuasa jahat mendekat, kita akan lebih mudah mengenali, bukan karena kita kuat tapi karena kita telah terbiasa berada dalam aromaNya selama ini.

Sydney, 12 Mei 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.