Apa yang akan terjadi kalau kamu punya mata yang sanggup melihat apapun yang ingin kamu lihat?
Pertama, kamu akan mampu melihat tuhan secara nyata jika dan hanya jika ia benar-benar ada.
Kedua, kamu akan mampu melihat kuman bakteri yang jalan-jalan di permukaan cover closet duduk khususnya di toilet umum yg hendak kamu pakai… sekali lagi, jika dan hanya jika bakteri itu ada.
Kalo ternyata kuman bakteri itu ternyata tak ada dan hanya bualan ilmuwan semata, amanlah kegiatan perbokeranmu!
Tapi kalo ternyata ia ada entah apakah ia berasal dari koreng di paha orang yg memakai closet sebelum kamu atau dari biji tinja yang barangkali serpihannya menempel di cover ketika tersiram air saking derasnya, akankah sebenarnya ia mampu dibersihkan dengan tissue berlabel antiseptic sekali pakai yg kau beli di supermarket atau sebenarnya tidak sama sekali?
Maka dari itu bersyukurlah kita yang tak memiliki mata yang sempurna tajam pandangannya karena selain tak bisa melihat Tuhan dengan kasat mata, kita juga tak perlu pusing berpikir apakah kuman bakteri itu akan terbasmi atau sebenarnya tissue antiseptic itu hanyalah akal-akalan produsen biar cepat kaya!
Pokoknya asal ritual membersihkan cover terselesaikan maka kuman itu lenyap at least dari pikiran kita! Orang bijak bilang, “Yang penting proses!” Dan kita memang berproses.
Jadi jangan salahkan aku kalo punya ritual seperti tampak di bawah ini!

Dan jgn salahkan aku kalau ada begitu banyak tissue kubuang sekali pakai!
Karena selain ‘yang penting proses’ tadi, bayangkan betapa senangnya perusahaan produsen tissue melihat kenyataan ini karena hal itu pertanda produknya laku!
Bayangkan kalau aku tak pakai sebanyak itu, mungkin peluang kebangkrutannya akan membesar dan ketika hal itu terjadi, berapa pegawai harus dirumahkan karena kebangkrutan dan bayangkanlah kalau ada seorang anak pegawai yg harusnya jika bapaknya tak dirumahkan ia ditakdirkan jadi presiden ke-10, 40 tahun lagi?
Betapa rugi dan berdosanya aku?
Jadi bagaimana? Apa dan bagaimana cara dan ritualmu sebelum menggunakan toilet umum bermodel duduk untuk boker?
Apakah cuek, asal duduk dan pasrah?
Melakukan hal yang lebih ekstrim dariku?
Atau.. oh kamu menjongkoki WC duduk seperti yang pernah kutulis di sini?
Ah tiba-tiba aku menemukan penghubung relasi antara kuman bakteri dan Tuhan, tissue dan agama… Apa kalian ?nemu? juga?
Tinggalkan Balasan