Beneran deh!
Tak ada yang perlu disesali dari sebuah pernikahan.
Meski pernikahan itu semangkin mengkomplitkan pandangan saya bahwa kehidupan itu adalah sesuatu yang aneh,
tapi ketakutan, kebimbangan dan semuanya itu lebur jadi satu pada saat saya mengucapkan janji nikah.
Nikah membuat semuanya menjadi gampang?
Nikah membuat semuanya menjadi tampak indah?
Ndak juga… tapi menikah menurut saya memuat cara pandang baru tentang apa itu kesulitan dan terjalnya badai hidup. Itu saja!
Tanpa banyak kata lagi, berikut ini adalah rekaman lensa Wijaya, teman akrab istri saya yang kebetulan kami minta untuk mengabadikan acara bersejarah ini.

The Vows
Inilah saat-saat yang mendebarkan.
Sejago-jagonya saya nembak cewek dulu (ah.. dulu) tetap tak lebih jago untuk membaca selembar kertas yang telah dipersiapkan dan sudah kuhapalkan sebegitu lamanya. Ya… I, Donny, take you Joyce … bla bla bla.

Gordon Sharp, The Celebrant!
Orang yang menikahkan, secara pemerintah, di Australia disebut celebrant.
Dia adalah orang yang diberi wewenang oleh pemerintah dan hukum untuk menikahkan sepasang pengantin.
Ya, kalau di Indonesia kita biasa bilang sebagai Pejabat Catatan Sipil.
Celebrant yang menikahkan saya dan istri saya adalah Gordon Sharp.
Inilah orangnya.

Saudara dan Sahabat Baru
Inilah semua yang kami undang dan telah membantu kami dengan teramat-sangat baik.
Dari kiri ke kanan:
Wijaya (as photographer), Irna (istrinya Wijaya yang membantu menyiapkan bunga dan roti tart secara spontan), Gordon Sharp (as celebrant), Judith Paesanno (kakak ipar), Mama Rina (mertua saya), Cucu menggendong Benjamin (istri Darrell yang membantu menyiapkan kartu ucapan sekaligus jadi saksi pernikahan), Darrell (Suami Cucu yang menjadi saksi pernikahan), Rinda, Paul (as videographer, suami Rinda)
Dan tentu yang di depan adalah saya dan istri saya.

Joyce Taufan-Verdian
Meski, ya meski, jalan tak sama sekali mulus selalu, tapi justru dari terjal dan menantangnya langkah-langkah jalan ini, telah membuat aku memutuskan untuk menghadirkannya sebagai istri.
Segala kurang dan lebihnya adalah lebih dan kurang saya…
Segala sukanya menghibur duka saya
dan segala doanya telah begitu menguatkan saya.
Ini belum semua… untuk foto lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.
Tinggalkan Balasan