Enda: RS tak tahu sama sekali tentang apa yang ia katakan?

31 Okt 2013 | Cetusan, Harblognas

Bicara soal perjalanan sejarah blog Indonesia, sepertinya susah kalau tak ikut melibatkan sosok Enda Nasution ke dalamnya.?Pria lulusan ITB ini adalah Bapak Blog Indonesia. Meski mungkin agak rancu kenapa dan sejak kapan blog dikelompokkan per negara dan kenapa bapak dan bukan Ibu Blog Indonesia?

Tapi bagiku itu semua tak penting (termasuk berbagai friksi yang beredar tentang dirinya di kancah dunia maya Indonesia) karena perjalanan sejarah dan kesepakatan awam membuktikan bahwa Enda memang Bapak Blog Indonesia.?Sepulang dari merantau, 2007, lagi-lagi ia menggebrak dengan Pesta Blogger I dan di situ pula akhirnya istilah Hari Blog Nasional diperkenalkan.

Untuk itulah, ketika aku memikirkan untuk membuat serial interview ini, Enda adalah orang yang paling kuincar untuk kuwawancarai pertama-tama. Pertaruhanku waktu itu, tanpa mengecilkan arti nara sumber yang lain, ?Kalau Enda nggak dapet, mending batal nulis serial ini!’

Dan, here we go, aku mendapatkan apa yang kuinginkan dan sekarang saatnya membagikannya kepada kalian. Selamat menikmati, semoga nikmat!

Kamu ngeblog mulai kapan trus motivasi awalnya gimana?
Tahun 2001. Awalnya karena aku gemar nulis sejak kecil dan sejak pertengahan 90an mulai tertarik internet. Kedua minat itu digabung dengan klop dalam blog.

Pada beberapa online presence yang kutemui tentangmu, selalu ada istilah extraordinaire blogger melekat di sana?
Sebenarnya niat awalnya nggak serius, but it sounds good jadi kupakai sebagai deskripsi jenis blogger seperti apa aku ini.

Kalau tentang predikat Bapak Blogger Indonesia?
Hahahaha itu bencandaan juga.
Ada beberapa teman blogger menuliskan demikian karena awal 2000an dulu aku pernah menuliskan “Panduan Memiliki Blog Untuk Orang Biasa” (sayang, linknya sudah tak bisa ditemukan lagi -red), karena saat itu blog jauh berbeda dari sekarang. Image dan aset lain belum di-host, bahkan commenting system belum menyatu dengan platform dan harus didatangkan dari 3rd party service dan ini membuat teman-teman yang bukan dari sisi teknis agak kesulitan.

Julukan itu juga muncul karena tulisanku yang lainnya yang mencoba menjelaskan “Apa itu blog” sering dikutip dan dijadikan referensi bagi media. Dari situ mereka mulai menganggapku sebagai Bapak Blogger Indonesia.

Ada banyak pihak yang mencoba menggunakan julukan itu untuk mencoba mengaturku mana yang boleh dan gak boleh dilakukan. ?Masa bapak blogger begini, begitu dll!?

Dan tanggapanmu soal itu gimana??Berlebihan? Pas? Menguntungkan atau merugikan?
Julukan kan sebenarnya muncul untuk menyingkat penjelasan panjang, jadi dari sisi itu bermanfaat, karena aku ngga perlu menjelaskan panjang lebar tentang diri sendiri di berbagai kesempatan.?Tapi kadang merugikan juga! Ada banyak pihak yang mencoba menggunakan julukan itu untuk mencoba mengaturku mana yang boleh dan gak boleh dilakukan.?“Masa bapak blogger begini, begitu dll!” Aku sendiri tidak terlalu mempedulikan julukan dan tidak mau terperangkap dalam julukan juga.

Enda, kamu seolah juga tak bisa lepas dari ‘seteru’ dengan RS, sebut saja demikian. Kalau tak salah ingat dulu pernah kamu dituduh olehnya sebagai hacker tapi kamu tampak tak bergeming. Sebenernya apa yang kamu pikirkan saat itu dan bagaimana pendapatmu tentang dia?
Hueheuehe secara pribadi aku ga ada masalah dengan RS.
Waktu itu pernah memang aku dituduh sebagai dalang aksi hacking ke beberapa situs pemerintah. Nah, hal ini menarik karena sebenarnya tuduhan itu berasal dari kesembronoan RS yang mengelompokkan blogger dan hacker dalam satu kantong.?Aku sempat kaget juga dan pernah berpikir untuk membawanya ke pengadilan sebagai kasus pencemaran nama baik. Tapi sayang, ketika kucoba kukonfirmasikan ke media, mereka malah nggak bisa mendapatkan bukti konfirmasi dari RS dan masalah berhenti ketika permintaanku terhadap media untuk meralat beritanya dipenuhi.

Sekembalinya kamu dari Thailand sekitar 2007, kamu membuat gebrakan Pesta Blogger. Ide awalnya bagaimana?
Ide awal Pesta Blogger itu bukan dariku tapi dari kawan-kawan di Maverick PR.?Mereka lantas mengundang beberapa blogger yang cukup dikenal dan berkenan menjadi bagian dari steering committe dan aku didaulat sebagai chairman-nya.

Nah, kupikir ide itu bagus sekali dan memberi ruang untuk kemajuan dunia maya Indonesia, karena bayangkan, tahun 2007 itu kita belum kenal facebook, twitter dan social media bukan sebuah istilah yang mengemuka, maka aku terima tanggung jawab itu.

Tapi ada yang mau kutambahkan di sini, ada banyak kesalahpahaman seolah-olah ada semacam asosiasi blogger Indonesia yg mengadakan Pesta Blogger, padahal pada dasarnya ya Pesta Blogger itu hanyalah event yang mengajak komunitas-komunitas blogger yang ada, dan waktu itu memang lagi rame-ramenya untuk turut partisipasi.

Lalu mengenai ide hari blogger nasional itu sendiri bagaimana awal mulanya kok bisa dicanangkan tepat pada Pesta Blogger I, 2007 silam?
Untuk hari blogger nasional, aku secara khusus pernah menuliskan juga sejarahnya di sini.

Singkatnya, waktu itu memang kita tidak merencanakan tapi diumumkan oleh Pak Nuh dalam kapasitasnya sebagai Menkominfo waktu itu dan hadir dalam Pesta Blogger I. Pada sambutannya, beliau mengutarakan tentang Hari Blog Nasional jadi ya di deklarasikan saja…

Teknologi kan sekali digunakan tidak bisa ditarik kembali.

Sekarang dengan semakin riuhnya dunia social media, blogger dan blognya seolah tenggelam. Aku jadi teringat apa yang dikatakan RS tentang ‘Blog adalah trend sesaat’ dan waktu itu banyak kawan (aku tak tau kamu ikutan juga atau nggak) menentang pendapatnya. Tapi sekarang dengan semakin surutnya dinamika blog, apakah menurutmu pendapat RS itu benar?
Waktu itu RS menganalogikan trend sesaat itu seolah menyamakan blog sama seperti radio amatir, pernah ngetrend tapi kemudian hilang. Menurutku ini lucu sekali dan menunjukkan bahwa RS tak tahu sama sekali tentang apa yang dia katakan.

Menurutku, blog sebagai bagian dari teknologi yang memungkinkan orang dengan mudah mempublish apapun ke internet justru lagi ramai-ramainya, dengan orang memposting berita cepat, foto, video via microblogging platform, twitter, facebook status update dan lain sebagainya.

Analogi yg tepat untuk menggambarkan kelahiran blog adalah seperti kelahiran medium publishing lainnya, buku (print), radio, film, tv, sekali dipublish maka menjadi bagian dari kekayaan peradaban manusia dan punya impact besar serta mengubah jalannya sejarah.

Teknologi kan sekali digunakan tidak bisa ditarik kembali.

Tapi kan kenyataannya memang banyak blogger lama tumbang?
Benar! Banyak blogger-blogger yang di tahun 2007 ikut Pesta Blogger yang sudah tidak aktif lagi atau bahkan meninggalkan blognya.?Tapi sebenarnya person-person itu tidak kemudian hilang sama sekali. Mereka bisa ditemukan di twitter atau facebook.

Memang ada prediksiku yang salah di tahun 2007.
Saat itu aku bilang suatu waktu semua orang akan punya blognya sendiri-sendiri, tapi ini tak terjadi meski muncul dalam bentuk lain karena pengguna internet indonesia saat ini hampir rata-rata memiliki akun facebook maupun twitter.?Di sisi lain, aku juga melihat dan temukan banyak anak muda baik itu SMA dan kuliahan yang baru memiliki blog dan keep a blog, dan bagus-bagus! Ini kan satu indikator lagi bahwa bahkan kalau kita artikan dalam makna yang paling sederhana sekalipun, blog sebagai blog, tetap aja, ia bukan tren sesaat.

Sebarluaskan!

20 Komentar

  1. sampai segini saja mas, wawancaranya… mana mana lanjutannya?

    Balas
    • terasa kurang karena terlalu menarik ya? hahaha…

      Balas
  2. Menarik sekali, banyak hal yang saya ketahui dari ini.

    Balas
    • Sip, Bli! Nantikan serial interview lainnya… minggu depan dan depannya lagi :)

      Balas
  3. Sebagai cucu buyut blogger saya sih manut saja, apa yang terbaik ya monggo. Hhehee

    Sesaat atau bukan itu kan tergantung yang menikmatinya, kalau ga nikmat ya cuma sesaat. Kalau nikmat ya mari ngeblog lagi..

    Balas
    • halah, cucu buyut :)

      Balas
  4. Tsaakeep mas don, :)
    Lucu juga ngebaca cerita mas enda..
    Tak tunggu seri berikutnya

    Balas
    • Sip! Stay tune ya!

      Balas
      • Halah stay tune koyo jaman AM FM wae. :)

        Balas
        • wong kuno iki ngerti AM FM barang :)

          Balas
  5. this is an insightful interview. tapi kayaknya nanggung ya. atau lo simpen cerita bombastisnya utk minggu depan Don? hehe

    Balas
    • Nggak ada… loe ngerasa nanggung mungkin karena emang interview ini terlalu insightful.. semacam makan makanan favorit rasanya pengen nambah terus padahal ya cuma gitu-gitu aja hahahaha… sombong banget ya gw :)

      Balas
  6. Hueheue thank you interview-nya Don! Menunggu seri2x interview berikutnyaaaa

    Balas
    • Sip… tungguin yaks :)

      Balas
  7. terus, kapan oknum RS itu diwawancara? :)
    *biar berimbang*

    Balas
    • Ntar nunggu dia selesain urusan sama garuda :)

      Balas
  8. Berhubung Bapak Blogger udah dipegang Enda, dengan ini saya tahbiskan sampeyan jadi Bapak Buzzer Indonesia :) #OOT

    Balas
    • Beuh… tergantung sogokan para buzzer dulu… wani piro hahahaha

      Balas
  9. Saya malah ikutan Pesta Blogger sejak pertama sampai ketiga.
    Setelah itu nggak pernah hadir lagi…soalnya dulu datangnya sama anak-anak ku yang keduanya punya blog.

    Betul juga kata Kang Enda..blog bisa terus berkembang, bisa ditulis di notes Facebook, twitter dll….
    Dan saya suka, Donny masih aktif menulis dan konsisten isinya.
    Tulisanku makin ringan-ringan aja.

    Balas
    • Makasih, Bu :)
      Mari kita terus bersemangat.. kalau nggak kasian Mas Enda :)

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.