DV.FYI blog berbayar? Errr…

23 Des 2015 | Digital

Lebih dari lima tahun terakhir, kehidupan ngeblogku terkekang, terikat jadwal!

Ide awal membuat jadwal menulis itu sebenarnya untuk menertibkan diri supaya tetap menulis, ga seperti yang lain. Tapi ketika diri sudah tertib tapi kekangan ada di sana, aku merasa seperti orang dungu. Kedunguan yang kubuat sendiri; seperti membuat lingkaran di sekitarku lalu mensugesti diri bahwa kalau aku keluar dari lingkaran itu, aku akan bersalah besar dan berdosa besar!

Persoalan yang muncul karena ikatan jadwal itu sering terjadi ketika ada issue dibahas di social media atau tiba-tiba saja muncul di benak lalu aku ingin menulis, tapi itu bukan hari dimana aku seharusnya menerbitkan tulisan. Lalu ada argumentasi antar bagian dalam diriku sendiri seperti di bawah ini.

?Unggah sekarang!?
?Jangan, nunggu Kamis.?
?Sekarang!?
?Jangan, kamis.. eh sebentar, kamis pun kamu sudah janji buat nulis hal lain, jadi senin depan saja!?

Lalu issue sudah terlanjur menguap dan mood sudah pula bergeser untuk menulis hal lain atau bahkan tidak ada mood sama sekali.

Contoh paling nyata adalah saat aku menemukan situs lamaku di Multiply dibajak oleh kapital tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Kalau tidak ada rekan-rekan yang memanasi di Twitter untuk menuliskannya saat itu juga mungkin kasus itu tak kan benar-benar menyeruak ke ranah social media, 2011 silam!

Oleh karena itu, hal yang paling paling dan paling signifikan dari DV.FYI dibandingkan DonnyVerdian.Net adalah tulisan yang muncul tak terjadwal!

Kemarin siang aku menulis soal plugin yang kupakai di blog ini, dua jam kemudian aku membaca artikel tentang kesalahan desain cue card-nya Steve Harvey saat pengumuman Miss Universe 2015, aku tercetus membuat desain sendiri versiku lalu kupublikasikanlah tulisan itu tanpa harus menunggu hari tertentu!

Sore harinya saat Mama Lusy Laksita memuat kesannya tentang kesalahan Steve Harvey di Facebook, aku berpikir, ?Kenapa nggak menghubungi Mama Lusy lalu kuinterview dan kutayangkan di sini untuk melengkapi tulisan sebelumnya??

Lalu sret-sret-sret, ga sampai setengah jam kemudian muncullah tulisan ini!

Aku mengalami euforia kebebasan yang luar biasa!

Toh tak semuanya kubebaskan di DV.FYI. Aku tetap memandang penting Risalah Akhir Pekan ya tetap akan kurilis tiap akhir pekan bukan di tengah-tengah minggu sesuai namanya.

Nanti, awal tahun 2016, juga akan ada jenis post baru yang akan kurilis hanya setiap hari pasaran lahirku, wage, ya tentu tak kan kumuat di hari Kliwon ataupun Pahing misalnya.

Kategori dan Sub Kategori

Perubahan signifikan lainnya ada di sisi taksonomi; DV.FYI adalah blog yang lebih mengedepankan pengaturan kategori ketimbang tagar. Dulu di DonnyVerdian.Net aku menggunakan tagar dan melupakan kategori.

Tujuanku? Tiada lain adalah kembali ke cita-cita awalku, mempunyai arsip posting yang bisa didasarkan pada kategori tapi tetap dilabeli tagar sehingga mudah dicari.

Adapun kategori-kategori yang ada di sini adalah Cetusan, Khusus (https://superblogger.id/khusus/), Digital (https://superblogger.id/digital/) dan Tinjauan (https://superblogger.id/tinjauan/). Mari kita bahas satu per satu di sini.

Cetusan

Dalam KBBI, cetusan berarti bunga api; demikian juga, tulisan-tulisan yang berada di topik ini kebanyakan adalah bunga api yang muncul dari dalam benak. Ia berupa opini yang kusampaikan dalam sub kategori: Indonesia https://superblogger.id/cetusan/indonesia/, Australia https://superblogger.id/cetusan/australia/, Agama (https://superblogger.id/cetusan/agama/), Culture?dan Tustel. Caraku menentukan sub kategori bukan berdasarkan rencana ke depan melainkan bersumber dari apa yang telah kutulis selama ini dan lima sub kategori itulah yang cocok muncul menjadi sub kategori atau kanal-kanal tulisan di bawah Cetusan.

Dengan pola seperti ini, bukannya tidak mungkin ke depannya akan muncul sub kategori-sub kategori baru.

Khusus

Ada kalanya tiba-tiba aku merasa perlu membuat rangkaian post dalam satu kesatuan ide khusus. Hal ini biasanya terkait momen penting maupun tipe karakter tulisan yang berbeda dari lainnya, untuk itu aku mewadahinya dalam kategori ini.

Contoh paling mudah ditemukan saat Papaku meninggal, April 2011 silam. Saat itu aku menulis serial ?Diek? yang kemudian sangat digemari pembacaku. Ada pula tipe tulisan DKK (Dan Kawan-kawan, berisi interview-ku dengan kawan-kawan yang kukenal), 150 Kata (tulisan dengan panjang konten kurang atau sama dengan 150 kata), dan masih banyak lagi.

Digital

Ketika ?bersih-bersih? DonnyVerdian.Net sebulan lalu, aku menemukan beberapa tulisan berada di tagar berbau ?digital?. Awalnya aku ingin meleburnya ke dalam Cetusan karena kebanyakan ciri dan karakter tulisanku, meski membahas IT, adalah tetap berupa cetusan.

Tapi sebagai orang IT yang cukup senior, aku sampai tahap untuk merasa malu kalau aku malah tak punya kategori terkait dunia kerjaku di sini. Masa orang IT bicara sastra tanpa membahas social media? Masa orang IT bicara politik tanpa mengulik isu-isu development terbaru?

Hingga saat ini, karena satu dan lain hal aku belum menentukan sub kategori di bawah Digital tapi aku memastikan bahwa tak lama lagi aku akan membagi-bagi tulisan di sini ke dalam sub-sub kanal. Nantikan!

Tinjauan

Ini barangkali yang paling mengejutkan karena seorang DV yang dulu dikenal sebagai anti buzzer dan blog berbayar memiliki kategori yang berbau-bau promo produk dan jasa layanan dari para kapital.

Apakah ini berarti aku akan mengiblatkan diri pada ?meng-uang-kan blog? padahal dulu aku memusuhinya?

Bisa jadi iya, bisa pula tidak.?Kok bisa begitu? Jawabannya tergantung ada yang mengajak kerja sama atau tidak hahahaha…

Oleh karena itu, ketika M Ikhwan, pembaca setiaku yang berdomisili di Malaysia dan Gie Wahyudi, seorang blogger senior selama orang Klaten bertanya kok ada kolom Kerjasama? Aku hanya mesam-mesem saja dan tak melontarkan satupun jawaban.

Kenapa? Simply karena menjawab sekarang toh percuma saja. Jawabanku akan kentara ketika kalian melihat benar-benar ada banner iklan ataupun tulisan advertorial nampang di blog ini, di kategori ini.

Jadi? Sstttt? ga usah banyak komentar! Kalian tertarik bekerja sama? Kolomnya formulirnya ada di bawah halaman ini! hahaha…

Cangkeman Wagen

Hampir empat belas tahun sejak pertama kali ngeblog, Februari 2002, aku hanya menulis dan menulis padahal kita tahu konten memiliki banyak wajah dan rupa karena bisa berupa video, audio dan gambar.

Sejak sekitar tiga bulan lalu aku mengadakan riset kecil-kecilan yang memang tak kusebarluaskan tapi kusimpulkan dalam posting bertajuk Content (r)evolution.

Riset ini sebenarnya bukan bohong-bohongan karena pada kenyataannya di sini aku memang benar-benar mengajak kawan kerjaku untuk berdiskusi tentang hal ini; mengulik referensi online dan bertanya pada kedalaman diri, apakah sejatinya berkonten itu hanya menulis?

Di awal tahun 2016 nanti, akan ada satu tipe posting baru di sini berupa video, sifatnya akan serial dan periodik dan saat ini aku sedang meminta tolong kawan kerjaku, seorang video artist untuk membuatkan beberapa pernak-pernik menarik.

Aku tak bisa membuka semua rencanaku saat ini tapi sebagai bocoran, tajuknya nanti adalah Cangkeman Wagen dan berikut ini posternya yang dibuat secara ekslusif oleh? siapa lagi kalau bukan Damar Benni!

blog_cangkeman

Newsletter

Ini adalah hal yang masih sangat baru bahkan keputusan untuk membuatnya baru terpikir pada malam tanggal 21 Desember 2015, sehari setelah aku merilis DV.FYI.

Ide dasarnya tentu merangkul pembaca. Di atas ide tersebut adalah pengadaan diferensiasi konten antara apa yang kumunculkan di sini dan apa yang kubagikan di list para pembaca yang mendaftarkan diri.

?Gebrakan? (katakanlah demikian) pertama dalam hal diferensiasi konten tampak pada tulisan kemarin, dimana aku menawarkan untuk membagikan list plugin yang kupakai di sini khusus hanya bagi mereka yang sudah mendaftar list.

Aku masih berpikir keras untuk memunculkan hal-hal seperti ini ke depannya, tapi sambil menunggu gebrakan-gebrakan seperti apa, hal yang kujanjikan adalah newsletter yang akan muncul setiap periode tertentu berisi summary dari posting-posting yang kumuat dalam periode waktu tersebut.

Oh ya, aku menangani pendaftaran list pembaca menggunakan premium plugin dari Elegant Themes Premium WordPress Themes, Bloom namanya yang terintegrasi dengan Mailchimp.

Bloom Email Optin Plugin

Kalian tertarik mendaftar? Masukkan alamat email kalian di kolom bawah ini dan lanjutkan dengan proses konfirmasi.

Dengan berakhirnya tulisan ini, berakhir pula rangkaian tulisan terkait pemunculan DV.FYI mula-mula.

Apa yang kutulis sejak awal, lalu kemarin dan sekarang tidak akan berlaku mutlak dan statis karena aku membenci sesuatu yang sifatnya statis dan memuja konsistensi. Pertemuan di antaranya adalah; aku memuja konsistensi dalam mengadakan perubahan. Sesuatu yang semoga selalu tampak dalam diriku, DV, melalui superblog DV.FYI ini.

Selamat mempersiapkan Natal dan menyambut Tahun Baru.

Berkah Dalem!

*credit photo by Pexels.com

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.