Dulu aku memilih Prabowo…

12 Jun 2014 | Cetusan, Indonesia

Keputusanku untuk akhirnya mendukung Jokowi sebagai calon presiden Indonesia 2014-2019 itu bukan keputusan yang tiba-tiba dan gelap mata, tapi juga bukan sesuatu yang kuputuskan sejak lampau karena dulunya aku memilih Prabowo.

Karakter yang ?sat-set?

Sejak kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 silam, aku mulai berpikir untuk mencari sosok baru yang layak dipilih pada 2014 karena sistem politik baru kita menghendaki presiden hanya boleh dipilih dua kali saja dan Yudhoyono akan ?kehabisan jatah? by October 2014.

Kriteria utamaku waktu itu adalah sosok yang dalam bahasa jawanya ?sat-set?, karakter yang bukan peragu, tidak terlambat mengambil keputusan, tegas dan pemberani.

Untuk itu, aku mengamati Prabowo Subianto.
Bagiku, ia tampak gesit, licin dan punya daya dobrak yang hebat.

Saat aku mengutarakan ketertarikanku pada Prabowo, seorang kawan yang tahun 1998 dulu ikut dan sama-sama berteriak ?Turunkan Soeharto.. Turunkan Soeharto sekarang juga!? mengingatkanku tentang keterlibatannya dalam kerusuhan dan penculikan aktivis-aktivis 98.

Tapi hal itu selalu bisa kujawab dengan mudah bahwa katakanlah ia terlibat, Prabowo tentu tak sendirian dan kesalahan kolektif nan komunal yang terjadi di akhir rezim Soeharto itu, bagiku tak bisa dijatuhkan pada Prabowo seorang.

Secara hukum, masih menurutku, katakanlah ia bersalah, ia telah pula menjalankan hukuman dari kelakuannya itu yaitu diberhentikan dari kedinasan militer. (Baca artikel menarik tentang kasus ini di blog milik kawan baik saya, Herman Saksono)

Alasan lain kenapa aku tertarik pada Prabowo dulu adalah meski aku dulu ikut ?bersuara? di tahun 1998, tapi kerinduanku pada sosok Soeharto tentang bagaimana ia mampu membungkam gerakan-gerakan radikal garis keras yang makin hari makin mendominasi pemberitaan media massa di tanah air mampu melupakan sejenak beribu ?dosa? nya yang lain.

Aku berpikir, saat Soeharto berkuasa, mana ada yang berani omong untuk mendirikan negara agama? Tokoh-tokoh ormas dan partai radikal waktu itu banyak bersembunyi di Malaysia, Mesir dan Afganistan sementara yang kroco-kroco dan tak sanggup hijrah ke luar negeri, mereka tiarap tak bersuara.

Nah, sosok seperti itu, bagiku ada dalam diri Prabowo Subianto.

blog_jokowi2

Fenomena Jokowi-Ahok

Puncak ketertarikanku pada Prabowo adalah pada saat ia dengan Gerindra-nya bersama PDI-P mengusung Jokowi-Ahok maju ke Pilkada Gubernur DKI Jakarta, 2012 silam.

Bagiku, itu adalah gebrakan terkeren di awal dekade ini karena Jokowi-Ahok benar-benar mewakili generasi baru yang tidak pernah tersentuh ?Orde Baru?. Waktu mereka berdua menyorongkan ide Jakarta Baru, secara samar-samar pasti aku melihatnya sebagai pseudo-format dari Indonesia Baru!

Tapi sayang, bagiku Pilkada Jakarta itu lantas menjadi ?panggung? terakhir bagi Prabowo…

Maksudku, idealnya, sosok yang mencalonkan diri sebagai pemimpin bangsa harusnya punya ?panggung? untuk mengaktualisasi siapa dirinya di mata masyarakat. Bukan hanya lewat pencitraan iklan tapi juga tentang apa dan bagaimana ia mampu men-deliver sesuatu kepada rakyat.

Sementara di sisi lain, Jokowi (dan Ahok) semakin gemerlap di panggungnya. Semakin banyak hal positif yang dikerjakan Jokowi yang tampak sebagai hal baru ketika menjabat Gubernur Jakarta.

Aku menghitung ada tiga momentum yang membuatku berpikir bahwa Jokowi, suatu waktu, layak untuk diperhitungkan dalam skala yang lebih besar, nasional.

Pertama adalah momen ketika Jokowi memilih Susan sebagai lurah Lenteng Agung. Banyak orang berkoar bahwa Susan dijadikan simbol bagaimana Jokowi membela kaum minoritas padahal kalau mau ditelaah secara benar, ia tak bermaksud membela dan mencari muka terhadap kaum minoritas, tapi lebih pada prinsip bahwa siapapun yang terbaik ya dipilih terlepas ia datang dari kaum mayoritas maupun minoritas.

Kedua, momen ketika ia menjabat sebagai walikota Solo, mengundang makan lebih dari seribu pedagang sebanyak lebih dari 50 kali hanya untuk memindahkan tempat mereka berjualan ke tempat yang lebih layak dan teratur.

Bagiku bukan perkara angkanya, tapi perkara pendekatan yang dikenalkan yang sangat manusiawi, kreatif sekaligus menggali pola pendekatan lawas yang tetap efektif: makan.

Ketiga adalah momen ketika Jokowi berani membuat keputusan tentang Tanah Abang. Siapa tak tahu Tanah Abang dan siapa yang tak tahu orang di belakang Tanah Abang? Tapi bagi Jokowi, hal itu tak menghalangi niatnya untuk berlaku profesional sebagai gubernur yang tak tebang pilih untuk membereskan apa dan siapa saja yang perlu dibereskan untuk bikin benar tatanan!

Tapi saat itupun bahkan hati kecilku masih bicara bahwa Jokowi baik tapi untuk 2019 saja lagipula, waktu itu, siapa sih yang bisa mengatasi Mega? Sudah barang tentu ia akan mencalonkan diri sebagai capres dari PDI-P dan jika itu terjadi, ya jelas Prabowo yang paling cocok memimpin bangsa!

Jokowi?

Hingga akhir Maret lalu, suatu sore aku mendengar kabar mengejutkan, Jokowi ditunjuk sebagai calon presiden setelah sekian lama publik dibuat bertanya-tanya siapa yang akan dicalonkan PDIP sebagai capresnya.

Di situ aku menengarai ada ?arus balik? dalam alam pikirku untuk berpikir akan seperti apa Indonesia jika Jokowi yang menang?

Bagaimana jika ternyata Mega menjadi dalang dari boneka Jokowi ketika ia dilantik menjadi presiden nanti? Siapa wapresnya? Akankah Puan Maharani atau siapa?

Sementara di lain pihak, aku waktu itu sangat menantikan Prabowo membuat keputusan mengejutkan pula: Ia mengangkat Ahok menjadi cawapres! Karena kalau sampai waktu itu benar-benar terjadi demikian, aku semakin tak ragu lagi memilih Prabowo karena bagiku, Ahok adalah pemberi angin yang benar-benar baru terutama dengan kecepatan dan sikap tak tebang pilihnya yang mirip dengan Jokowi.

Tapi sayang hal itu tak terjadi?

Jokowi!

Perkembangan menarik terjadi setelah Pemilu legislatif usai digelar.
Perolehan angka semua partai tak saling mencukupi untuk mereka membawa calon presiden sendiri dan terjadilah praktek koalisi.

Pada point itu, aku menetapkan langkah bahwa bagiku, siapa yang akan jadi kawan siapa, itu yang akan menentukan pilihanku dalam bilik suara pada hari Sabtu, 5 Juli 2014 yang akan datang. (Pemilu Presiden di Sydney diadakan pada hari itu, empat hari lebih dulu ketimbang Pilpres nasional, 9 Juli 2014).

Seperti yang telah menjadi suratan, semua lantas berkumpul satu sama lain seperti yang kita lihat sekarang ini; Jokowi memilih Jusuf Kalla menggandeng partai-partai yang kalian sudah kenal sedangkan Prabowo memilih Hatta Rajasa dan menggandeng partai-partai serta tokoh-tokoh yang kalian juga sudah ketahui siapa saja mereka?

Di titik itulah aku merasa sebagai manusia Indonesia yang meski sudah tidak tinggal di Indonesia tapi masih punya keluarga besar di sana dan berharap setiap acara liburanku ke Indonesia akan selalu baik-baik saja, aku berpikir untuk tidak memilih Prabowo Subianto.

Sikap itu kuhasilkan dari perhitungan-perhitungan pribadiku dengan melihat rekam-jejak partai, ormas dan para tokoh yang berdiri di belakangnya, bukan semata-mata sosok Prabowo-nya.

Aku tak berkata bahwa tokoh-tokoh dan parpol-parpol pendukung di belakang Jokowi tak bermasalah, tapi aku mencoba berpikir praktis bahwa harus ada seorang yang dipilih dan lebih baik demi tidak berkuasanya seorang lain yang menurut perhitunganku akan menjadi tidak baik.

Harus ada seorang yang kita nilai lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan hal-hal tak terpuji ketimbang seorang yang lainnya?.

Harus ada seorang yang kita nilai akan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih gemilang, plural, demokratis, menghormati alam dan lingkungan dan punya agenda untuk perubahan mental anak bangsa yang lebih baik dalam segala hal? dan orang itu adalah Jokowi!

blog_dnnyjow

Update:
Tulisan ini selain dishare begitu banyak orang di Facebook dan Twitter, ada pula yang membagikannya di Kaskus, silakan check diskusinya di sini?. Silakan membagikan tulisan ini secara cuma-cuma, cukup tampilkan nara sumbernya…

Sebarluaskan!

165 Komentar

  1. Tulisan yang menarik dan loe bisa menjabarkan tanpa menampilkan kesan negatif dan pesan kebencian.

    Btw itu ada typo, harusnya 1000 pedagang, bukan pedang.

    Balas
    • Thanks Brad! Udah kukoreksi :)

      Balas
  2. Wis bener pilihanmu saiki, Mbah. Tak pangestoni. Hahaha

    Balas
    • Endi duwite? ;)

      Balas
  3. kalah menang tep aku milih no 2 mas Don

    Balas
    • Iya, Dik… sabar.. dua anak cukup :D

      Balas
  4. Saya pilih Jokowi juga. Indonesia maju, harus dibangun mulai dari rakyat kecil, pedagang kecil, petani tradisional, parawisata, home industry….n ….transportasi.

    Balas
    • Yeah!

      Balas
  5. Salah satu yang saya pujikan dari Donny Verdian: dia termasuk blogger yang penggunaan Bahasa Indonesia-nya sangat bagus. Angkat topi! :)

    Balas
    • Waduh, Mas! Saya langsung klepek-klepek dipuji dan diangkati topi begini :) Maturnuwun, Uda!

      Balas
  6. *nguncali duwit krincingan ke ostrali*

    Harus ada seorang yang kita nilai lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan hal-hal tak terpuji ketimbang seorang yang lainnya?.

    Setuju!

    Balas
    • Jinguk… dipadhakake ‘nyuwun den paring-paring’ :))) hahahhaa. suwun Bu Isnuansa. Salam buat dede Diana, tidak salam buat bapaknya hahaha :)

      Balas
  7. kae mbak2 sing nang mburi avatarmu sopo tho jenenge?

    Balas
    • Ojo diapak-apake.. kae rakyatku… :D

      Balas
  8. Tulisannya bagus!
    *share ke yg lai *

    Balas
    • Thanks. Silakan dishare, dengan senang hati :)

      Balas
  9. Nah, kita senasib mas don karena sama-sama baru memutuskan belakangan. Ndherek bingah, ojo lali coblos nomer dua.

    Balas
    • Sebelumnya pasti loe golput :) Bayangin kalau Pram masih hidup, pasti jawabannya repetitif, “Ngapain milih, mereka ngga bisa jelaskan kenapa rumah saya di Utan Kayu disita kok!” :)

      Balas
  10. Jawara!
    Kamu memang jagoan dalam menuliskan refleksi pikiranmu…….

    Balas
    • Makasih, Mas Bro! :)

      Balas
  11. Apapun latar belakang pemikirannya, harus menyampaikan ucapan selamat bergabung dalam barisan. Seneng satu barisan dengan Oom DV daripada berseberangan. Hehehe

    Balas
  12. Waah! Artikel yang bagus nih!!! Saya bener2 sependapat dari awal sampe akhir kata2nya. Lagian….. kita pasti sudah bosan dengan korupsi. Politik bagi2 kursi adalah gerbang dari KKN. Lagian masa lalu menentukan masa depan! Kalau wowo ingin dipercaya harusnya menjadi pejabat di daerah dulu misalnya dan kemudian membuat gebrakan baru yang baik.

    Balas
  13. Setuju aku karo sampeyan, mas. Aku juga menilai dari rekam jejak. Sempat ragu saat itu, media membuat prabowo seberti bayi yg terlahir kembali. Bersih, penuh karisma dan gagah. Tapi setelah membaca dan mencari berita tentang masing-masing calon presiden, rasanya langsung sreg sama Pak Jokowi!

    Balas
  14. ijin share ya bang… salam Indonesia Hebat! :)

    Balas
    • Silakan…

      Balas
  15. Rasanya memilih no. 2 untuk Jokowi – JK itu malah tenang. Melihat apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi dan cerita salah satu keponakan yang kerjaannya ngintilin beliau atau Ahok, cukup jadi dasar untuk memilih keduanya jadi pemimpin Indonesia yang baru :)

    Balas
  16. wah quote ne apin tenan mas bro

    Harus ada seorang yang kita nilai lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan hal-hal tak terpuji ketimbang seorang yang lainnya?.

    ijin share quote ne mas….

    Balas
    • Silakan…

      Balas
  17. Aku pun memilih Jokowi karena yah tidak ada calon lain selain dia dan Prabowo, sementara aku jelas tidak akan memilih Prabowo. Jokowi pastinya tidak sempurna, tapi setidaknya kupikir Indonesia masih bisa menjadi aman jikalau dia yang jadi presiden.

    Balas
  18. Pilihanku belum final. Masih bisa berubah, ntah kemana nanti berlabuh….

    Balas
  19. Setuju, saya pikir prabowo terlalu banyak janji(pengobral janji). Yang akhirnya saya takut untuk memilihnya…

    Balas
  20. keren lho ini….

    Balas
  21. Ngomongin agama. Mba eh mas donnyverdian agamanya apa yah?? Curiga sara

    Balas
    • Kenapa kamu perlu tahu agama saya? Itu hak asazi saya

      Balas
  22. Tulisan yg bagus mas bro…pada awalnya semua org pgn pemimpin yg memang lbh tegas drpd yg ada skrg sehingga bisa menjauhkan dari gerakan2 yg merusak bhinneka tunggal ika. Nampaknya baru tau sy kenapa dulunya banyak org2 baik berada di belakang Prabowo, salah satunya krn itu. Namun sy sejak dulu memang ga percaya sama Prabowo meskipun pencitraannya sudah sejak bbrp tahun yg lalu krn yg diusungnya selalu materi yg lama, sama kaya pelajaran PMP jaman sekolah dulu, yg pasti sudah outdated dan ga sesuai dgn jaman skrg dimana rakyat Indonesia sudah jauh lbh banyak yg mentas di level menengah keatas. Sedangkan oowi melakukan banyak hal yg baru yg memang sesuai dengan situasi dan keadaan di lapangan, meskipun begitu utk hal ketahanan pangan dia malah sudah melakukan hal yg kongkrit, menandatangani mou dgn pemerintah daerah sulawesi selatan ato mana gitu yak kmrn cmiiw, utk kerjasama dalam hal pangan, di Jakarta kekurangan beras, sdgkan di sulawesi surplus beras sekian ton sehingga bisa dikirimkan ke Jakarta utk memenuhi kekurangan di Jakarta supaya tidak impor dari luar negeri. Jadi memang permasalahan baru perlu ditangani oleh orang2 yg memang bisa berpikir memahami permasalahannya tidak semata2 ngikut text book jaman SD dulu kala.

    Balas
  23. artikel yang luar biasa

    jarang2 ngeliat artikel tanpa kampanye hitam :))

    ijin share gan

    Balas
  24. Mang pilihan seseorang berdasarkan profil psikologis seseorang, menurut aku orang2 yang lebih sekuleristik akan condong pada jokowi, sorry brow aku gak sependapat.
    Aku semula adalah pendukung Jokowi, sejak walikota solo aku udah kagum berat sama dia, namun semakin hari aku ikuti berita yang ada, secara berimbang tentunya, misal kalo tv ngikuti tv one juga metro tv, dua mencusuar tv masing2 kubu, dst. Hingga koran seperti koran kompas dan republika dan seterusnya. Karena aku pada dasarnya aku punya background pendidikan muslim, tentu tinjauanku adalah syari’at Islam, aku terkaget ketika menonton Megawati menjabarkan tentang proses pencalonan jokowi di Metro tv, Live kovensi Partai Nasdem, jelas dan gamblang megawati menjelaskan konsultasi dengan arwah bapaknya untuk memantabkan jokowi sebagai capres, jelas dengan demikian syari’at telah dilanggar, sebagai muslim yang baik kita dilarang berinteraksi dengan makhluk halus, apalagi sampai minta pendapat dan konsultasi, masuk dalam dosa besar, karena rukun iman gak menyebut arwah keluarga kita, berita Republika 5 Juni, yg lalu menyebut niatan Tri Medya Panjaitan, sayap Hukum PDI menyebut sedang merancang penghapusan perda syari’at se indonesia jika jokowi menang, oleh karenanya front mujahidin Indonesia melayangkan surat debat pada jokowi-JK, hukum tatanegara kita yang menganut ideologi Pancasila dan UUD45 sangat memudahkan penghapusan perda syari’at, mungkin hanya perlu satu kali sidang di MK sudah putus dan langsung terhapus, surat putusan nantinya dikirim ke Dpdr dan dpdrd tinggal memutuskan, yang terakhir bikin prihatin tentang contekan doa jokowi saat debat pertama bikin makin yakin jokowi bukan pilihanku, karena doa itu anakku jauh lebih fasih gak perlu nyontek, jika hal kecil seperti itu dia gak bisa atau gak terbiasa gimana menghadapi hal yg jauh lebih besar?, sebenarnya ini hanya sebagian saja yg aku sampaikan, sorry brow aku merasa bersalah kalo dukung jokowi, ini konspirasi dosa nasional, dan aku gak akan ikut didalamnya, jokowi memang bagus, tapi “cara” untuk mendapatkan sesuatu adalah jauh lebih penting, this is about IMAN

    Balas
    • Bah udah panjang gak mutu lagi.. silahkan pilih pemimpin menurut keyakinan hati anda.. kaga ada yg maksa

      Balas
      • Bah, komentarmu juga nggak mutu sama sekali! Orang seberang sana ya? :)

        Balas
    • mas siswo, kayaknya ada yg harus dikoreksi dari comment sampean mengenai interaksi dengan makhluk halus…bukankah dalam al-qur’an telah dijelaskan mengenai adanya makhluk lain selain manusia?dimana kewajibannya adalah sama menyembah Allah..kalo sesama makhluk ciptaan allah apakah ada larangan untuk berinteraksi?misalnya interaksi antara manusia dengan binatang?????

      Balas
    • Konspirasi dosa apa konspirasi hati mas vicky eh mas siswo,, dari semua comment yang saya baca cuma itu soalnya yang saya ngerti musti di comment, yang laen saya ga ngerti situ ngomong apa, hehehehe salam 1+1jari,, misi

      Btw tulisannya keren mas DV

      Balas
    • Salaam , Hi bung , seperti anda suci , jujur , tidak pernah berbuat dosa ???? pakai menamakan dirinya Muslim , mungkin Muslim KTP ya , nah kalau anda seorang Muslim yang Mu’min , tanyakan pada HATI NURANI anda sendiri , apakah anak cucu anda nanti nya akan meniru pemimpin yang berkomplot dengan pejabat2 yang bermalah atau meniru Pemimpin yang JUJUR , punya empathy kepada Rakyat , dan ingin memikirkan MASA DEPAN Rakyat , bukan masa lampau , nah In shaa Allah nanti kalau JOKOW – JK memimpin Indonesia , Negara kita akan menjadi Negara yang adil makmur loh jinawi , dan terhormat di mata Dunia karena Presiden nya termasuk “50 Pemimpin Hebat Dunia” dan Presiden JOKOWI terkenal baik di mata Dunia , sewaktu menjabat Walikota Solo termasuk “5 walikota terbaik Dunia” . Nah pikirin dong masa depan anak cucu anda agar menjadi orang2 yang jujur dan menjadi Pemimipin2 Hebat Dunia ok mas

      Balas
    • Mas bro….banyak yang faseh ngaji….jadi penjahat????????….koq pola fikir anda cuma sejengkal sih………..

      Balas
  25. Luar biasa!!!

    Tanpa menyudutkan pihak manapun.

    Balas
  26. urung pendapat ya mas… :)

    saya juga belum menentukan pilihan, bisa di katakan masih rancu antara dua pasangan..
    saya sudah baca artikel2 antara prabowo dan jokowi,
    dan mungkin yang mas katakan tentang prabowo karna belum membaca buku dari SAKSI HIDUP di balik kejadian pada jaman nya soeharto sampai tragedi 98. (silahkan baca, untuk memantapkan pilihan, selanjutnya terserah anda.. hehe ) (salim said)

    dan tentang jokowi, saya sangat kecewa, dengan janji ingin mengabdi jadi gubernur selama 5 tahun, dan tidak akan terpengaruh, tidak ingin di ganggu dengan pencalonan jadi presiden. tidak mengurus surval survey,
    tapi apa?

    dan beliau juga berjanji mengusut tuntas kasus mei 98, saya rasa itu hanya “janji” yang menggiurkan, sementara dalang dibalik layar tragedi itu semua, para pendukung jokowi..

    monggo, jika ada yang saya kurang tau, silahkan di kritik.. :)

    Balas
  27. tulisan yg sy anggap hanx pilihan tendensi yg dikemas objektif…. sory mas sy bukan tdk spendapat dgn tulisana anda namun sy merasa bahawa ini jx logika terbalik ttnng kecndrunagan anda ke jokowi… sy jg mampu mebuat tulisan sperti ini klo dan mngatkan bahwa sy dlu jokowi namun skrng prabowo. . sy pun pux alsan yg logis. .mulai dari solo smpai jakrta hax satu sosok kesan yg diperlihatkan jomowi yaitu rakus akan sebuah jabatan yg katax atas nama wong cilik. .. wong cilik mana coba. .sy yakin bahwa wong cilik yg mmng hax melihat jokowi dgn kepalsuanx didpn umum… mulai dr megawati mendesak jokowi maju sbgai capres maka mulai itupula luntur kekagumanku kpd jokowi… cmn satu alasanku memilih prabowo bahwa tdk akan ada yg mampu kendikte beliau ketika jd presiden amiiinnn tp jokowi masi mnjadi tnda tax besar ketika melihat megawati sllu dibelakngx

    Balas
    • “sy jg mampu mebuat tulisan sperti ini klo dan mngatkan bahwa sy dlu jokowi namun skrng prabowo”

      saya sangat suka dengan tulisan ini mas.. :)

      sebagian komentar ada yang mengatakan tidak menampilkan kesan negatif..
      bukannya judul itu udah menimbulkan kesan negatif? :)

      Balas
      • Kesan negatif itu muncul dari benak yang sudah berpikir negatif :) Negatif atau tidak itu urusan saya… ini media saya sendiri..

        Balas
    • Mas Fian ini bilangnya mampu menulis hal yang serupa, tapi cara menulis dan tata bahasanya aja aneh. Jomowi, tulisana, bahawa, jx, kepalsuanx, kendikte, tax, katax, hax, dibelakangx, dst. Maaf Mas, benerin dulu bahasanya kalau mau dianggap kredibel. Ini sudah bukan masalah pemilih cerdas vs bodoh, tapi pertarungan antara kaum “buta” sama yang masih mampu “melihat”. Salam 2 jari !

      Balas
  28. kenapa komentar saya tidak di tampilkan mas?

    karena komentar saya ada menampilkan sedikit sisi negatif dari kubu jokowi ya?
    tenang mas, saya bukan pro prabowo atau jokowi,
    saya hanya ingin menyampaikan hal yang membuat saya ragu, dan jika pemikiran saya salah, kan bisa di koreksi,

    salam.. :)

    Balas
    • Anda jgn sensi.. Kerjaan saya ngga cuma mengapprove komentar di blog. Saya ga peduli kamu mau milih siapa kok itu urusanmu sendiri :)

      Balas
      • lah.. yang sensi siapa?

        bukannya dari jawaban anda ini yang mencerminkan “sensi” tsb?

        anda mengatakan tidak peduli, tapi dengan membuat tulisan ini dengan judul ” dulu aku memilih prabowo ”
        bukannya itu suatu tindak kepedulian anda terhadap salah satu pasangan dan secara tidak langsung untuk “menghimbau” ??

        sekali lagi, maaf jika tulisan saya kurang berkenan. :)

        Balas
        • Anda ngga perlu minta maaf, kenal juga kagak dan itu gak penting buat saya :)

          Balas
          • Rodo ngakak aku pas komen iki. . .
            #jlebb
            Wes ngotot,arep rodo ngendek,malah di jarke. . .
            sak karepmu :v
            Gue suka gaya loe mas bro. . .
            Dua Anak Cukup wes :v

            Balas
          • jawaban mu sudah mencerminkan siapa dirimu..

            *kasihannn

            Balas
            • Siapa diriku bukan urusanmu..

              Balas
  29. Tulisan yang menyejukkan. Salam kenal dari Surabaya dan ijin share ya Mas.

    Balas
    • Mari silakan mas…

      Balas
  30. Pertimbangan dan pemikiran yg realistis……

    Balas
    • Thanks…

      Balas
    • Gak bagi2 kursi, soalnya yg nentuin nanti ibu suri dan Tuan putri

      Balas
    • Bukan urusan saya… kamu mau komen seburuk apapun tentang Jokowi, saya sudah melibatkan hati untuk memilih dan itu tak kan tergoyahkan…

      Balas
      • kwkwkwkw…
        BUKAN URUSAN SAYA <<<<

        passs bgt jawaban JOKOWI ketika ditanyain "bagaimana dengan ini dan itu"

        kalau nggak mau di kritik tulisan, lebih baik di kunci aja kolom komentar nya bro..
        nikmatin saja pilihan mu sendiri,

        *ngakak

        Balas
        • Mau dikunci apa nggak dikunci, blog ini milik saya.
          Kamu mau jadi prabowo mau jadi SBY atau Jokowi sekalipun nggak punya hak untuk menyarankan apapun terhadap saya ;)

          Balas
        • Mas / mbak palbes. Saya ikuti komentar2 anda ke mas DV. Setelah diamati , untuk saya, agak lucu karena anda sepertinya tidak suka dengan tulisan bung DV. Bukannya saya membela bung DV, hanya bilang kalau mas / mbak palbes ini lucu komentarnya. Jadi seperti kenal dekat dengan bung DV dan (seakan-akan) ingin bung DV mengurungkan niatnya memilih JKW. Bukannya pemilu memiliki paham bebas, umum, rahasia. Jika bung DV bebas memilih siapa, begitu juga dengan mas / mbak palbes yang bebas memilih tanpa perlu menilai pilihan orang lain.
          Tidak ada yang paling benar atau paling salah. Tinggal masing-masing individu berdoa semoga pilihan nurani sudah tepat. Jika masa depan ternyata mengatakan lain, serahkan pada yang Maha Kuasa.
          Saya punya pilihan sendiri, anda punya, orang lain punya. Apapun pilihan kita, sesama rakyat Indonesia, harus hidup damai, tak ada pertengkaran, bersahabat.

          (kok jadi panjang gini tulisan saya. hihi.. maap toh).

          Salam ^^

          Balas
          • Hahahaha, Palbes ga usah diurus, Mbak :)

            Balas
  31. Buset atas ane pasukan nasi bungkus nyampe juga dimari :D

    Balas
    • Gapapa, biar ramai :)

      Balas
  32. Pledoi trakhirnya malah bikin aneh keputusannya. Jika masalahnya adalah org2 yg ada dibalik masing2 capres, dan beneran anda ikutan di thn 98 (sy juga dan sempet hrs diselamatkan marinir hanya krn lg nunggu angkutan umum a day after), pasti tau, justru org2 dibalik Jokowi itu lebih mengerikan, pastinya anda sdh mengenali pola mereka, biasanya “alumni 98” langsung recognize the symptoms yg mulai muncul. Tp, siapapun itu, semoga yg terbaik, seperti ktk Prabowo memboyong Jokowi dan Ahok ke Jakarta, krn mrk lah, menurutnya, org2 terbaik utk membenahi semrawutnya Jakarta

    Balas
    • Saya pakai pola menimbang dengan hati kok dan parameter pertimbangannya bukan cuma 98 karena kalau cuma itu pasti sudah sejak dulu saya tak berpihak ke Prabowo.

      Coba tanyakan PKS, FPI, PPP dan Amien Rais, apa agenda mereka di belakang Prabowo? :)

      Tapi aku setuju Prabowo memang jagoan membawa orang / pemimpin baru.. itulah sebabnya seperti kutulis di atas, aku menyayangkan ia tak membawa Ahok maju jadi cawapresnya, karena kalau itu terjadi, saya masih di pihak ‘Polonia’ :)

      Balas
  33. suka tulisannya , walaupun saya juga belum menentukan pilih yg mana :D
    anyway…
    @palbes : kok malah dagelan , katanya gag pro mana2, kok jd sewot sama tulisannya mas DV.

    Balas
    • Thanks. Pilihlah sesuai kata hatimu.. Ketika melibatkan hati, tak ada yang bisa menyalahkan…

      Balas
    • sewot??
      nggak, cuma agak kecewa aja, niat mau diskusi baik2, tapi anda lihat saja sendiri jawaban nya :)

      udah, no open lagi ama nih tulisan, udah tau kriteria si moderator..

      *ccd

      Balas
      • Silakan pergi, Palbes… :) Sesuka hati :)

        Balas
    • Sip, thanks infonya… gw masukin linknya ke update konten ini deh…

      Balas
  34. 2 I STAND ON THE RIGHT SIDE

    Balas
  35. wah sama bang, saya juga dulu memilih prabowo (padahal sudah yakin). dan saya sangat kecewa saat tau partai koalisinya :’)
    akhirnya saya memutuskan untuk gak pilih siapa-siapa, sampai saat debat capres dan cawapres disitulah saya yakin siapa yang harus saya pilih. banyak yang mengatakan kalau pak jokowi orang yang tidak bertanggung jawab, padahal partai koalisi prabowo-hatta orang-orang yang tidak bertanggung jawab sangat jelas terlihat.

    Balas
    • Top!

      Balas
  36. Bagus tulisan nya:-), saya dr jerman juga dukung Pak jokowi, Hati nurani yg ikut milih :-)

    Balas
    • Hati nurani memang hakim paling adil :)

      Balas
  37. Palbes: disinilah titiknya. Kita bicara Iman, mereka melepaskan iman. Jadi tak ada gunanya banyak bicara pada mereka yg sdh hitam hatinya. Lbh baik salurkan energi utk hal lain yg lbh bermanfaat drpd perang pena tak berkesudahan di sini.. Dg orang2 yg buta mata hatinya. Kita berdoa saja semoga kita mendptkan pemimpin yg tdk hnya memikirkan duniawi sehingga setiap langkahnya ada rem nya. Dan dengan dikelilingi para ulama.. Kita percaya langkah prabowo akn lebih hati2 dan terkendali. Dan itubtdk akan kita dpatkan di Jokowi!! Sekuler is yes bagi mereka krn sekulerisme = liberalisme= ngapain lo nanya2 agama gue.. = duniawi= ga punya iman!! Mereka mau hidup selamanya menghabiskan sumber daya alam indonesia!! Allaahu Akbar. Kita pilih capres dg kemudharatan yg lebih sdkt diantara dua yg sama2 tidak sempurna! Prabowo..bismillaah

    Balas
    • Kalian itu ngomong apa kencing sih? :)

      Balas
      • hahahaha! touch

        Balas
      • ahh, palingan ini cuma tulisan emang pro ke jokowi..
        buat judul seperti ini biar orang merasa “iba” dengan anda..

        katanya ngobrol santai, tapi tau nya di kritik dan di ajak berdiskusi jawaban nya kayak anak Te Ka..

        wkwwkkwkw

        sudah, saya juga nggak peduli mau milih apa anda..
        saya kira blog ini bagus untuk berdiskusi, ternyata di moderatori dngan anak ingusan..

        hufff..

        *spechlesss.. -_-

        Balas
        • Dari judul, isi dan kesimpulan tulisan ini memang pro Jokowi. Hanya orang bodoh yang tak mampu mengintisarikannya…

          Balas
          • Mas / mbak palbes,

            Anda katakan –> sudah, saya juga nggak peduli mau milih apa anda..
            Bukannya itu yang memang diharapkan dari anda oleh bung DV dari awal?. Toh dia tidak balik menyudutkan pilihan anda. Dia hanya menceritakan kisahnya tentang pilihan presiden mendatang. Tapi mengapa anda mengeluhkan pilihan bung DV terus, ya.

            Agama mengajarkan kasih sayang terhadap sesama manusia, lho. Jangan hanya karena (sekitar) dua bulan ada perjuangan menjadi pemimpin negeri ini, lalu bangsa terpecah belah saling sindir saling sikut menyikut.

            Sabar, mbak / mas palbes. Jika pilihan anda memang yang terbaik, nanti akan terlihat hasil baiknya. Begitu pun jika pilihan bung DV yang terbaik, maka akan terlihat baiknya. Bismillah saja.

            (Saya memilih untuk tidak menyebutkan calon presiden pilihan saya).

            Wassalam ^^

            Balas
  38. memang saat mengetahui orang/partai di belakang Prabowo/Jokowi, bikin aku berpikir panjang untuk menentukan pilihan. di belakang keduanya ada orang-orang maupun partai yang tak kusukai. akhirnya aku menetapkan pilihan dengan tekad akan terus memantau sikap Jokowi terhadap pihak yang tak kusukai, ketika ia menjadi presiden.

    terima kasih atas tulisan yang jernih, mas.

    Balas
    • Sama-sama Mas MT… kejernihan membuat kita bisa melihat tai ikan sekecil apapun.. :)

      Balas
  39. Salut dengan caramu berpendapat yang sangat positif, Mas. Sebuah pemaparan yang indah sebagai bahan pelajaran untuk (juga) bersuara tanpa unsur adu domba.

    Thanks for the great sharing, Mas.

    Balas
    • Sama-sama, Mas Zia ;)

      Balas
  40. Ak gk tahu harus milih siapa tapi semakin kesini aku cuma berdoa siapapun yg terpilih nanti panjangkanlah umurnya jika bisa memimpin rakyatnya dgn dasar agama karna semua muslim… jika tidak bisa pendekanlah umurnya agar tidak terlalu banyak dosanya..

    Balas
    • Anda kok sangar sekali sampai mendoakan panjang/pendek umur orang segala?

      Balas
    • Yakin itu doa mas?,…lebih terdengar seperti kutukan,…setahu sy doa itu hal yang baik, lalu kira-kira Tuhan akan memenuhi permintaan anda?,…untuk membunuh orang yang menurut anda kurang berguna,….

      Balas
    • Sangar lah.. ini tu kykny emg udah ngara terkutuk e kak.. bnyak korup sna sini bnyak sling adu domba.. orang mo siapa yg jd presiden ak masih harus bkerja keras sendiri buat hidupku sendiri.. trus pengaruh presiden selama ini ama diriku jg gk ad..

      Balas
      • Ck ck ck ,
        Sing sabar yo kang mas. Hidup itu penuh perjuangan. Penuh derita.Kita memang tidak dapat mengerem orang-orang yang korupsi secara langsung. Wajar jika anda marah. Tapi marah bukan solusi, mengutuk pun bukan solusi. Lebih baik anda bekerja sekuat tenaga untuk meraih rejeki yang memang sudah disiapkan Allah agar anak istri keluarga semua dapat hidup sejahtera, aman, nyaman, tentram. Jika anda pengguna internet aktif, alangkah baiknya jika dimanfaatkan untuk mencari pengetahuan2 yang berguna bagi anda dan keluarga. Misalnya mencari lowongan kerja atau ide usaha.

        Wassalam.

        Balas
  41. Saya suka tulisannya mas…halus tanpa harus mencaci maki bahkan menebar kebencian…kami diminta untuk bisa menalar sendiri tulisan dari mas DV dan akhirnya memutuskan…. Good Job mas DV ^_^ salam kenal

    Balas
  42. Prabowo-Hatta tetap no1(URUTAN CAPRES/CAWAPRES) dan ga akan pernah tergeser dari urutan nomor itu
    Namun…
    Nomor 2 adalah KITA..
    Yang pasti kita tetap pilih no 2 yg adalah KITA. DARI KITA, OLEH KITA, UNTUK KITA!!!
    I STAND ON THE RIGHT SIDE
    SALAM 2 JARI…..

    Balas
    • Jangan lupa pilih Jokowi.. JK! :)

      Balas
  43. Nah aku suka nih tulisanmu mas, ndak jelek2in dan terdengar anarkis. Dan di kalimat “Harus ada seorang yang kita nilai lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan hal-hal tak terpuji ketimbang seorang yang lainnya” ini adalah hal yang luar bisa sulit aku sampaikan untuk orang yang sudah memilih si nomor 1 dengan gelap mata. Semoga angin segar ini membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Amin.

    Balas
    • Makasih, Mbak Titiw ;) Sebulan ini blog ini akan menulis soal Jokowi dalam gagasan yang semoga segar dan tidak anarkis :)

      Balas
  44. Aku iseh binggung. Harus tirakat dulu untuk memilih. Aku iseh galau T_T

    Balas
    • Pilih nomer dua ben ora typo

      Balas
  45. Salam kenal mas DV. Sy org solo asli, lahir dan tinggal dsolo. Sdh beberapa pergantian walikota dsolo, tp sy ga pernah tahu persis yg mana walikotanya. Waktu walikota dipegang Jokowi, baru kali ini sy tahu sosok seorang walikota. Sy sering lihat dia wira-wiri kesana kemari. Sibuk benerin ini-itu. Alhasil kota solo jd lebih baik, lbih maju.Sy sbgai rakyat merasa ada org yg bener2 ‘care’, terlepas dari partai mana, isu apa, mslh keimanan dll hati nurani sy ga bs bohong. Beliau sosok yg tulus ngurus rakyat. Prabowo mmg sosok pemimpin tegas, tp sy blm ‘kenal’ siapa dia. Sedang jokowi, sy tahu betul bagaimana dia. Dengan lugu naik motor mio melaju ke lokasi ‘pelemparan bom’ dsolo, dengan tulus naik speda ke kampung2 buat meninjau pembangungan jembatan, dengan santai jalan kaki masuk ke jalan2 dusun.. sama sekali bukan pemimpin yg banyak pengawalnya,, kesana kesini naik mobil dengan kaca film gelap, cmn keliatan pas waktu upacara

    Balas
    • Suara Anda ini suara yang sangat tulus berdasarkan bukti nyata. Semoga Tuhan mendengar kita semua ya…

      Balas
  46. Udah yakin dan ga akan tergoyahkan.pokoknya JOKOWI – JK udh paling oke!! saya ga ngerti syariat islam dsb.yg saya tau saya tinggal di indonesia dgn beragam budaya,suku,dan agamanya.begitu saya tau prabowo didukung ormas radikal,mentah2 saya ga akan mau pilih dia.ormas radikal harus dihilangkan,ini malah diajak kerjasama oleh prabowo.ditambah didukung partai dgn basis agama,makingila itu namanya.GOD is number 1, President is number 2 :))

    Balas
    • Anda satu suara dengan saya, mari duduk berdampingan!

      Balas
  47. tulisannya mewakili pikiran dan pilihan sy, kok bisa sama persis yaaa. Thank u yaaa mohon share

    Balas
    • Silakan dishare, seneng kalau ada orang seneng baca :)

      Balas
  48. Dulu sempat iri dgn warga Jakarta yg bisa memilih Jokowi sbg pemimpin mereka. Dalam hati smpt blg: “coba saya juga warga Jakarta yg bisa ikutan kasih suara dalam pilkada DKI dan memilih pak Jokowi.” Setelah ibu Mega mengumumkan pak Jokowi sebagai capres, dlm hati saya lgsg blg: “akhirnya saya bisa kasih suara saya utk pak Jokowi”.
    Salam dua jari…

    Balas
    • Salam!

      Balas
  49. setuju mas bro… saya juga bangga sekali dengan Jokowi terutama program mobnasnya beliau….. , ga banyak ngomong langsung keliatan hasilnya…. seperti web site ini
    http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Ffreeplanner.wordpress.com%2F2012%2F01%2F09%2Fits-overwhelming-esemka%2F&h=QAQH3L9r2

    bangga banget ya bro & sis….

    bukan cuma itu loh…. mobil yang sama juga ternyata sudah muncul di link web ini … http://fodayauto.gmc.globalmarket.com/products/details/explorer-vi-suv-6492f9y-632406.html

    mantab kan bro… solo sudah bisa export mobil ini kali ya…..

    Balas
  50. hik hik hik…. komenku ga dimuat… ga lulus sensor …. maaf ngerepoti dan ngotori blog sampean….

    Balas
    • Sabar, kerjaan saya nggak cuma mengapprove komentar dari komentator baru :)

      Balas
  51. Hahaha persis banget ceritanya sama yang saya alami… tadinya pemilu 99 saya juga mendukung partainya prabowo malah ikut jadi timses salah satu caleg dari partainya… saya juga mendukung prabowo untuk menjadi presiden. Sayangnya pada saat itu suara tidak mencukupi.. Tapi setelah itu saya membaca, mendengar dan melihat (apa yang selama ini tidak saya lihat dan dengar saat menjadi pendukungnya).. Akhirnya saya sekarang perpaling dan pindah ke lain hati. Saya jatuh hati pada JW-JK

    Balas
    • Yesss! Pilihan yang tepat untuk orang-orang yang benar! Selamat!

      Balas
  52. Saya sangat surprised dengan pernyataan bang Poltak , “dalam politik, tidak ada musuh atau kawan yg abadi, yang ada hanya kepentingan abadi”
    Kepentingan kan tergantung suara hati, apakah mau korup atau mau jadi apapun itu! Begitu juga dengan Pemilihan Presiden 9 Juli.
    Saling Serang dan Tidak Cocok itu Biasa, tapi Siapapun itu Tidak Bisa Merubah Suara Hati seseorang apalagi menggunakan trik tiki taka (pinjam istilah bola).

    Siapapun Presiden yang terpilih sekarang , belum bisa merubah indonesia 5 tahun kedepan secara drastis, itu angin surga bung! apalagi ngomong indonesia Bangkit!
    Kecuali Presiden tersebut berani menerapkan perbedaan/out of the box. !

    Orang Hebat, Bukan orang yang katanya (Tegas) ! Tetapi Orang yang berani buat perbedaan !
    Bukan monoton/(satu)ton dan (satu) warna! Indonesia itu majemuk !

    Anggap lah bahwa Produk Lama lalu di rekondisikan/refurbish jadi Baru itu bisa Bangkit ? Salah teman… Iya Benar SIgnal bisa Bangkit sementara, Tetapi tidak ada bisa menjamin Mesin Refurbish! paling garansi toko 1 minggu! Mauuu ?

    Sekarang Pilihan di coblosan anda, ikuti kata hati !
    Mau Barang Refurbish dengan garansi toko atau Barang Baru dengan Garansi Resmi ?

    Maaf Bang DV, tulisan saya ikut meramaikan blog nya
    saya cuma geli dengan semua komentar bermusuhan yang ada
    Salam 2 Jari !

    Balas
    • Tak perlu minta maaf! Saya sudah mewakafkan blog ini dalam masa kampanye untuk Pak Jokowi!
      Salam dua jari!

      Balas
  53. Salam dua jari mas :).. aku juga dukung jokowi

    Balas
    • Salam!

      Balas
  54. piye dab :D

    Balas
    • Pahin, Dab! :) Pokokmen sing ora ana Amien Rais-e.. aku kelingan pesenmu ndhisik kae hahaha :)

      Balas
  55. Alhamdulillah….mari kita menjadi agen yang baik untuk JKW-JK untuk Indonesia Hebat. Tidak menggunakan kata-kata provokatif dan lebih mengetuk hati nurani. Salam 2 jari

    Balas
    • Yes. Salam dua jari!

      Balas
  56. Numpang baca mas..
    Ahirnya Pecah telor juga ikut nyoblos gara2 effect Jokowi…

    Salam 2 Jari.

    Balas
    • Salam dua jari! :)

      Balas
  57. Artikel yang bagus untuk dibaca,

    Mari kita sama-sama teriakan GOLPUTTTTT itu lebih baik untuk indonesia hebat

    Salam Super :D :D :D

    Balas
    • Heheheh, beruntung loe tinggal di Indonesia. Kalau loe di Australia, Golput bisa bayar denda, ngajak orang lain golput bisa masuk penjara :)

      Balas
  58. Wah, suka banget dengan bahasa yg di gunakan untuk menyampaikan ,, tenang, santun, kayak pake bahasa hati kak.. Heheh

    Balas
    • Makasih, Kakak :)
      Sering-sering mampir kemari ya…

      Balas
  59. Dan akupun msh menunggu 2 putaran dlm debat. Tulisan nya sangat santun mas Don.

    Balas
    • Trimakasih :) Sering-sering berkunjung kemari ya.

      Balas
  60. bagus banget mas tulisannya, saya sepakat dengan isinya

    #melawanlupa
    #salamduajari :D

    Balas
    • Terimakasih, salam dua jari!

      Balas
  61. Tulisan yang bagus Pak. Saya dulu juga seperti Bapak, tapi melihat pergerakan koalisi dari capres #1 membuat saya berubah pikiran. Wong pendukungnya aja begitu semua dan terlalu mengumbar janji yang terlalu berlebihan sehingga membuat saya mengurungkan niat untuk memilih no#1. Nobody perfect but I believe the new goverment could accomodate some of all our concern.

    Balas
    • Sip! Mari coblos Jokowi – JK!

      Balas
  62. saya masih abu abu mas ……
    saya pun suka jokowi, tapi 1 pertanyaan dari saya : apakah bila jokowi menjadi presiden dalam menentukan keputusan masih minta pendapat atau minta persetujuan Mega ? hanya itu !!!
    kalo apa apa masih nanya dan harus persetujuan Mega,
    saya yakin anda mengerti maksud saya….

    Balas
    • Saya percaya Jokowi, Mas dan saya harus bilang saya juga percaya Mega.
      Awalnya saya juga nggak percaya dengan Mega, tapi keputusan untuk mengajukan Jokowi itu membuat kepercayaan saya kuat terhadapnya.

      Saya yakin Jokowi akan selalu bertanya ke Mega soal hal yang ia tak terlalu mengerti tapi kuyakin keputusan di tangan dia sendiri. Ini bukan keyakinan asal keyakinan, tapi dari track-record yang ada dalam diri Jokowi.

      Jangan abu-abu lagi, Bli! Indonesia yang hebat memerlukan suaramu untuk pasangan Jokowi-JK! Now or never!

      Balas
      • Maaf saya bukan dari pendukung Prabowo atau Jokowi. saya rakyat biasa.
        track record jokowi yang mana Mas ? sukses jadi walikota atau sukses jadi gubernur ?
        lalu track record PDIP waktu jadi pemerintah ?
        secara pribadi saya suka Jokowi, tapi bila dia harus tunduk sama Mega.
        seandainya jokowi dari independent yakin dia akan menang mutlak.

        Balas
        • Track record Jokowi baik ketika ia menjadi walikota maupun gubernur.
          Saya tak perlu melihat track record PDIP ketika memerintah karena saya percaya Jokowi :)

          Anda nggak bisa mengandaikan Jokowi dari jalur independent karena kenyataannya di Indonesia, instrumen politik itu diperlukan dan sayangnya itu adalah partai politik.

          Anda nggak perlu minta maaf dan saya pun rakyat biasa… rakyat biasa pilih Jokowi :)

          Balas
  63. keyakinan mas DV bahwa : ( dikutip dari tulisan mas diatas ) Saya yakin Jokowi akan selalu bertanya ke Mega soal hal yang ia tak terlalu mengerti tapi kuyakin keputusan di tangan dia sendiri.
    “KEPUTUSAN DI TANGAN SENDIRI”
    saya belum yakin !!!
    kalo Mas DV bisa memberikan pencerahan atau contoh yang bisa masuk akal tentang track record jokowi
    pernah nggak dia menentang keputusan partainya ?? demi rakyat. selama ini dia selalu sejalan.
    beda dengan Ahok. dia pernah menentang Gerindra pada saat masalah waduk pluit.
    karena 5 thn menjadi presiden itu posisi strategis. banyak kepentingan disana.
    jangan sampai menjadi presiden kita kayak wayang. ada dalang yang ngatur gerak langkah dan tujuan Presiden.

    Balas
    • Lha sekarang pertanyaannya adalah kenapa harus menentang keputusan partai kalau selama itu sejalan dengan kepentingan rakyat?
      Justru yang patut dipertanyakan adalah kenapa Ahok masih di Gerindra padahal jelas Gerindra tak setuju soal waduk pluit?

      Saya nggak bisa ngasih kamu pencerahan atau contoh dan saya nggak harus melakukan itu.
      Maaf, tapi saya menulis semua ini menggunakan hati, di-share oleh ribuan orang di social media dengan harapan supaya hati mereka dan kalian terketuk bahwa ada orang baik namanya Jokowi.

      Saran saya, kalau kamu belum yakin tapi ingin yakin, renungkanlah… kalau belum yakin juga, memilihlah.. JOKOWI :)

      Balas
      • saya nggak akan sembrono asal memilih bung !!!!
        pilihlah pemimpin yang benar benar pro rakyat
        karena partai tidak selalu pro rakyat
        saya bukan pendukung prabowo tapi juga buka pendukung jokowi
        PEACE…….

        Balas
        • Ya kalo nggak sembrono lalu kamu mau pilih sapa, Prabowo?

          Balas
  64. Tulisan yang bagus bro..
    Tapi sekali-kali jangan agan remehkan kekuatan koruptor dan keluarganya yang saat ini bersatu menghadang Jokowi.
    Mereka punya uang gila-gilaan, tukang fitnah dan gak segan-segan bawa isu agama sebagai pembenaran.
    Alasan mereka sama: Dulunya Pro Jokowi sekarang pindah ke Prabowo karena Jokowi itu bla bla bla
    Padahal pas ditanya bener2 ketahuan deh karena ada anggota keluarga yang kerja sebagai PNS di tempat basah.
    Mereka tahu banget kalo di zaman Jokowi, penghasilan haram bakal kering kerontang.

    Bikin jijik bawa-bawa agama segala.
    Kalo beneran agamanya kuat mana mungkin mereka korupsi.

    Btw saya dulu juga seneng Prabowo karena dia berani melawan arus dengan menempatkan Ahok Jakarta.
    Di benak saya, Prabowo itu orang yang dulunya “kurang baik” tapi berusaha menjadi orang baik.
    Tapi melihat dia menerima gembong koalisi kayak gitu.
    Hmmm berpikir ulang deh.

    Balas
  65. Mantab, sayang masih banyak sekali rakyat indonesia yang tidak bisa melihat dgn hati nurani yang jernih kayak gini …. Semuanya serba sentimen yg lebih besar ….. Salam 2 jari ….

    Balas
  66. G usah dilihat dari rekam jejak politiknya.Selama ini dia dia hidup tanpa pendamping. Bgmana peranggungjawaban moralnya? hobby berkuda yang harganya milyaran. Rakyat masih banyak yang nganggur dan kelaparan ! Dari gestur tubuh dan gaya-gayanya berjoget di panggung, meragukan ni orang……….!

    Balas
  67. Mas Donny Verdian yang baik,
    Saya pikir orang masih punya hati nurani, tidak tertipu dengan pencitraan “tegas” dengan representasi simbol-simbol kekerasan dan ancaman, akan lebih mudah menyediakan ruang penerimaan di kalbunya bagi seorang Jokowi. Salam dua jari.

    Balas
  68. anda hebat dan bijaksana menilai seseorg tanpa menjatuhkan seseorang..saya suka itu.
    tapi coba anda untuk belajar menerima keritikan teman”.. bukan hanya terima pujian saja…saya yakin anda akan tetlihat lebih bijaksana lg.!
    salam santun saya…

    Balas
    • Kritikan mana yang tidak saya terima?
      Komen-komen di atas? Kalau tidak saya terima tentu tidak saya tampilkan di sini?

      Saya hidup untuk diri saya dan keluarga saya sendiri.
      Selama istri dan anak-anak saya mencintai saya, saya tak butuh yang lain termasuk anggapan orang bahwa saya hebat dan bijaksana… :)

      Balas
  69. Salam 2 jari…terharu bacanya…semoga Tuhan melindungi Bapak Jokowi JK dari segala fitnah dan kecurangan ya

    Balas
  70. Setuju, mas..
    saya jg berpikiran mendingan bertaruh pd tokoh yg ‘mungkin’ akan melakukan kesalahan daripada pd tokoh yg ‘sudah’ melakukan kesalahan. Based on track record, gosip, tweet, dll
    pepatah yang trs keinget adalah “sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak ada yang percaya”

    salam ‘8’ jari ( dua di tangan kanan & kiri, dua di kaki kanan & kiri)

    Balas
  71. kami rindu pemimpin yang dekat dan melayani rakyat, bukan raja yang hanya melambaikan tangan di atas kuda atau mobil terbuka..

    Balas
  72. Selamat buat saudara2 sebangsa dan setanah air yang tinggal di luar negri… Selamat karena sudah menjalankan pilpres hari ini… Di:
    * ARAB SAUDI :
    * EROPA :
    * AMERIKA :
    *AUSTRALIA :
    * TIMUR TENGAH :
    *ASIA OCEANIA:
    *MALASYA :
    *JEPANG :
    Dengan hasil Quick Qount sementara no 2 unggul… :)

    Balas
    • *MALAYSIA
      ralat tulisan di atas

      Balas
  73. Dalam teori manajemen, ada level manajemen yang dibedakan berdasarkan skillnya. Top management, Middle, Low, dan non managerial. Sangat mudah untuk membedakan porsi skill di setiap level. Top Management adalah level yang didominasi oleh conceptual skill, dan sedikit sekali teknis. Sebaliknya, Low atau non managerial didominasi oleh technical skill, level ini tak memiliki kemampuan konseptual, karena memang hanya mengandalkan kerja teknis dan sangat operasional.

    Balas
  74. Keren tulisannya Mas DV tanpa negative campaign…
    Salam 2 jari… 09 Juli 2014 untuk Indonesia Hebat :)

    Balas
    • Makasih, salam dua jari!

      Balas
  75. Terimakasih buat ulasannya, saya dan suami dan anak2 tdk concern dg pemilu awalnya, tapi untuk kali ini saya dan keluarga dg suka hati turut serta mendukung jokowi, kita perlu adanya perubahan demi Indonesia tercinta,putri saya bangga mencoblos nomer 2 di kbri Paris. Dr beberapa saudara yg di brunai,mesir,norwegia,belanda,america semuanya antusias dan merasa sangat bangga sukarela menjadi relawan. Dr Paris nama yg disebut dan dibicarakan oleh mereka(bukan wni)mr Jokowi the good leader next president, hope no curuption.krn indo esia di kalangan rakyat paris terkenal dg negara korupsi. Sempat sedikit malu krn itu, tapi kali ini saya infokan ke teman2 Ya kirat rakyat indonesia pasti berubah ,
    Mas dv ,tangapi saja dg tenang dan bijak orang2 yg selalu pintar memancing amarah,tujuan mereka memang satu membuat simpatisan dan relawan jd emosi dg menebar fitnah dg memutar balikkan kata2,dan blok2 yg negatif .So bravo mr.dv. tetap msh cinta indo walau sdh di ausse.kobarkan semangatmu dg ulasan2 yg rasional dan bermanfaat buatlah lagi.Salam 2 jari.trisye.

    Balas
    • Salam dua jari, Bu Trisye… saya menanggapi cecunguk-cecunguk itu dengan tertawa-tawa kok. Bahasa balasan memang saya bikin sekeras mungkin supaya mereka lekas-lekas berhenti berkomentar :)

      Balas
  76. minum tuh bensin haha

    Balas
  77. ha..ha..ha….rasakanlah !

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.