Dua puluh bulan setelah mundur dari Paguyuban Alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta…

29 Mar 2021 | Cetusan

Bulan ini tepat 20 bulan aku memutuskan tak lagi aktif di Paguyuban Alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Melalui tulisan ini, ada beberapa hal yang menurutku perlu untuk kusampaikan.

Kenapa mundur?

Keputusanku mundur muncul ketika aku ditunjuk menjadi ketua KPU Pemilihan Presiden Paguyuban tahun 2019. Waktu itu jabatan kepresidenan kosong sepeninggal Mas A Tony Prasetiantono yang wafat pada 16 Januari 2019. Uniknya beberapa hari sebelum wafat, Mas Tony sempat berdiskusi denganku tentang pemilihan presiden paguyuban selanjutnya… (RIP, Mas!)

Lalu apa kaitannya antara jadi ketua KPU dan mundur dari Paguyuban?

Sebagai ketua KPU, siapapun presiden yang terpilih, adalah tabu jika aku tetap aktif di Paguyuban. Keputusan mundur itu akhirnya kusiarkan melalui kanal-kanal media sosial beberapa saat sebelum proses pemilihan dilakukan pada Agustus 2019.

Tapi ada yang bilang kamu mundur karena ketidakcocokan dengan pengurus paguyuban yang sekarang?

Hehehe, kalau kamu memilih percaya pada kabar-kabur seperti itu, yang lebih bombastis banyak! Ada lho kabar yang meng-konon-kan aku menerima segepok uang dari pihak tertentu selama pemilihan lalu. Orang yang mengabarkan ini pernah bertanya langsung kepadaku saat ia berkunjung ke Sydney pada Desember 2019 silam. Ya terserah, kalian mau percaya yang mana hahaha…

Apa yang kulakukan setelah mundur?

Keluar dari banyak WAG ke-debritto-an lalu melanjutkan hidup hahaha!

Dari sekitar 20-an grup WAG ke-debritto-an yang kuikuti sebelumnya tinggal menyisakan beberapa. Grup “JB Klaten Asli” yang berisi kumpulan para alumni yang berasal dari Klaten. Grup “Ampel 2” sebenarnya bukan grup alumni tapi grup sesama lulusan asrama Ampel 2 Papringan yang anggotanya mayoritas adalah lulusan De Britto dan “JB Berkat” kumpulan para alumni yang tertarik pada hal-hal rohani.

Selainnya itu?

Ya tetap fokus bekerja, berkeluarga dan melanjutkan hobi yang cukup banyak mulai dari tetep ngeblog, bikin konten di instagram dan… bikin serta publikasi lagu :)

Nggak pengen gabung ke paguyuban lagi?

Enggak!

Tapi kan kamu dibesarkan oleh De Britto? Jangan jadi kacang lupa kulit!

Aku tidak lupa pada De Britto bahkan meski sudah keluar dari paguyuban alumni aku tetap membantu SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Buktinya mana?

Kamu siapa?
Kenapa aku harus menunjukan? Bukankah ketika tangan kananmu berbuat kebaikan, tangan kiri jangan sampai melihat, kan? :)

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.