Beberapa waktu yang lalu, pada sebuah kesempatan berkumpul dan mengatasnamakan kegiatan rohani keagamaan, salah seorang tetua yang tak bisa kusebutkan namanya bahkan kuidentifikasikan jenisnya di sini, ber-sharing begini:
“Saya paling nggak suka kalau dibilang dosa! Dosa itu cuma Tuhan yang berhak ngomong!
Coba kita belajar sama bule-bule di sini! Mereka paling cuma ngomong “Its not good!” dan anti bilang “Dosa!”
Sebagai orang yang telah dilatih menjadi MUNAFIK sejati, akupun manggut-manggut munafik!
Tapi dalam hati aku bilang “Munyuk!”
Bagiku, temanku itu sungguh teramat sangat hmmm… kurang pintar, pandir tepatnya :)
Yang pertama, ia membagikan cerita yang sama sekali pointless, menurutku.
Ia bicara soal dosa, suatu predikat yang sangat memiliki relativitas tingkat tinggi!
Orang bisa bilang “dosa” ke orang lain dan sebaliknya juga!
Orang bisa bilang “Kamu dosa melakukan persetubuhan itu!” Dan orang yang dituduh dosa bisa balik bilang “Kamu juga dosa sudah menuduh aku berdosa!”
Yang kedua, ketika ia bilang bahwa “hanya Tuhan yang berhak ngomong” itu sama artinya bahwa ia membuat sesuatu jadi tidak mungkin! Secara harafiah aku akan selalu bertanya “Oh ya? Tuhan kalau ngomong pake bahasa apa? Biar aku ikut kursusnya dulu!”
Lalu pasti dia menjawab “Oh, Tuhan ngomong lewat kehidupan sehari-hari!”
Dan aku akan balas menjawab “Oh.. gitu, jadi Tuhan juga ngomong lewat perselingkuhanmu?”
Dan dia pasti akan terdiam dan menyingkir!
Please, ada satu aras yang sama dimana kita bisa bicara, logika!
Yang ketiga, membandingkan orang Indonesia dengan bule termasuk menyertakan bahasanya adalah sesuatu yang jauh dari benar!
Dulu aku suka bingung kenapa ABG luar negeri sering bilang “Youre rock!!!” untuk bilang bahwa “Kamu hebat!”
Kamu tahu kenapa aku bingung, karena apa benar hebat itu adalah “batu” karena rock berarti “batu” bukan ?
Aku dulu pernah bermimpi punya pacar bule dan ia bilang “Dont drive me crazy!” lantas gimana mengartikannya?
“Jangan menyetiri aku gila!” Begitu?
Lantas kalau ada orang bilang “Its not good” dan kamu bilang bahwa bule itu baik karena nggak bilangin kamu “You re sinner!” woalahhh, kan artinya kurang lebih sama bagi mereka?
Entahlah…
Aku yang semakin menjadi gila, atau memang orang-orang disekitarku yang banyak menjadi “sakit” karena agama?
Tinggalkan Balasan