Don, boleh bajak design Politik-mu?

10 Agu 2017 | Cetusan

Ada yang bertanya,
“Mas, designmu boleh kubajak?”

“Kenapa membajak?”
“Karena aku mau pesan kaos POLITIK-mu tapi sudah tutup.”

Jadi, jawaban paling tepat untuk menjawab pertanyaan “Mas, bolehkah kubajak designmu?” adalah bukan dengan “Tidak!” atau “Jangan!” tapi dengan, “Kenapa membajak?”

Kalau membajak membuatmu semakin lebih mulia di hadapan sesama, bajaklah! Tapi kalau dengan membajak justru menempatkanmu sebagai tak ubahnya kriminal mulai dari pencuri ayam hingga pencuri uang negara, ya jangan membajak!

Di Politik Merchandise, design yang kami buat itu bukanlah barang rongsok yang asal kami jual lalu laku. Kami mendiskusikan, merancang konsep design, memperdebatkan, menarik ulang bahkan kalau harus membuang design ya kami buang untuk kemudian membuat satu lagi yang lebih bagus hingga akhirnya disetujui dan dipasarkan.

Ketika kamu membajak design kaos Politik, kamu akan kehilangan ‘sense’ dari proses kreatif yang ‘mahal’ itu.

Di Politik Merchandise, kami memang sengaja menjual edisi kaos secara terbatas, kadang 12, kadang 24, juga 72, tergantung angin mau mengarahkan kita ke mana. Dari keterbatasan itu muncullah ekslusifitas bagi para pemiliknya. Mengenakan kaos Politik Merchandise telah membuat bangga para pembeli karena mereka terpilih menjadi satu dari yang sedikit, bukannya satu dari yang ribuan yang mengenakan kaos dengan design sama.

Ketika kamu membajak design kaos Politik, kamu menghilangkan ‘sense’ ekslusifitas produk tersebut atau barangkali kamu tak memiliki kebanggaan ketika menjadi yang sedikit dari yang terpilih sehingga bagimu proses pe-massal-an produk adalah sesuatu yang biasa?

Di Politik Merchandise, kami memproses permintaan pembelian secara seksama. Karena segalanya masih manual, hubungan antar-personal justru terjadi secara langsung antara aku dan para pembeli. Dari tangan-tanganku lah para pembeli kuhubungi satu per satu, kukirimi email, kutagih, kuberikan update kalau ada yang perlu dilaporkan dari proses produksi sehingga relasinya bukan lagi antara penjual kaos dan pembeli dalam bertransaksi, tapi lebih pada penjual kaos dan pembeli dalam menyusun cerita bersama tentang apa yang kami lakukan di balik kaos-kaos yang mereka kenakan. Ya! Di Politik Merchandise, kami mengutamakan ‘cerita’ dibalik kaos-kaosmu itu.

Ketika kamu membajak design kaos Politik, kamu mungkin akan mendapatkan kaos dengan design yang sama, tapi kaosmu itu adalah mayat tak bernyawa karena ‘cerita’ yang ada dalam setiap produk Politik adalah cerita yang kami hembusi nyawa, kami beri semangat sehingga tak memalukan untuk dikenakan pembeli.

Jadi? Boleh bajak nggak nih, Don?
Aku terdiam sambil berdoa semoga dugaanku atas betapa stagnan-nya mentalitasmu itu salah karena kamu telah berubah menjadi pribadi yang lebih mengemukakan nurani.

Sebarluaskan!

2 Komentar

  1. Aku bangga pakai kaus Politik Merchandise #SaveKPK :)

    Balas
  2. #SaveIndonesia

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.