
Letakkanlah domino-domino berjajar dalam jarak yang dekat hingga membentuk sebuah alur.
Jatuhkanlah buah terawal dan biarkan ia mengenai buah domino lainnya dan sedemikian seterusnya hingga domino terujung dalam alur itu.
Orang menyebutnya domino effect, sebuah kejatuhan satu elemen yang menyebabkan kejatuhan seluruh alur.
Kemarin adalah hari yang tak cukup menyenangkan bagiku.
Dimulai saat pagi, aku ketahuan supir bis mencoba membawa segelas kopi ke dalam bus yang akan mengantarkanku dari QVB ke kantor. Aku sempat ngotot “Lha kan nggak ada tulisan larangan membawa kopi di bus kamu?”
Ia hanya tersenyum kecut sembari menyilakanku untuk turun terlebih dahulu menghabiskan kopi atau tidak usah naik sama sekali.
Di kantor, persoalan-persoalan pekerjaan juga tak kunjung menyurut.
Akupun berusaha sekuat mungkin untuk menyelesaikannya semampuku seperti yang selalu kubilang pada manajerku, “Ill do my best!”
Pukul 12 siang, ketika sedang asyik-asyiknya bercengkrama dengan persoalan kantor, sebuah email pribadi kubaca dari piranti Blackberryku dan… BLARRRR!!!!!
Persoalan yang tak pernah kuduga tiba-tiba mengemuka, muncul menghampiriku.
Konsentrasi langsung buyar tandas hingga ke dasar dan persiapan presentasi yang kulakukan pun tergoncang hebat!
Dan seperti yang sudah bisa ditebak, presentasi pun berjalan tak semulus yang kuduga dan persiapkan meski bos besar, CEO dan manajerku berkali-kali bilang bahwa apa yang kulakukan adalah bagus dan jauh dari buruk.
Sehari sesudah hari itu aku menyadari bahwa kemarin aku telah menjatuhkan domino pertamaku sejak pagi hari ketika aku berhadapan dengan sopir bus itu.
Lalu tanpa aku sadari selanjutnya buah domino yang kujatuhkan itupun mengenai domino selanjutnya dan selanjutnya seperti yang kutuliskan di atas.
Tak perlu menyalahkan orang lain terlebih hingga mengambinghitamkan Tuhan ketika kita menghadapi hari seperti itu.
Sumber kesalahannya adalah kita maka kita pulalah yang harus membereskannya.
Jadilah kuat pada setelah kejatuhan-kejatuhan itu dan tegakkan serta beri kuda-kuda pada domino yang kesekian dan jangan biarkan domino sebelumnya merobohkannya.
Katakan dalam diri sendiri “Separuh hariku boleh hancur, tapi kali ini kehancuran tak kan merembet hingga lebih ke tiga perempatnya!”
Maka niscaya kamu tegar. Tapi kalaupun memang harus hancur semuanya, yakin dan percayalah bahwa alur itu akan berhenti ketika kamu menutup mata di atas ranjangmu malam harinya.
Berbahagialah dan mengucap syukur kepada Tuhan karena hari itu terlewatkan dan besok pagi, berhati-hatilah menghadapi alur domino yang baru, jangan sekali lagi kau jatuhkan semenjak awal dan jangan terperangkap pada bayangan kegagalan hari yang kemarin.
Karena kesusahan hari ini biarlah untuk hari ini saja!
Tinggalkan Balasan