Doa yang bertele-tele

21 Jun 2018 | Kabar Baik

Yesus melarang kita berdoa secara bertele-tele.

Apa dan bagaimana doa bertele-tele itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),? kata ?bertele-tele? diartikan sebagai melantur-lantur, tidak jelas ujung-pangkalnya, berlarut-larut. Jadi, doa yang bertele-tele adalah doa yang demikian: melantur, tidak jelas ujung pangkalnya dan berlarut-larut.

Contoh doa yang bertele-tele itu begini?

Suatu malam, setelah acara rohani dilanjutkan makan malam bersama. Seorang diminta untuk memimpin doa makan. Alih-alih singkat, doanya malah terdengar seperti orang bercerita ngalor-ngidul padahal perut orang-orang sudah kelaparan.

Tuhan, seperti kata Yesus (lih. Mat 6:8) tahu apa yang kita butuhkan dan dalam konteks di atas, aku yakin Ia tahu yang kita perlu saat itu adalah mengucapkan syukur atas makanan lalu makan.

Tapi apakah semua doa yang panjang itu pasti bertele-tele? Belum tentu. Ada kalanya kita memang perlu berpanjang-lebar berdoa kepadaNya.

Pernah suatu waktu aku dihampiri masalah. Pengen curhat tapi tak ada satupun orang yang menurutku layak tahu apa yang hendak kucurhatkan, waktu itu aku belum menikah. Daripada gila, aku lantas memutuskan untuk curhat kepada Tuhan melalui sebuah doa. Aku mengambil waktu khusus, mencari tempat yang sunyi lalu mulailah ?curhatan? itu.

Aku merasa lega. Doaku panjang tapi tak bertele-tele dan lebih daripada itu, karena Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, maka aku juga percaya bahwa saat itu, Tuhan tahu aku sedang butuh bercerita panjang dan lebar kepadaNya.

Memang doa yang panjang berpotensi menjadi bertele-tele. Hal itu terjadi karena dua hal. Pertama keterbatasan kita dalam merangkai kata yang singkat, padat dan jelas. Kedua karena terdorong emosi yang mempengaruhi, kita jadi tak fokus, berlarut-larut dan akhirnya bingung sendiri saat berdoa.

Bersyukur kita memiliki Yesus! Ia mewariskan doa yang sempurna, Bapa Kami. Kesempurnaan doa Bapa Kami memuat semua kebutuhan kita dan lebih daripada itu, Bapa Kami diajarkan oleh Anak Allah sendiri yang sudah pasti adalah yang paling tahu apa yang dikehendaki BapaNya untuk kita doakan.

Sydney, 21 Juni 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.