Hal yang paling menarik dari sebuah sajian komedi menurutku adalah bagaimana sang komedian berusaha membuat penontonnya tertawa dan ini tentu tidak mudah.
Percaya atau tidak, sosok sang komedian sendiri ikut mempengaruhi. Waktu Tukul belum setenar sekarang, ketika ia muncul dalam serial Srimulat yang dulu ditayangkan salah satu televisi swasta Indonesia, bagiku ia sungguh tak lucu. Tapi setelah ia ngetop, melihat sosoknya saja orang sudah senyam-senyum memperhatikannya dan sekalinya ia bertingkah, belum bicara, pun kita bisa terpingkal-pingkal dibuatnya.
Nah, belakangan ada begitu banyak komedian ‘baru’ berlabel ‘comic’, pelaku seni stand up comedy yang akhir-akhir ini mulai ‘naik’ di Indonesia.
Mulai dari ranah social media hingga televisi, dari kampus hingga ke kafe-kafe… orang demam stand up comedy dan uniknya orang pun demam untuk berperan aktif dalam hal tersebut, menjadi seorang komedian.
Tapi pertanyaannya sekarang, lucukah mereka?
Sambil memikirkan jawabannya, simak wawancaraku dengan seorang kawan lama yang kuanggap sudah cukup senior dalam dunia stand-up comedy di Jogja bahkan Indonesia. Bahkan, istilah ‘stand-up comedy’ itu sendiri kudapat darinya.?Ia baru saja mask ke jajaran sembilan bear acara reality show berbasis Stand up Comedy yang diadakan di sebuah stasiun televisi baru-baru ini.
So, ladies and gentlemen, please welcome…. Sigit Hario Seno a.k.a Imot?!
Mot, sejak kapan kamu mengenal stand up comedy dan bagaimana ide awalnya?
Mulainya tahun 2006, tapi mulai berani tampil tahun 2008 dan… gagal total karena pengetahuannya masih kurang.
Ide awal dari menonton vcd stand up, youtube stand up comedy luar negeri serta blog milik Bambang Haryanto – komedikus erektus?, yang selalu menulis harapannya tentang stand up comedy dan pertumbuhannya di indonesia.
Dari situ saya mikir, saya harus nyoba! Beruntung, saya punya dasar dunia mc jadi ada sedikit nyali untuk public speaking. Saya mikir dengan stand up comedy saya bisa menunjukkan saya sebenarnya dibanding hanya dengan mc
Ngomong-omong, pekerjaan utamamu sekarang apa?
Ini susah dijawab! Tapi sekarang sebutlah aku sebagai pekerja seni.. seni bertahan hidup, hahahaha!
Seriusnya, aku sekarang kerap jadi mc, konsultan kreatif, konsultan sdm dan pekerja di lsm. Tapi ke depannya, aku pengen jadi stand up comedian profesional, atau paling tidak penulis stand up comedy.
Lalu, ke depannya kamu melihat masa depan stand up comedy itu seperti apa?
Hingga saat ini sebenarnya keberadaan stand up comedy belum teruji. Lihat saja tiga tahun ke depan bakal seperti apa.
Yang jelas, semua tergantung pada pejuang-pejuang stand up comedy yang passionnya memang di situ,bukan sekedar oportunis.Tapi saya optimis sih bahwa tetap ada celah pasar (niche) buat stand up. Penggemarnya sudah ada kok. Mungkin nggak sebesar lawak konvesional tapi tetap punya pasar sendiri.
OK. Kamu mulai ber-standup comedy sejak 2006. Tapi kenapa sepertinya baru sekarang trend stand up comedy ini muncul di Indonesia?
Sebenarnya sebelum booming di 2011 sudah ada orang seperti Iwel Wel?atau Ramon Papana, Reggy Hasibuan juga Pandji yg sudah nyoba, tapi dampaknya memang tidak sebesar 2011.
Jadi bola salju seperti sekarang gak bisa lepas dengan keajaiban social media,terutama twitter yg berfungsi sebagai akselerator sebuah ide. Dan kebetulan pendiri-pendiri @standupindo (twitter.com/standupindo) banyak yg sudah terkenal seperti Raditya Dika?atau Pandji?yang jelas punya star power,atau minimal yg lain juga selebtwit. Jangan lupa juga peran youtube yah! Kalau teorinya tipping point Malcolm Gladwell, akhirnya semua bersenyawa dan dapat momentum sehingga stand up comedy jadi booming
Stand up comedy apa bisa dibandingkan dengan comedy tradisional seperti Srimulat, Warkop?
Tergantung! Kalau warkop sebenarnya format jokenya juga standup (set up punch line) cuma dilakukan bertiga dan Warkop itu peletak fondasi lawakan verbal yang main-main logika juga asosiasi sebelum standup com indonesia ada. Jadi pembuka jalannya sebenarnya Warkop. Kalau Srimulat, memang sulit ngebandinginnya.tapi beda sih…Totally different.
Apa yang bisa dijadikan masukan bagi para comic saat ini? Adakah yang salah atau semua sudah ideal sesuai benakmu tentang seperti apa stand up comedy itu?
Masukan, jangan merasa lucu dan jadi comic kalau baru satu – dua kali sudah berhasil,semua itu adalah proses panjang.
…televisi sebagai industri akhirnya rada kebablasan, mengeksploitasi habis-habisan. Padahal di barat, stand up itu comedy itu besar di panggung, bukan di televisi.
Dalam konteks Indonesia sih sebenarnya gak ada yang salah hingga saat ini. Cuma televisi sebagai industri akhirnya rada kebablasan, mengeksploitasi habis-habisan. Padahal di barat, stand up itu comedy itu besar di panggung, bukan di televisi. Ketika dia (comic -red) udah jadi, baru masuk televisi. Di indonesia, comic yang baru muncul dan kelihatan lucu sudah terburu-buru ingin masuk tv.
Comic juga harus mementingkan edukasi pasar. Jangan sampai hanya karena uang, comic mau tampil di acara yang sebenarnya justru akan mematikan stand up comedy sendiri.
Banyak orang mengaku tak bisa menikmati stand up comedy karena ‘tak lucu’, bagaimana menurutmu?
Pertama, harap disadari stand up comedy indonesia baru berumur satu tahun jadi kalau kita berharap akan selucu stand up comedy barat jelas tidak fair.
Soal komentar ‘tak lucu’ itu, jangan-jangan mereka hanya pernah lihat di televisi lalu menggeneralisir keadaan. Sebenarnya stand up comedy itu memang lebih enak dilihat langsung di panggung, bukan di televisi. Aura lucunya beda… beda banget!
Atau, bisa jadi mereka bilang ‘nggak lucu’ karena mereka hanya melihat acara ‘open mic.’ Open mic itu kan hanya tradisi untuk latihan comic pemula dan untuk yang sudah berpengalaman, mereka menjadikan acara ‘open mic’ sebagai uji materi yang memang belum matang. Ada banyak kok:orang yang awalnya antipati ama standup tapi begitu liat pandji atau mongol stress secara langsung malah ketagihan
Bagi saya nggak masalah kalau ada para ‘haters’ yang berkomentar seperti itu. Lebih baik fokus ke orang yang mencintai. Bukankah kesalahan terbesar dari kita adalah ingin berusaha memuaskan semua orang?

Tinggalkan Balasan