DIY pedalboard bermodal ‘telenan’ dapur

6 Feb 2017 | Cetusan

Sejak dulu aku tak pernah punya impian untuk bisa hidup dari menulis, tapi tahukah kamu dulu aku pernah punya mimpi bahwa suatu waktu aku akan bisa hidup dari bermusik.

Mimpi itu akhirnya tidak/belum terwujud karena aku memilih berprofesi di bidang IT namun demikian, hobi bermusik baik itu mendengarkan maupun memainkan alat musik (gitar akustik) tetap kujalani hingga sekarang.

pedalboard

Gitarku, Gibson J-35 2013 (reissued)

Memang tak lagi manggung di pentas-pentas musik tentu saja tapi beralih ke gereja-gereja tempat dimana aku melakukan pelayanan.

Akhir pekan lalu aku membuat sebuah pedalboard. Pedal dalam dunia musik (khususnya gitar) adalah barang yang lumrah dimiliki pemain musik untuk mengelola jenis sound yang dihasilkan gitar. Sifatnya tidak wajib apalagi untuk gitar akustik, tapi mengumpulkan satu demi satu pedal adalah kesenangan tersendiri seperti halnya orang menjalankan hobinya masing-masing meski harganya tak terlalu murah.

Nah, kenapa perlu pedalboard? Supaya pedal-pedal yang kita koleksi dan pakai bisa dikelola secara mudah, tidak semrawut karena kabel yang digunakan.

Awalnya aku berpikir untuk membeli pedalboard yang sudah jadi tapi karena harganya cukup mahal aku lantas memutuskan untuk bikin sendiri.

Panduannya? Youtube! Hahahaha…

Berikut detailnya…

Bahan baku:

  • Telenan / Chopping board dari kayu bambu berukuran 45cm x 32 cm x 1.8cm
  • Perekat / velcro
  • Anti Skid, dudukan karet
  • Patch Cables
  • Power supply
  • Cord organizer
pedalboard

Patch cables

pedalboard

Power supply

pedalboard

velcro

pedalboard

cord organizer

pedalboard

Anti Skid

pedalboard

telenan dapur/chopping board

Pedals:

  • Polyphonic tuner, Korg
  • BodyRez, Accoustic tone enhancer, TC Electronic
  • Volume control pedal, BOSS
  • EchoBrain, Analog Delay, TC Electronic
  • Spark Mini, Booster, TC Electronic

Alat bantu:

  • Pensil
  • Penggaris
  • Gunting
  • Lap
  • Air dan alkohol

Tantangan:

Power supply yang kupakai adalah yang menggunakan daisy chains, artinya pedal dirangkai dalam satu kabel yang sambung-menyambung jadi tak tampak rapi. Sementara untuk beli power supply yang menggunakan metode isolated (pedal langsung punya akses ke power supply secara terpisah) cukup mahal.

Patch cables yang kupunya semua panjangnya sama 6 inch, kadang kepanjangan, kadang pas. Ada sih yang jual DIY patch cable tapi harganya $129! Muahal!

Tapi bagaimanapun juga, kedua tantangan itu bukanlah ?utama karena hanya berpengaruh dari sisi penampilan (kerapian)

Tahap pembuatan:

Bikin pattern-nya dulu. Bagaimana pedal-pedal itu akan diletakkan. Mengukur penggunaan kabel lalu ditest apakah sound yang dihasilkan bagus, tak menghasilkan buzz sama sekali. All good? Take a piture supaya nggak lupa (dan bisa diupload ke instagram hahahaha!).

pedalboard

Bikin dulu pattern-nya biar inget letaknya.

Board dibersihkan dengan air dan alkohol. Anti skid dipasang supaya ketika diinjak (penggunaan pedal, cara pengaktifannya adalah dengan diinjak) tidak meleset.

Pasang velcro di pedal lalu tempelkan di board satu per satu.

Pasang cable, rapikan dan jadinya begini.

Uuupsss.. kok berantakan? Kuubah lagi, jadinya begini… nah lumayan!

pedalboard

Rencana ke depan:

Bikin handler sehingga mudah untuk ditenteng kemana-mana. Bentuknya seperti di bawah ini. Mungkin minggu depan kita eksekusi!

pedalboard

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.