Ditolak? Mundurlah jangan jadi pahlawan kesiangan!

27 Sep 2017 | Kabar Baik

Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”
(Lukas?9:5)

Ditolak orang-orang sekitar karena kamu adalah murid Tuhan? Kabar Baik hari ini memberikan ?angin segar?. Kita tak perlu jadi sok pahlawan dengan terus memaksakan kehendak untuk menyebarkan Kasih Allah kalau mereka menolak. Seperti yang kutulis di atas, Yesus berkata, ??keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”

Kasih Allah harus kita sebarkan tapi ketika ditolak?

Waktu kuliah dulu ada beberapa kawan yang hobinya maksa supaya kita datang pergi entah itu ke gereja ataupun komunitasnya. Lagi nongkrong di kampus nunggu jam kuliah, mereka mendekat menawarkan dengan berbagai macam cara pokoknya aku harus ikut. Mulai ditakut-takutin tentang dosa dan mati, tentang kiamat hingga diolok-olok sebagai orang yang belum bertobat kalau belum join. Repot, kan?

Penyebaran kasih Allah haruslah dengan penuh kelemahlembutan karena Yesus pun tak pernah memaksa orang yang tak percaya untuk setuju denganNya. Lagipula, ketika ada seseorang yang menolak, belum tentu selamanya akan menolak. Kita percaya waktuNya bukanlah waktu yang bisa kita kendalikan?

Akupun pernah ditolak, cukup sering. Seperti kalian tahu, setiap hari aku selalu menyebarkan tulisan Kabar Baik baik itu melalui laman-laman Facebook hingga grup-grup di WhatsApp.

Banyak yang menerima dengan hangat bahkan tak jarang yang menantikan ketika aku belum kunjung merilis tulisan terbaru. Tapi ada juga beberapa yang tak suka. Ekspresi ketidaksukaan bisa disampaikan dengan berbagai macam cara.

Yang paling kasar, aku pernah dikeluarkan dari grup di Facebook tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pernah juga disindir-sindir di grup WhatsApp. Tapi pernah suatu waktu, orang yang awalnya menyatakan ketidaksukaan terhadap Kabar Baik yang kusebarkan, pada suatu waktu, ia menghubungiku secara personal dan minta aku untuk mengirim tulisan Kabar Baik setiap hari.

Ditolak karena dulu pernah menolak? Jangan! Itu dendam namanya? Ya diterima dan dilayani karena kebaikan yang kita berikan itu milik Allah sendiri, kuasa apa yang diberikan kepada kita hingga kita boleh menolak membagikannya?

Sydney, 27 September 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.