Diremehkan? Keep going people!

4 Agu 2017 | Kabar Baik

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.”
(Matius 13:57)

Ketika mengajar di kampung halamanNya, Yesus ditolak dan diremehkan karena orang-orang yang hadir mengukurNya menggunakan keluarga asal Yesus.

Pernahkah kamu diremehkan dan diukur menggunakan keluarga asalmu?

Aku pernah.
Hanya gara-gara orangtuaku bukan dari kalangan kaya-raya, aku dicampakkan. Hanya gara-gara aku lulusan universitas di Indonesia (dan tak terkemuka pula), aku dipandang sebelah mata. Hanya gara-gara suka tattoo dan melubangi daun telinga sebesar 16mm (earlobe), aku tak masuk dalam hitungan dan dianggap preman.

Bagiku itu semua tak membuatku berhenti untuk tetap menjaga iman dan berusaha menjadi orang baik termasuk terhadap mereka yang meremehkanku.

Aku hanya ingin berpesan bagi kalian yang sering diremehkan.

Jangan sampai peremehan itu membuat jiwamu kecil dan rohmu tertindas! Anjing menggonggong, kafilah berlalu! Jangan pernah menganggap gonggongannya karena tak ada satupun dari kata-katanya berkuasa atas dirimu! Jadilah dirimu sendiri dan tetaplah fokuskan hidupmu tertuju pada Tuhan!

Katakanlah kamu berasal dari keluarga miskin, kamu tak harus membuktikan jadi orang kaya, tapi setidaknya kamu harus berusaha untuk berdikari, berdiri di atas kaki sendiri dan tidak mengemis pada mereka!

Anggaplah kamu anak-turun ‘PKI’ dan dikucilkan, melalui perbuatan dan sikap kamu bisa secara tidak langsung menunjukkan bahwa merekalah yang seharusnya move on karena ini tahun 2017 tapi alam pikir mereka terhenti di tahun 1965 dan tak pernah beranjak dari sana!

Atau sebutlah kamu anak koruptor, bapakmu dipenjara dan kamu disingkirkan dan sering dijadikan bahan olok-olok, yakinkan dalam diri sendiri bahwa kamu tidak akan mengambil langkah yang sama seperti yang diperbuat bapakmu dengan berlaku jujur dan terbuka terhadap sesama. Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, tapi ia bisa tumbuh di tanah yang lebih baik dari akar utama!

Atau mungkin karena tubuh dan wajahmu dianggap ‘minimalis’ lantas diremehkan? Keep going people! Tak perlu operasi plastik kalau tujuannya hanya supaya tak diremehkan! Jangan mengerjakan hal yang sia-sia. Segala wujud duniawi termasuk tubuh dan wajah itu tidak abadi dan suatu waktu akan hancur mendebu! Justru bersinarlah dari kedalaman hati karena kemilau emas rohmu menunjukkan darimana ia berasal dan akan kembali suatu saat nanti!

Seperti Santo Yohanes Maria Vianney yang diperingati hari ini, ia juga diremehkan karena dianggap bodoh namun tetap berteguh dalam pelayanannya. Seperti Yesus yang diremehkan namun lantas merelakan tubuhNya tergantung di kayu salib tapi tidak dengan rohNya karena roh adalah abadi.

Sydney, 4 Agustus 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.