Dikucilkan dan dibunuh? Sedemikian mahalkah harga sebuah iman?

7 Mei 2018 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini terasa menyeramkan?

Betapa tidak!
Yesus berkata begini, ?Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah? (Yohanes 16:2)

Hah?
Kita bakal dikucilkan?
Kita akan dibunuh?
Semua karena kita mengikutiNya?

Tenang! Tenang! Tenang!
Apa yang dikatakan Yesus hari ini yang pertama-tama adalah untuk murid-muridNya yang memang seperti kita tahu semuanya, kecuali Yohanes, mati dibunuh karena membela iman. Saat itu pengikutNya dikejar-kejar setelah Ia disalibkan. ?Sentimen anti-Kristus? menyeruak ke senatero penjuru negeri lalu dunia.

Sekarang?
Tentu sudah ada kemajuan berkat kuasa Roh Kudus. Gereja Katolik ada dimana-mana hampir di seluruh penjuru dunia yang berarti perjuangan para martir dan bapa Gereja serta imam dan umat yang dikasihi Tuhan tidak sia-sia dalam memelihara wasiat suciNya!

Dikucilkan tentu masih mungkin tapi kalau demikian carilah cara untuk bisa diterima tanpa menjual iman. Ada banyak orang? Kristiani yang diterima bahkan jadi tokoh.

Ahok contohnya! Terlepas dari bagaimana dia dipersoalkan, digulingkan dan dipenjarakan, ada berapa juta rakyat Jakarta yang begitu mencintainya?

Dibunuh juga masih mungkin! Masih ingat dua puluh satu martir di Afrika Utara yang disembelih kaum radikalis beberapa tahun silam? Tapi bersyukur kita tinggal di negara hukum! Jangan pernah berhenti berharap kepada hukum meski kadang kita merasa berat untuk tak berhenti ya?

Jadi bagaimana dong cara mengaktualisasikan Kabar Baik hari ini? Bagaimana memaknai ?dikucilkan? dan ?dibunuh??

Memaknai keduanya adalah memaknai sebagai parameter untuk diri sendiri.

Keterkucilan

Keterkucilan bisa menjadi parameter seberapa larut kita dalam dunia. Kita harus merasa terkucil ketika dunia menawarkan hal yang bertentangan dengan iman kita.

Misalnya tentang kebiasaan ngegosip!

Senyaman apa kamu saat menggosipkan orang lain? Banggakah kamu saat mem-follow akun gosip dan kamu jadi orang pertama yang tahu setiap update terbaru darinya?

Menghadapi budaya-budaya sesat seperti itu, seharusnya kita tak merasa nyaman apalagi bangga! Yang kita rasakan harusnya keterkucilan karena iman yang kita anut, kita pegang melarangnya?

Terbunuh

Ketika hawa nafsu tak mati, tak terbunuh dan kita tenang-tenang saja, hati-hati jangan-jangan justru iman kepadaNya yang sudah tinggal nama!

Contohnya seorang pengusaha kaya mengemplang pajak! Ia tak pernah absen ke Gereja. Bahkan namanya tak pernah hilang dari pemberi sumbangan pada acara-acara Gereja. Ketika ditanya tentang kemplangannya, dengan teguh ia menjawab,? ?Masalah pajak jangan dicampur aduk dengan agama! Yang penting aku selalu mengisi kotak kolekte banyak-banyak! Saat gereja butuh bantuan aku juga gak pernah menolak bantuan permintaan sumbangan dari panitia, kok!?

Bagiku, ia telah mati dibunuh pisau nafsu bermata tajam bernama uang. Mayatnya kaku berselimutkan ibadah yang seolah dianggapnya mampu menghidupkannya lagi.

Sydney, 7 Mei 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.