Masih ingat tulisanku tentang buzzer yang ini?
Sebuah conversation panjang lewat Direct Message (DM) di Twitter dan sebuah email indah masuk sebagai tanggapannya.
Yang pertama mari kita bahas yang masuk lewat DM dulu.?Ia barangkali tak keberatan untuk disebutkan namanya, tapi kupikir tak perlulah.?Ia seorang kawan lama yang berkeras mengatakan, “Pasti tulisan itu ditujuan untukku! Ayoh, mengakulah, Don!”?Semula tak kutanggapi, tapi setelah bangun tidur di pagi hari dan kudapati ada rentetan pesan tambahan darinya, aku gatal menjawabnya, “Tulisan itu kutujukan untuk semua yang melakukan hal yang kutuduhkan!”
Kami bergelut dalam kata-kata beberapa saat hingga akhirnya ia mengajukan solusi, “Sudahlah! Tak perlu kita berteman, Do unfollow me, please!”
Ya sudah, sebagai seorang kawan yang baik, aku toh harus mengikuti apa yang kawanku pinta termasuk menyudahi pertemanan.?So, yudadababai!
Lalu yang kedua, eh beneran emailnya sangat indah!
Dirangkai menggunakan bahasa yang mudah dicerna dari seorang yang memang jago nulis sekaligus pribadi yang menyenangkan, Simbok Venus namanya.
Kalian yang malang-melintang di dunia online Indonesia pasti tahulah beliau. Kiprahnya memang tak terbantahkan sebagai sosok netizen yang cukup senior! Juli kemarin, dalam suasana yang hangat, aku berkesempatan bertemu dengannya.
Aku menganggap email tanggapannya sebagai sebuah sharing ilmu ketimbang bantahan dan terbukti benar dari emailnya itu memang Simbok Venus bukan sasaran dari postingku tadi.
Lihatlah kesantunannya merangkai analogi untuk memberiku penjelasan yang lebih dari cukup,
Bayangin misalnya aku hobi njait. Aku seneng banget njait. Seneng mamerin hasil jahitanku ke teman-teman. Trus pada satu?waktu, ada orang yang pengen dijahitin baju, buat dia sendiri, … hadiah buat anaknya dan dia bersedia bayar jasa yang dia terima.?Apa aku salah kalau lantas menerima bayaran untuk hal yang aku sukai?
Mewakili kalian, para pembaca blog ini, tentu aku bisa menjawab pertanyaan retoris itu dengan, “Tidak, Mbok!.. Tidak salah!”
Ia juga menjelaskan betapa para buzzer tak jarang melakukan kegiatan amal ketika mereka diminta untuk membantu sounding sebuah gerakan kemanusiaan, misalnya, “Aku bersedia gak dibayar, bahkan menolak dibayar biarpun mereka bilang budgetnya ada dan udah disiapin!”?demikian tukasnya. Ah, mulia kan? Kemuliaan memang selalu dan harusnya tampak dalam tiap sisi hidup dan pilihan hidup manusia!
Meski, ada satu hal yang terus terang ketika membaca pernyataan berikutnya, membuatku cukup lama mengerutkan alis,
Kalau kadang terkesan para buzzer ini ngetwitnya gila-gilaan dan gak obyektif, hanya ngetwit yang bagus-bagus tentang si produk, ya itu bagian dari kontrak, Don.
Jadi demikianlah.?Kuanggap tulisan ini sebagai salah satu usaha untuk memfasilitasi prinsip yang selama ini kuanut, yaitu bahwa kalian boleh berbeda pendapat denganku dan aku akan menjaga mati-matian supaya kalian boleh berpendapat di sini meski itu?berbeda dengan pendapatku sekalipun.
So, siapa yang tertarik untuk menjadi Buzzer??Tak ada salahnya dicoba selama semuanya dilakukan demi dan melalui jalan kebaikan. Apalagi, masih menurut Simbok Venus, hasil yang didapat amat sangat lumayan, lho!
Eh iya, seorang follower di Twitter bertanya juga kepadaku, “Don, kamu sendiri nggak mau coba jadi Buzzer?”
Aku tak menjawabnya kala itu, tapi baiklah ini jawabanku sesungguhnya bahwa aku memilih tidak menjadi buzzer itu pilihan! Pepatah bilang, banyak jalan menuju ke Sarkem (Pasar Kembang – tempat lokalisasi di Jogja -red)!?Kalau semua antri menyemut lewat Jl Haji Abu Bakar Ali lalu nyebrang Malioboro untuk ngapeli Yu Darmi, takutnya jalan tembus lewat Pasar Sentul yang sebenarnya lebih lebar itu akan terlalu sepi, jadi aku lewat sana saja! :)
In Social Media, No One Cares Unless YOU Care – Danny Brown
Updates:
Bola terus bergulir, proses pengayaan khazanah tentang buzzer terus berlanjut. Di hari yang sama, dua orang teman menuliskan opini mereka tentang buzzer dan ‘blogger berbayar’. Kalau dibanding tulisan mereka, apa yang kutuliskan di sini sih tak ada apa-apanya, maka silakan simak:
- Buzzer itu menyebalkan? (Venus)
- Blogger murni vs. blogger berbayar. (Indobrad)
List tulisan tautan akan terus kutambahkan setiap ada pembicaraan dengan tema yang sama di blog siapapun dan dimanapun. Tolong infokan ya!
Tinggalkan Balasan