Couple of days

19 Nov 2015 | Cetusan

blog_coupleofDays

Beberapa hari yang lalu, kawanku yang baru saja pindah ke Australia bertanya,

?Don, aku ditelpon agen pencari tenaga kerja. Aku diinterview kurang lebih lima belas menit, sesudahnya dia bilang akan mengabariku couple of days?

?Oh good!?
?Iya, tapi sekarang hari ketiga, dan dia belum mengabari balik. Couple of days itu kan dua hari ya??

Percakapan di atas membuatku teringat akan apa yang pernah kualami sekitar enam tahun silam, 2010 awal.

Waktu itu aku sudah sekitar satu setengah tahun berada di Sydney dan sudah pula dapat pekerjaan relatif mapan. Tapi karena yang namanya kebutuhan tak bisa diajak kompromi, aku berupaya untuk mencari pekerjaan baru yang lebih mapan lagi.

Setelah beberapa kali proses interview, aku dipanggil untuk interview terakhir, bertemu dengan pimpinan divisi tempatku akan bekerja. Di akhir interview, ia berkata,

?All good! Nanti kamu akan kukirimi kontrak kerja dalam waktu couple of hours?

Mungkin saking sumringahnya, begitu sampai di kantor aku langsung bilang ke atasanku kalau aku dapat tawaran pekerjaan baru dan akan segera menandatangani kontrak baru dalam hitungan ?couple of hours?.

Pengunduran diriku tentu disambut dengan dingin karena menurutnya aku cukup berprestasi di perusahaan itu.

Selepas makan siang, sekitar sejam setengah setelah aku bertemu dengan ?calon bos baruku?, aku mulai mereka-reka bagaimana aku harus mengakhiri kerja di perusahaan yang sekarang; bagaimana aku akan mulai hari pertama di perusahaan baru, tempat baru, lingkungan yang baru dan? gaji yang baru pula!

Waktu terus melaju dan tepat dua jam setelah interview itu, aku tak mendapatkan kabar sekalipun.

Belum terlalu panik, tapi aku mengirimkan pesan ke ?calon bosku? itu,??Mate, I?m waiting for the contract. Did you send it??

Tak ada balasan.
Sejam berlalu yang berarti sudah tiga jam, aku mulai berkeringat dingin. Terbayang bagaimana aku harus menggulung kembali dan menyimpan erat-erat rekaan demi rekaan yang sudah kubayangkan di atas. Terbayang aku harus mengabari Joyce yang sudah terlanjur kukabari berita gembira ini dan yang paling susah, menjilat ludahku di depan bosku yang sekarang bahwa aku belum juga menerima surat kontrak baru yang berarti aku masih harus tetap bisa bekerja di situ? jika diijinkan.?Hingga menjelang jam lima sore, aku tak kunjung mendapatkan kabar.

Beberapa kali aku berusaha menelpon tapi tak diangkat, bahkan ketika mencoba mengiriminya email yang ku-cc ke beberapa interviewer-ku sebelumnya, pun tak berbalas.

Tepat jam lima sore, saat bosku hendak pulang, aku mencegatnya dan mengajak berdiskusi sebentar.

?Hmmm? aku belum dapat kontraknya? sorry!?
Ia menjawab. ?It?s ok, Donny! Aku happy kalau kamu dapat pekerjaan baru tapi kalau belum, kamu tetap bisa bekerja di sini? just let me know and give me an update!?

Ia tersenyum dan berlalu. Aku tak sempat menerjemahkan senyumnya?

Pagi hari berikutnya, ketika sedang dalam perjalanan menuju kantor, aku mendapatkan pesan singkat, ?Sorry, kontrakmu masih kami analisa dan untuk sementara posisi akan kami bekukan.?

Aku segera membalas, ?Sampai kapan??

Dibalasnya langsung, ?Couple of weeks?

Pada kenyataannya kontrak kerja itu tak pernah datang. Meski telah melewati couple of weeks meski telah melewati sebulan, couple of months bahkan sampai sekarang, aku tak pernah mendapatkan pekerjaan itu.

Lalu apa artinya couple of days atau couple of weeks??Secara literal, kita bisa menerjemahkannya berarti dua hari atau dua minggu, tapi pada kenyataannya tak selalu demikian, kadang bisa dua-tiga hari, dua-tiga minggu.

Ketika aku menjelaskan hal itu ke teman yang baru saja pindah ke Australia, ia berkata, ?Wah, kalau gitu nggak ada bedanya ya Australia dan Indonesia. Ngaret dan nggak profesional!?

Aku tak bisa menjawab.?Jawabannya barangkali benar, tapi kalaupun benar tak bisa mewakili semua kebenaran yang belum kita mengerti seluruhnya.

Bisa jadi anggapannya salah bahwa Indonesia, pada beberapa sisi, orang-orangnya jauh lebih on-time ketimbang orang-orang di sini. Atau sebaliknya, atau malah dua-duanya memang ngaret. Tak tahu!

Tapi aku memetik pelajaran yang akhirnya kupetik dari kekecewaan saat itu terkait dengan couple of weeks, couple of days atau ?saudara-saudaranya? semisal ?give me two seconds? atau ?in five minutes?.

Bagiku, hidup tak boleh bergantung pada ujaran dan perkiraan orang. Artinya, ketika ia bilang akan memberi kabar dalam satuan waktu yang diucapkan di atas, kita tak bisa memaksa hidup untuk berhenti menunggu sampai dia benar-benar memberi kabar. Hidup harus terus dijalankan dimanapun, Indonesia, Australia, Syria, Palestina, Perancis dan semuanya?

Lalu bagaimana kalau ketika ia kembali mengabari, kita sudah mendapatkan pekerjaan lain yang lebih bagus?

Simply bilang aja, ?Too bad mate, I?ve just got a new job! Just now.?

Kamu akan tampil sebagai pemenang, di satu sisi, mereka akan belajar untuk mengujar dan mengira-ira lebih baik sepanjang apa hitungan couple, few, two dan segala yang sepantaran dengannya.

Sebarluaskan!

2 Komentar

  1. Saya dapat ilmu dari posting ini: kalo orang bule ausie bilang hitungan couple, few, two dll untuk waktu menunggu kontrak kerja artinya belum tentu dapat kerja.
    Wah ngaret juga ternyata mereka, hehehe….

    Balas
  2. ini identik dengan jawaban orang jawa : Sesuk, atau Mbesuk.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.