Christchurch

16 Mar 2019 | Kabar Baik

Rasa prihatin menyeruak dan perih tak terperi terasa di dada sejak mendengar peristiwa yang terjadi di dua mesjid di kota Christchurch, New Zealand, Jumat 15 Maret 2019 kemarin. Setidaknya empat puluh sembilan jiwa yang sedang memuji kebesaran namaNya dalam sebuah ibadah menjadi korban keganasan aksi biadab para teroris itu.

Apapun alasannya, tak ada yang bisa membenarkan aksi barbar tersebut! Dan mari sejak saat ini, sebagai umat Tuhan apapun agamanya, kita lebih bersatu lagi. Bersatu melawan aksi-aksi seperti ini supaya tak terjadi lagi di waktu-waktu mendatang, di manapun itu, di muka bumi ini.

Saking sedihnya, semalam aku sempat menulis begini di wall Facebook-ku,

?Dunia yang kekurangan cinta, Tuhan kasihanilah kami!?

Cinta yang tersumbat benci

Tapi pagi tadi, setelah membaca Kabar Baik hari ini, aku kok gak yakin bahwa dunia ini kekurangan cinta. Dunia ini sejatinya tergenangi oleh rasa cinta karena Sang Cinta tak pernah berhenti menyirami kita.

Hanya saja, pada kanal-kanal tertentu, kebencian menjadi penyumbat alirannya dan rasa kering akan cinta mengakibatkan aksi mematikan seperti yang terjadi kemarin!

Kasihi siapapun

Hari ini Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi, siapapun dia bahkan termasuk musuh kita sekalipun! (lih. Matius 5:44)

Membawa kata ?musuh? dalam konteks ?mengasihi? adalah cara Yesus untuk mengungkapkan betapa sejatinya kasih itu harus dibentangkan selebar-lebarnya! Tak hanya antar mereka yang mengasihi, tak hanya antar mereka yang seagama, tak untuk yang sesuku bangsa saja tapi semua, siapapun dia, musuh sekalipun!

Secara tak langsung, ketika kita pada akhirnya mampu mengasihi musuh dan bahkan mendoakannya, permusuhan dan perpecahan tidak lagi ada sehingga sumbatan-sumbatan rasa benci yang mematikan pun sirna.

Kapan hal itu akan terjadi?
Mari mulai dari diri kita sendiri: sekarang juga!

Mengasihi sesama tak hanya melalui perbuatan tapi juga sejak dalam pikir dan perkataan. Menghindari perselisihan dan tidak melukai perasaan, meminta maaf serta memaafkan , menghormati perbedaan dan mengupayakan perdamaian karena kita memang diciptakan untuk berdamai meski berbeda, bersaudara meski tak sama.

Aku mengajak kalian semua untuk membawa kepedihan kita ini dalam perayaan ekaristi mingguan nanti sore atau besok pagi/sore di gereja masing-masing. Secara khusus mari mendoakan arwah para korban kebiadaban aksi terorisme yang terjadi di Christchurch, New Zealand kemarin. Kita doakan pula para keluarga korban supaya diberi ketabahan dan kekuatan. 

Dan biarlah Roh Kudus yang semakin menyatukan kita semua, umat manusia.

Berduka sedalam-dalamnya.?Tuhan kasihanilah kami!?

Sydney, 16 Maret 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.