Cerdik? Tulus? Cerdik dan tulus!

13 Jul 2018 | Kabar Baik

Dalam Kabar Baik hari ini, Yesus meminta kita untuk berperilaku cerdik seperti ular tapi tulus seperti merpati. (lih. Matius 10:16)

Padahal ular adalah binatang yang punya sejarah panjang. Ularlah yang menggoda Hawa sehingga tercipta dosa asal.

Lalu apa alasan Yesus untuk menyuruh kita bersikap begitu? Karena kita dikirim ke tengah-tengah serigala. Jadi barangkali kalau kita dikirim ke tengah-tengah kelinci, kita tak diminta jadi ular :)

Bagaimana sih tulus dan cerdik itu?
Menurut KBBI daring, tulus adalah sungguh dan bersih hati; jujur. Sementara cerdik adalah cepat mengerti dan pandai mencari pemecahan; panjang akal.

Menggabungkan keduanya?
Tiba-tiba aku teringat dengan peristiwa yang ditulis Lukas. (Lukas 4:21-30) Waktu itu Yesus sedang mengajar di sebuah rumah ibadat di kampung halamanNya. Ia ditolak. Tak hanya itu! Karena Yesus menyatakan sesuatu yang dianggap menyinggung perasaan, orang-orang di kampungNya membawa Yesus ke gunung untuk melemparkanNya ke tebing. Apa yang dilakukan Yesus? Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Kenapa Yesus tak mau dilemparkan ke tebing tapi pada akhirnya nanti Ia justru menyerah ketika disalib di Golgota? Kenapa Ia juga tak pergi saja saat hendak disalib?

Yesus cerdik!
WaktuNya belum tiba! Untuk itu Ia mengambil keputusan untuk tidak mau dilemparkan ke tebing lalu pergi. Di sisi lain, Yesus tulus. Ia tak mau goyah dari rencana BapaNya atas kehadiran Yesus di dunia.

Bayangkan jika Yesus diam saja saat dilemparkan ke tebing, sudah barang tentu rencana penyelamatan di atas kayu salib tak terlaksana.

Itulah cerdik. Itulah tulus. Demikian juga dengan kita seharusnya. Hidup ini punya tujuan dan kita harus tulus untuk itu. Dalam mencapai tujuan itu, kita juga butuh cerdik karena hidup membutuhkan banyak sekali kemampuan untuk memutuskan mana yang terbaik demi tercapainya tujuan tadi.

Misalnya kita punya mimpi untuk membantu pembangunan sebuah sekolah di tempat terpencil. Kamu butuh uang untuk itu. Tapi tiba-tiba ada tawaran untuk pergi berziarah ke tempat suci bersama kawan-kawan sementara jumlah uangmu terbatas.

Keduanya baik tapi kita dituntut cerdik sekaligus tulus terhadap tujuan. Apa yang kita lakukan?
Kenapa tidak melakukan kedua-duanya. Pergi berziarah dan selama peziarahan kita mengajak kawan-kawan kita yang sama-sama berziarah untuk ramai-ramai menyumbang uang guna membangun sekolah.

Cerdik? Tulus? Cerdik dan tulus!

Sydney, 13 Juli 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.