Kategori: Aku

  • Lima belas tahun meninggalkan Indonesia: menjadi manusia yang lebih baik lagi

    Lima belas tahun meninggalkan Indonesia: menjadi manusia yang lebih baik lagi

    Hari ini, lima belas tahun lalu adalah hari terakhirku tinggal di Indonesia. Diantar almh. Mama dan almh. Tante In (aku memanggilnya Mbak In), aku dan Joyce berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, transit di Bali untuk kemudian terbang ke Sydney, Australia menetap hingga sekarang dan barangkali untuk selama hayat dikandung badan.

    Aku ingat dalam tulisan terakhir yang kubuat sehari sebelumnya, di blog ini, aku menulis begini,

    Percayalah, jangankan kalian, akupun tak tahu secara tepat dan pasti kecuali satu hal yang kusebutkan di atas tadi: menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih baik lagi. Aku melihat sinar dan aku menuju ke sana! Selamat tinggal, Indonesia! (Akhir Pergumulan Tentang Kepergianku, 29/10/2008)

    Waktu itu, apa yang kutulis adalah apa yang sejatinya memang benar-benar kurasakan!

    Penganten baru, tanpa pekerjaan. Memang aku membawa uang tapi habis tandas dalam dua bulan saja. 

    Terlalu percaya diri? Tidak! Lebih tepatnya, aku percaya Tuhan! Peganganku waktu itu hanya satu, hidup untuk keluargaku karena itu adalah janjiku kepadaNya di depan altar ketika menikah beberapa hari sebelum kepindahanku ke Sydney.

    Lima belas tahun berlalu, aku terus berusaha menepati janjiku dan nyatanya janji Tuhan pun selalu penuh terhadapku.

    Hidup di Sydney bukannya tanpa hambatan. Yang namanya masalah selalu muncul di setiap waktu. Yang namanya jatuh-bangun menghiasi hari-minggu, bulan dan tahun demi tahun yang kulewati. Tapi penyertaan Tuhan adalah tiada henti. KasihNya bertubi-tubi dan meyakinkanku Ia selalu akan ada di sini, di hati ini dan di keluarga ini sampai nanti, sampai mati.

    Semakin hari aku semakin membuktikan bahwa hidup ini adalah menuju kebaikan yang lebih dan lebih hingga suatu waktu ketika kita menengok ke belakang, semuanya membentuk sebuah simfoni terbaik yang Tuhan beri.

    Pagi tadi sebelum mulai kerja, aku membuka kotak di lemari bajuku. Di dalamnya tersimpan rapi: celana, sepatu, topi, kaos, ikat pinggang, jam tangan serta tiket bagasi pesawat yang kupakai lima belas tahun lalu untuk meninggalkan Indonesia menuju Australia.

    Mengenakannya seharian sebagai wujud syukur sekaligus sarana mengenang apa yang aku putuskan lima belas tahun lalu, yang kemudian kujalani: menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi!

  • Kaos “Kutus-Kutus”

    Kaos “Kutus-Kutus”

    Almarhumah Eyang buyutku, Mbah Yut (Simbah Buyut), begitu aku memanggilnya, selalu minta dituangkan minyak oles ke piring kecil setiap malam lalu dibawanya ke kamar. Sempat penasaran untuk apa, akhirnya sekali waktu aku pernah mengintip ke kamarnya yang hanya dipisahkan dengan papan ‘harbot’ dan ternyata minyak itu dioleskannya ke perut, punggung dan kaki sebelum tidur.

    Eyang Putri, anaknya Simbah, yang kupanggil Ibu dan sekarang tinggal di Bekasi, punya kebiasaan yang lebih ‘parah’ lagi. Seingatku hampir setiap hari ia minta dikerok punggungnya. Masuk angin atau tidak, ia selalu mengawali malam dengan berseloroh, “Awakku kok ra penak yo… mbok tulung dikeroki…”

    Almarhumah Mamaku sebelas dua belas. Gak perlu berseloroh, cukup bersendawa lalu mengambil uang logam dan minyak untuk kerokan menjelang tidur.

    Sementara aku? Umur baru 46 tahun tapi sudah sampai pada tingkat sugesti bahwa kalau belum mengolesi bagian tubuh tertentu dengan Minyak Kutus-Kutus rasanya belum afdol untuk tidur! Setidaknya kuoleskan ke telapak kaki. Kalau dengkulku sakit karena kebanyakan jalan kaki (sehari aku jalan setidaknya 10 ribu langkah) ya kuoleskan juga ke bagian itu. Kalau pas latihan beban trus merasa persendian atau ototnya gak enak, diolesin juga. Sesudahnya tidur dan konon memang lebih pulas jadinya.

    Saking pentingnya Minyak Kutus-Kutus, bahkan kepada Kadri Mohammad, vokalis Makara Band dan seorang lawyer hebat di Tanah Air, ketika beliau berkunjung kemari aku bilang, “Mas, nitip Minyak Kutus-Kutus dong!” Dan iapun membawakannya untukku, dua botol jumlahnya hahaha…

    Ada kawan bilang itu efek placebo saja. Ya benar juga barangkali karena ketika sudah terlalu ngantuk, ketiduran dan lupa mengoleskan minyak kutus-kutus toh aku ok-ok saja, bangun dengan segar di pagi harinya. Tapi malamnya  begitu lagi-begitu lagi! Kutus-kutus lagi! Kutus-kutus lagi!

    Tapi kadang penasaran juga kenapa aku suka minyak ini? Selain khasiatnya, selain karena pemilik usahanya adalah kakak angkatan (cukup jauh) di SMA Kolese De Britto juga karena aromanya. Aroma Kutus-Kutus bikin nagih! Gak bikin eneg dan bau mentol seperti minyak angin kebanyakan.

    Tapi meski alami, karena terlalu sering mengoleskan maka aroma sprei dan kaos tidur pun ikut bau kutus-kutus.

    Ngomong-ngomong soal kaos? Ya ini kaos GudegNet :) Kaos tidurku…

    Kaos ini punya makna bagiku. GudegNet adalah situs web tentang kota Jogja yang bersama kawan-kawan kudirikan pada 24 Februari 2000. Aku berada di sana hingga 2008 lalu pindah ke Sydney, Australia. 

    Ketika liburan ke Jogja pada Maret 2015, Iwan Santoso, kawan dekatku waktu TK dan SMA serta sesama pendiri GudegNet memberiku kaos ini. “Buat kenang-kenangan,” katanya.

    “Mesti bayar berapa?” tanyaku setengah bercanda.

    “Gratis ra sah mbayar tapi syarate kudu mbok enggo neng Ostrali!” ujarnya.

    Dua bulan sesudahnya Iwan meninggal dunia mendadak dan hingga kini aku menuruti permintaan terakhirnya itu, mengenakan kaos itu meski hanya sebagai kaos tidurku yang makin lama makin harum karena bau minyak kutus-kutus…

  • Catatan Hari Musik Nasional: Kamu musisi?

    Catatan Hari Musik Nasional: Kamu musisi?

    Setiap memencet tombol “Publish” di laman publikasi karya lagu untuk platform musik digital, aku selalu grogi. Batin seolah tak berhenti bertanya, “Yakin kamu, Don? Emangnya kamu musisi?”

    Pertanyaan itu sebenarnya lahir bukan dari diri sendiri tapi dari pertanyaan orang lain kepadaku, “Kamu bikin lagu? Emang kamu musisi?” atau “Kamu bikin lagu? Pindah karir nih sekarang?!”

    Aku memang tidak berprofesi sebagai musisi tapi hingga tulisan ini kurawi, sejak Suluh hingga Bila Nanti Pulang Jogja, total jenderal aku sudah merilis 15 lagu. Apakah aku masih belum layak untuk dianggap sebagai musisi?

    Ah, aku jadi teringat pada percakapan dengan seorang kawan… yang kuanggap musisi, tepat tiga tahun silam. Waktu itu aku hendak mempublikasikan karya musik pertamaku, Suluh, dan aku bertanya soal kepantasan kepadanya.

    “Bro, mau tanya dong pendapatmu. Menurutmu kalau aku punya lagu trus pengen kupublikasikan ke Apple Music dan Spotify gimana?”

    Dia orangnya memang kukenal sebagai pribadi yang blak-blakan. “Mas Donny boleh aja rilis lagu tapi kalau menurut pendapatku sih gak usah di Spotify atau Apple Music. Lebih baik di Youtube aja karena buatku Mas Donny itu bukan musisi tapi pencerita…”

    “Kok bisa? Kenapa begitu?”

    “Ya karena jujur nih Mas meski bisa main musik tapi skillnya Mas Donny belum bisa dibilang cukup untuk dianggap musisi…”

    Aku tentu menghormati pendapatnya justru aku sangat menghargai karena tak jarang ada orang seberani itu untuk berpendapat kepadaku hahaha…. Bagiku, apa yang dikatakannya itu tidak salah tapi juga belum benar.

    Adalah benar bahwa skill musikku dibawah banyak orang yang lebih jago dariku tapi skillku juga di atas orang-orang yang tidak lebih jago dariku. (Ini semacam kenyataan bahwa angka 3 itu lebih besar daripada 1 dan 2 tapi lebih kecil daripada 5,6,7 dan seterusnya hahaha)  Tapi skill musik seseorang menurutku tidak bisa jadi penentu apakah seseorang berhak dianggap jadi musisi atau tidak!

    John Lennon misalnya!
    Bagiku (dan banyak orang tentunya) dia itu musisi legendaris. Tapi tak sedikit juga yang bilang bahwa suaranya jauh lebih buruk ketimbang Paul McCartney, kawan ngebandnya di The beatles. Suara John itu sember, gak ada empuk-empuknya dan sengau.

    Atau Keith Richard! Skill shredding-nya gak ada apa-apanya dibanding Steve Vai, Yngwie Malmsteen atau Tim Henson, gitaris muda kelompok band keren Polyphia. Tapi siapa yang meragukan Keith sebagai musisi piawai dengan The Rolling Stones-nya?

    Bagaimana pula dengan Kurt Cobain yang justru dengan keterbatasannya lantas mampu membuat sebuah gebrakan baru di era 90an dengan musik alternatif-nya? Adakah dia juga bukan musisi? Mereka musisi terlepas seperti apapun skill bermusiknya.

    Jadi?
    Sebagaimana halnya kawanku membuat definisi tentang musisi, akupun boleh! Musisi bagiku tidak terbatasi oleh skill meski ada parameter-parameter keilmuan untuk mengklasifikasikannya. Secara sederhana, aku mendefinisikan musisi sebagai orang yang entah itu hobi atau profesional, memainkan musik dengan cinta. Musisi juga tak selalu identik dengan selebriti karena tanpa gaung media dan elu-eluan penggemar, karya tetaplah karya. Ia bersuara. Jadi terserah kamu, memilih definisi musisi yang mana? Manasuka!

    Apapun itu, aku akan tetap grogi saat harus mempublikasikan lagu.  Soal pengakuan apakah aku musisi atau bukan biarlah itu datang dari orang dan pihak lain. Selebihnya aku fokus berkarya. Menikmati proses kreatif di dalamnya sejak penciptaan, aransemen, menulis lirik, merekam dan memproduksi lalu mengenalkan lagu itu pertama-tama ke telinga orang-orang yang kucintai: istri dan kedua anakku sebelumnya akhirnya pada kalian semua. Disukai ya disyukuri. Tak disukai tetap berlanjut ke lagu berikutnya.

    Selamat Hari Musik Nasional!

    Oh ya, jangan lupa berkunjung ke laman Spotify dan laman Apple Music-ku untuk menikmati lagu-laguku ya :)

  • Catatan 21st Blogging Anniversary: Apa itu blog?

    Catatan 21st Blogging Anniversary: Apa itu blog?

    Hari ini, tepat dua puluh satu tahun yang lalu aku mulai ngeblog! Awalnya sederhana. Valens membelikanku sebuah domain name, donnie.or.id lalu ketika kumintakan pendapat kepada mantan rekan sejawatku itu tentang sebaiknya dibikin apa, Valens bilang, “Blog aja!” 

    Ilustrasi kiriman Damar Benni

    Blog? Tanyaku.
    Aku tak tahu apa itu. Karena ketidaktahuanku, sejak saat itu hingga sekarang aku mencari arti tentang apa makna blog melalui cara… ya ngeblog! Setiap pantikan ide, setiap pikiran yang berbuah jadi kata membentuk kalimat dan tulisan yang kupublikasikan, kepada mereka semua aku berkaca apa itu definisi blog!

    Kalau begitu, lalu apa definisi yang kudapat tentang blog? Hush! Nanti dulu! Biar kulanjut cerita, jangan terburu-buru…

    Oleh seorang kawan, sekitar tiga bulan lalu, aku pernah dikenalkan pada seseorang, “Eh, kukenalin nih! Donny! Superblogger Indonesia!”

    Orang itu lalu menyorongkan tangannya kepadaku sambil mengeja bukan namaku tapi, “Wow! S-U-P-E-R-B-L-O-G-G-E-R-I-N-D-O-N-E-S-I-A!”

    Aku hanya mengangguk-angguk. Sebenarnya nggak nyaman tapi kalau aku menggeleng-geleng itu bakal bikin dia yang antusias jadi nggak lebih nyaman hahaha…

    “Wah seneng kenal kamu, Don! Btw channel-mu apa?” demikian tanya orang baru itu. Aku terdiam. Baginya, blogger atau vlogger sama saja pokoknya ada log-lognya ada ger-gernya dan toh “B” bisa terbaca sebagai “P” sementara “V” bisa dibaca sebagai “ep” jadi ya sodaraan lah! Blogger, Plogger, Vlogger, Plogger! Bagiku tak salah untuknya bertanya channel youtubeku karena apa? Dalam benaknya barangkali begitulah definisi blog itu!

    Pernah juga ada seorang anak muda yang masih duduk di bangku SMA. Suatu waktu dia menghubungiku dan bilang, “Om, dapat salam dari Papaku!” Dia lalu menyebut nama bapaknya yang ternyata adalah kakak kelasku di SD dulu.

    Setelah bertanya kabar sana-sini dia lalu menukik ke intensi, “Om, Papa minta aku untuk belajar dari Om. Kata Papa, Om Donny adalah contoh orang yang bekerja sesuai passion menulisnya…”

    Aku tak menyalahkan pendapat yang salah itu karena aku memang tak pernah secara terbuka mengungkap di social media tentang apa pekerjaan utamaku dan mereka hanya mengenalku kalau enggak dari facebook ya instagram aja. Tapi lagi-lagi, aku membebaskannya dan bapaknya untuk mendefinisikan blog, blogger dan aku…

    Pemaknaan tentang blog juga pernah menemui puncak ambigunyanya ketika seorang pakar telematika RS di sekitar tahun 2003/2004 berkata, “Blog itu trend sesaat!” 

    Dulu aku termasuk orang yang ikut terbakar api statement tersebut. Tapi sekarang aku berpikir, jangan-jangan dia berkomentar seperti itu karena dia punya pemikiran tersendiri tentang apa itu blog. Ya nggak papa, toh pada akhirnya aku membuktikan bahwa blog, apapun cara dia mendefiniskan, bukanlah trend sesaat karena hingga sekarang aku masih berdiri di sini.

    Dunia ini memang rawan terhadap ambiguitas karena kelemahan kita untuk merangkai satu definisi yang kita coba gali lalu pertahankan secara abadi termasuk tentang blog itu sendiri. Atas dasar inilah aku memilih untuk tak memberitahukan kepadamu apa definisi tentang blog yang kutemukan dalam 21 tahun ‘karir’ ku sebagai seorang blogger.

    Aku lebih memilih membiarkanmu menikmati. mencemooh atau bahkan tak menghiraukan tulisanku sekalipun supaya suatu saat kalian yang ambil suara dan berkata, “Ohhhh.. ini tho makna dan arti blog itu!”

  • Catatan Ulang Tahun ke-45

    Catatan Ulang Tahun ke-45

    Ketika ditanya Joyce pengen makan apa untuk merayakan ulang tahun ke-45 yang jatuh hari ini, aku memintanya membuatkan mie instan “korea
    super pedas lengkap dengan bakso dan daging sapi! 

    Sesederhana itu? Iya!

    Kenapa?
    Aku ingin menutup dan mengenang tahun ke-45 dalam hidupku ini dengan makanan yang menyadarkanku betapa berat namun sekaligus betapa penuh berkat tahun yang baru saja kulewati ini.

    Sepanjang tahun ke-45 aku diajar Tuhan bahwa ketika Dia memberi berkat, kita juga harus mempersiapkan dan menjaga berkat itu! Berkat mungkin bisa saja turun dari langit jika Ia berkehendak tapi kita tetap harus berusaha untuk membumi dan menerimanya dengan memberikan yang terbaik yang ada pada diri kita.

    Salah satu impianku untuk punya rumah sendiri dijabahiNya! 

    Setelah melalui aneka drama terkait pembangunan di masa pandemik, per tanggal 24 Januari 2022, kami sekeluarga menempati rumah baru. Tapi nyatanya tak semudah itu. Ada banyak hal yang perlu kami persiapkan, lakukan dan korbankan untuk itu semua terkait tenaga, pikiran, waktu dan… uang. Nah, yang terakhir ini yang menarik hahaha…

    Misalnya tentang barang yang semula kami pikir nggak perlu beli karena bisa kita bawa dari rumah lama, kulkas. Usut punya usut, di hari pertama pindahan kami baru sadar bahwa ternyata kulkas yang memang sudah uzur itu harus diganti saat itu juga karena ada bocor cukup lebar di bagian bawahnya. Air menggenang kemana-mana dan akhirnya kami putuskan untuk membeli yang baru. Kulkas itu barang primer! Kalau tidak ada kulkas bagaimana kami menyimpan makanan dan bahan makanan yang sudah tersimpan sebelumnya, bukan?

    Itu baru kulkas!
    Ada pagar yang harus kami dirikan untuk membatasi rumah dengan tetangga sehingga privasi kami dan tetangga terjaga.

    Lalu Taman, lalu retaining wall, lalu alarm lalu tv dan masih banyak lagi lalu-lalu yang lain yang muncul seolah seketika dan mengantri untuk kami penuhi satu per satu secepat dan sesingkat-singkatnya.

    “Pelan-pelan, Don…” Benar katamu! 
    Tapi ada beberapa hal yang harus ada saat itu juga meski ada juga yang akhirnya baru kami penuhi beberapa bulan berikutnya. (Bahkan untuk taman, kami baru mampu mengalokasikan dana sejak bulan lalu dan Januari 2023 kami baru akan membangun taman yang jadi salah satu kewajiban terhadap pemerintah setempat)

    Akibat dari semua itu mudah ditebak, kami mengencangkan ikat pinggang ketat-ketat!

    Tuhan baik!
    Tak lama, di bulan Februari, mantan bos-ku menelpon dan menawari pekerjaan baru tentu dengan gaji yang baru dan lebih baik pula. Aku tak ragu untuk menerimanya! Meski baru sekitar empat bulan bekerja di perusahaan sebelumnya tapi atas nama gaji yang lebih besar dan faktor relasi yang sudah terjalin lebih lama dengan mantan bosku dan mantan kolega-kolegaku yang juga ikut join, akupun pindah dengan penuh sukacita!

    Tapi yang tak terduga terjadi!
    Ada beda sistem penggajian terkait kapan aku menerima gaji terakhir dari perusahan lama dan gaji pertama di perusahaan baru. Perusahaan lama memutus gaji tepat pada tanggal aku berhenti bekerja, 9 Februari 2022. Sementara perusahaan baru, memulai menggaji sesuai siklus gajian dari perusahaan itu di akhir bulan meski aku mulai bekerja sejak awal bulan. Akibatnya lagi-lagi mudah ditebak, bukan? Ada waktu hampir tiga minggu dimana aku tak mendapatkan uang sama sekali!

    Lho kan kamu punya tabungan?
    That’s right! Tapi tabunganku sudah habis tandas untuk biaya pindahan dan biaya tetek-bengek seperti yang kutulis di atas.

    Solusinya?
    Aku dan istri meninggalkan gaya hidup lama, mengikat pinggang lebih ketat dan ketat lagi! 

    Fokus gaji dipakai untuk anak-anak dan membayar segala kebutuhan yang pemenuhannya kami urutkan dan kelola dengan penuh ketelitian.

    Bahkan sejak Februari hingga sekitar bulan Agustus 2022 silam, makan bagiku dan istriku adalah perkara, “Selama ada telor dan nasi dan sambal serta kerupuk, aku aman!” Tapi ketika telor pun harus diirit-irit, mie instan adalah pilihan.

    Tentu bukan pilihan terbaik tapi saat hidup tak bisa memilih, apa yang ada di depan ya hajar aja, kan?

    Tapi lagi-lagi, Tuhan tidak pernah tinggal diam!

    Pernah ada satu masa dimana untuk membeli bensin pun kami harus berhitung keras. Eh tiba-tiba sekeluarga terkena covid yang membuat kami tidak bisa dan tidak boleh pergi kemana-mana selama dua minggu waktu itu. 

    Jadilah kami tak perlu berpikir uang bensin sama sekali! Kami justru jadi bisa menikmati rumah! Uang yang tadinya kami alokasikan untuk bensin bisa dipakai untuk membeli bahan makanan yang kami masak dan nikmati bersama-sama sambil nonton TV di ruang keluarga. Asik, kan?

    Keadaan menyesakkan itu akhirnya terangkat ketika Tuhan melalui cara tak terduga memberikan kami rejeki melalui cara yang sangat unik di akhir bulan Agustus 2022 lalu! Uniknya lagi, jumlah yang kami terima kalau dihitung-hitung impas dengan jumlah uang yang harus kami bayarkan sesuai dengan perhitungan kami sejak awal terkait kewajiban-kewajiban kami!

    Sejak saat itu, semuanya jadi lebih baik.

    Kami lebih leluasa menggunakan uang dan menikmati hidup meski tetap harus sangat berhati-hati karena selain bunga bank di Australia yang terus meninggi demi menghindari resesi juga karena masih banyak kebutuhan lain yang harus kami talangi hari demi hari. Atas pelajaran yang sangat mahal itu kami semakin tak ragu atas penyertaan Tuhan. Ujian hidup boleh berat tapi Tuhan ada untuk menyertai dan melegakan!

    Selain kepada Tuhan, kami sekeluarga sangat berterima kasih atas dukungan orang-orang dekat yang tak pernah berhenti mendukung kami melalui cinta dan kasih, melalui perhatian dan doa-doa yang mungkin kami tak pernah mendengar tapi Tuhan menggenapinya.

    Aku juga masih boleh terus berkarya mengembangkan bakat dan talentaku lewat musik dan tulisan serta posting di social media. Semua itu bukan yang utama tapi menjadi pelepasan energi negatif yang menimbun di tengah himpitan yang tak mudah ini.

    Memasuki tahun ke-46, aku semakin dikuatkan dan diyakinkan bahwa Tuhan tak pernah tinggal diam! Tuhan tak pernah pergi meninggalkan. Ia ada dalam setiap keadaan secompang-camping maupun secemerlang apapun rupa hidup kita!

    Tuhan memberkati kita semua!

  • Dua Puluh Tahun Ngeblog: Berapa Penghasilan Menjadi Superblogger Indonesia?

    Dua Puluh Tahun Ngeblog: Berapa Penghasilan Menjadi Superblogger Indonesia?

    Hari ini adalah peringatan dua puluh tahun aku ngeblog.

    Mumpung lagi ulang tahun per-ngeblog-an, mari kita membahas tentang berapa sih penghasilanku dari profesi Superblogger Indonesia itu?

    Ok!
    Kalau kalian lagi sibuk dan butuh jawaban cepat tanpa harus membaca hingga akhir tulisan ini, kuberi tahu ke kalian, nggak banyak orang tahu bahwa predikat Superblogger Indonesia itu sebenarnya tidak menghasilkan uang sama sekali.

    Sekali waktu ada orang baru…
    Dia tiba-tiba muncul dan seperti banyak yang lain, mengikuti beberapa kanal social mediaku lalu menghubungiku. 

    Setelah terjadi beberapa utas percakapan perkenalan, tibalah ia pada satu pertanyaan, 

    “Mas, 
    Mas Donny keberatan nggak kalau kuundang jadi pembicara di podcast-ku?”

    Aku OK-in aja karena pada dasarnya aku tak pernah menolak terlalu awal sebuah ajakan. Baru ketika nanti bicara tentang detail termasuk kapan dan apa topik pembicaraannya, di situ akan jadi titik dimana aku ambil keputusan apakah akan menerima atau tidak.

    “Topiknya apa?” tanyaku.

    “Gini… aku pengen ngulik ceritamu sebagai orang yang berani berprofesi sebagai seorang blogger hingga jadi Superblogger Indonesia…”

    Bentar-bentar…
    Jangan buru-buru komentar atau mengharap aku menuliskan jawaban atas pertanyaan itu. Baiknya kita lompat lagi ke kenyataan lain yang terjadi sebelumnya. 

    Suatu waktu ada seorang pemuda, menghubungiku lewat social media. Ia memberanikan diri untuk berkenalan denganku dan bilang, “Aku adik kelasmu di De Britto!”

    Masih tak merespon karena kian hari aku kian tak terpancing hanya karena label “De Britto”, ia memancingku dengan satu hal lainnya, “Aku ponakannya Om W****, temen di SD-mu dulu…”

    Akupun bergeming, “Oh, halo… gimana-gimana? Gimana kabare Om-mu sekarang?”

    Lalu setelah beberapa utas pertanyaan, tibalah ia pada satu pernyataan.

    “Aku diminta Bapakku untuk kontak kamu, Om. Menurut bapak, kamu itu salah satu orang yang hidup berdasarkan passion menulismu!”

    OK! 
    Dua contoh di atas cukup ya!

    Kukasi tahu, demi seribu topan badai, aku itu tidak berprofesi sebagai blogger apalagi penulis. Profesiku sejak tahun 1999 hingga sekarang sejatinya tidak berubah cuma ganti istilah. Dulu namanya Web Designer sekarang namanya Experience Designer.

    Menulis dan termasuk di dalamnya membuat konten-konten kreatif entah itu video, podcast juga lagu, semuanya adalah kegiatan ekstra kurikuler yang tidak kujadikan sebagai profesi.

    Tapi barangkali kalian berpikir kenapa aku tidak menjadikannya sebagai profesi toh aku ini Superblogger Indonesia?

    Well, mari kita breakdown pernyataan ini satu per satu.

    Pertama,
    gelar Superblogger Indonesia itu adalah sebuah void, sebuah kekosongan, sesuatu yang hampa. Gelar itu kudapat dari beberapa media di Indonesia sejak beberapa tahun lalu yang menyertakannya pada namaku. Kenapa mereka bisa berbuat demikian, aku tidak tahu. Tapi barangkali… barangkali lho ini karena aku sudah ngeblog sejak hari ini 20 tahun yang lalu!

    Kedua,
    kenapa aku tidak menjadikan kegiatan-kegiatan ekstrakurikulerku itu sebagai profesi?

    Ada beberapa pertimbangan.

    Pertimbangan pertama, 
    aku udah kapok menjadikan hobi sebagai profesi. Sebelum dua puluh tiga tahun lalu, mengerjakan design adalah hobiku. Tapi ketika aku lantas menjadikan hobiku sebagai pekerjaan, aku jadi kehilangan sisi kenikmatan yang sama yang sebelumnya kurasakan ketika melakukannya. Semua yang kulakukan adalah karena kewajiban. Kewajiban melakukan demi uang!

    Pengalaman itu membuatku memutuskan untuk nggak lagi mudah menjadikan hobi-hobi lain termasuk menulis, membuat konten kreatif sebagai lahan pekerjaan. Aku takut kehilangan sisi kenikmatan ‘yang itu’, aku takut tak bisa lagi asyik ketika mengerjakan kecuali bahwa aku harus dan harus melakukannya!

    Pernah sih, sekitar enam belas tahun lalu aku ditawari bikin buku dan aku manut saja. Pernah juga diminta sebuah portal berita besar Indonesia  untuk bergabung sebagai penulis dan dibayar dan aku turut! Tapi semua itu gak bertahan lama karena aku gak tahan berlama-lama! 

    Kenapa?
    Karena ternyata untuk menerbitkan satu tulisan saja ada begitu banyak aturan dari editor yang harus diikuti. Akupun mundur.

    Pertimbangan kedua,
    sebagai seorang designer, aku memerlukan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler kreatif sebagai pancingan supaya ide design tetap keluar.

    Meski tidak lagi kupandang dari sudut yang sama, hasil pekerjaanku toh tetap harus bagus dan memuaskan klien yang membayar jasaku. Untuk itu cetusan ide yang mudah terpantik dan proses kreatif yang robust haruslah tetap ada dalam creative mindset-ku. Semua ini bisa tercapai kalau aku terbiasa melakukan dan untuk itulah aku tetap dan akan terus melakukan banyak kegiatan ekstrakurikuler kreatif meski… tak berbayar!

    Pertimbangan ketiga
    dan ini yang paling penting adalah karena hingga sekarang apa yang kuhasilkan dari pekerjaan utamaku masih cukup untuk menghidupi keluarga. Artinya, jika suatu saat aku terdesak secara ekonomi dan apapun asal benar harus kulakukan untuk memukul mundur keterdesakan itu, di saat itulah  talenta-talenta lain yang kumiliki siap untuk kukomersialkan.

    Kapan itu terjadi? 
    Semoga tidak pernah terjadi. Bagiku karya itu harus bisa dibagikan ke publik seluas mungkin secara cuma-cuma karena kitapun mendapatkannya secara cuma-cuma juga dari Yang Maha Karya!

  • Catatan tahun ke-44

    Catatan tahun ke-44

    Meski sudah mengulanginya selama empat puluh empat kali tapi toh hingga kini hari ulang tahun bagiku tetaplah istimewa.

    Selalu saja ada rasa deg-degan yang tak tahu sebab-musababnya.

    Selalu ada rasa penasaran tentang siapa orang pertama, selain istri, yang akan menyelamatiku di tengah malam buta. Btw kalau aku menuliskan kalimat terakhir ini sebelum era telekomunikasi canggih dan sosial media barangkali kalian akan bertanya, “Tengah malam buta? Orang lain selain istriku? Emang istri Mas Donny ada berapa?” Hayah!

    Semalam aku baru pulang dari sebuah acara kumpul-kumpul musik dengan beberapa pemusik Indonesia di Sydney sekitar jam 10:30 malam.

    Sesampainya di rumah, Joyce dan anak-anak belum tidur. Mereka sibuk menyiapkan barang-barang yang mulai akan kami pindahkan ke rumah baru. Ya, rumah baru yang selesai dibangun adalah kado ulang tahunku tahun ini!

    Sekitar jam 11 aku mengajak anak-anak tidur dan Joyce turun ke bawah untuk membuatkanku mie goreng instan pedas ala Korea plus lima butir bakso dan telur rebus dua biji. Sebagai pemanis, beberapa lembar rempeyek kuimbuhkan di sana.

    Secara khusus aku memang minta hidangan ulang tahunku seperti itu tahun ini.

    Jam dua belas lewat, setelah kecupan Joyce mendarat di bibir lengkap dengan doa-doanya, gelontoran mie instan pun mendarat di bibir lalu mulut lalu perut tanpa malu-malu! Tengah malam makan mie instan? Ya nggak papa lah sekali-kali!

    Menjelang tidur, aku melakukan beberapa ritual ulang tahun yang kulakukan beberapa tahun terakhir ini.

    Pertama, membuka akses orang lain untuk bisa menuliskan pesan di wall Facebook-ku. Secara khusus, setiap setahun sekali aku membuka gembok ini supaya orang-orang mudah menuliskan pesan dan ucapan selamat ulang tahun.

    Kedua, membuat foto diri bertema ulang tahun. Tahun ini, temaku adalah “Dalam Menua Saya Memilih Bahagia dan Tetap Keren Sekeren-kerennya!” Foto itu lalu kushare di akun-akun social mediaku.

    Tadi pagi begitu bangun tidur, kudapati sudah banyak orang berkomentar dan tak satupun dari komentar itu yang kulewatkan. Membalas pesan yang masuk bagiku adalah hal yang sangat penting.

    Aku tahu banyak dari kalian memilih untuk membiarkannya lalu di akhir hari kalian menulis, “Terima kasih atas doa dan ucapan yang masuk. Maaf nggak bisa dan nggak sempat balas satu per satu!”

    Apakah orang yang menulis pesan akan tersinggung dengan balasan itu? Bisa jadi tidak karena sudah biasa dibegitukan.

    Tapi persetan dengan tersinggung nggak tersinggungnya kalian, bagiku ada beberapa prinsip dasar yang hendak kukemukakan.

    Pertama. Kamu sibuk? Sesibuk apa sehingga gak sempat membalas pesan satu per satu? Adakah orang lain yang mengirim ucapan itu lebih tidak sibuk sehingga kamu mengatasnamakan diri menjadi lebih sibuk dari mereka? Katakanlah hari ulang tahunmu memang benar-benar membuatmu sibuk, kan ada hari-hari lain sesudahnya untuk membalasnya satu per satu.

    Kedua. Hakikat ulang tahun bagiku adalah kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan hidup di angka usia yang baru. Jadi kalau kemudian kamu bilang nggak sempat, nggak bisa, bukankah itu sesuatu yang kontradiktif?

    Di atas itu semua, pesan ucapan ulang tahun adalah doa!

    Doa yang dipanjatkan dari si pengucap kepada Tuhan untuk kita yang berulang tahun. Jadi ketika kita membalas ucapan bagiku itu seperti persetujuan, sebuah peng-amin-an dari doa-doa itu.

    Hingga tulisan ini dirawi aku masih tak henti-henti menjawab ucapan ulang tahun sembari bekerja… eh, bekerja sembari membalas ucapan itu.

    “Tuh, Don! Kamu sih enak masih bisa kerja sambil balas pesan, aku kan nggak bisa karena aku benar-benar sibuk dan benar-benar kerja!”

    You’re right! Wkwkwkwkw!

  • Syukur ulang tahun ke-43 di tengah pandemik yang melanda

    Syukur ulang tahun ke-43 di tengah pandemik yang melanda

    Hari ini aku berulang tahun yang ke-43 dan tak habis syukur kuucapkan kepada Tuhan yang menguasaiku!

    Pelajaran paling berharga

    Pelajaran paling berharga yang kudapat di usia setahun belakangan adalah bahwa ketika Tuhan berkehendak, apapun itu, termasuk Pandemik COVID-19, tak kan mampu menghalangiNya!

    Sejujurnya, sama dengan sebagian besar dari kalian, tahun ini bukan tahun yang mudah. Tahun 2020 adalah tahun yang tak pernah kita bayangkan wujud penampakannya bakalan seperti ini sebelumnya! Kita selama ini ‘ditakut-takuti’ dengan ramalan gempa bumi, gunung meletus dahsyat, perang nuklir, pemanasan global dan climate change bahkan ramalan kiamat… tapi para peramal itu lupa tentang satu hal: virus jahanam yang menyebar menjangkiti tubuh-tubuh manusia tak peduli siapapun dia! Dan tiba-tiba ketika COVID-19 merajalela, kita tercekat, hidup seolah menemui ujung jalan…

    Covid bagai kryptonite

    COVID-19 sendiri bagiku bagaikan kryptonite. Nggak mematikan tapi sempat bikin lemes :) Perasaan takut, dan kehilangan mood menyergapku di awal pandemik. Takut membayangkan seperti apa wajah dunia menghadapi pandemik, hilang mood karena takut. Mbulet pokoknya!

    Rasa takut dan hilang moodku selama lockdown bisa terukur secara numeris pada jumlah tulisanku  di blog ini 12 bulan belakangan! Blog, bagiku adalah sebuah representasi online yang sangat kupertahankan dan kujaga dalam 18 tahun belakangan, tapi hal itu roboh diterjang pandemik. Hal lain yang juga jadi penanda betapa tahun ini begitu berat adalah hilangnya nafsu untuk shopping baju, celana dan sepatu. Kalian yang kenal denganku secara personal tentu tahu betapa aku ‘gila belanja’ terhadap ketiga hal itu. Setelah pandemik, aku hilang mood dan tak pernah membeli barang-barang itu lagi. Alasannya? Untuk apa? Untuk apa beli baju, celana dan sepatu baru kalau aku hanya bisa diam di rumah karena isolasi lockdown dan work from home yang berkepanjangan?

    Kalau tahun 2020 dinilai hanya dari hal-hal tersebut, aku berani menyebut ini adalah tahun terburuk!

    Tapi nyatanya? Ketika kurenungi setahun belakangan, justru saat pandemik terjadi aku malah mendapat begitu banyak rahmat serta berkat dari Tuhan!

    BaikTV 

    Seret nulis di blog ini bikin aku membuka Instagram account @baik.tv. Hingga saat tulisan ini kurawi dan kupublikasikan, BaikTV telah merilis 204 episode video renungan iman Katolik berdurasi rata-rata dua menitan.

    Puji Tuhan kontennya banyak digemari kalangan yang justru berbeda sama sekali dengan para penikmat tulisanku sebelumnya. Mereka adalah kaum milenial, para orang muda katolik (OMK) dari seluruh Indonesia dan beberapa belahan dunia! Hal ini begitu menghangatkan hati!

    Rekaman!

    Mimpiku sejak berpuluh tahun lalu adalah ingin rekaman! Rekaman? Ya! Rekaman! Rekaman lagu, lagu buatanku sendiri lalu kupublikasikan mumpung teknologi sudah sedemikian mudahnya untuk memfasilitasi mimpi itu! Bersama kawan-kawan di Indonesia yang membantuku mewujudkan, tiga lagu kurilis tahun ini, Suluh, Raja Singa dan Salamaria.

    Kiprahku di bidang ini membuka cakrawala pemikiran baru yang semakin membuatku bersyukur: aku diberi talenta di banyak hal termasuk musik!

    Joyce dapat kerjaan!

    Sebenarnya sejak awal tahun lalu Joyce, istriku, sudah mendapat pekerjaan tapi casual (tidak tetap). Saat pandemik dimulai aku sempat mencoba menghiburnya, “Kalau kamu gak dapat panggilan lagi nggak papa, namanya juga lagi pandemik!” Tapi ternyata… sekitar dua minggu sebelum lockdown dijalankan dan sekolah diliburkan kurang lebih enam minggu, Joyce malah mendapat kontrak setahun untuk bekerja di sebuah sekolah! Padahal jika dipikir secara nalar, untuk apa ia dikontrak jika dua minggu kemudian sekolah dilockdown dan saat kontrak itu ditawarkan pihak sekolah sebenarnya sudah tahu bahwa pengumuman lockdown tinggal menunggu hari H dan jam J nya saja?

    Anak-anak diterima bersekolah di sekolah Katolik

    Salah satu cita-citaku bersama Joyce adalah menyekolahkan anak-anak di sekolah Katolik. Bukan karena mutu atau hal lain selain karena ‘nggak enak dengan Tuhan!’ Kok bisa? Karena waktu nikah dulu kan udah janji kepada Tuhan di hadapan imam, para saksi dan umat bahwa kami akan mendidik anak-anak secara katolik? Nah! menyekolahkan anak-anak ke sekolah Katolik menurutku adalah salah satu implementasinya. 

    Punya rumah

    Barangkali ini yang paling besar! Sebelumnya aku nggak pernah punya mimpi untuk bisa membeli rumah di Sydney. Harga rumah di Sydney amat tinggi, termasuk yang paling tinggi di dunia! Maka, membangun rumah di Sydney bagi orang sepertiku adalah sebuah kepercayaan yang diberikan Tuhan kepadaku! Dan ketika hal ini terjadi justru di saat pandemik? Itu kan wow sekali!

    Pandemik COVID-19 belum berakhir bahkan aku yakin dalam beberapa bulan ke depan, status itu masih tetap akan ada. Tapi semoga tulisan ini jadi pengingat tak hanya bagi kalian tapi juga bagiku sendiri bahwa sesulit apapun keadaan, hal itu tak kan menghalangi Tuhan untuk menjalankan niatNya! Dan… setahuku serta sepercayaku, Tuhan nggak pernah punya niatan buruk untuk kita. Kali ini kumohon kalian supaya percaya kepadaku :)

    Sydney, 20 Desember 2020

  • Karena uang hanyalah pemampu kebahagiaan…

    Karena uang hanyalah pemampu kebahagiaan…

    Hal yang jarang kuulas di blog ini adalah tentang pekerjaan. Alasanku sederhana, akutak ingin mencampuradukkan hobi dengan pekerjaan dan pekerjaan terhadap kehidupan pribadi.

    Tapi kali ini bolehlah kita bicara ‘sikit’ tentang apa yang kukerjakan, semata bukan sebuah usaha untuk pamer tapi lebih pada opini tentang hal-hal yang muncul belakangan ini dalam dunia kerja yang mungkin bisa berguna juga untuk kalian.

    Tahun ini adalah tahun ke delapanbelas bagiku terjun ke dunia profesi yang bernama web development.

    Semua berawal dari keisengan belaka. Bosan dengan kuliah-kuliah teoretis seperti Struktur Data, Sistem Berkas hingga Jaringan Komputer, aku menemukan passion dalam web design dan web development.

    Tak lama sesudahnya, kampus mengadakan lomba pembangunan website. Aku dan sahabatku, Amin Sutawidjaja, mendaftarkan diri untuk urun karya. Hasilnya kami juara pertama!

    Berita itu terdengar ke telinga pemilik sebuah perusahaan furniture yang berkantor pusat di Singapura tapi memiliki workshop di Jogja. Mereka lantas meminta kami berdua bekerja paruh waktu, pagi hingga siang kuliah, sore hingga malam (kadang dinihari), membangun website bagi perusahaan tersebut.

    Itulah titik tolakku untuk berprofesi di bidang ini. Angka tahun waktu itu menunjuk 1999.

    Setahun kemudian, bersama empat kakak angkatan di SMA Kolese De Britto, aku mendirikan sebuah perusahaan yang mendedikasikan diri dalam web development, Citraweb Nusa Infomedia.

    Jabatanku adalah web development manager tapi secara teknis, hal-hal yang kukerjakan beraneka rupa mulai dari mendesign web, coding (development) hingga kadang ikut pergi bersama para wartawan GudegNet (Situs portal kota Jogja, produk Citraweb) mencari kabar dan menulis berita.

    Tahun 2008, Citraweb kutinggalkan seiring proses migrasiku ke Australia. Lebih dari 200 websites kubangun dalam kurun waktu selama itu.

    Pekerjaan pertamaku di Australia adalah menjadi seorang web developer/web designer bagi sebuah perusahaan majalah keuangan yang ketika kusebutkan namanya, orang-orang di sini tak tahu bahwa ada majalah bernama itu!

    Satu tahun setengah kemudian aku ditarik perusahaan cetak ternama dunia yang konon adalah penemu mouse pertama kali. Aku bergabung membantu sisi digital/creative services pada divisi baru mereka. Di sana aku diposisikan sebagai front-end developer dan di sana pula untuk pertama kalinya aku bersentuhan dengan dunia User Experience/User Interface atau yang biasa disingkat sebagai UX/UI.

    Bertahan di sana selama dua setengah tahun, karena bosan dengan technology stack yang itu-itu saja, aku pindah ke perusahaan kecil tapi memiliki klien besar dengan technology stack yang menurutku menantang waktu itu.

    Meski menantang, sayangnya ‘stack’ yang bisa dikerjakan dalam porsiku sebagai UX/UI merangkap front-end developer amat sedikit. Akibatnya aku jadi pengangguran yang digaji penuh! Enam bulan aku di sana pindahlah aku ke perusahaan telekomunikasi nomer dua terbesar di Australia yang sahamnya dimiliki para taipan Singapura.

    Di sana awalnya aku bekerja sebagai UX/UI dan front-end developer tapi tiga bulan kemudian aku dipromosikan untuk merangkap sebagai team lead membawahi divisi digital pada layanan creative services dua tahun setengah lamanya.

    Lagi-lagi aku merasa bosan, cari kanan-kiri akhirnya mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan sekarang, anak perusahaan telekomunikasi nomer satu di Australia sebagai UX/UI Lead Consultant di negara bagian New South Wales.

    Aku merasa nyaman pada posisi ini karena aku tetap bisa mengoptimalkan talentaku dalam hal manajerial, UX/UI, konsultansi dan sebagian kecil menjadi ‘jembatan’ antara business dengan development team.

    Hal yang amat kusyukuri adalah aku tak perlu ‘coding’ terlalu banyak dan hal ini memang menjadi salah satu alasan kenapa waktu itu aku meng-iya-kan tawaran pekerjaan ini.

    Coding tetaplah menarik dan seksi! Tapi perkembangan teknologi yang mengharuskanku untuk selalu meng-update sisi-sisi teknis terbaru dalam dunia ‘coding’ tersebut termasuk keharusan untuk belajar tak hanya bahasa pemrograman baru tapi juga paradigma-paradigma baru tentang software development itu sendiri membuatku harus membuat keputusan.

    Keputusanku adalah tak lagi terjun ke dalam dunia coding mengingat stress level yang bisa meningkat drastis kalau aku tetap ngotot jadi coder, lead development team atau apapun.

    Bukannya aku takut berkompetisi tapi lebih pada usaha untuk sadar diri bahwa otak secara alamiah pasti akan mengalami penurunan daya kerja seiring penambahan usia dalam menyerap hal-hal baru. Aku tak mau memaksakan diri karena ketika terpaksa aku tak lagi bisa menikmati kecuali mendapatkan stress level yang meninggi.

    Bukan pula berarti menyerah karena justru dengan pengalaman yang sudah kudapat lebih dari delapan belas tahun terakhir, harusnya aku bisa cukup lihay untuk mencari pekerjaan-pekerjaan yang tetap berkelas tapi yang sudah tidak melibatkan lagi unsur coding dan teknis terlalu jauh.

    Desember nanti, umurku akan genap empat puluh tahun dan kini saatnya untuk me-rekalkulasi apa yang perlu diprioritaskan dalam hidup.

    Keluarga tentu yang harus kuutamakan. Untuk apa stress-stress ngurusin pekerjaan, capek-capek travelling demi business trip meski iming-iming uang dan gengsi setinggi langit? Sejauh-jauhnya pergi, se-stress-stress-nya kerja, semua tak kan bisa lebih berharga ketimbang sama-sama meringkuk di bawah selimut di atas kasur bersama istri, Odilia dan Elodia serta mendengarkan celoteh nakal mereka!

    Pelayanan adalah juga hal yang tak bisa kutinggalkan. Apalagi melayani Tuhan yang melibatkan unsur hobi seperti menulis Kabar Baik di blog ini dan bermain musik/bernyanyi di perayaan-perayaan di gereja serta sesekali memberikan sesi pengajaran di depan umat!

    Pelayanan tak melulu soal rohani tapi lebih pada aspek spiritual; bahwa kita sudah begitu banyak diisi berkat, kenapa kita tak membagikan berkat-berkat itu kepada sesama?

    Perkawanan. Kemajuan teknologi informasi justru bisa menghadirkan wahana-wahana baru untuk berbincang bersama kawan tanpa harus kenal batasan tempat dan waktu. Boleh dibilang, jumlah kawanku di Indonesia malah lebih banyak ketimbang saat aku masih tinggal di sana! Belum lagi kawan-kawan lama yang pernah berbagi almamater, mereka semua adalah sumber inspirasi sekaligus target untuk berbagi dalam hidup! Jika aku harus travelling, tujuanku adalah untuk bertemu dan bercengkrama dengan mereka.

    Beberapa hari lalu ada sebuah agen pekerjaan menghubungiku. Mereka terkesan melihat pengalaman pekerjaan yang kutulis pada CV. Aku ditawari untuk bekerja sebagai lead UX/UI dan front end development, tapi dengan alasan di atas aku menolaknya.

    Meski iming-iming gaji lebih tinggi dari yang sekarang, meski iming-iming fasilitas lebih dari yang sekarang dan kesempatan untuk pergi ke negara-negara lain untuk mengerjakan bisnis, aku tak menerimanya. Bagiku, bukannya tak ingin gaji lebih tinggi lagi dan tak ingin fasilitas lebih nyaman lagi, tapi bukankah kalau aku sudah percaya diri dengan lamanya pengalaman yang kudapat, aku yakin bisa mendapatkan yang setinggi itu tanpa harus berjibaku waktu dan stress level?

    Seperti kata kawanku, uang bukanlah sumber kebahagiaan! Ia hanyalah pemampu/enabler untuk meraih kebahagiaan itu sendiri. Tak kurang dan tak pernah bisa dan jangan menganggapnya lebih…

  • Selamat Ulang Tahun ke-7, Kakak Odilia

    Selamat Ulang Tahun ke-7, Kakak Odilia

    Odilia, anak pertamaku, berulang tahun ke-tujuh hari ini. Maka genap tujuh tahun pula aku dan istriku, Joyce, resmi menjadi orang tua.

    Odi tumbuh makin dewasa. Ia makin mengerti bagaimana bersikap menjadi seorang kakak bagi adik semata wayangnya, Elodia. Ia punya hobi tetap yang menguat ketimbang hobi-hobi lainnya, menonton video memasak ala korea. Ia bisa hapal diluar kepala bumbu-bumbu yang diperlukan untuk memasak bimbimbap, atau bagaimana proses menggoreng ayam ala korea yang aku sendiri tak tahu apa namanya.

    Ketertarikannya itu lantas membuatku dan Joyce mengirimnya ke sekolah masak. Hari-harinya makin sibuk karena selain itu ia juga kursus berenang, ballet dan kami juga sedang mencari guru untuk mengajarinya melukis lebih fokus lagi.

    Odilia

    Mengikuti perkembangannya sekaligus menilik apa yang telah kami alami tujuh tahun belakangan, semua seperti senarai noktah yang membentuk jalan, jalan Tuhan. Setiap kejadian, baik maupun yang sempat tak bisa kami kuasai untuk tetap baik berkontribusi untuk memegahkan jalan itu dan kalau mengingat semuanya membuat kami menarik nafas dalam-dalam lalu bersyukur betapa baiknya Tuhan itu…

    Jadi, selamat ulang tahun, Kakak Odilia! Sorry hari ini Papa nggak bisa nemenin kamu merayakan ulang tahun di sekolah, pulang ke rumah pun telat karena sibuk di proyek.

    Doa Papa, tumbuhlah menjadi pribadi yang ceria dan penuh kebahagiaan. Panjang umur, sehat selalu, sayang pada Dedek serta ingatlah kami selalu, orang tuamu yang akan terus mencintaimu dan membahagiakanmu!

    Tuhan sertamu!

  • Tiga sembilan

    Tiga sembilan

    Tiga puluh sembilan tahun usiaku dan banyak orang bilang, “Udah tua loe, Don!”

    Ya memang tak muda lagi tapi percayakah kamu bahwa umur itu anugerah? Yakinkah kamu bisa hidup sampai seumurku? Atau kamu lebih percaya bahwa kedewasaan lah yang anugerah mengacu pada pepatah lama yang berkata, “Tua itu pasti, dewasa itu pilihan”?

    Saranku, jangan percaya pada pepatah itu karena di dunia ini, mana ada yang pasti?

    Hidup ini misterius, Kawan!
    Ada beberapa kawanku yang tak bisa mencapai usia 39 tahun dalam hidup karena dipanggil Tuhan. ?Lantas kalau demikian darimana asalnya kepastian tentang tua itu datang?

    Jadi, kalau ada orang yang lebih tua merayakan ulang tahun, jangan mencibir bahwa mereka menua, karena belum tentu kamu diberi karunia usia sampai setua mereka :)

    Aku mensyukuri pertambahan usia yang ke-39 ini.

    Sejak semalam ada begitu banyak doa yang disampaikan kawan-kawan maupun pembaca blog ini dari berbagai kanal komunikasi; mulai dari Facebook, WhatsApp, Linkedin, SMS hingga sambungan telepon!

    Kebanyakan mendoakan tentang kebahagiaan, kesehatan dan semangat untuk terus berkarya salah satunya melalui tulisan yang setiap hari kubagikan.

    Tapi sungguhpun itu semua adalah kado terindah, aku ingin berbagi tentang satu hal. Sejak akhir tahun 2015 silam, aku berdoa kepada Tuhan supaya aku tak hanya diberi panjang umur lengkap dengan ‘piranti pendukung’ seperti yang diterakan dalam doa kawan-kawan di atas, tapi lebih dari itu, aku mohon supaya Ia menunjukkan kepadaku apa yang harus kulakukan dalam hidup.

    Apa yang Ia kehendaki melalui keberadaan diriku lengkap dengan segala kelebihan dan kekuranganku. Jadi, doakanlah juga semoga aku bisa semakin mengerti dan menyelami serta mencari Tuhan dalam setiap jengkal langkah hidup yang sudah, sedang dan akan kujalani. Dan apapun itu, semoga aku tak pernah lepas dari semangat untuk memuliakan namaNya melalui segala hal yang kukerjakan.

    Sekali lagi terima kasih! Kiranya Tuhan sendiri yang melipatgandakan berkat untuk kalian semua.

    Aku menua dan kalian boleh melanjutkan cibiran ‘tua’ kepadaku. Selain pertanyaan ‘Emang loe yakin bisa hidup sampai seumur gue?‘ hal lain yang ingin kutanyakan adalah, “Kamu yakin saat setua aku dan kamu bisa lebih keren dari aku?” Hahaha….
    Salam sayang,

    DV

  • Ijinkan aku tetap menjadi Indonesia meski selama apapun nanti aku berada di luarnya…

    Ijinkan aku tetap menjadi Indonesia meski selama apapun nanti aku berada di luarnya…

    Hari ini, tepat delapan tahun silam aku bermigrasi ke Australia setelah tiga puluh tahun pertama dalam hidup kuhabiskan di Indonesia Tanah Air Beta.

    Bukan keputusan yang mudah tapi pertanyaannya apakah ada yang lebih sulit daripada menjalani komitmen dari keputusan itu sendiri?

    Ada begitu banyak hal yang terjadi dan kalau Tuhan ijinkan akan ada lebih banyak lagi yang akan kujalani, apapun itu, relaks saja.

    Berikut aku mencoba mengintisarikan delapan tahun perjalanan di Australia dalam takaran ‘hal paling…’ tentu tak meng-cover semua sisi, tapi bukankah tak semua hal perlu dibuka dan dibicarakan di sini? Hehehehe…

    #1 Hal yang paling berubah?

    Sulit dijawab karena setiap manusia berubah dan perubahan itu terjadi tak hanya pada seorang Donny Verdian yang pindah ke Australia tapi terjadi pada siapapun dan dimanapun. Mungkin kalau harus menyebut, adalah soal selera makan. Aku tak bisa lagi mengonsumsi nasi terlalu banyak karena kekenyangan, daging jeroan dan yang paling berubah, aku tak bisa lagi makan makanan pedas terlalu banyak. Perut bisa mulas dan acara bokar-boker berkelanjutan…

    #2 Hal yang paling tidak banyak berubah?

    Saya jawa, bertanah air Indonesia. Itu tak kan berubah sepanjang hayat!

    #3 Hal yang paling kusyukuri?

    Keluarga. Punya istri dan anak-anak yang mendukung dan perlu didukung, mencintai dan dicintai adalah berkat terbaik dari Tuhan.

    #4 Hal yang paling kusesali?

    Gak ada. Aku memutuskan kepindahanku dulu secara sadar dan melalui proses berpikir serta bertanya pada banyak orang. Yang lebih penting lagi, aku berdiskusi dengan Tuhan sebelum memutuskannya. Tak ada yang kusesali atau setidaknya ketika rasa sesal itu terbit pun seinci tingginya, akan kutenggelamkan sedalam-dalamnya.

    #5 Hal yang paling menyedihkan?

    Ketika Mama meninggal Maret 2016 lalu dan aku tak bisa pulang ke Indonesia. Mama harus dimakamkan cepat-cepat sesuai tradisi dan karena jarak, aku tak bisa mengejar tenggat waktu untuk sampai di Klaten sebelum ia dimakamkan.

    #6 Hal yang paling menyenangkan?

    Banyak hal bisa diterbitkan sisi senangnya. Tapi mungkin salah satunya adalah karena aku masih bisa ngeblog dan bahkan makin rajin justru setelah pindah kemari. Menyenangkan!

    #7 Hal yang paling dibanggakan jadi orang Indonesia?

    Keberhasilanku dalam karir jika hal itu dianggap sebagai keberhasilan. Pada intinya tak ada hal yang membanggakan yang bisa ditempelkan pada identitas ras, suku maupun agama karena masing-masing pribadi tak bisa mewakili identitasnya.

    Kalau dalam hal-hal praktis dan keseharian, aku kadang merasa bangga jadi orang Indonesia ketika ada seorang bule bilang, “I like rendeng!” lalu aku betulkan, “Not ‘rendeng’ but Rendang!”?Atau ketika ada yang bilang, “You from Indonesia? I like Bintheng!” lalu aku betulkan, “Bintang, not Bintheng!”

    #8 Hal yang paling dirindukan dari Indonesia?

    Aku rindu punya alasan kuat untuk pulang berlibur ke Indonesia. Sejak Papa meninggal, 2011, dan Mama pada Maret 2016 berpulang ke Rumah Bapa, alasan untuk pulang berlibur ke Indonesia makin sulit kutemukan. Adik dan nenek serta saudara lain memang tinggal di sana tapi mereka kan juga punya keluarga sendiri-sendiri?

    Di malam-malam nan masygul aku juga kerap terjerembab pada pertanyaan ke dalam diri, “Dimana kelak akan kuletakkan kepala di akhir nafas nanti?” Dan lidah jadi kelu nan terbata-bata saat menyanyikan lagu Indonesia Tanah Air Beta, karena tahu di bagian akhir lagu aku tak sanggup menyanyikan hal yang tak kan kualami (setidaknya tidak untuk kurencanakan) seperti tertulis di bawah ini,

    Tempat berlindung di hari tua, sampai achir menutup mata…

    Ijinkan aku untuk tetap menjadi Indonesia meski akan selama apapun aku berada di luarannya…

    https://www.youtube.com/watch?v=tEmranqWI3k&feature=youtu.be

    *Featured image yang kupakai adalah salah satu foto pertama yang kuambil setelah pindah ke Australia.

  • Vector wajah baru, DV yang semoga juga semakin baru

    Vector wajah baru, DV yang semoga juga semakin baru

    Ada yang berubah, baik di blog ini maupun di akun Facebook, instagram dan Youtube-ku. (Eh kalian udah like/follow? Belum!? Please do it now!)

    Ya! Vector wajahku berubah. Ada apa dibalik perubahan itu? Tidak ada apa-apa selain penyegaran saja.

    Aku lantas meminta tolong seorang kawan untuk menggambar vector beberapa fotoku untuk nantinya kupilih satu yang akan kupakai.

    Berikut ini adalah foto-foto yang kukirim kepadanya.

    kartun

    Sekitar seminggu kemudian, keempat hasil gambarnya dikirimkan kepadaku:

    kartun

    Semua bagus, bagus semua.
    Aku lantas iseng membuat ‘survey’ yang kurilis di akun Facebook dan Instagram, mana yang paling baik.

    Sejatinya pertanyaan yang kubagikan itu tidak benar karena sudah bisa ditebak hasilnya. Barangkali kalau pertanyaannya diganti jadi “Mana yang paling merepresentasikan diriku?” jawabannya akan beda.

    Tapi kalau pertanyaan seperti itu yang kurilis, takutnya jawaban tidak akan tepat karena meski aku banyak kenal orang dan mulai banyak orang mengenalku, perkenalan itu terjadi hanya di level social media dan blog saja.

    Bahwa DV itu begini, begitu, tampak seperti ini dan seperti itu, tapi jarang dari mereka mengerti bagaimana sebenarnya kepribadianku. Hanya kawan-kawan lama yang tahu, itupun tak akurat lagi karena apa yang ada pada diriku sekarang tentu sudah berbeda denganku delapan tahun silam saat aku masih tinggal di Indonesia.

    Tak kusangka banyak juga yang memberikan tanggapan dan kalau kurangkum, yang paling banyak disukai adalah gambar nomer satu berikut ini.

    Mudah ditebak? Yup! Amat mudah.
    Banyak yang berkomentar positif di gambar itu. Mulai dari “Jawa modern”, “Kamu banget, Don!” sampai “Di situ kamu tampak tampan hahaha!”

    Tapi, foto itukah yang sebenarnya kumau untuk menang?
    Tidak. Aku tak merasa ter-representasi secara penuh dalam gambar itu. Aku (dan designer yang kumintain tolong) sebenarnya malah sepakat untuk memilih foto nomer empat sebagai yang paling bagus.

    Aku merasa di foto itulah diriku ter-representasi secara lebih baik meski ada yang berkomentar, “Di situ kamu kehilatan bengis, sinis, smart tapi nyebelin!”

    Oh yeah, dan itu bukan aku banget ya? Demikian katamu? Hahahaha…

    Anyway, pada akhirnya aku harus setuju dengan foto nomer satu.
    Kenapa? Vox populi, vox dei. Katakanlah aku tak ter-representasi dengan baik di gambar itu, tapi semoga itu adalah doa kalian semua untukku supaya lebih baik terhadap orang lain, tak lagi sini dan membumi meski tetap cerdas. Barangkali untuk itulah aku disebut sebagai Orang Jawa.

    Maka jadilah foto di bawah ini?kutebarkan dimana-mana hingga batas waktu yang tak bisa ditentukan, pokoknya sampai aku bosan lagi lalu ganti foto/gambar lagi.

    kartun
    Gantengan aslinya, kan? *eh

    Makasih kawan-kawan sudah membantuku dalam memilih…

  • Selamat ulang tahun ke-6, Kakak Odilia

    Selamat ulang tahun ke-6, Kakak Odilia

    Odilia Maura Taufan-Verdian berulang tahun ke-6 hari ini.

    Ulang tahun yang terasa istimewa karena hari ini hari Sabtu, ia dulu juga lahir di hari yang sama (Baca artikelku tentang kelahiran Odilia di sini). Sebagai calon bapak dan calon ibu, enam tahun lalu, tepat jam-jam segini (saat tulisan ini kurawi waktu menunjuk pukul 8:22 am) aku dan Joyce dibantu Mama mertuaku menyiapkan segalanya untuk berangkat ke rumah sakit. Lalu menjelang pukul 2 siang, Odilia lahir dengan selamat.

    Sekarang, meski sudah cukup ?fasih? menjabat sebagai orang tua, apalagi dengan kehadiran Elodia, anak keduaku yang beda tiga tahun dari kakaknya, fase demi fase hidup terus memberikan pengalaman baru yang harus dihadapi dan tak bisa hanya mengandalkan, ?pengalaman di belakang? saja.

    Misalnya tahun ini Odilia masuk ke bigschool (istilah untuk membedakan antara preschool/day care dengan TK dan SD) dan semuanya benar-benar baru.

    Mulai dari menyiapkan seragam, membelikan sepatu yang harus hitam, bangun tidur lebih pagi (waktu di preschool, telat-telat dikit it?s ok, sekarang di bigschool, toleransi hanya 10 menit terlambat atau silakan pulang!), menyiapkan homework hingga berebut parkir di depan pintu gerbang sekolahnya dengan orang tua-orang tua lainnya. Semuanya adalah pengalaman-pengalaman baru yang diijinkan Tuhan untuk terjadi di tahun keenam Odilia ini.

    Melihat Odilia bertumbuh adalah melihat rasa percaya yang menguat dari dalam diri.

    Odilia

    Melihat Odilia berangkat sekolah, menggendong tas ?backpack? yang cukup berat dan besar, memperhatikan ia bermain di muka kelas sebelum bel tanda masuk dibunyikan jam 08.45 dan menerima pelukan hangatnya sebelum aku pergi ke kantor meninggalkannya adalah sebuah pembuktian bahwa Tuhan itu selalu menjaga apa yang memang seharusnya terjaga dan hidup.

    Jadi, selamat ulang tahun, Kakak!
    Doa kami di nadimu. Masa depan makin tampak di depan. Dewasalah, berbahagialah dan nikmati hidupmu dengan terus mengasihi sesamamu dan Tuhan yang selalu kita tuju.

  • Selamat ulang tahun ketiga, Elodia

    Selamat ulang tahun ketiga, Elodia

    blog_elodia3

    Hari ini Elodia Maree Taufan-Verdian, anak keduaku, berulang tahun yang ketiga. Aku menandai momentum itu untuk bersyukur dan berbahagia.

    Tiga tahun bukan waktu yang sebentar, tapi ia melesat cepat, sekebat pertumbuhan Elodia.

    Pribadinya bertumbuh saat ia mulai mampu memilih terhadap beberapa hal yang kami tawarkan.

    Hal ini menarik. Ketika pilihan yang ia jatuhkan adalah pilihan yang sebenarnya lebih tak kami harapkan untuk dipilih, sebagai orang tua, egoku ditantang untuk menghormatinya.

    Terlebih karena sejak Odilia, anak pertamaku lahir, aku beranggapan bahwa anak, sedekat apapun dengan kita sejatinya adalah pribadi yang harus lepas dari bayang-bayang siapapun termasuk orang tuanya. Ia harus menjadi dirinya sendiri sesuai citra Allah, bukan citra orang tuanya.

    Selamat ulang tahun, Elodia, anakku.
    Setiap petang, ketika kulantunkan doa untukmu dan kakakmu di depan gereja, aku selalu memohon kepada Tuhan supaya Ia melumuri sekujur hidupku dan hidup kakakmu dengan kasih yang tak berkesudahan.

    Kasih yang bukan saja pasif. Bukan sekadar menerima seperti yang engkau terima ketika aku dan Mamamu membelikan boneka Barbie kesukaanmu. Kasih di sini adalah kasih yang aktif yang mewujud dalam keseharianmu pada tiap tindakanmu; tentang bagaimana kamu menghormatiku dan Mamamu, tentang bagaimana engkau menyayangi kakakmu dan kelak sesamamu di lingkungan dimana Tuhan menempatkanmu nanti.

    Hal ini sangat penting, Elodia!
    Dunia yang kau hadapi nanti adalah dunia yang sangat memerlukan cinta dari pribadi-pribadi yang mengenal Tuhan, pribadi-pribadi sepertimu?

    Pujilah Ia dalam keseharianmu sepanjang hidupmu. Doa kami di nadimu!

    Suara yang ada dalam rekaman di bawah ini adalah suaraku, Elodia dan Odilia menyanyikan 10.000 Reasons.

    [soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/237058257″ params=”auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true” width=”100%” height=”450″ iframe=”true” /]

  • Selamat ulang tahun, Ma!

    Selamat ulang tahun, Ma!

    blog_mama

    Ma, di hari ulang tahunmu ini seharusnya aku berada di situ.

    Di samping tempat tidurmu, mengelus punggung tanganmu dan mengecupnya seraya berucap, “Selamat ulang tahun, Ma!”

    Mungkin juga aku membawa senampan cake beserta lilin yang menyala meski aku tak tahu apakah engkau masih sanggup untuk mencicipnya, men-dhulit-nya atau sekadar meniup lilinnya. Dan ini barangkali jadi yang terberat… menyanyikan lagu Panjang Umur di tengah kondisi kesehatan dan sakit yang kau derita saat ini. Mungkin aku tak akan sampai hati menuntaskan hingga kesudahan lagu itu?

    Tapi sayangnya aku tak jadi? atau semoga lebih tepatnya belum jadi datang, Ma.

    Aku mencoba untuk tak egois. Inginku tentu datang. Inginku tentu berada di sampingmu dan seperti yang kutulis di atas, mengelus punggung tanganmu dan mengecupnya seraya berucap “Selamat ulang tahun, Ma!”

    Tapi kenyataan bahwa biaya pengobatan dan perawatanmu yang tidak sedikit adalah hal yang lantas membuatku berpikir dan memutuskan untuk tidak pulang.?Adalah tidak bijak kalau aku pulang demi meluapkan egoku untuk bertemu denganmu sementara aku tahu adikku, Chitra, berjuang keras untuk mengongkosi biaya perawatan dan pengobatanmu. Tidakkah akan jadi lebih baik jika aku mengirimkan saja uang yang seharusnya kupakai untuk mengongkosi kepulanganku itu kepadanya untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin?

    Banyak pihak berujar, “Kenapa tak memaksakan pulang saja? Mamamu pasti akan senang!” Pendapat mereka tak bisa dibantah lagi kebenarannya tapi untuk saat-saat genting seperti ini, sesuatu yang benar bisa jadi bukan melulu yang terbaik, kan?

    Walaupun untuk membatalkan rencana kepulanganku itu aku harus menanggung rindu dan risau. Aku merindumu sekaligus aku risau jangan-jangan tak akan pernah ada lagi hari untukku bertemu denganmu lagi terkait sakit dan keadaanmu akhir-akhir ini.

    Tapi sejatinya aku tahu, Ma, kamu pasti bangga dengan keputusanku ini!?Bukan saja tentang apa yang kuputuskan, tapi juga karena aku tahu kamu pasti bangga karena anakmu berani mengambil sebuah keputusan yang tak ringan!

    Ma, hari ini aku teringat pada Kamis sore hari, 15 Juli 1993.

    Waktu itu sekitar pukul 5:30, di depan kantor travel Jogja – Kebumen, Bumen Jaya di Jalan Mataram Jogja. Engkau akan kembali pulang ke Kebumen setelah mengantarku ke Jogja.

    Untuk pertama kalinya engkau melepasku dan merelakan kepergianku untuk merantau menuntut ilmu di sekolah yang kuimpi-impikan sejak lulus SD, SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

    Aku masih ingat betul waktu itu aku hendak naik Bus Kota Jalur 7 untuk kembali ke asrama. Di depan pintu bus, engkau memegang pundakku, mengelus-elusnya dan berujar lembut, “Sing ngati-ati, Le (Berhati-hatilah, Nak -jw)!” Sesaat kemudian tangan kasar kernet bus menyorong punggungku untuk lekas-lekas masuk karena bus harus segera kembali dijalankan.

    Kutatap wajahmu dalam-dalam saat itu dari balik kaca bus.?Tak ada air mata, meski wajah teduhmu mengisyaratkan pengorbanan dan kerelaan yang luar biasa!

    Ucapan yang sama itu, “Sing ngati-ati, Le!” kau ucapkan lagi lima belas tahun kemudian, 31 Oktober 2008, ketika aku berpamitan hendak pindah ke Australia.

    Di pelataran Cengkareng, ditemani oleh almarhumah adik kesayanganmu yang sekaligus orang yang begitu kuhormati, engkau melepasku. Setelah kucium punggung tangan dan kupeluk tubuhmu erat, engkau kembali berucap, ?Sing ngati-ati, Le!?

    Perpisahan dan jarak tampaknya memang begitu akrab dalam hubunganku denganmu, Ma. Bisa dibilang, kita hanya diperkenankan dekat secara fisik sejak aku lahir hingga lulus SMP saja. Sesudahnya, aku hidup di luar rumah, menimba ilmu hidup dari kawan serta lawan dan kerasnya jalanan, beratus-ratus bahkan kini beribu-ribu kilometer jaraknya.

    Tapi, pada kesempatan yang indah namun merisaukan ini, aku ingin berterima kasih padamu atas cinta dan kasih yang kau tuangkan dalam mantra singkat nan tak ringan, “Sing ngati-ati Le!”

    Bagiku, mantra itu lantas menjadi perisai yang melindungi dari segala hal yang menginginkanku jatuh dalam kemalangan. Doamu, adalah hal terkuat yang menopangku dan itu pula yang menguatkanku untuk berkeputusan untuk tak pulang hari ini!

    Sekali lagi tentang keputusan untukku tak pulang hari ini, aku sangat tahu resikonya, Ma.

    Aku sempat menelpon salah satu adikmu, tanteku, sesaat sebelum aku mengambil keputusan ini. Ia bilang padaku, ?Resikonya satu, mungkin kamu tak pernah bisa bertemu lagi dengan Mamamu! Kuatlah!?

    Hal itu mungkin terjadi, mungkin pula tidak. Bagiku segala kemungkinan adalah milik manusia tapi kepastian hanya dipunyai Tuhan. Oleh karena itu kupasrahkan segalanya pada Tuhan, Ma.

    Tentang kesehatanmu,
    tentang kekhawatiranku.

    Tentang kerinduanku,
    tentang kepanjangan waktu hidupmu.

    Tapi jika memang kita tak sempat bertemu lagi, satu hal yang kupinta dalam nafas-nafas terakhirmu, bisikanlah mantra itu sekali lagi, ?Sing ngati-ati, Le!? dan selebihnya jangan pernah mengkhawatirkanku karena percayalah, anak lanangmu ini akan baik-baik saja!

    Selamat ulang tahun, Ma!
    Aku mencintaimu seumur hidupku!

  • ketu7uh

    ketu7uh

    Blog ini kubangun setelah dua tahun sebelumnya aku berhenti ngeblog!

    20 Desember 2007, tepat tujuh tahun silam aku merilis blog baru saat blog sedang menjadi primadona dan menghasilkan banyak blogger-blogger yang menjadi idola.

    Blog ini lalu menyusup, lambat laun mulai dikenal dan semakin terkenal dan mengemuka seiring banyaknya blogger-blogger yang semula jadi idola tumbang satu-per-satu terkena seleksi alam yang berkepanjangan.

    Hari ini aku merayakan ulang tahun blog ini. Sejak pertama kali aku berpikir untuk ngeblog di sini, aku memang telah merencanakan sebuah konsistensi jadi melihat blog ini jadi sedemikian megah dan menakjubkan adalah hal yang tak terlalu mengagetkan dan dikagetkan!

    Kalau ada sekian banyak orang yang kemudian begitu menyukai tulisan-tulisanku di sini, pun itu bukan sesuatu yang mengejutkan karena hukum alam selalu berkata, seorang yang mencoba menulis jujur akan banyak disukai orang-orang yang mendambakan kejujuran. Sama halnya pada sisi sebaliknya, aku tak heran ketika lantas ada segepok manusia lain yang membenci tulisan-tulisanku. Mereka adalah orang yang tak terlalu suka melihat kejujuran mengemuka…

    Di bawah ini adalah tujuh puluh lebih orang yang memberikan testimoni terkait ulang tahun blog ini yang bertepatan dengan ulang tahunku, pemiliknya.

    Setangkup doa, sekuntum syukur dan sepucuk terimakasih adalah hal yang bisa kuberikan di sini.?Doakanlah aku selalu sehat dan panjang umur serta tak pernah kehabisan ide untuk menginspirasi orang-orang hebat seperti kalian semua!

    div.testimoniItem {margin: 50px 0;}
    p.rightAlign { text-align: right;}
    div.person {font-weight: bold; font-size:1.2em;}

    WVLV

    Dunia per-internet-an saya secara tidak langsung dikenalke sama orang satu ini, bersama beberapa kakak kelas sma yg laen. Saya masih belom mudeng fungsi internet saat itu. Lama ga ketemu, nek ketemu yo wagu, tiba2 meminta saya interview untuk blog ini. Lalu saya perhatikan perjalanan blog e. Kadang arogan, sok keminter (tipikal sma saya dulu), kritis, macak cerdas, kadang ngawur, kadang santai dan menenangkan. Tapi yo tetep wagu.. :) Paling tidak, saya akan ngomong :”Iya, dia kakak kelas sma saya..” tanpa malu kalo ada orang yang nanya. Doni Bathuk kie cen edan. Asline bocahe kangen yogjo, mergo adoh dan selo, njuk metune mung ng tulisan. Suwun

    Wulu adalah adik kelas di SMA Kolese De Britto dulu. Kiprahnya sebagai seniman gamelan Jogja semakin tajam dengan keterlibatannya dalam beberapa kali penyelenggaraan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Pernah kutulis di sini. – DV

    Adi Sunata

    Selamat atas konsistensi menulis selama 7 tahun, walo saya bukan pelanggan tetap blog, tapi kadang mampir sekadar membaca satu dua baris :D Semoga selalu sempat menulis!

    Adi adalah kawan lama di Jogja. Seorang praktisi hukum handal yang kerap kumintai pertimbangannya soal hukum terutama terkait dengan hobiku menulis di blog ini – DV

    Valenski
    wah.. menurutku blog mu itu sangat bermanfaat, info2 yg di berikan dan cerita lainnya pun memotivasi bagi pembacanya… sukses terus ya, dan tetap post tulisanmu yah… selamat berulang tahun yg ke-7 untuk blog donnyverdian.net sukses selalu Tuhan memberkati
    Debyo

    Donny ? Bathuk ? Duluuuu dia konco mendem di tahun baru, tuku vodka tur kleru fanta… Duluuuu dia konco mendem di kantor ampel, selalu curhat nek mendem trus mrebes mili matane…. Duluuuu dia konco melek-an…aku jogo warnet…deweke lembur gawean ro nyepep… Duluuuu dia konco munggah gunung….gayane foto2 neng puncak padahal neng emperan tebing sebelum POS 1 Merbabu… Duluu dia koncoku nek adus suwe banget, mergo sak durunge mlebu kamar mandi mesti “nggolek bahan” Saiki kowe tetep KONCOKU Ada banyak cerita masa lalunya di blog ini, meskipun nek upload pilih2 cerita pencitraan…iyo raaaa ? Tur selamat Bung 7 tahun sudah usia blogmu ini, dan sudah 37 taun usiamu (nek ra salah) Dimareni yo bung, eling wes anak 2… Iki rasah dimuat rapopo…kesehatanmu luweh penting bung!!!! wekekeke… Berkah Dalem *akubocahmu*

    Debyo adalah kawan lama dan pernah menjadi rekan sejawat di Jogja – DV

    Yeni Setiawan

    Banyak orang bilang Mas Donny orangnya pagob alias atos kalau ngomong, hal yang “wajar” mengingat wetonnya adalah Wage. Seperti ketika kakak kandung saya lahir pada hari Sabtu Wage, mbah dukun langsung berkata, “anak ini besok akan keras”, saat menyerahkan bayi merah tersebut kepada Ibu saya. Di jaman sekarang ini, entah kenapa saya menjadi lebih nyaman dengan orang yang bisa ngomong pagob, straight to the point. Kata-katanya keluar secara tulus, tanpa tedheng aling-aling. Dirgahyu Mas Donny, God speed!

    Blogger lawas, teknisi handal dan pembaca setia blog ini – DV

    aulia

    Baca blog nya mas Donny kadang bikin mikir, kadang bikin ngakak, kadang bikin merenung. Dr a sampe z ada semua disini. Banyak jg yg bisa dikaitkan degan kehidupanku (pada2 wong jawa sing urip nang sydney ustrali).pokoke seru maca blog-e mas Don kiye lah hahahah

    Aulia adalah kawan di Sydney, sama-sama orang Jawa Tengah – DV

    Juliana

    Tanggal 7? Wuow.. Itu bulan lahirku.. :) Awalnya saia tahu blog ini dari googling kata “wagen” yang akhirnya malah melancong kemana mana dan voila, ketemu blog ini.. Ternyata yang punya orang Indonesia dan Jawa pula.. :) Membaca blog ini seperti membuka satu pemikiran baru atau ngangsu kaweruh via online.. Beruntung tulisan saia pernah ada di blog ini.. :) Pokoke Celamad Ulang Tahun untuk blognya mas Donny.. Jaya di udara.. :) * umur pitung taun ki we mlebu SD brarti :)

    Suatu waktu aku menerima email terkait permintaan si pengirim untuk ditampilkan tulisannya di blogku ini. Sekali dikirim, aku mengkritiknya, lalu ia menulis ulang dan hasilnya kutayangkan. Aku semata tak melihat hasilnya tapi juga niatnya. Niat adalah jawara! – DV

    didi nugrahadi

    Selamat ulang tujuh tahun untuk blog om Donny. Hanya sedikit warga negara Indonesia yang punya ketekunan dan telaten menulis di blog. Salah satu diantaranya adalah Donny Verdian. Dan terima kasih banget saya sempat hadir di blog-mu sebagai nara sumber. Salam hangat dari langsat. :)

    Didi Nugrahadi adalah salah satu dedengkot online. Ia salah satu pendiri situs berita keren, DetikCom. Pernah memimpin di SalingSilang dan kini aktif di Beritagar. Pernah kuinterview, dan hasilnya kutulis di sini.

    @dindasays

    testimoni sebuah blog dalam rangka merayakan ulang tahun blog tersebut..iki apik..ono blog di ulang tahuni..hihi..jadi gini..sebagai seorang pembaca buku fiksi/fiksi ilmiah,komik, brosur, baliho dan informasi di kardus bungkus obat (iya, saya baca semua sampe detil-detilnya)..dan akhir-akhir ini sangat kehabisan waktu untuk membaca..maka mampir ke blog-nya mas Donny Bathuk di sela-sela jam kantor dan jam istirahat adalah sebuah berkah…kenapa ? karena baca blognya mas Donny tuh kayak baca buku fiksi tapi nyata…*embuh yo nek ono sing ndolop :p * gaya bercerita, istilah-istilah yang dipakai tuh sangat manusia..apa adanya..dan seakan-akan saya sendiri yang mengalami kejadian tersebut…pas cerita sedih ya ikut mbrambangi, pas cerita seneng ya ikut senyum-senyum sendiri, cerita lucu yo melu ngakak…jadi gak perlu waktu khusus untuk membacanya, engga juga harus sampe selesai seperti baca buku yang kalo belum selesai belum di tutup…sekali lagi..ini blog jadi berkah dalam memenuhi hasrat membaca saya..demi sebuah pengetahuan apa aja yg sedang hits..oiya topik-topik yang dipilih juga menarik, berani dan berpotensi :P Tapi saya engga menyarankan blog ini menjadi buku…apalagi jadi film…biarlah blog tetap blog..online..sewajarnya blog itu ditempatkan..kenapa ? karena mungkin akan banyak yg kecewa kalo melihat asli-nya Mas Donny jika personifikasi Mas Donny itu terlihat nyata dalam film :P *piss mas..piss* HPPY BRTHDY donnyverdian.net .. tetap kritis dan bercerita…banyak kata-katamu disini yang masuk ke alam bawah sadarku…terima kasih telah berbagi banyak cerita :) GBU

    Kawan lama sekali! Kenal sejak baru hendak pacaran dengan Ari Wulu hingga ia menikah! Dinda ini salah satu dedengkot radio Geronimo FM, radio kesohor dan melegenda di Jogja! – DV

    halim

    Blog teman lama dari jaman ‘ra enak’ sampai sekarang ‘yo tetep ra enak ;), kritis, kadang lucu, kadang ‘nggapleki’ tapi cerdas! Selamat ulang taon blognya mas Donny Bathuk, terus mencerdaskan dengan cara ‘nggapleki’…grrrrrr \m/ !

    Kawan lama sepermainan sejak awal-awal mengenal internet, sekitar medio 90an silam – DV

    umenumen

    Yang punya blog-nya kadang ngeselin, tapi sering bikin ketawa juga. Sama kayak isi blog-nya, menggelitik, nyentil, nendang, menghibur dan kadang bermanfaat. Hahaha.. Selamat ulang tahun ke-7 DonnyVerdian.Net! Stay awesome..

    Aku nggak tahu apakah dia itu buzzer atau bukan, tapi aku lebih suka menyebutnya sebagai seorang penggiat online. Pernah bertemu sekali saat kopdar di Jakarta, Juli 2012 silam. – DV

    Amril Taufik Gobel

    Selamat Ulangtahun ketujuh untuk Blog Mas Donny. Adalah tidak mudah memang merawat konsistensi mengisi konten blog secara periodik. Dibutuhkan passion yang tinggi dan tentu waktu luang yang memadai ditengah kesibukan yang kian padat, sembari pada saat yang sama tetap menjaga ritme “mood” menulis dengan baik (dan itu, menurut saya, cukup susah ditengah godaan aplikasi sosial media lain yang memiliki tingkat interaksi yang lebih intens :) ). Mas Donny berhasil melaluinya dengan baik dengan menghasilkan konten tulisan yang aktual, renyah, menggelitik dan nikmat dibaca. Saya menyukai gaya penulisan mas Donny yang lugas dan kritis. Sukses buat mas Donny, salam buat keluarga. Keep blogging, keep shining !

    Bro Amril adalah blogger senior nan kesohor. Aktif dalam beberapa organisasi blog. Saat Pilpres kami satu suara hehehe – DV

    Kalipengging

    2 hal yang membuat saya tertarik untuk mulai mengikuti blognya Donny ini,tampang dan konten. Tentu bukan karena tampang yang ganteng yang menjadi alasan pertama, tapi karena tampangnya gak nyambung dengan isi blognya. Tampang Rambo Konten Rinto kalau anak dulu bilang. Tentang kontennya sendiri sih biasa aja, gak ada yg istimewa.Topiknya juga remeh temeh dan kadang gak penting, sampai saya kadang heran apakah Donny ini terlalu banyak waktu luang untuk dibuang. Tapi,ada tapinya. Di jaman dimana pencitraan (dan advertorial) ada dimana-mana, tulisan-tulisan Donny terasa jujur dan jernih. Membaca tulisannya banyak membuat saya memikirkan lagi hal-hal yang sebelumnya saya anggap remeh.Tulisan-tulisannya sering menyadarkan saya bahwa hal-hal kecil juga ada karena suatu alasan. Saya belum bosan membaca blog ini,semoga empunya blog ini juga belum bosan bayar domain. Terima kasih Donny.

    Kawan baru! Dilihat dari blog dan sekilas dari lini masanya di Twitter, sepertinya aku menyesal kenapa aku tak mengenalnya sejak lama – DV

    Valens Riyadi

    Tetaplah menulis, Don, meskipun tidak banyak yang baca. :) Siapa tahu suatu saat bisa jadi kenangan yang menarik untuk dibaca.

    Valens itu guru hidupku! Serangkaian tulisan penuh tak kan mampu mengulas jasa baiknya dalam kehidupanku. Dia adalah mantan bos, mantan kolega tapi kami tak pernah menaruh kata ‘mantan’ pada teman, karena ia salah satu teman sejatiku! – DV

    Tina Latief

    Hi mas Donny.. Selamat hari jadi blog-nya yang ke-7 yah. Tina baru tau, rupanya mas Don sudah lama sekali ngeblognya. Maklum, Tina belum lama ngeblognya. Kenal blog ini saja mungkin belum genap 2 tahun… Ngomong-ngomong, aku berterimakasih banget sama blog ini karena dari sini aku jadi kenal mas Donny (meski mulanya pake dibully :D hihihi). Kalau ngga ada blog ini, mungkin sampai hari ini aku ngga akan kenal mas Donny. Pertama kali singgah ke blog ini, tulisan yang pertama kali aku baca berjudul Warna Langit yang Sebenarnya -salah satu kategori tulisan yang aku suka, karena pada dasarnya aku suka jenis tulisan berisi pengalaman. Makin ke sini makin banyak tulisan mas Don yang aku baca. Ngga melulu dari yang terbaru, bahkan mulai dari tahun yang sudah usang seperti tahun 2009,2007 pun aku baca. Dari aktivitas ini aku jadi hapal, Mas Don kalau menulis ya seperti ini… Mas Don memang benar-benar menulis, bukan sekedar posting gambar di blog. Letak kekuatan postingan itu ada di tulisan, bukan di foto atau gambar. Apakah ini salah satu ciri khas blogger senior? mungkin iya. Yang jelas,blog ini punya ciri khas sendiri. Ciri yang memang ngga dimiliki Donny Donny lain hehe.. Salam mas Donny :)

    Kawan baru! – DV

    demityang2an

    blog ini sakjane lebih mirip toilet…. Iya, toilet tempat membuang hajat pemiliknya. Dimana pemiliknya bisa mak proottt mengeluarkan idenya yg sudah munthup-munthup di kepala. atau mak seerrrr ngalir,.. seperti banyu uyuh, atau mak crit… manakala sedang masturbasi otak. orang yang sehat dicirikan rutin melepaskan hajatnya di toilet, nah blog inipun begitu adanya. kewarasan dan ketidakwarasan selalu mengalir disini. dan layaknya toilet, kadang inspirasi juga datang dari situ.

    Bisa digolongkan sebagai kawan baru meski sudah beredar sejak lama. Kami semakin dekat justru ketika aku sudah berdomisili di Australia – DV

    Si Mas Ganteng aka M Fahmi Aulia

    tulisan2nya mz DV77 ini seringkali tidak terduga serta menarik untuk dijadikan renungan meski akhirnya hanya bisa jadi lamunan. hanya saja saya ndak suka dengan artikel2 wawancara. entah kenapa, ndak cocog dg jiwa dan tulisan2 mz DV77. IMO sih. tetap berkarya,mz DV77 meski saya seringnya mampir tapi jarang ngasih komen, hahahha

    Kawan baru! – DV

    Ray

    byuhhh 7th kan yang ini, sama yg lama ya dah 2x nya lebih :P seiring berjalan waktu, berubah pula apa yang di postingkan, tapi aku salut, kamu tetap konsisten untuk menulis. selamat yaaaa…. :D

    Kawan lama sekali! Sejak ngeblog awal-awal 2002 yang lalu, Ray adalah kawan dekat yang setia. Ada cerita menarik tentangnya dalam kaitannya denganku. Ia adalah orang pertama yang menuliskan komentar di tulisanku. Selama beberapa tahun awal menulis aku mengharamkan adanya commenting system. Sekalinya aku mencoba menginstall commenting system, Ray/Astho langsung menulis komentar dan buru-buru ku-uninstall lagi hahahaha! – DV

    Lala Purwono

    Selalu suka gaya tulisan Donny yang lugas dan apa adanya. Lama nggak ngikutin sejak jarang ngeblog lagi, tapi sejak rame-rame pilpres kemarin, ketika Donny jadi seleblog yang tulisannya di-share ke penjuru facebook, langsung kangen baca-baca tulisannya lagi. Mulai deh baca-baca. Dari soal pilpres sama anjing yang berpulang, gaya ceritanya tetep asyik. Tetep Donny banget! 7 tahun ya, Don? Selamat ya! Kamu keren, ih :)

    Lala penulis asik dan dulunya blogger yang cukup aktif! Kami pernah berada pada satu buku kompilasi tulisan tentang sosok Papa. – DV

    Ria

    PEDES!! Itu satu kata yang langsung terlintas jika ditanya mengenai pendapatku mengenai blog ya Mas Don. Kalo kamu tau cabe rawit ya mirip2 lah *dalam artian yang baik ya* Banyak banget filosofi dan pendapat-pendapat yang aku bingung kok bisa-bisanya yang punya blog mikir dengan cara yang unik. Kalau kita berfikir jalan lewat pintu Mas Don kerap menunjukkan sesekali lewat jendela juga asyik kok hehehehe… Selamat ulang tahun donnyverdian.net, keep inspiring me!

    Kawan baru tapi aku selalu mengingat Ria sebagai orang yang tak kusangka menelpon ketika aku sedang dirundung duka karena Papa meninggal April 2011 silam – DV

    Ollie

    Ngeblog selama 7 tahun itu nggak gampang loh! Salut untuk komitmen donnyverdian.net memeriahkan dunia Blogging Indonesia :D Senang bisa berkontribusi jadi guest blogger di blog ini. Congratulations!

    Ollie adalah penulis dan penggiat usaha yang kebanyakan online yang makin hari makin punya nama! Sebagai pemilik blog ini aku bangga ia pernah bersedia menulis tulisan yang mungkin satu-satunya yang kuperbolehkan menggunakan bahasa Inggris. – DV

    arie mega

    Konsisten yaaa. 7 taun dan tetep ngeblog. Tetep gini ajah gak perlu jualan buku kayak lapak sebelah. Kalok sampe juwalan ketampananmu berkurang….

    Kawan lumayan baru yang langsung akrab. Kenal pertama kali saat perkara Multiply dulu. – DV

    Arsyad Iriansyah
    Membaca tulisan DonnyVerdian.net itu seperti membaca sebuah pemikiran yang berlapis-lapis, berliku-liku dan berlabirin. Bahasanya renyah dan mudah dipahami apalagi disetiap tulisannya selalu meninggalkan pesan untuk para pembaca. Saya doakan semoga blog ini akan terus memberikan kabar yang renyah dan Om Donny sehat selalu ya!
    Memeth Meong

    walau daku udah move on dari blogging dan sudah kaffah sbg blogger (karena kawin sama sesama blogger, hahaha) tapi kehadiran orang semacam mas DV ini perlu utk mengingatkan rasanya ngeblog hihihi. aku suka baca postingannya yg jujur apa adanya, terutama topik jogja. seperti waktu dia mewawancarai beberapa tokoh jogja, ga bakal nemu di media mainstream. tulisan-tulisan mas DV ini begitu intim, asyik, bikin keder dan minder. apalagi kalau belum ketemu langsung, kesannya galak dan nyeleb banget, hahaha

    Memeth menurutku adalah mantan seleb blog yang bertransformasi secara mulus ke twitter. Pernah bertemu sekali di Jogja pada Juli 2012 silam bersama Herman Saksono dan Dian Paramita – DV

    Helda Sihombing

    Happy anniv ke-7 untuk blog DonnyVerdian.net, Om DV! Aku adalah salah satu pembaca yg jarang komentar dan datang kalau ingat (apalagi semenjak tidak ada Google Reader), tapi sekalinya berkunjung bisa beberapa halaman aku buka untuk baca yg belum aku baca. Aku suka tulisan Om DV krn berani menuliskan dg sudut pandangnya dan penuturan yg bersemangat. Tetap semangat! ;)

    Kawan baru – DV

    In Nugroho

    Selamat berulangtahun ketujuh Mas DV dalam ngeblog. Langsung saja ya. Menurut saya, blog Mas DV itu jujur, apa adanya, tak suka sibuk dengan bungkus, dan tak segan melabrak pikiran yang cenderung tertutup dan miskin imajinasi. Blog DV sepertinya bermadah bahwa damai di bumi dan damai di hati sesungguhnya terjadi ketika anak semua bangsa berdiri dengan kaki-kaki kejujuran. Terima kasih sudah memberiku gizi kehidupan, Mas. Salam Coklat :)

    Seorang imam Jesuit. Kenal karena dikenalkan oleh Paklik Bloentank Poer. Suatu waktu di musim semi 2013 kami bertemu dua jam-an lamanya. Hingga kini, itulah satu-satunya pertemuan dengannya. Dua jam tak cukup untuk membendung kemeriahan kami dalam bersua! – DV

    Didut

    Aku lupa kapan aku mengenal blog ini atau nama Donny Verdian. Tapi sepertinya sejak kasus dengan Multiply mencuat dan feed dari blog ini masuk dalam list feedku. Mas Donny adalah salah satu blogger dalam list feedku yang postingannya selalu konsisten update. Walau aku tidak selalu setuju dengan pendapat seorang Donny Verdian akan tetapi paling tidak post-post di dalam blog ini dapat membuat sebuah pertanyaan yang biasanya selalu saya hindari. 7 tahun ngeblog bukanlah waktu yang pendek. Selamat bertambah usia donnyverdian.net dan teruslah merangkai kata.

    Kawan baru! Aku pernah merasa sangat tak enak dengannya karena ia mengundangku untuk bicara dalam forum penggiat online yang ia kelola di Semarang. Pagi hari sebelum acara dijadwalkan, Odilia, anak sulungku, demam tinggi di Jogja yang membuat aku harus membatalkan semuanya! – DV

    Yanuar Nugroho

    Blog Donny ini unik. Provokatif, ‘witty’, dan juga kadang ngawur. Wis pokoke ‘sak karepe dhewe’ lah. Tapi justru ini yang menarik mengikuti blog ini – karena justru ini pemikiran orisinil, tidak terkooptasi sana-sini. Sugeng tanggap warsa blog-mu, yo dab!

    Kawan baru, seorang cendekia. Pernah bekerja di Inggris beberapa lama hingga pemerintah Indonesia menariknya pulang pada sekitar paruh akhir pemerintahan Yudhoyono – DV

    yessy muchtar

    Blog ini suatu contoh pasti perasaan galau dan perasaan gak pentingnya perempuan (saya) Tentang membenci orangnya, tapi mencintai tulisannya.

    Yessy kawan lama. Blogger yang pernah sangat aktif dan terkenal karena untaian katanya yang indah! – DV

    Bukik

    Berkunjung ke blognya Donny itu seperti ajakan untuk menjelajah gurun pasir. Saya merasakan banyak sengatan panas dan sentilan tajam yang membuat saya terpontang-panting. Bahkan beberapa kali karena begitu ekstrimnya, saya merasa ditelanjangi, diungkap sisi diri yang membuat malu. Tapi pada ujung akhirnya, saya berjumpa oase menyejukkan, yang menampilkan permukaan air yang bening untuk berkaca dan memperbaiki diri.

    Bukik ini orang pintar! Hingga kini, ia adalah satu-satunya blogger yang mewawancaraiku lalu memuatnya di blog. Dalam beberapa hal kami berbeda, tapi kami saling menghormati. Satu hal yang pernah sama, kami pernah sama-sama berjanji untuk terus ngeblog, tapi mungkin saat ini beliau sedang sibuk sehingga janji itu perlu di-pause sementara waktu. Ia pernah pula kuwawancarai di sini – DV

    ratri

    Aaawww blog ini udah 7 taun ajjaaa??? Hebaaatt memang blogger influental yg satu ini! Walaupun aku sendiri baru subscribe sekitar 2 taun belakangan, tapi lumayan tulisan2 yg suka nongol dari email notifikasi jam 2 pagi ini bisa menghibur dan kadang bikin manggut2 masygul. Congrats yaaa blog nya (kalo anak menungso sih) udah masuk SD… Keep on writing, mas ganteng! Semoga kita bisa ketemu lagi, berhosiip lagiii dan suatu saat kamu menulis tentang akuh gitu hihihihi :3 Calam metal! \k/

    Kalau Bukik adalah satu-satunya blogger yang pernah mewawancaraiku, Ratri atau Chibi adalah jurnalis yang kukenal karena ia mewawancaraiku saat kasus Multiply silam. Kami jadi akrab karena kami punya grup musik favorit yang sama, KOIL! Pernah bertemu di Jakarta pada Juli 2012, jauh-jauh dari Bandung membawakan makanan kesukaanku – DV

    Dewa Bantal

    Ya ampun GIF’e raimu kui lho… gak kurang jijay tah? Singkat saja ya, Donny yang dulu ketemu dari jogja, sudah kelihatan kalo dia itu extrovert, dominan, ngototan dan ga mau kalah. Orangnya juga ulet, terlihat dari karyanya selama di Jogja sampai sekarang di Australia. Keren sih, bisa se”tenar” sekarang, yang kuanggap itu memang ambisinya dari dulu “Pengen ngetop” – yah, paling tidak ngetop dalam prestasinya, bukan atas sensasi yang ga jelas. Blognya pun mengalami banyak perubahan… templatenya. Tapi isinya, entah buat yang lain, tapi cara penulisan, dan topik2 yang ditulis, dari jaman asu rak enak sampe enak enak enak, tetap sama. Menurutku sih bagus ya, perubahan itu baik, tapi yang sudah baik ya ndak perlu dirubah rubah, kecuali bisa lebih baik lagi. Justru karena ke-konsistenannya, blog orang ini juga tetap konsisten saya baca (baca2 sebulan sekali juga bisa dianggap konsisten lho). Tulisan si Donny itu kebanyakan melihat hal yang biasa dari sudut pandang yang ngga biasa, dan kalo isengnya keluar, kontroversinya jadi luar biasa. Walau gaya penulisan dan bahasanya ngga berubah, satu hal yang pasti semakin bertambah… narsisnya dan keras kepalanya. Apalagi waktu kampanye kemarin, haduh.. ga kalah noraknya sama pendukung kubu sebelah. Tapi yah… yang penting hatinya tulus dan berbelas kasihan sama sesamanya manusia, lho? Wes, gitu wae sebelum ngalor ngidul rak karoan. Puas?

    Aley/Oka/Asoka adalah orang yang aku bingung hendak memanggilnya sebagai apa. Tapi sebagai siapa, ia adalah kawan sangat lama, kenal sejak 2002 karena sama-sama ngeblog! Kini ia berdomisili di Amerika dan sempat ‘mengudara lagi’ dalam blog DewaBantal meski tak lama – DV

    Chandra

    Blog Donny Verdian, blog yg isi tulisannya serius dan lucu (Halo Tunggonono!). Ditulis apa adanya, terus terang dan blak-blakan. Apa saja bisa jadi tulisan di tangan Donny. Saya pribadi dapat banyak info baru dari blog ini. Dari tulisannya bisa ketahuan kalo si empunya blog adalah family guy asal jogja yang tinggal di Australia tapi masih cinta dan peduli jogja dan Indonesia. Salah satu penggemar majalah Tempo dan U2 yang rada-rada narsis. :) Salut sama Donny, semangat nulisnya ngga pernah kendor, 7 tahun bukan waktu yang sebentar loh buat memelihara blog. Lanjutkan terus, Don! Kalo bisa sampe Odi dan Elo punya anak :) Cheers

    Chandra ini teman lama. Ia kukenal saat aku mulai mempersiapkan kepindahanku ke Sydney. Ia tinggal di Sydney – DV

    Riris Ernaeni

    Aku suka banget dengan gaya nulis Donny yang lepas, bebas, ringan tanpa beban. Seperti orang yang ingin menunjukkan bahwa dirinya ga mau dikekang dengan banyak pakem. Meski begitu tulisannya tetap berbobot. Yang aku salut dari Donny, meskipun sibuk dengan perannya baik sebagai pekerja kantor, suami, juga bapak namun tetap setia menulis..menulis..dan menulis. Setiap peristiwa di tanah air juga internasional tidak lepas dari pantauannya lalu dibadikannya dalam tulisan yang ciamik serta turut mencerdaskan pembacanya. Oh iya…salam buat Tunggonono ya? Asistenmu yang setia :) aku suka cerita tentang Tunggonono.

    Riris adalah pembaca lama, pernah menulis di artikel di sini – DV

    Christine WK
    Suwun ya mas, ak newbie di blog ini. Aku suka baca, tapi terkadang ngga ngerti isinya. Pertama kali baca, pura puranya ngerti aja. Trus klo ada jeda, dibaca baca lagi. Heheheee.. lama2 ngerti juga. Tapi tetep belum bisa baca semuanya. Nambah ilmu, tapi ngga tau ilmu apaan namanya. Menghibur? ngga lahh krn bukan komik hahahaa… Udah ya mas testimoninya, soalnya aku ngga pinter nulis. Wes pokoknya blog ini musti terus ada. Blog ini belum bagus banget, karena klo udah bagus banget trus kelar dong blog ini. Sukses selalu. Berkah Dalem.
    Silly

    Hallo kak Donny, happy birthday buat blog nya yang ke 7. It’s an honor to know such a nice person like you, meski terkadang suka nyerang2 pekerja online social media seperti aku, tapi aku tau kamu bermaksud baik, berhati baik. Suka sekali postingan2anmu terutama yang berhubungan dengan anak dan keluarga, tentang kedekatan dengan sang pencipta dan tentang persahabatan. Semoga bisa terus jadi sahabat yang baik, dan kelak, bisa bikin sesuatu bersama, untuk negeri tercinta, Indonesia. Regards, Silly

    Aku dan Silly pernah bekerja sama meski sebentar di awal pembentukan Blood For Life, 2009 dulu. Namanya semakin terkenal karena ia adalah pejuang sosial berbasis dunia maya. Sayang, aku mengenalnya setelah aku pindah ke Australia. Kalau aku masih ada di Indonesia tentu ada banyak hal yang bisa kami kerjakan bersama! – DV

    Wassy Hallendra

    Aku mulai kenal blog ini sekitar akhir 2010. Bermula dari kawan yang bertanya “Apa benar salah satu pendiri Citraweb itu ada yang kuliah di UKDW?” Semula aku hanya tahu kalau salah satu pendirinya itu lulusan salah satu universitas di Bandung. Singkat cerita, Google jadi andalan terakhir dan ketemulah nama Donny Verdian beserta portfolio (waktu itu masih pake alamat donnyverdian.com), flickr, twitter dan tentu saja blognya yang tahun ini berusia 7 tahun. Salah satu penilaianku tentang blog ini adalah konsistensinya. Konsisten dalam hal menulis dan penerbitan. Secara teknis tidak tanggung-tanggung pula perawatannya. Mulai dari pemilihan penyedia layanan sewa server hingga urusan design blog yang memang sudah jadi keahliannya. Sampai katanya ada yang kepo untuk ngeblog itu dapat bayaran berapa kok mau-maunya ngeluarin duit cuma buat ngeblog :D. Lanjut ke isi, aku bertanya ke diriku sendiri tulisan mana saja yang berkesan. Susah ternyata memilihnya hehehe… Tapi karena aku mesti memilih, aku pilih 2 judul (salam 2 judul hehehe…). Dua judul itu adalah “So, kamu cina, aku jawa? So what?” dan “Being slashie”. Selain menulis opini aktual, blog ini juga mengajak kita untuk bersosialisasi melalui tulisan dengan memberikan tempat khusus bagi pembaca untuk bisa menjadi penulis tamu. Sama seperti sekarang ini di mana pembaca boleh memberikan testimoni, sehingga tercipta sosialisasi antara penulis dengan pembaca. Oyaa…aku ingat dulu ada kategori ‘Nirmana’. Waktu itu aku bertanya-tanya apa arti Nirmana karena baru pertama ketemu kata Nirmana di blog ini, kemudian berangkat dari pemberian nama kategori Nirmana, aku menilai bahwa blog ini seolah memiliki jiwa. Jiwa yang membawa keunikan dibanding blog yang lain. Terakhir, harapan untuk blog dan pemiliknya, semoga tetap konsisten ngeblog, ngeblog dan ngeblog !! :)

    Wassy adalah adik kelas di SMA Kolese De Britto yang sekaligus adik dari dua orang kawanku yang juga adalah kakak-adik. Nah bingung kan? Jadi aku punya teman kuliah, Welly namanya! Welly punya adik selisih dua tahun angkatan, Wempy namanya! Dua-duanya kawan lamaku. Setelah pindah ke Australia dan blogku semakin punya nama, tiba-tiba ada Wassy yang tak lain adik dari Welly dan Wempy! Pernah bertemu secara tak sengaja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Desember 2013 silam – DV

    Damar Juniarto

    Siapa gak kenal @dv77 akun dari blogger yang keren bernama Donny Verdian? Saya. Iya, meski sama-sama dari Yogya, sama-sama anak kolese, sama-sama blogger, sama-sama Jokower, kenalnya saya dan Donny ya sebatas online. Kenal kenal mention. Aslinya gak pernah ketemu. Tapi andaipun bisa bertemu saya berharap orangnya gak jauh beda dari penampilannya di online: narsis mung kritis. Pertahankan ngeblogmu Don, dunia butuh orang narsis dan kritis macam kamu! Serius! :-)

    Kawan baru, seorang aktivis dunia maya – DV

    rudicahyo

    Halo… Ehm… membaca blog Mas Donny Verdian itu seperti dapat siramah inspirasi dari kesederhanaan cerita. Tapi bukan berarti isi ceritanya sederhana lho. Cerita-cerita yang ditulis Mas Donny, menurut saya adalah pengalaman yang dahsyat. Setiap kali membaca tulisan Mas Donny, rasanya seperti ikut masuk di dalamnya. Kita bisa merasakan isi dan tentu saja mengambil hikmahnya. Terimakasih Mas Donny, terimakasih donnyverdian.net Selamat ulang tahun, donnyverdian.net Semoga tambah seru dan memberi inspirasi. Terus menulis, Mas Don Salam @rudicahyo

    Seorang yang mengarungi dunia keilmuan psikologi. Mengenalnya lewat Bukik – DV

    Hamid

    Apa ya? Pokoke Donny Verdian dan blog e Donny Verdian dot net itu njancuki. Nyebahi ndonya, dan ya begitulah pokoke, kalau suruh nulis 200 kata buat testimuni, saya paling akan buka google translate dan menuliskan menyebalkan dalam semua bahasa yang google bisa. Tapi intinya, DV dan blognya itu seperti wake up call yang kita pesan ketika di Hotel. Menyebalkan, tapi semacam dibutuhkan. :)

    Hamid adalah penggiat online dari Jogja. Dalam banyak hal kami sependapat meski dalam beberapa lainnya kami bersebelahan bahkan kadang berseberangan. Pernah menjadi penulis tamu di tulisan ini – DV

    Iqbal Khan

    Blog ini keren dengan tulisan DV idola ane yang beda dengan tulisan menye menye ala blogger saat ini. Harapan ane sih akan terus update dan mungkin masukan buat ane sih yang temanya politik dikurangin :mrgreen: , karena nek ane pribadi sih lebih seneng baca tulisan DV diluar itu terutama hal hal selama di negara sebrang parang tritis sana :mrgreen: Sukses buat blog nya, sukses buat DV salam dari jogja salam dari indonesia@yandex.com saingan :mrgreen:

    Iqbal adalah penggiat online kesohor dari Jogja. Kiprahnya melalui Ngonoo.com sangat mengemuka akhir-akhir ini. – DV

    fekhi

    DV punya blog, aku juga punya. Blog DV bagus, blog aku juga. Bedanya… DV konsisten memuktahirkan blog, aku tidak :D Dan itu yang aku salut darimu. Selamat ultah blog yang ke-7 (eh… benar gak ya begitu hehe…) semoga makin jaya di jagad maya pun terkenal di dunia nyata hehehe…

    Fekhi adalah kawan lama. Bersama seorang lain aku pernah menulis buku dengannya, Biji Sesawi di Rerumputan judulnya. Kamu bisa menemukannya dan membelinya di sini – DV

    dabgenthong

    Blog yg konsisten. Bahasa sekenanya, tp benar2 mengena. Tinggal diteruske. eh, blog ki iso diwariske ra yo? hahaha. sukses daaab!

    Penggiat film indie dari Jogja. Kawan baru tapi sama-sama lulusan SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Pernah kutulis hasil interview-ku dengannya di sini – DV

    Leo Hendy Lee

    Hi Don, Selamat ulang taon buat blog kamu, semoga tulisannya tetap idealis dan berkarater serta mampu memberikan pandangan2 yang berbeda. Harapannya, semoga Kamu selalu diberikan sehat agar tetap dapat menulis :) Tetap semangat, hidup VLP!

    Leo kawan lama di Jogja yang lalu akrab kembali karena kami sama-sama tinggal di Sydney – DV

    kvncvng
    Salam Kenal Mas DV. Ini postingan pertama saya di blog njenengan.. ( sering baca, tp belum pernah komen-komen :D ) Saya bukan seorang blogger.. Selalu tertarik untuk mencobanya, walau ternyata agak sulit untuk merangkai kata demi kata, menjadi kalimat dan paragraf yang saling sambung agar bisa menarik untuk dibaca.. Membaca blog mas DV membuat saya tersadarkan kembali bahwa blog itu menarik (setidaknya menarik untuk dibaca, dan dihayati tiap kontennya). Sebagai blogger senior (menurut beberapa sumber yg saya baca), tentu langkah-langkah mas DV dalam mempertahankan blog-nya cukup kreatif dan efektif.. Contoh sederhananya, mas DV menyambungkan / menggabungkan blog dengan twitter. “Old post” blog dari Mas DV selalu ter-twit ulang secara periodik. Ini tentu memudahkan para followers untuk menemukan tulisan lama (old post) dari blog Mas DV yang belum sempat dibaca. Satu lagi adalah strategi Mas DV menjadwalkan tulisan baru tiap senin dan kamis (kalau tidak salah). Ini juga sangat kreatif dan efektif, selain lebih ter-manage untuk ngeblog juga memudahkan para pembaca untuk menenggok postingan baru di blog Mas DV. Ah, saya terlalu amatir untuk bertestimoni disini, tapi gatel juga testisnya.. Jadilah testismoni ini :(( Well, HPPY BRTHDY DNNYVRDN K-7.. Semakin menarik, menghibur, dan memotivasi para blogger pemula, dan semua pembaca. *salam* -kvncvng-
    Irene

    Enggak terasa donnyverdian.net sudah berusia 7 tahun. Congratulations untuk Mas Donny! Salah satu blog (dan blogger) favoritku, aku salut dengan Mas Donny karena selalu berhasil mengangkat topik-topik yang menarik dan up-to-date dengan cara yang unik dan menggelitik. Semoga akan eksis terus sehingga berusia 70 tahun (amieenn). Salam olahraga dari Toronto, Kanada :) — Irene

    Irene adalah blogger lama yang pernah sangat kukagumi karena tulisannya yang unik dan membumi! Pernah menyumbangkan satu tulisannya di sini – DV

    Inunk Nastiti
    Ndak tahu kenapa, aku suka sama blog ini. Apa karena blog ini keren? Ndak tuh. Asyik? Ndak juga. Puitis? Blassss.. hehe. Yang jelas aku mengenal blog ini pada saat tampilannya masih biasa bingit dan bukan kaya tampilan sekarang. Pemikiran Mas DV yang tertuang dalam setiap tulisan di blog ini yang aku suka. Sudut pandang yang dibahas kadang tak terduga. Dibilang bagus juga enggak. Unik, mungkin itu yang tepat. Apalagi ditulis dengan gayanya santai dan sangat “Jawa”; Renyah dan mak krenyes. Blog ini berisi banyak manfaat. Tulisan di dalamnya sering membuka pemikiranku (mungkin juga pembaca lainnya) dan juga menambah wawasan. Tulisan di blog dan di FB juga mirip. Karakter blog ini memang sangat DV (walaupun aku belum pernah ketemu Mas DV secara langsung). Berbeda dengan kebanyakan blogger yang mengisi blognya dengan tulisan sampah. Sepertinya semangat Mas DV ngeblog bukan untuk cari duit, tapi memang untuk berbagi. Kalau benar seperti itu, semangat inilah yang sekarang juga aku terapkan. Aku ngeblog juga bukan untuk nyari duit semata. Mas DV, blogmu sudah banyak memberiku inspirasi dan wawasan. Selamat berkarya dan selamat berbagi. Terima kasih atas inspirasi ini.
    indobrad

    Sebagian orang menjadi fanatik karena memahami kulit luar ajarannya saja,sehingga yang muncul adalah anarki atas nama agama. Namun Donny memahami dan menjalani keyakinannya dengan cukup baik sehingga militansinya terhadap Gereja dan Negara memiliki otoritas tersendiri. Tampil dengan tulisan ceplas-ceplos cenderung kasar (sudah sering saya benci dia setengah mati), berinteraksi dengan Donny bagaikan minum jamu pahit. Namun daya kesembuhan jamu itu akhirnya membuat saya paham: Donny sejatinya kawan sejati.

    Aku lebih banyak tak sepahamnya dengan si Brad ini. Tapi dari cara kami tetap berhubungan meski tak sepaham, aku tahu sejatinya ia kawan yang baik. Ia kawan baru yang sayangnya baru kukenal setelah kupindah ke Australia – DV

    Krismariana

    Aktivitas ngeblogku yang dulu dengan sekarang berubah. Kalau dulu aku rajin mengunjungi beberapa blog, lalu meninggalkan jejak. Sekarang? Blog yang kukunjungi cukup dihitung dengan satu jari. Dari sedikit blog yang kukunjungi itu, salah satunya adalah blognya DV. Alasanku, karena DV rajin posting Senin-Kamis, tulisannya kadang menggelitik dan tampilan blognya ringan. Aku berharap tiga hal tersebut dipertahankan. Nggak muluk-muluk kan permintaanku? :D Oya satu lagi yang kusuka dari blog ini: seingatku di sini nggak pernah ada postingan yang ujung-ujungnya iklan komersil :) Nah, Masbro, selamat mengulangtahuni blogmu ya! Moga-moga blogmu panjang umur, sehat, bagas waras!

    Menik, begitu kumemanggil Krismariana adalah orang yang kukenal sejak awal dekade lalu. Ia mengirimiku email karena terkesan dengan salah satu tulisan di blogku yang sebelum sekarang, donnie.or.id. Pernah bertemu beberapa kali baik ketika masih tinggal di Jogja maupun ketika aku sedang berlibur kembali ke Indonesia. Ia penulis yang menurutku bisa merefleksikan kepribadiannya melalui tulisannya. Tak banyak yang bisa seperti itu, menurutku. – DV

    Abang Edwin SA

    Saya belumlah terlalu lama mengenal blog ini namun pemilik blog ini sudah terkoneksi dengan saya dari puluhan tahun yang lalu, dimana masa prasejarah internet dimulai. Kami berdua adalah dinosaurus yang berhasil survive sampai ke era generasi millenial (dan masing-masing memiliki generasi Z dalam keluarganya). Saya sebut blog ini merupakan kumpulan ekspresi dari seorang Donny Verdian yang meletup-letup namun tetap terjaga struktur berceritanya sehingga walau bagaimanapun juga Anda tidak perlu kuatir jadi tersesat didalamnya. Pandangan-pandangannya dalam blog ini seringkali membuka mata banyak orang bahwa blog itu bukanlah media yang hanya bisa digunakan sebagai kumpulan curhat, reportase, menerima permintaan review dan sebagainya, namun blog adalah tempat merepresentasikan pendapat dan opini kita yang sebebas-bebasnya. Oleh karena itu buat saya memngunjungi dan membaca blog ini seperti bertamasya sekaligus menempa kekritisan berfikir sehingga kita tidak seperti kuda + kacamata kudanya yang hanya melihat sebuah permasalahan hanya dari satu sisi. Terus terang saya ingin sekali mencari celah untuk saya kritisi, namun sulitnya untuk mengkritik maka saya perlu perbandingan, nah gaya bertutur Donny merupakan satu ciri yang membuat blog ini sulit dikritik terlepas dari subjektivitas topik yang dibawakan lho ya. Dan akhir kata, saya berharap agar blog ini bisa tetap ada di bookmark banyak orang bukan karena ingin semua orang jadi bisa bertutur seperti Donny namun bisa menularkan cara kritis Donny dalam tiap topik yang dibawakan serta mengangkat gaya bertutur masing-masing individu. Kira-kira begitu…:-)

    Abang adalah seorang dinosaurus internet indonesia! Aku mengenal namanya bahkan sejak 2001! Ada satu anak buahku di tempat kerjaku dulu di Jogja yang pindah ke media yang dipimpin Abang. Kami akhirnya berkenalan ketika kami pernah sama-sama bekerja untuk Yahoo Indonesia. Ia pernah kuwawancarai di sini – DV

    profijo

    Blog iki masuk 4 teratas yg muncul di history browserku. Setiap berkunjung dan mbaca blog ini gak pernah puas 1 halaman. Mbrengkal2 postingan lawas, tapi tetep seksi. Maklum, aku fans kemarin sore, yg baru mulai nginjen blog ini klo gak salah wektu ono kumpul2 alumni blogger tahun semono kae. Menurutku, ini blog paling konsisten masih ajeg publish tulisan, bahkan di saat salah satu blog (yg masuk 4 besar history browserku) wes suspended.

    Kawan baru! Di tengah makin sedikitnya orang yang menuliskan komentar di blog (yang sebenarnya tak kupedulikan), ia adalah satu dari orang yang cukup konsisten untuk mengomentari setiap tulisan baruku – DV

    ableh

    Saya sebetulnya enggan membaca postingan-postingan ko Donnie krn saya merasa tidak lagi mengenalnya. Bukan krn ko Donnie berubah. Tidak. Sama sekali tidak. Justru krn tidak berubah itulah saya juga tidak mengubah pendirian saya utk tetap tidak membaca. Apakah ko Donnie mengalami kepribadian ganda? Dlm keseharian tentu akrab terdengar kosa misuh (mbak Kopimorning!) macam jembut, asu, sarkem, itil dan lain sebagainya. Tapi itu semua tak ada. Ini yg aneh bagi saya. Mengapa tak ada. Apakah ini pencitraan? Atau jaga jaim? Atau takut saya blokir via Trust+ dan Nawala shg pembaca blog setia yg berbasis di Indonesia takkan bisa membaca? Entahlah. Itu semua hanya ko Donnie yg tau. Di luar itu, ko Donnie tetap idola, pujaan, panutan, guru dan juga murid saya … krn murid adalah juga guru. Salam utk Joice dan semua malaikat-malaikat di rumahmu. Yesus Kristus memberkati dan Bunda Maria mengasihi. Ayo kita nggabro lagi!

    Ableh pernah bekerja sama denganku di media yang dulu kupimpin di Jogja. Ada begitu banyak siang dan malam yang kuhabiskan untuk banyak berdebat dan berdiskusi tentang banyak dengannya. Perkara cinta, cita, bahasa, politik, agama hingga tuhan. Absurd! – DV

    Chitra Verdiana

    Aku sendiri sering denger temen temen ku ternyata ikutan baca blog ini. Kata mereka, “Tulisan mas mu bagus Chit. Rasanya kayak ikut ada di dalam cerita” atau ada yang trus jadi (seolah) dapat pencerahan setelah baca seri Diek dan Stanis.. Ga jarang juga temen ku yang bilang “mas mu tu penulis apa TI sih kok pinter nulis?” Yaah, semuanya bilang blog ini bagus dan mencampuradukkan perasaan mereka saat membaca tulisan tulisan mu mas.. So pesan teman teman ku, terus nulis biar mereka dapat pencerahan dan merasa terus ada dalam cerita.. Ehem semua itu kata temanku.. Bukan aku.. Hehehe

    Chitra? Saudara kandungku satu-satunya! Cari saja di kolom Pencari blog ini menggunakan kata kunci namanya (Chitra/Citra) untuk mengulas sedekat apa hubunganku dengannya! – DV

    Hendra Setiawan
    Walau belum semua tulisan Mas DV saya baca, tapi dengan banyaknya judul yang “menantang” membuat saya terus “addicted” untuk mengikuti tulisan2 lainnya… Nice blog.. Mungkin 2 kata sederhana (dengan makna mendalam) itu yang saya berikan untuk blog-nya Mas DV.. Happy 7th Anniversary for your blog….
    Imelda

    Tidak ada yang bisa kalahkan Donny dalam menulis blog secara rutin/teratur tapi berisi. Ada memang blogger yang bisa menulis hampir setiap hari, tapi cuma copy paste atau hanya foto, tanpa ada kalimat yang merupakan ekspresi pemikiran sang penulis. Donny lain! dan ya menurutku dia memang terlahir sebagai blogger!!! Awalnya aku agak risih membaca tulisannya yang tajam, to the point ditambah seakan ‘sombong’ pada kekatolikannya. Tapi lama kelamaan berteman dengannya hampir 6 tahun, aku pun ikut bangga bahwa mempunyai seorang sahabat blogger seperti Donny yang Katolik. Percaya atau tidak, dia membuatku ikut `sombong` bahwa aku beragama Katolik! Semoga persahabatan melalui blog antara aku dan dia bisa berlangsung terus. Dan aku akan berusaha menuntaskan janjiku padanya bahwa aku akan ngeblog seumur hidup! Tetap sehat kawan… isi blogmu, isi kepalamu, isi hatimu, dan isi badanmu. Kampai! Imelda

    Setelah Bukik untuk sementara ku-pause dalam janji untuk tetap menulis blog bersama, Imelda, kawan lama yang berdomisili di Jepang, adalah rekan yang sama-sama berjanji ngeblog. Janji kami tak main-main, ngeblog sampai mati! Pernah kuwawancarai di sini. Kampai! – DV

    blontankpoer

    blog pribadi, dengan bahasa tutur lugas dan berkarakter, ya punya Donny ini. saya suka membacanya, meski tak semua. yang jelas, setiap senin dan kamis, selalu ada bacaan baru, dan bisa dipastikan memiliki daya kejut tersendiri. apa yang tertulis di blog sama persis dengan kepribadian Donny yang saya kenali, meski baru sekali bersua. senang dipertemukan dengan DV oleh Paman Tyo, kenalan di ranah daring yang lantas akrab di bumi. Don, sebagai cah Klaten, saya iri sama kamu. masih konsisten ngeblog hingga kini. padahal, saya sudah jarang update blog. ada kamu, ada harapan. setidaknya, bikin malu diri jika tak update blog, walau di URL yang berlainan. suwun, Don, wis gelem kekancan karo aku. salam Klaten!!! :)

    Kawan baru tapi rasa lama! Ia berasal satu kampung dengan leluhurku. Aku tak tahu, tapi yakin ada hubungan pertalian darah antaraku dengannya. Maka dari itu, blogger kesohor dari Solo yang juga pengusaha teh racikan sendiri ini kusemati pangkat Paklik. Pernah menulis di sini dan kuwawancarai di sini – DV

    zulhaq

    7 tahun… ibarat punya keturunan, anak yang terlahir sudah memasuki Sekolah Dasar, bukan waktu yang singkat untuk menumbuhkan-kembangkan sesuatu. Bagi saya, bukan soal waktu dan lama umurnya, tetapi konsistensi memberikan perhatian setiap harinya; melawan kesibukan, menolak rasa malas, membunuh semua alasan yang menghambat terwujudnya sebuah karya. Dan itu yang dilakukan oleh Mas Donny terhadap anaknya, donnyverdian.net. Kadang dia menulis dengan paparan yang keras, namun tak jarang juga dengan kelembutan, ya… apapun itu, semua terlahir dari sebuah kejujuran yang anti akan basa basi. Sukses terus.

    Zulhaq adalah blogger lucu yang uniknya ketika menulis di blog ini, tulisannya jadi tak lucu! – DV

    nayarini

    entah bagaimana asal mulanya aku kenal mas dab keren yang satu ini! #modus #biar ditayangin #LOL kaeknya sih nge-link dari pakdhe blontankpoer deh. nyasar ke sini jadi belajar banyak soal ngeblog karena ga seperti pada kampiun blogger, aku dulu pas nemu blog ini masih termasuk newbie di dunia perbloggeran. ga nyesel tentu, dan langsung berlangganan postingan terbaru donk biar bisa langsung tahu kalo ada rilis! selain karena tulisannya yg keren, bermutu, renyah, dan kadang-kadang nyinyirnya #nylekit, haha, juga karena mas dab ini wong jogja asli dan sekarang terdampar di benua kanguru, ngantor di sana, dan hidup bahagia dg keluarganya dan dua anaknya yg unyu-unyu. sementara aku yang asli demak, gede di demak, ibu dari demak dan bapak asli solo, juga sekarang ini terdampar, ngantor dan berkeluarga di inggris! banyaknya kemiripan kisah hidup inilah yang membuatku langsung jatuh hati dengan mas dv, eh salah jatuh hati sama blognya #lalu dikeplak istrinya hahaha… demikian testimoni tentang blog mas dab yang super-keren ini. selamat ULTAH https://superblogger.id!!! hip hip hooorayyyyy…. panjang umur dan tetep keren yaaaaa….

    Di antara rangkaian penulis tamu di blog ini, tulisan Nayarini, seorang ilmuwan Indonesia yang berdiam di Inggris, tentang kawin campur adalah yang paling tinggi ratingnya! – DV

    christin
    Aku seneng baca blognya mas Donny ya tentu saja karena beliau rajin apdet blog dan apdetannya gak cuma berisi iklan atau kuis. Bahasanya nyenengin dan meskipun isinya kadang nyebahi tapi tetep aja ndagel. Secara visual sih blognya kunilai 9/10… nilai plusnya ada di layout yang rapiiihhh (maklum blognya prohremer) dan simple. Gak pake sidebar aneh-aneh, blogroll apalagi banner adsense :p kekurangannya buatku cukup subjektif. Hurufnya kegedean! Hahaha. Mataku yang kanan plus, jadi kalo baca blognya mas Donny harus menjauhkan monitor atau zoom out. Sudah gitu aja. Makasih sudah diberikan kesempatan ngisi testi. Selamat ulang tahun ke 7 ya, blognya mas Donny! Sudah boleh masuk SD ^_^
    Dhedhek

    DV dan postingannya? Kalo anak 80/90 an bilangnya: GOKIL HABIS!!!! Tulisan yang jujur, apa adanya … Kadang2 dalam nulis, DV memilih kata2 yg unpredictable, saru, nyebahi, tapi yo kuwi DV, cah saru dan pagob seko Klaten!! Aku bocahmu Don!!! SYELAMAT ULANG TAHUN! Sa nunggu traktiran beer yak :)

    Kawan lama yang kukenal justru bukan dari dunia online! Kami dulu pernah terlibat aktif bersama dalam kegiatan berdendang di gereja – DV

    Whini

    Saya termasuk orang yang malas blogwalking. Kecuali blog makan-makan sama jalan-jalan, baru rajin ngecek. Nah, nemu blognya Om DV sekian bulan lalu, setelah sebelumnya waton kenal di twitter dan fb. Baca satu-dua postingan, kok apik ya. Sudut pandangnya beda, hipster abis. Hahaha. Njuk nagih :)) Jadi ya, selamat pitung taun ya Om. Nulis terus. Tetep jadi orang baik dan nyenengke. Tetep support Jogja dan seisinya dari jauh. Boleh lho, pulang sini sesekali. Hihi. p.s. Kiriman bijik kanggurunya masih ditunggu dengan sabar.. :D

    Suatu waktu aku pernah membuat sayembara di blog ini berhadiah sebuah bottle opener berbahan baku kantong buah zakar Kangguru! Ia kujadikan sebagai pemenang bukan saja karena ia pernah dinobatkan sebuah media online sebagai salah satu tokoh online Jogja tercantik saja, tapi juga karena komentarnya dalam sayembara itu yang kampiun sekali! – DV

    Bayu

    birnya dibanyakin mas, ojo tulisan terus :))

    Pengusaha tas NOKN yang pernah kuinterview menjanjikanku untuk memberi sebuah tas hasil produksinya secara custom. Kutulis hal ini di sini dan kuanggap sebagai janjimu kepadaku, Bayu! Hahaha… – DV

    Arma Guspia
    Ikut memeriahkan dan selamat atas ulang tahun ke 7 untuk blog Donny Verdian. Pertama kali kenal orangnya waktu ikut Gath Blogger tahun 2004 [Wisma kinasih] Jogja, tetapi mulai membaca BLOG ini baru sekitar tahun 2012an saat dimana saya malah sudah tidak nge-BLOG lagi :D … Tulisan-tulisan Donny kadang membuat saya kangen dan ingin kembali nge-BLOG tapi keterbatasan waktu dan mood urung terjadi #loohkokcurhat Bahasa yaa… bahasa dan gaya penulisan BLOG ini nyaman dibaca termasuk logika berfikir [bro] Donny yang dapat mudah saya terima menjadi make sense untuk di ikuti. Tetap semangat menulis sobat Salam dari Jakarta
    suryaden

    Blognya DV ini blog orang yang rindu dengan kampung halamannya. Dari rasa rindunya itu muncullah postingan-postingan yang cukup menggelitik. Dari sudut pandang yang orisinil yaitu sudut pandang penulisnya sendiri. Jadi ya kalo pengin belajar jujur, baca aja tulisan-tulisan yang menyenangkan di sini, meski kadang mungkin nylekit bagi yang dicubitnya. Shalom, AS

    Blogger dan penggiat online dari sekitar Jogja. Satu yang kuingat dari Suryaden, ketika aku akhirnya tak bisa datang sebagai pembicara di acara yang telah disiapkan Didut (baca beberapa larik di atas tulisan ini untuk mengetahuinya), Suryaden menjadi penggantiku. – DV

    udhien

    Salut Don! Jarang ada orang yang ngeblog sedemikian konsisten di waktu yang lama. Butuh banyak waktu dan effort untuk melakukan hal ini – terutama bagi gw. Patut dilestarikan nih :)

    Udhien adalah blogger pertama yang menelponku terkait dunia perbloggeran sekitar tahun 2002 silam – DV

    Budi Putra

    Donny Verdian adalah satu dari sedikit blogger veteran yang masih konsisten ngeblog. Dan hampir setiap posting yang ia tulis selalu berbasiskan riset ataupun pandangan yang jujur dan tajam. Salut!

    Mas Budi Putra adalah blogger pertama di Indonesia yang menjadikan ngeblog sebagai profesinya. Kiprahnya luar biasa dan aku beruntung pernah menuliskan hasil wawancaraku dengannya di sini – DV

    Sastra Wijaya

    Saya kenal Donny kebetulan karena ada teman di Sydney yang juga ternyata adik kelasnya beberapa tahun di Indonesia. Setelah kenal Donny saya juga baru karena usia yang tidak beda, saya tahu kami juga ditalikan oleh beberapa teman yang pernah sekolah di SMA De Britto, Yogyakarta. Kalau anda baca isi blognya, saya melihat “nada” De Britto sangat kental, karena rada mirip dengan status beberapa teman dari sekolah yang sama. Isinya menurut saya cocok untuk blog,karena dia membahas banyak hal yang mungkin dalam dunia jurnalistik serius seperti yang saya tekuni tidak akan masuk. Namun isinya menurut saya banyak yang unik dan kadang mengajak kita berpikir ulang, sesuatu yang terus terang saja dalam pengalaman saya sebagai wartawan selama 20 tahun terakhir, kadang tidak terpikir. Blog telah memungkinkan orang-orang seperti Donny mencurahkan isi hati dan kepalanya, dan sama berhaknya dengan mereka yang menulis serius, untuk menjadi wacana besar.

    Seorang kawan baru. Ia jurnalis senior yang melalang buana tak hanya di Indonesia tapi juga manca. Pernah bertugas sekian lama di Inggris, sekarang Bung Sastra tinggal di Australia menggawangi media Australia Plus bentukan ABC Network. Beberapa tulisanku pernah nangkring di sana – DV

    Liliana
    Dulu aku pernah rajin menulis blog sampai kenal beberapa teman dari Blogger Family. Tapi setelah pindah kerja, blog aku pun terbengkalai. Saat Facebook mulai populer, aku pun masi tidak meneruskan menulis blog. Saat Ahok dan Jokowi mulai populer lewat DKI-1 dan DKI-2 aku mulai tertarik membaca berita tentang sepak terjang mereka. Politik pun mulai menarik setelah Jokowi maju dan Anies Baswedan seakan menyentak perhatianku saat dia bilang dukung orang baik masuk politik. Apalagi saat lawannya adalah Prabowo yang menyentak banyak orang karena isu HAM di Timtim sampai tahun 1998, belum juga diselesaikan. AKu pun mulai rajin menjelaskan soal isu mobil Esemka sampai soal fitnah Jokowi adalah anak PKI karena aku berasal dari Solo dan mengenal sumber berita dari pelanggan toko orang tua saya (guru-guru) yang melatih siswa-siswa untuk merakit Esemka sampai ke teman orang tua saya yang tetangga Jokowi saat dia di Solo. Jadi aku tahu banyak fitnah bertebaran demi menjatuhkan Jokowi yang tidak mungkin bisa berdiri sendiri kalau tidak didukung orang-orang baik lainnya. Saat membaca-baca itulah aku mulai mengenal blog Donny Verdian (kalo ga salah saat beberapa postingan kampanye sebelum ajakan mendukung kampanye Jokowi di Opera House). Aku semakin tertarik membaca2 dan mulai menulis2 di Facebook tapi hal ini belum bisa menarik aku kembali ke blog lagi. Sampai saat beberapa waktu lalu seorang teman memaksa agar aku kembali ke blog dan beberapa teman2 menyatakan bahwa aku harus menulis lebih banyak lagi yang berarti kembali lagi menulis blog. Tapi itu nanti. Dari saat sebelum kampanye sampai saat ini, satu2nya blog Indonesia yang aku baca adalah blog-nya Donny. Interview yang kamu sajikan menarik dan mampu membuat aku yang tadinya tidak begitu memperhatikan isu kecil jadi mengerti dan tahu ternyata semua hal ada cerita di baliknya. Walaupun aku belum pernah berkomentar (atau sudah?), bila belum, biarlah ini jadi satu komen pertama aku di blog Donny. Sekaligus untuk menyatakan bahwa eksistensi dan memperkenalkan diri aku, bahwa adalah salah satu pembaca blog Donny. Blog masih eksis dan masi banyak orang yang suka membaca blog. Selamat ulang tahun blog Donny verdian yang ke-7. Proficiat!
    Bhatara Ibnu Reza

    Saya mungkin adalah pendatang baru dalam menikmati tulisan Bung Donny di blognya. Selain kami baru saja kenal akan tetapi ada perasaan bahwa kami sama-sama bisa memahami satu sama lain (hehehe terharu biru gak kau bro)… Tulisan-tulisan dalam blog ini merupakan rangkuman sekaligus refleksi dari seorang Donny Verdian terhadap hidupnya dari mulai Klaten hingga saat ini menjadi Pangageng Parentah Sydney di Ndalem Ke-epping-an (semoga bener). Semua perasaa gembira, haru, sedih, gundah gulana, galau mania hingga perasaan-perasaan iseng serta narsis semua campur aduk. Ibaratnya, blog ini membuka semua yang manis, luka sekaligus borok penulisnya dia yang disajikan dengan ciamik dalam tujuh tahun belakangan ini. Hampir semua orang yang mampir dalam hidupnya dia abadikan dalam blog ini termasuk beberapa tulisan lamanya yang katanya secara otomatis akan mak jenggirat jreeng nongol di Facebooknya. Mungkin bagi anda dan handai taulan si Bung Donny merasa terhormat, beruntung, marah, sebe bin kesel atau malah senyum-senyum kecut ketika namanya di sebut dalam satu tulisannya. Yaaah bagi saya inilah dia kekhasannya dalam meramu tulisan meski kadangkala beberapa tulisannya kelewat mengenyek, menggregik dan me-nesu…hoa haak… Baiklah saya harus berhenti disni karena saya tidak mau kemudian ada ekspresi “sak karepmu” dari Bung yang baru saja naik jabatan dikantornya ini. Atau malah di ngungun.”Eh bung sampeyan kok tahu ya”. Yang jelas saya harus banyak belajar darinya yang terus menulis, menulis dan menulis dan sering terprovokasi dengan pernyataanya,”Orang keren itu nge-BLOG” Hehehe… Selamat hari jadi dan salam saya untuk keluarga…Sukses selalu kawan… Salam Bhatara Ibnu Reza

    Bung Bhatara adalah cendekia! Ia aktivis HAM, kawan dekat alm. Munir yang kini sedang menempuh studi S3 di Sydney. Pernah bertemu dan berdiskusi beberapa kali dengannya. Dan mau sampai berkali-kalipun sepertinya aku tak kan bisa menemukan diskusi yang membosankan dengannya! – DV

    Momon Beyondsky

    Barusan lihat angka 7 tahun blog ini di atas sempet bingung, masa sih baru 7 tahun? Kayaknya udah lama banget? Baru inget jaman dulu belom jadi seleb (!!) emang belom pake domain ini ya, masih donnie.or.id haha! Kenal Donny juga awalnya random banget, taun 2000an(?) gue nyasar ke blognya gara-gara googling lirik lagu Sheila On 7 dong. Entah gimana lanjutannya gue lupa, tapi ujung-ujungnya jadi sering ngobrol di IRC (oldskul), ngegosipin seleb blog jaman dulu dll. Lucunya, dulu waktu awal kenal gue di Sydney dan elu di Indo ya Don, sekarang terbalik! Oh dan gue juga nggak bakal lupa kalo istilah ‘blog’ itu pertama gue tau ya dari elu. Sebelom dikasih tau mah gue taunya ya “itu tuh website yang sering di-update2, isinya kayak diary”, sering nemu pas lagi browsing tapi nggak tau namanya apa. Anyway, kalo itung dari taun 2002 aja sih sekarang berarti udah 12 taun? Udah lulus SD Don!! Yang pasti sih gue kagum dengan ke-kekeuh-an dan konsistensi bloggingnya elu ini deh. Oh dan kenarsisan elu sih pastinya :P Kalo ngeliat dari cara nulis blognya, ya pasti beda banget lah ya dahulu dan sekarang, cuma satu yang gue perhatiin tetep sama, tulisan2nya ya tetep dengan gaya seorang DV (gitu ya nama panggung lu sekarang?), tanpa ikut-ikut trend supaya dianggap kekinian. Eh, ngomong2 testimoni artinya disuruh ngapain sih? Udah panjang2 tapi baru nyadar ini lulus sensor nggak ya? Bisa lah yaaa.. Here’s to another 7 (or 12?) more years of writing and blogging! *slaps you with a huge bakiak!* **Demi mengenang jaman-jaman waktu baru kenal Donny Verdian, gue pakai lagi nih username jadul :D

    Momon adalah pembaca lama sejak sekitar 2002-2003! Ada banyak cerita dengannya baik suka maupun duka! Ia hampir tahu semua cerita hidupku di dekade yang lalu – DV

    wiwikwae

    Satu yang sangat mencolok dari blog ini adalah KONSISTENSI; 1. Konsistensi dalam update tulisan/postingan, dimana hal ini sudah jarang dimiliki oleh para blogger yang dulu sempat hits. 2. Konsistensi tidak menulis sponsor artikel. Semoga akan selamanya begini. SELAMAT ULANG TAHUN DONNYVERDIAN DOT NET!

    Kawan baru, penggiat online karena aku tak mau menyebutnya sebagai buzzer. Wiwik adalah pribadi yang menarik dan kami sama-sama menyukai Sheila On 7! – DV

    Ade Kumala

    Donny termasuk salah seorang temanku di dunia maya yang konsisten ngeblog meski dunia bergerak cepat dengan platform medsos lainnya. Tulisan-tulisan pendek DV di 150 kata sebenarnya ‘status fesbuk’ banget. Tapi DV memilih menuliskannya di blog. Ibaratnya, facebook dan twitter adalah keriuhan acara reuni dan halal bi halal, sementara blog adalah rumah. Membaca postingan blog seperti mengunjungi rumah seseorang, ngobrol di sofa yang nyaman atau nongkrong di teras belakang. Andai kopi bisa disuguhkan secara virtual.

    Penulis dan traveller yang sangat kusesali bahwa aku tak menemuinya ketika kami sama-sama tinggal di Sydney! – DV

    Marsel

    Saya dari tadi mencoba menerka-nerka kapan pertama kali menginjakan kaki di blog ini. Saya lupa pastinya, kalau tidak salah lebih dari 5 tahun yang lalu. Bermula dari kecintaan saya kepada U2, saya coba googling dan menemukan tulisan2 mas Donny yg cukup banyak mengulas lagu-lagu U2. Ketika semua tentang U2 sudah terbaca, saya mencoba membaca 1-2 tulisan lain dan… lama2 nyandu juga hahaha.. Dari sekian tahun ngenet, menurut saya ini adalah salah satu blog yg konsisten. Konsisten dalam menulis dan konsisten lugas membahas apapun yg ada di benak pemiliknya. Dari tahun ke tahun saya perhatikan, blog ini tetap berjiwa personal. Jadi kalau ditanya blog donnyverdian.net itu apa ? Jawabannya ya ngono.. ya tulisan2 e mas Don, perspektifnya dia titik ! Ora ono titipan, ora ono ngiklan, ora ono pro yg lebay ora ono golek duit. Tulisan yg bikin saya menangis ada 2 yaitu tentang almahrum ayah dan tentang anjing kesayangannya si Mba. Tahun ini sebetulnya mas Donny entah sadar atau tidak mempertunjukan sesuatu yg bagi saya luar biasa. Ilustrasi gambar !!! Ini bakat yg perlu dikembangkan, sayang kalau “mengubur talenta” ini. Goresan-goresannya mempunyai ciri khas tersendiri. Oh ya, saya mau kasih masukan. Mbok ya di blog ini dikasih archive per tanggal ditaruh nyempil kemana gitu :) Soalnya saya kadang2 suka nyari tulisan2 mas Don yang lama. Tulisan yg lama2 itu memang kadang enak dibaca untuk bernostalgia. Sukses selalu untuk jabatan barumu mas. Dan terus menulis, jangan pernah berhenti karena tidak semua orang bisa konsisten seperi sampean. Jesus Bless You & Your Family !

    Pembaca dan kawan lama! Sesama penggila U2 dan sesama penggila orang yang digilai U2, Yesus! – DV

    Mubarika Damayanti
    Dear Mas Donny,Email njenengan ini datang seperti secercah sinar matahari yang mencoba2 menerobos di tengah musim hujan deras disini. Walaupun sibuk, Menerima email ini bisa membuat saya jadi berhenti sejenak merunutkan isinya.Terlebih lagi rasanya buat saya datangnya email ini istimewa, disaat saya sedang tidak fokus dalam berkarya di dunia blog.
    Saya mau cerita dulu tentang bagaimana njenengan “menarik” perhatian saya.
    Rasa2nya dimulai saat Blogger Nusantara 2011, saat saya banyak membaca sliweran “twit kritik njenengan” tentang event ini dan bagaimana para panitia & pembicara saat itu, diantaranya mas suryaden, gunungkelir, kika, gempur dll menanggapi ke saya : ” santei wae mba… blogger kesepian itu” ^_^Tapi sejak saya mengikuti twit njenengan saat itu, saya kok merasa banyak mendapat input-input berharga. Pedes diawal memang. Tapi ibarat lombok, ya enak juga…Terkadang bila kita terlalu dekat terhadap sesuatu, kita tidak bisa menilai sesuatu dengan baik. Yang jauh justru bisa menilai lebih bijak.Saya berharap hubungan baik ini terus berlanjut. Saya mungkin salah satu fans a.ka silent reader blog njenengan, namun harapan saya, tetaplah menulis seperti yang sekarang, menulis apa adanya tentang berbagai hal. Jadilah seperti lombok dalam sebuah makanan. Ngga perlu banyak jumlahnya, tapi bisa memberi pengaruh (terutama terhadap pembacamu).Monggo tulisan ini diedit atau ngga usah ditayangkan. Lha wong isinya tentang wang-sinawang jaman dulu kok ^_^Warmest regards
    RIKA

    Mbak Rika adalah penggiat online yang kugiran! Sifat sosialnya akan selalu kukenang karena ia begitu baik membantu kawan lama yang kekurangan . Pernah kuwawancarai di sini – DV

    Iwan Pribadi

    Terlepas dari isi blog-nya yang sering bernada sinis dan bahkan pagob, juga jangan dilupakan ke-narsis-annya yang luar biasa, Mas Donny dengan DonnyVerdian.Net-nya mau tidak mau harus diakui adalah sebagian kecil blogger Indonesia yang konsisten menunaikan ibadah bloggingnya.Kala para bloger seangkatannya berduyun-duyun me-monetisasi-kan blog mereka, Mas Donny tetap bertahan tidak turut serta kawan-kawannya itu. Kemudian saat kawan-kawannya tersebut terjun ke kanal-kanal micro-bloging, karena mungkin lebih menarik dari sisi monetisasi, Mas Donny tetap bertahan menjalankan blog-nya. Hingga kini, saat tren seolah kembali ke blog (dengan embel-embel ?content marketing?), Mas Donny tetap ada dan, bahkan kalau kita mau mengamati blog-nya, kita bisa belajar bagaimana mengelola ?content marketing? di level yang paling personal dan sederhana.Sehingga antara Mas Donny serta blognya, dengan para pembacanya sebenarnya telah terjalin semacam love-hate relation yang menarik dan cukup menghibur, setidaknya buat saya.Selamat ulang tahun buat DonnyVerdian.Net, semoga terus ada dan berlanjut bahkan saat mungkin kelak teknologi layar monitor/layar hp kita sekarang ini sudah berganti ke teknologi hologram atau sejenisnya. Aamiiin..

    hubunganku dengan manusia ini multi dimensi. Online dan offline. Pekerjaan, pertemanan dan ia adalah orang dekat mantan pacarku yang sekarang menjadi istriku. Seperti halnya Momon Beyondsky, Mas Iwan adalah sedikit orang yang tahu seluk beluk hidupku di dekade lalu! Baca wawancaraku dengannya di sini – DV

    Enda Nasution

    Selamat dan ikut berbahagia untuk blog DonnyVerdian.net yang berulang tahun ke 7. Majuuu terus Bro DV, terus berkarya, terus ngeblog, mari kita buktikan bahwa blog itu bukan tren sesaat (TM) heuehu100x

    Bapak blogger nasional. Ada yang perlu diragukan lagi darinya? Pernah kutulis hasil interviewnya di sini – DV

    Adjie Silarus
    “Tulisan yang baik adalah tulisan yang tidak selalu disetujui pembacanya.
    Ketidaksetujuan itu terjadi karena ada hal-hal yang terkandung dalam tulisan tersebut yang belum tersedia di pikiran pembacanya.Karena jika tidak seperti itu, apa jadinya jika pikiran kita semua, manusia, seragam ?
    Bagaimana kita bisa merayakan hidup dengan penuh sukacita jika segala yang ada di pikiran saya sama persis plek dengan yang berkeliaran di pikiranmu, begitu pun sebaliknya ?Jikalau kita menyadari bahwa setiap manusia itu unik, maka setiap tulisan akan suatu hal, misal tentang brutu ayam, dengan bekal kejujuran pun akan mengoyak pikiran pembacanya.
    dan begitulah tulisan-tulisan di blog DonnyVerdian.net.
    Dirgahayu ke 7 tahun untuk blog DonnyVerdian.net
    semoga memberi inspirasi banyak orang untuk berani menuliskan hal-hal dari sudut pandang yang tidak seragam, tapi beragam. iya, memang diperlukan wawasan yang luas, dan tak hanya itu, dibutuhkan juga keberanian.
    Termasuk berani untuk melakukan perjalanan ke dalam diri dengan menulis bersama keheningan.”SukhaCitta,
    Adjie Silarus

    Kawan baru tapi sering melihatnya ketika masih tinggal di Jogja. Praktisi ‘mindfulness’ yang kian hari kian punya nama. Bangga pernah mewawancarainya di sini – DV

    Endoch

    saya kenal Donny sebelum blog nya yang berulang tahun ke tujuh ini (bahkan blog yang sebelumnya) ada. Bisa dibilang, saya sudah kenal Donny sebelum dia ngeblog. Iya, semenjak jaman mirc. sekitar tahun 1999. Saya masih ingat ketika beliau ini dengan bangganya, bercerita perihal sekali chatting di mirc bisa sekaligus delapan windows. Cerita itu dilengkapi dengan matanya yang berbinar-binar dan tentu saja tawanya yang khas. Saat itu saya masih sma. Bagi pelajar usia belia seperti saya, agak sulit membedakan antara iri dan terinspirasi. bedanya tipis. akhirnya saya menyerah, ilmu mirc saya tidak pernah setinggi donny. lalu saya kuliah di jakarta. sementara donny masih di jogja. terkadang kami ngobrol lewat mirc atau yahoo messenger. Ketika saya pulang ke jogja untuk liburan, sebisa mungkin saya selalu janjian untuk ketemu dengan sahabat saya yang satu ini. sampai akhirnya dia pamer mainan barunya, pengganti mirc. dia nulis blog. lagi-lagi, saya juga kesulitan membedakan iri atau terinspirasi. saya pun ikut-ikutan bikin blog. saya pamerkan blog nya donny ke teman-teman kuliah saya di komputer klub. malahan, ada salah satu teman saya yang akhirnya bikin blog, lantas beberapa tahun kemudian menjadi penulis buku. kumpulan cerita Donny ketika gempa jogja tahun 2006 pun sempat diterbitkan jadi buku. lagi-lagi, ilmu menekan keyboard saya masih belum mampu menandinginya. Tahun 2008, saya tidak lagi berdomisili di Jakarta. saya pulang ke jogja. Eh, ndilalahnya, gantian Donny yang pergi meninggalkan jogja, ke australia sampai hari ini. Kini, sekitar 15 tahun kemudian, bertepatan dengan ulang tahun blog dan ulang tahunnya, saya ingin mengucapkan selamat. Selain tampilannya yang tiap kali diubah menjadi lebih enak dibaca, isinya pun menarik. pesan saya untuk Donny: teruslah menginspirasi!

    Adik kandungku cuma satu, Chitra. ‘Adik angkatku’ ada beberapa dan salah satunya adalah Endoch. Terlalu banyak cerita yang harus kutuliskan untuk melukiskan pribadi seorang Endoch. Satu saja yang perlu kuterangkan di sini, Endoch adalah orang yang pernah menemaniku pada sebuah sore yang basah di selatan Jogja untuk mencari cincin perak untuk ‘pertunanganku’ di awal 2001 silam. – DV

    Anton Kurniawan

    Selamat ulang tahun untuk blog ini, dan selamat ulang tahun juga untuk yang punya blog :-) Tidak ada kado yang akan aku berikan, selain doa untukmu dan keluarga. Semoga segalanya bertambah lebih baik, amin.

    Anton Kurniawan adalah mantan manajer Sheila On 7 yang menyimpan alasan kenapa ia keluar dari band yang pernah kesohor menjadi band nomer satu di Indonesia itu. Beberapa tahun kemudian, hanya melalui blog ini, ia menyampaikan alasannya. Simak di sini ceritanya! – DV

  • Wonderful day

    Wonderful day

    Hari ini, lima tahun lalu, seorang pria pengangguran (karena waktu itu memang sudah mengundurkan diri dari perusahaannya di Jogja dan hendak pindah ke Australia) yang baru sebulan lulus kuliah (karena sempat cuti kuliah delapan tahun lamanya) berani berjanji di hadapan Tuhan, imam, orang tua dan keluarga besar serta kerabat yang hadir, melalui gerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik untuk menghabiskan waktu hidupnya hingga semati-matinya hanya dengan seorang wanita yang dikenal dan dicintai serta mencintainya sejak beberapa tahun sebelumnya.

    jakarta, 18 oktober 2008
    jakarta, 18 oktober 2008

    Waktu itu ia tak mendengar Tuhan berkata dalam arti lugas, “Janjimu diterima, hidupmu akan sangat mudah!” …tetapi dari hari-ke-hari, si pria ini dan pasangannya serta kemudian anak-anaknya tahu dan percaya bahwa Tuhan itu ada dan menerima janjinya lewat segala macam solusi persoalan dan sukacita yang dihadirkan…

    Pria itu adalah Donny Prima Verdian, pemilik blog ini. Orang paling beruntung sedunia karena mendapatkan cinta Tuhan melalui Joyce Taufan-Verdian, Odilia Maura Taufan-Verdian dan Elodia Maree Taufan-Verdian.

    Sesaat sebelum upacara penerimaan sakramen pernikahan dimulai, ketika Joyce masuk ke dalam gereja bersama kedua orang tua dan keluarga kakaknya, aku, didampingi kedua orang tuaku menyanyikan lagu yang hari ini kunyanyikan lagi, untuknya. Silakan simak dari cuplikan soundcloud di bawah ini.

    Happy anniversary, Honey! I love you, always!

  • Apakah aku ini sebenarnya? Dosen, wartawan, editor, penulis atau… pendeta?

    Apakah aku ini sebenarnya? Dosen, wartawan, editor, penulis atau… pendeta?

    Banyak orang yang baru mengenalku beberapa tahun belakangan ini melalui social media dan blog, bertanya kepadaku, apa profesiku sebenarnya?

    Ketika kuminta mereka untuk menebak, dugaan mereka biasanya kalau nggak wartawan, editor, penulis atau dosen. Semua asumsi di atas masuk akal karena kebanyakan mereka hanya mengenalku dari blog yang selalu update ini. Ada pula yang lain yang menebak sebagai orang yang sedang melanjutkan studi ke Australia, serta ada pula yang mengira aku ini seorang pendeta. Untuk yang terakhir ini, kalau kalian tak kuat menahan tawa, kalian tak sendirian!

    Lalu apa profesiku sebenarnya?
    Sejak kira-kira 14 tahun silam, aku berprofesi sebagai web developer dan melalui bidang ini pula istri dan anak-anakku kunafkahi. Kecintaanku pada bidang pekerjaan ini sama imbangannya dengan kecintaanku pada dunia blogging; dua hal yang memang sengaja kupisahkan yang satu untuk urusan dapur mengepul dan yang satunya lagi untuk urusan pemenuhan kebutuhan yang sifatnya rekreasional.

    Eh, tapi kenapa aku tiba-tiba ngomongin profesi? Tak lain karena aku baru saja merilis situs web personalku yang bukan blog di http://www.dv.id.au. Kalau dihitung-hitung sejak awal, ini adalah situs web personalku (bukan blog) yang ketiga yang pernah kurilis sejak 12 April 1998 silam!

    Awal pemikiran perlunya untuk merilis ulang web personal tersebut muncul akhir tahun silam. Ketika itu aku berpikir ingin mencari satu pekerjaan baru yang lebih menarik baik dari sisi penghasilan maupun tantangannya daripada yang sekarang. Maka, setelah berunding dengan istri dan beberapa kawan dekat, aku memutuskan untuk meluangkan waktu menggarap situs web personal tersebut karena dengan adanya web personal itu, para rekruiter akan lebih memiliki alternatif penilaian terhadapku ketimbang hanya membaca curicullum vitaeku saja.

    coba buka situs web personalku di berbagai media, niscaya kalian akan mendapatkan pengalaman yang berbeda
    coba buka situs web personalku di berbagai media, niscaya kalian akan mendapatkan pengalaman yang berbeda

    Kesulitan terbesar dari pembuatan situs web itu sendiri ada pada bagaimana aku harus membuat sebuah situs web yang cukup “Wow” meski konten yang kutampilkan tak banyak bahkan boleh dibilang sangat terbatas. Keterbatasanku ini beralasan karena aku terikat kontrak dengan beberapa pihak sehingga aku tak bisa menampilkan hasil karyaku di sana; sesuatu yang biasa dijadikan andalan untuk ditampilkan oleh rekan-rekan seprofesiku di situs web mereka.

    Hampir dua bulan bergelut dengan ide dan implementasi, akhirnya hari minggu, 17 Februari 2013 kemarin situs web itu kurilis. Sesuatu yang sebenarnya agak sedikit terlambat. Kenapa? Dua hari sebelumnya, Jumat 15 Februari 2013, aku mendapat tawaran pekerjaan baru yang aku idam-idamkan dan aku menerimanya. Secara ‘tujuan’, situs web ini barangkali sudah kehilangan fungsinya karena aku telah mendapatkan pekerjaan baru tersebut, tapi belajar dari apa yang dulu dikatakan Pontius Pilatus di hadapan Yesus bahwa “Apa yang kutulis tetap tertulis” demikian juga denganku, apa yang telah kukerjakan tetap kupublikasikan!

    Selamat menikmati!

  • Prei Sik Ya?* (2012 – 2)

    Prei Sik Ya?* (2012 – 2)

    Heyho! Belum jadi kiamat ya?

    Btw, libur telah tiba!
    Mulai dari 24 Desember 2012 – 11 Januari 2013, aku libur menyambut hari Natal dan Tahun baru!

    Seperti yang sudah-sudah, akupun akan undur diri sejenak dari blog ini. Ini akan menjadi tulisan terakhirku di tahun 2012 dan tulisan berikutnya akan muncul lagi pada 14 Januari 2013!

    Beberapa tulisan terbaru untuk tahun depan telah dan sedang kupersiapkan dan… ssssttttt.. kalau tak ada rasa malas yang melintang, blog ini akan berganti desain dalam tenggat waktu: s-e-g-e-r-a !

    Jadi, selamat berlibur ya!
    Selamat hari Natal bagi kita semua yang merayakan dan selamat tahun baru!

    Banyak cinta dan berkat bagimu dan kita semua!

    *Prei Sik Ya = Libur dulu ya (jawa)