Catatan Romo Ardi (5):Cermin

8 Agu 2017 | Cetusan

Cermin adalah alat,
untuk melihat kita punya rupa, menelanjangi segala sisi baik dan buruk muka kita..

Cermin adalah alat,
memperbaiki sikap tubuh dan polah raga kita karena dari padanya kita tahu bagaimana yang nyaman dipandang mata..

Cermin adalah alat..
mematut-matutkan diri, berlenggak-lenggok mengagumi diri sendiri, betapa indah suatu karya cipta ILAHI, aku ini..

Cermin memang hanya alat..
namun yang cuma itu tidak semata mata tak berguna, sedikit makna…

Tanpa cermin,
kita tak tahu kita ini siapa..

Tanpa cermin,
kita tak tahu kita harus bagaimana agar jadi lebih sempurna..

Tanpa cermin,
kita tak pernah menikmati diri kita apa adanya..

Cermin adalah juga seperti mata uang, selalu punya dua sisi.?Kejujurannya bisa membuat lupa atau luka namun juga dapat membawa kita lebih dekat padaNYA..

Bukankah hal yang menakjubkan bahwa kita seutuhnya dan cermin itu juga sepenuhnya adalah karya ciptaanNYA juga dan kerangka mana kita pakai?sebagai bingkai kita memandang mengerti dan memahami, mensyukuri dan menikmati. Adalah pilihan bebas yang IA sendiri beri

Bukankah hal yang luar biasa menemukan cermin yang makin terbuka apa adanya tak ada kekaburan dan keburaman jernih dan bersih dalam diri sendiri dan dalam diri sesama yang mau saling memberi saling berbagi hati..

Atas adanya cermin..
dan kemampuan menghayati kehadirannya serta memanfaatkan untuk tujuan mulia mari kita runduk sekali lagi padaNYA..

Terimakasih TUHAN, satu lagi karunia..

Aloysius Maria Ardi Handojoseno, S.J – 7 Desember 1995

Simak kumpulan tulisan (alm) Romo Aloysius Maria Ardi Handojoseno, S.J dalam tagar Ardi Handojoseno. Tulisan ini adalah seperti ditulis almarhum dengan suntingan seperlunya oleh Donny Verdian (DV). Diterbitkan atas ijin Ibu Eleonora Suparlan (Ibunda Romo Ardi).

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.