Catatan Romo Ardi (3): Sapa-MU

4 Agu 2017 | Cetusan

Berkali berhari,
aku terbangun dinihari…
Gerak hati menghendaki aku pergi,
memenuhi undanganMU dalam Ekaristi Suci..

Duh Gusti..
Raga yang begitu lemah dan jiwa yang kurang bertenaga… Tetap saja ingin lelap menikmati awal hari dengan tidur dan istirahat..

Duh Gusti..
Dialog batin yang singkat dalam kesadaran yang sekejap tak mampu bangkitkan segala hasrat ‘tuk dekat padaMU..

Jangan ENGKAU menjadi bosan ya Tuhan, jangan menjadi marah..

Tegur dan arahkan aku selalu..
Jauh dariMu… apakah aku?
Jauh dariMu… untuk apa aku?

ENGKAU mentari jiwaku..
Cahaya dan sumber hidupku..
Sungguh aku memujaMU..
Sungguh aku mencintaiMU..

Maka..
jangan tinggalkan daku,
tetaplah bersamaku..

Besarkan sabarMU agar aku belajar dari kebesaran hatiMU… Besarkan cintaMU agar aku tiru kelembutan hatiMU… Besarkan pengharapanMU agar tak pernah ragu aku berserah padaMU..

Allahku, cintaku..
maafkan aku dengan segala kemanusiaanku..

Aku mau mencintaiMU..
meski jatuh bangun juga..kumau terus bergerak menuju padaMU..

KAU gunung batu hidupku..
Penghibur dan penyelamatku..
Genggam daku dalam tanganMU..
Buai aku dalam dekapMU..

Allahku.. Tuhanku..
Aku cinta padaMU

Aloysius Maria Ardi Handojoseno, S.J – Pagi hari awal maret 1996

Simak kumpulan tulisan (alm) Romo Aloysius Maria Ardi Handojoseno, S.J dalam tagar Ardi Handojoseno. Tulisan ini adalah seperti ditulis almarhum dengan suntingan seperlunya oleh Donny Verdian (DV). Diterbitkan atas ijin Ibu Eleonora Suparlan (Ibunda Romo Ardi).

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.