Catatan Romo Ardi (2): Rahmat dan Berkat

2 Agu 2017 | Cetusan

Tuhanku, dalam kegembiraan yang pilu aku termangu..

Sedari awal aku mengenal-Mu..
Cintaku sudah jatuh pada-Mu..
Karena dari-Mu lah cintaku..
Aku menyerah tanpa ragu..
Inilah aku, kerja dan karyaku..
Buat kemuliaan nama-Mu..

Segala jiwa dan raga hendak tertumpah hanya untuk-Mu..Semangat menggebu seperti mimpi, utopi begitu murni, begitu ideal, begitu suci, begitu jauh pijakan dari bumi..hingga tanya sampai disini “Sungguhkah?”

Segala puji dan runduknya hati.. Karena dilimpah segala berkat dan rahmat.. Perjalanan hidupku yang sering membuatku tertegun membisu.. Allahku cintaku inikah sapa-Mu?

Begitu dekat dan lekat..
Kegembiraan dan kebahagiaan menyela di setiap luruhku dalam waktu disaat aku tenggelam dalam aneka kesibukan..

Sapa-Mu, Tuhan selalu menggetarkan hingga ke kalbu seakan di setiap nafasku aku bertemu bisikan-Mu..”Aku mencintaimu”

Duhai hati yang peka juga karena-Mu..
Belai kasih yang menghanyutkan segala rasaku aku jeritkan dan serukan hingga ke seluruh alam raya..

Tuhan, aku juga cinta dalam segala tindak-tanduk, tutur sapa.. Aku serukan biar mereka merasa.. Tuhan…. aku juga cinta..

Luruhnya jiwa dan raga..
Nyerahnya segala gelora di sukma..

Hari ini tercatat satu lagi.. Mimpi dan hasrat yang Kau penuhi.. Duhai.. dalam berkat dan rahmat yang sungguh berlimpah sungguh mewah.. Aku tersayat pilu dalam gembiraku.. Pantaskah aku menerima cinta agung-Mu?

Sedang mutu karyaku, aku sendiri ragu..

Aku jadi malu
malu..
malu..

Dalam berkat dan rahmat Engkau mencambukku hingga aku terguncang dan tersungkur.. Karena cinta-Mu tak kuasa kutengadahkan mukaku..

Cintaku..
bantu aku bangun tegak kembali.. Sembari mengukir janji untuk ditepati..

Kubalas cinta-Mu setulus hati sepenuh diri.. Tiada keindahan yng terperi dihadapan-Mu semua jadi tak berarti..

Engkau guruku, maka kuikuti ajaran-Mu.. Engkau rajaku, maka aku turuti perintah-Mu.. Engkau sahabatku, maka aku bantu wujudkan keinginan-Mu.. Engkau kekasihku, maka aku curahkan segalanya untuk-Mu..

Manakala aku jatuh karena dosa atau bahagia.. Jadilah penopangku Tuanku, agar aku bisa tegak tegar mewartakan sabda-Mu mewujudkan, menghadirkan kerajaan-Mu..

Kini, saat ini, di sini dan dimana saja aku berdiri.. Tuhanku, Allahku.. ini aku utuslah sekehendak-Mu..

Berkat dan rahmat-Mu sudah terlalu berlimpah mewah melampaui batas segala rasa syukurku..

Tuhanku… ini aku..

Aloysius Maria Ardi Handojoseno, S.J ? November 1995

Simak kumpulan tulisan (alm) Romo Aloysius Maria Ardi Handojoseno, S.J dalam tagar Ardi Handojoseno. Tulisan ini adalah seperti ditulis almarhum dengan suntingan seperlunya oleh Donny Verdian (DV). Diterbitkan atas ijin Ibu Eleonora Suparlan (Ibunda Romo Ardi).

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.