Caper kepada Tuhan

20 Nov 2019 | Kabar Baik

Hari ini, melalui Kabar BaikNya, kita akan belajar bagaimana cara caper (cari perhatian –red) kepada Tuhan melalui sosok Zakheus.

Kota Yericho kedatangan Yesus. Ramai orang berduyun-duyung datang untuk menemuiNya. Begitu juga dengan Zakheus. Meski ia seorang pemungut cukai dan pendosa besar, ia ingin datang menemui Tuhan. Tubuh Zakheus tak terbilang tinggi. Untuk bisa melihat, ia harus bersusah payah naik ke pohon supaya jadi lebih tinggi dari siapapun yang hadir. 

Dari situ Ia jadi bisa melihat Tuhan. Tak hanya itu, ia pun terlihat olehNya dan membuat Yesus menghampiri dan meminta Zakheus turun karena Tuhan akan berkunjung ke rumahnya.

Caper-nya Zakheus

Bagiku, usaha Zakheus tadi adalah usaha? ?cari perhatian? kepada Tuhan dan hal itu baik adanya. Bayangkan jika ia tidak memanjat pohon, ia tidak melihat Yesus dan Yesus tidak melihatnya.

Seperti halnya terhadap calon pacar maupun atasan, caper kepada Tuhan pun juga bukan sesuatu yang haram untuk dilakukan.?

Tapi kan norak jadinya? Ngapain sih perlu copar-caper?

Yang menilai kenorakan kalau tujuan ke-caper-an itu Tuhan kan Tuhan itu sendiri? Tapi kalau ketika kita caper ke Tuhan dan ada orang lain bilang norak, jangan-jangan ini adalah tanda bahwa cara kita tidak terlalu benar sehingga di mata manusia, yang tampak hanyalah sisi noraknya?

Bukan kepada manusia

Maka ?hukum? caper kepada Tuhan yang pertama adalah dengan tidak mengarahkannya pada manusia.

Kamu pergi ke Gereja untuk apa?
Tuhan atau supaya tetangga percaya kita ini adalah orang Katolik yang taat??

Dua-duanya?
Tidak bisa! Barangsiapa caper ke manusia, dia barangkali akan mendapatkan perhatian dari orang-orang saat itu juga. Tapi kalau begitu, apa yang nanti kita dapatkan setelah mati? Ingat apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 6:1-4,

Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian,?kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

Demikian juga ketika kamu hendak menyumbang korban bencana alam. Sejatinya kamu bisa menggunakan itu sebagai sarana cari perhatian terhadap Tuhan karena Ia memerintahkan kita untuk menolong sesama yang sangat membutuhkan. (lih. Mat 25:31-46)

Tapi karena terlalu mendalami prinsip ?sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui? maka kamu nggak mau rugi. Kamu mengajak barisan para jurnalis untuk merekam aksi sosialmu supaya tersebar kemana-mana.  Caper ke Tuhan, skalian caper ke manusia?

Tidak menuntut

?Hukum? yang kedua tentang caper ke Tuhan yang baik adalah caper yang nggak nuntut.

Caper adalah cari perhatian. Kalau nuntut perhatian namanya Nunper!

jangan sampai kamu menuntut Tuhan untuk memberikan perhatian kepadamu meski kamu setengah mati mencarinya. 

Pernah suatu waktu aku dengar orang berdoa dengan lantang, ?Tuhan, lihatlah kami yang sudah setia kepadamu! Kini kami mau klaim janjiMu??

Ketika mendengar doa itu, aku langsung membuka mata dan terheran-heran, orang ini terbuat dari apakah hingga tak malu berkata-kata seperti itu? 

Bagaimana ia bisa yakin dirinya setia? Bagaimana ia bisa yakin bahwa kesetiaannya selama ini sudah cukup untuk mengklaim? sekali lagi, mengklaim janjiNya?

Caperlah seperti Zakheus. Ia tahu diri adalah seorang pendosa. Ia hanya berusaha semampunya untuk menerbitkan perhatian di sisi Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan pun tahu apa yang diperlukan.

Sydney, 20 November 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.