Bukannya minat baca rendah tapi hasrat beramal kita yang luar biasa…

18 Jan 2017 | Cetusan

Foto tentang kotak saran/suggestion box yang diisi uang seperti tampak di bawah ini, kemarin sempat mem-viral.

Ada yang berkomentar bahwa literasi orang-orang kita itu payah, nggak baca lebih dulu apa labelnya pokoknya diisi uang. Bahkan sebuah media online?menulis hal ini membuktikan bahwa minat baca orang Indonesia sangat rendah. Tak lupa mereka menyertakan juga hasil penelitian tentang rendahnya minat baca Indonesia dibandingkan negara lainnya. Kalau aku memandangnya kok agak berlebihan ya tuduhan itu. Terlepas dari benar-salah bahwa minat baca di Indonesia rendah, isu kotak saran yang diisi uang itu kupikir tidak bisa dijadikan rujukan.

Kenapa tidak berpikir dalam paradigma ‘gelas setengah isi’ dan jangan mengambil yang ‘gelas setengah kosong‘ apalagi terhadap bangsa sendiri? Anggap saja justru itu menunjukkan betapa agung niat untuk beramal dari sebagian bangsa kita hingga tak peduli ada label apapun pada kotak, pokoknya ada lubang pipih, otak langsung merespon bahwa itu adalah kotak sumbangan.

Bisa jadi karena mereka terbiasa dengan banyaknya kotak sumbangan dimana-mana, mulai dari kotak sumbangan di pinggir jalan yang minta dana untuk jembatan yang dibangun (padahal apa iya jembatan bisa dibangun hanya dari uang saweran kayak gitu?), bantuan panti sosial yang tersebar di rumah-rumah ibadah hingga rumah makan, dan bantuan-bantuan lainnya termasuk ketika kita meninggalkan WC umum pun kita terbiasa menaruh uang ke dalam kotak yang ditujukan untuk penjaga WC umum yang telah bekerja membersihkan membersihkan kotoran sisa berak dan kencing kita yang mungkin nyiprat kemana-mana.

Jadi, apalah makna tulisan atau pesan, yang penting niatnya menyumbang. Justru yang menarik dan kini bermain di benakku adalah, bagaimana sikap si pemegang kunci kotak yang tergembok itu nantinya saat tahu ada kumpulan uang di dalamnya? Adakah mereka menyerahkan uang-uang itu ke atasan (dan berharap atasan nggak menilepnya) atau langsung tilep saja toh itu Kotak Saran bukan Kotak Sumbangan?

Sebagai orang yang mencoba konsisten untuk berpikir ‘gelas setengah isi’, yang terakhir barusan tentu tidak akan terjadi. Bangsa yang besar seperti bangsa kita tentu tak ada malingnya sama sekali, kan?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.