Bukan gereja ?kemarin sore?

27 Feb 2018 | Kabar Baik

Sudah jadi rahasia umum bagaimana watak, tabiat serta perilaku sebagian oknum kaum Farisi dan ahli Taurat. Mereka munafik, mereka mengajarkan aturan tapi tak mau melakukannya dan menggunakan jabatan untuk kepentingan diri sendiri.

Tapi melalui Kabar Baik hari ini yang ditulis Matius, Yesus meminta para murid untuk tetap menuruti dan melakukan segala sesuatu yang mereka ajarkan meskipun, ?tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.? (Matius 23:3)

Apakah ini berarti Yesus setengah hati dalam mengecam mereka?

Tentu tidak! Justru sebaliknya, Yesus, menurutku, menganggap sebesar apapun kesalahan mereka, hal itu tak kan mengotori namaNya dan tak membuat aturan-aturan yang dibawakan para nabi pendahuluNya lantas jadi tak berlaku lagi. Sebaliknya, kesalahan-kesalahan itu jadi contoh buruk ?terbaik? bagi kita!

Suatu waktu dulu aku pernah mendengar pernyataan seorang kawan; ia tak mau menerima komuni suci dari seorang prodiakon. Konon ia tahu si prodiakon pernah terlibat cinta terlarang dengan kawan kerjanya sendiri.

?Denger-denger sampai hamil lalu digugurkan, Don! Ngeliat dia timbul rasa jijikku!? begitu katanya. Maka jadilah setiap perayaan ekaristi, kalau yang membagikan komuni adalah prodiakon tersebut, ia pindah jalur untuk menerima dari prodiakon yang lain seakan yang lain tak lebih buruk dari yang sebelumnya.

Lain lagi dengan kawan baruku. Ia dulunya Katolik tapi setelah marak membaca berita di koran tentang imam yang terjerat kasus pecelehan seksual terhadap anak-anak, ia memutuskan tak lagi beribadah karena tak percaya pada Gereja.

Kawan-kawanku tadi adalah orang yang patut dikasihani. Iman mereka goyah gara-gara perilaku tak senonoh yang ditunjukkan para imam dan abdi Tuhan dan jadi batu sandungan kita semua.

Pikiran dan hati mereka tak sanggup menjangkau apalagi melampaui batu sandungan tersebut. Seolah komuni suci jadi tak suci lagi hanya gara-gara dipegang oleh tangan yang pernah menandatangani formulir pengguguran kandungan pacar gelapnya.

Gereja seolah jadi buruk semuanya hanya gara-gara beberapa oknum imamnya berperilaku busuk nan menjijikkan!

Kita tidak mengimani pastor, kita tidak mempercayai prodiakon.?Mata hati kita teguh menatap dan tertuju pada Yesus yang menyelamatkan kita. Setinggi dan sebesar apapun batu penghalang dan sandungan yang menjadi ?antara? kita denganNya, haruslah kita kalahkan dan lalui.

Ingat!
Tuhan kita bukan tuhan yang mudah kotor dan ternoda hanya gara-gara kesalahan yang dibawa para oknum imam yang tak bertanggung jawab.

Gereja kita bukanlah gereja ?kemarin sore?. Gereja kita adalah gereja yang tak mengenal batas kadaluwarsa sehingga sebusuk apapun perilaku oknum imam yang bersembunyi di balik kebesaranNya, Ia tak jadi lantas ikutan busuk, layu dan mati?

Wahai kawan-kawan yang pernah tercederai perasaan kecewa oleh oknum iman dan abdi Tuhan, ini saatnya untuk? berbalik arah, kembali ke pangkuan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik!

Sydney, 27 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.