Bukan ajaran, iman dan perbuatanlah yang menyelamatkan

4 Des 2017 | Kabar Baik

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. (Mat 8:10)

Benang merah dari perkataan Yesus hari ini, bukan ajaran yang menyelamatkan melainkan iman dan perbuatan.

Dulu aku menggeluti dunia beladiri hingga level yang cukup tinggi. Namun demikian, jarang sekali dalam perkelahian bebas aku menang padahal berbagai jurus telah kukuasai. Hingga akhirnya aku sadar ada hal yang amat penting yang kulewatkan.

Hal itu adalah keberanian. Aku takut berhadapan dengan seseorang. Ketakutan itu membuatku tak mau mempraktekkan jurus karena aku tak percaya jurus bisa membuatku menang.

Banyak orang mendalami ajaran kristiani. Ayat demi ayat di kitab suci dihapal amat meyakinkan tapi ketika sampai di dunia nyata, hal-hal itu tak diaplikasikan. Misalnya ketika tetangga membutuhkan bantuan untuk diantar ke rumah sakit karena mendadak sakit, kita memilih pura-pura tak mendengar ketika mereka mengetuk pintu. Padahal, berapa banyak ayat yang meminta untuk saling bantu sesama kita?

Atau saat saudara terserang penyakit berat dan seolah tak ada harapan untuk sembuh. Kita lalu menganggap Tuhan tak sanggup membantu dan tak lagi percaya kepadaNya. Adakah guna bergelut dengan buku suci dan tak pernah absen dalam acara-acara kerohanian selama ini kalau ketika hanya dihadapkan pada kenyataan seperti itu lantas hilang iman?

Seperti halnya jurus beladiri perlu diselaraskan dalam duel di jalanan, ajaran-ajaran agama pun perlu diletakkan sejak dalam hal yang paling mendasar yaitu iman hingga praktek yang paling implikatif dalam kehidupan sehari-hari. Kurang daripada itu, ajaran tetaplah menjadi teori belaka.

Sydney, 4 Desember 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.