Bu Kudo

Pada tahun-tahun terakhir di Jogja, menjelang kepindahan ke Sydney, Australia (2008) aku sering sekali makan siang di warung makan Bu Kudo yang letaknya di Jl Bu Ruswo No. 25, dekat Plengkung Wijilan, sisi timur Kraton Jogja.

Warungnya sederhana, warung rumahan Jawa. Yang mengenalkan pertama kali seingatku adalah Adit Omponk, karib sekaligus kawan kerjaku dulu.

Masakan yang paling kugemari tentu Sayur Lodeh. Sayur ini adalah sayur sakti karena harmonisasi rasa ditentukan tak hanya oleh aneka macam sayuran tapi oleh rasa santen yang pas. Selain lodeh, Sayur Bobor Bayem adalah pilihanku yang kedua. Seperti halnya lodeh, cita rasa santen yang pas juga jadi kunci.

Urusan lauk, sudah barang tentu iso babat adalah must have!

Tricky sih karena kadang telat sedikit, iso babat sudah habis diembat. Pilihan kedua ada pada mangut lele ditingkahi dengan tempe dan tahu goreng garing serta oseng-oseng pare yang pahit dan sambel pedesss! Krupuknya jangan lupa, biasanya kalau ada karak gendar lebih bagus, kalau nggak ada ya krupuk apa aja ok lah! Minumnya aku biasa minta teh panassss tawarrrr dengan “s” yang panjang supaya tidak diberi yang hanget dan “r” yang tak kalah panjangnya supaya si pembuat minuman tahu bahwa aku tak suka gula!

Saking sukanya makan di Bu Kudo, aku rela untuk membelah Jogja yang panas mengendarai Honda Supra X-ku dari Papringan. Buat yang tahu Jogja, Papringan ke Plengkung Wijilan bukanlah jarak yang dekat! Tapi ya demi, mau gimana lagi, kan?

Aku sudah lupa kapan terakhir kali aku ke Bu Kudo tapi yang pasti menjelang hari-hari terakhirku di Jogja, September 2008, aku menyempatkan diri makan di sana.

Setelah pindah ke Sydney, selain Pak Dul Gejayan, Bu Kudo adalah tempat makan yang jadi incaran ketika mudik. Tapi sayang, mudik pertama di tahun 2010, warung Bu Kudo tutup. Dua tahun sesudahnya, pas mudik lagi, tutup juga.

Kemarin sore, melalui social media Threads, aku menemukan jawaban tentang keberadaan Warung Bu Kudo.

Ternyata, sejak awal dekade 2010, setelah lebih dari tiga puluh tahun manggon di Bu Ruswo, Bu Kudo memindahkan warungnya ke kawasan Purwodiningratan. Tapi nggak lama kemudian, Bu Kudo yang bernama asli Bu Muji meninggal dunia dan tak ada lagi yang melanjutkan hingga saat ini.

Tulisan ini kuanggap sebagai penutup pencarianku terhadap warung Bu Kudo yang selalu kucari setiap pulang ke Jogja.

Selamanya masakan Bu Kudo terutama sayur lodehnya akan kukenang sebagai sayur lodeh paling enak nomer dua di dunia! Yang nomer satu tentu sayur lodeh bikinan almh Mama yang rasa santennya ahhh.. benar-benar tak terkatakan!

Sebarluaskan!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses