Bolehkah orang bertattoo bekerja di sektor formal di Australia?

28 Apr 2017 | Australia

Beberapa orang di Indonesia banyak yang tak percaya ketika kuberitahu bahwa aku di sini bekerja di sektor formal. Apa pasal? “Badanmu tattooan, telingamu lubang gede gitu apa gak jadi soal ketika bekerja di Australia?”

Ya!
Pada kedua kakiku, dari pangkal paha hingga mata kaki penuh tattoo. Sisi kanan dan kiri leherku juga bertattoo. Telingaku sengaja kulubangi (earlobe) dan kini diameternya 16mm, sehari-hari kupasang ear tunnel seperti tampak pada gambar di atas. Jangan ditanya kenapa aku melakukannya karena pertanyaan yang sama juga akan kulayangkan kenapa kamu memilih untuk beragama dan beribadah? Hahaha…

Tapi serius, Don? Kerja di Australia dengan tattoo dan ber-earlobe gitu nggak papa? Tergantung sih! Tergantung dimana kalian bekerja.

Wah, kalau begitu artinya untuk perusahaan-perusahaan yang tak mengijinkan, mereka mendeskriminasikan pegawainya yang bertattoo dan ber-earlobe?

Kupikir juga begitu pada awalnya tapi ternyata tidak. Setidaknya demikian menurut pendapat juru bicara Fair Work Ombudsman Australia seperti dimuat di sini (link ke berita) bahwa penampakan fisik (termasuk tattoo dan earlobe) tidak dilindungi aturan ketenagakerjaan (Fair Work Act).

Lalu bidang-bidang apakah yang tak mengijinkan orang-orang bertattoo, ber-earlobe dan mereka yang melakukan body modification lainnya untuk menjadi pekerja? Tepatnya aku tak tahu tapi sebenarnya kamu bisa ketahui saat bertemu dalam sesi interview dengan pihak perusahaan yang hendak meng-hire-mu.

Aku punya beberapa tips atau poin-poin pemikiran terkait pekerjaan dan tattoo, earlobe dan body modification lainnya.

1. Kesepakatan

Seperti kusinggung di atas, kesepakatan saat sesi interview dengan pihak perusahaan adalah yang terpenting. Bicarakan sejak awal bahwa kamu bertatoo dan ber-earlobe atau memiliki body modification lainnya. Bila mereka keberatan, tentu kamu akan diberi tahu. Tuangkan kesepakatan-kesepakatan itu dalam kontrak sebagai landasan formal tentang ‘bagaimana baiknya’ menyikapi keadaan yang ada pada dirimu.

2. Tutupi

Seperti kukutip dari berita di atas bahwa penampakan fisik tak dilindungi aturan ketenagakerjaan maka setidaknya buatlah supaya tattoo, earlobe dan modifikasi tubuh lainnya tak tampak.

Bagiku ada dua jalan untuk membuat hal-hal tersebut tak tampak yaitu secara permanen maupun temporer.

Untuk langkah permanen, sekarang banyak ditawarkan teknologi laser untuk menghapus tattoo. Untuk menambal earlobe juga mudah, tinggal dijahit atau kalau mau yang lebih mulus tinggal ambil operasi plastik yang tentu lebih mahal ketimbang ‘jahit biasa’.

Tapi untuk yang temporer, kita bisa menutupi tattoo dengan pakaian, syal ataupun patch/plester selama bekerja. Untuk earlobe bisa disamarkan dengan patch/plester ataupun flesh/skin tone earplug semacam penutup earlobe yang memiliki warna kulit. Ia tidak menyembunyikan tapi menyamarkan.

Ini adalah contoh skin tone ear plug dan bagaimana saat dikenakan di telinga. Samar meski tak tersembunyi seutuhnya

3. Pakaian rapi

Meski bertattoo dan ber-ear tunnel, aku selalu mengenakan pakaian rapi ketika bekerja terutama saat berhadapan dengan client. Sebagai konsultan, aku merasa bahwa mengenakan stelan jas, kemeja yang disetrika, celana katun atau chinos, dan sepatu serta sabuk kulit formal adalah keharusan. Oh ya jangan lupa untuk menyemprotkan deodorant dan parfum dan simpulkan sebuah senyum dari bibir.

Penampilanku sehari-hari dalam bekerja

4. Karakter Pribadi

Ini sisi menariknya.
Aku bekerja sebagai UX/UI Lead Consultant, bagian kecil dari industri kreatif yang kian besar. Entah kenapa, stereotipikal orang-orang ketika bicara tentang pelaku dunia industri kreatif selalu dikaitkan dengan gaya hidup hippie, celana skinny, kacamata oversized, music ingar-bingar maupun RnB dan lain-lainnya termasuk tattoo, earlobe sehingga ketika kita bertatoo dan ber-earlobe, kebanyakan orang memaklumkannya.

Malah, tattoo dan earlobe justru menjadi daya tarik yang mau-tak-mau melekat pada karakter pribadi kita. Beberapa klien secara eksplisit bahkan menyatakan ketertarikannya untuk bekerja denganku karena sisi funky-ku yang kuyakin salah satunya terbangun dari tattoo dan earlobeku itu.

Tapi apakah hanya itu yang membuat klienku suka bekerja denganku? Tak adakah hal-hal lain yang membangun karakter pribadiku menjadi menarik selain tattoo dan earlobe?

Poin terakhir di bawah ini bisa jadi yang paling penting! Simak!

5. Sensasional?

Kamu tattooan dan ber-earlobe maka kamu keren dan sensasional! Tapi tanpa tattoo dan tanpa earlobe, apakah kamu akan tetap menawan?

Aku adalah orang yang percaya bahwa apapun yang kuperbuat dan ada di sekitarku sebisa mungkin harus bisa kugunakan untuk membuat hidupku dan hidup di sekitarku lebih baik. Apa yang lebih baik ketika aku bertattoo dan ber-earlobe?

Ini perkara label. Di saat banyak orang menilai buruk tentang tattoo, earlobe dan modifikasi tubuh lainnya, aku justru terlecut untuk membuktikan sebaliknya bahwa tak selamanya orang-orang bertattoo dan orang ber-earlobe adalah orang-orang yang ngawur, tak serius, tak sukses dan berantakan.

Aku memiliki keluarga, istri dan anak-anak yang kucintai dan mencintaiku. Membanggakan dan akupun dibanggakan olehnya. Aku berjuang untuk itu meski aku bertattoo dan ber-earlobe.

Aku memperhatikan sangat aspek spiritual dan memandang bahwa ada Yang Maha Tinggi, sosok dimana aku harus menjalin relasi baik sekaligus sosok dimana pada akhirnya aku akan berpulang nantinya. Aku aktif dalam kegiatan agama, meski aku bertatoo dan ber-earlobe.

Aku berusaha menghargai teman dan memelihara pertemanan dengan mereka yang bisa kujadikan kawan dari berbagai kalangan meski aku tattooan dan ber-earlobe.

Aku memiliki skill dan karir yang lumayan bisa diperhitungkan di sebuah negara maju bernama Australia… meski aku tattooan dan ber-earlobe.

Jadi? Bertattoo dan ber-earlobe ataupun memodifikasi tubuh lainnya, bolehkah bekerja di Australia?

Sekali lagi jawabannya adalah tergantung. Sama halnya dengan pertanyaan, Apakah mereka yang tak bertatoo dan tak ber-earlobe adakah mereka juga baik semuanya? Jawabannya juga tergantung, kan?

Simak serial tulisanku bertajuk?Hikayat Tattoo, kenapa akhirnya aku memutuskan untuk memiliki tattoo dan perjalanan untuk aku mendapatkan semua rajah tattoo di kulitku.

Sebarluaskan!

2 Komentar

  1. Bos, kalo tatoo saya masih bisa terima. lha di-eralobe tu mksdnya apa ? buat cantelan earphone? atau gmn? Wkwkwkwkwk Tulisan berikutnya, Hikayat Earlobe.

    Balas
  2. Bang bisa ngax cariin saya kerjaan saya dan istri saya…saya bertto n ngeplong tpi sya dan istri banyak skil kami kendala modal usaha di bali menurun niat merantau bersama k australi
    Krna kami di bulky karna usaha tidak bisa maju….bisa bantu bang….maaf bang ini kontak q by wa 081338707710 tolong bantu bang….

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.