Adalah Ndorokakung.
Blogger kugiran itu, suatu sore emailnya kuterima di blackberryku.
Ia menawariku bekerja sama dengan Ceicilia Mike Randa yang ketika itu dikenalkan bernama Silly untuk satu gerakan kemanusiaan, Blood For Life.
Malamnya, Yoga, blogger yang tulisannya kontemplatif itu, mengirimiku pesan melalui Facebook, intinya kurang lebih sama, berniat menggandengkan tanganku dengan Silly untuk Blood For Life.
Dan keesokan harinya, Bu Enny, tak ketinggalan mengisyaratkan bahwa Silly ingin menghubungiku dan meski beliau tidak mengatakan untuk urusan apa, tapi kutahu bahwa sama dengan Ndorokakung dan Yoga, pasti urusan Blood for Life.
Apakah Blood For Life?
Intinya adalah kumpul-kumpul elektronik melalui media mailing list dan blog, menghimpun orang sebanyak mungkin yang lalu (semoga) atas nama kemanusiaan, ketika ada yang membutuhkan bantuan donor darah, orang-orang itu akan memiliki sayap dan menjadi penolong untuk sesamanya.
Lalu kenapa mereka mencariku?
Adalah GolonganDarah.Net, situs yang bannernya kupasang di sisi kanan itu.
GolongandarahNet adalah sebuah situs yang tujuannya mengumpulkan informasi personal para anggotanya, lalu dibagii-bagi dalam golongan darahnya.
Dan, akulah pencetus ide sekaligus pemilik dari situs tersebut.
Setengah tahun sebelum kubangun GolonganDarah.Net, 1 Januari 2007, aku mengawalinya dari sebuah permenungan.
Permenungan ketika peristiwa gempa besar di Jogja Mei 2006. Saat itu aku melihat ada begitu banyak manusia yang membutuhkan darah di rumah sakit sementara hanya sedikit pendonor yang merelakan diri untuk diambil darahnya demi sesama. Perkaranya sebenarnya bukan pada soal mau atau tidak mau, tapi lebih pada, siapa yang kamu ketahui untuk kamu minta darahnya ketika dibutuhkan.
Lantas bagaimana tanggapanku terhadap ajakan-ajakan tersebut?
Dalam email balasanku kepada Silly yang juga kukirimkan kepada Ndorokakung, Paman Tyo, Mas Iman dan teman-teman lainnya, aku menyebutkan dua prinsip, yang pertama adalah bahwa aku akan selalu menyambut uluran tangan orang yang mengajak bekerja sama (dalam hal ini) secara tulus sejak dari pikiran dan satu lagi, tidak ada unsur pengambilan keuntungan dari sisi uang sedikitpun.
Lalu langkah konkritnya?
Hari demi hari sesudah BFL dilaunching oleh Silly, aku memutuskan untuk memposisikan Golongandarah.Net sebagai salah satu elemen dari gerakan itu. BFL blog akan dijadikan sebagai media penyampaian informasi seputar golongan darah, donor darah dan sebagainya, mailing list BFL akan dijadikan sebagai ajang komunikasi antar pendonor, dan Golongandarah.Net akan jadi situs web penyedia basis data orang-orang berdasarkan golongan darahnya.
Sudah, itu saja dulu…
Pengalaman menyebutkan, terlalu banyak rencana pada awal suatu tujuan yang baik sekalipun biasanya malah melemahkan sisi praktiknya.
Ah, semoga kali tidak! Bukan begitu, Silly?
Tinggalkan Balasan