Blontank: Lawan hoax? Edukasi diri!

28 Nov 2017 | Cetusan

Lama tak terdengar ada acara kumpul-kumpul berbau ?blogger?, Rumah Blogger Indonesia (RBI) Solo yang dikomandoi aktivis senior media sosial Indonesia, Blontank Poer, kamis 23 November 2017 silam mengadakan acara temu muka/kopi darat (kopdar) blogger. Acara ini bertepatan dengan diadakannya Festival Media yang dihelat di kota asal Presiden Jokowi itu oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), 23 – 24 November 2017 silam.

Aku menyempatkan diri berbincang melalui Whastapp dengan Lik Bloentank (aku memanggil beliau dengan sebutan Paklik, ?Lik? yang berarti ?om? dalam Bahasa Jawa) yang eksentrik itu dan berikut adalah petikannya.

kopdar blogger

kopdar blogger

(DV) Lik, apa acara Kopdar Blogger kemarin itu numpang Festival Media?
(BP) Dibilang numpang juga bisa.?Kebetulan teman-teman AJI Kota Solo mengajak RBI ikut terlibat bantu-bantu kepanitiaan Festival Media. Dari situ muncul ide, daripada bantu-bantu aja kenapa tak terlibat lebih?

Sejauh apa keterlibatan kawan-kawan RBI dalam acara itu?
Kami jadi volunteer dan terlibat aktif sejak rapat perencanaan festival itu bersama kawan-kawan AJI Kota Solo.

Lalu isi acara Kopdar Blogger kemarin tujuannya apa?
Ya kumpul-kumpul, lama nggak ketemu.

Ada ?modus? lain?
Bukan ?modus? tapi lebih pada memanfaatkan momentum. Rumah kontrakan RBI tahun depan kebetulan akan jatuh tempo, jadi kami ijin panitia untuk sekalian cari dana membayar kontrakan dan salah satu implementasinya ya cari sponsor.

Dapet?
Dapat. Dana penyelenggaraan, utamanya kami dapat dari XL. Terus ada tambahan saweran dari Pandi.id, ictwatch.id, dan komunitas siberkreasi.id. Jadi, kami cukup leluasa dalam memuliakan tamu-tamu kami.

Blontank Poer

Blontank Poer

Apa masih relevan bicara tentang blogger saat ini, Lik? Apa masih banyak blogger di Indonesia?
Blogging memang tak sepopuler dulu tapi sebenarnya masih banyak orang ngeblog baik di blog maupun microblogging lewat medsos. Apapun platformnya, titik tekannya ada di konten. dan, kita dihadapkan pada pilihan mau ngisi dengan konten positif (bermanfaat) atau sebaliknya.

Ada sinergi atau rencana kerja bareng blogger dan kalangan pewarta dari AJI dalam festival media kemarin?
Ke depan harusnya ada karena kemarin aja mereka saling kunjung kok. Aktivis AJI hadir di acara kopdar dan sebaliknya, blogger datang ke festival media.

Minimal kopdar kemarin bisa mendekatkan teman-teman blogger dengan AJI. Apalagi terkait prinsip kebebasan berekspresi dan banyaknyablogger serta warganet lainnya yang masih takut dengan ancaman pidana dari pasal 27 ayat 3 UU ITE, bahkan yang sudah direvisi sekalipun.

Apa yang bisa dilakukan AJI dalam hal ini?
AJI menginisiasi pendirian LBH Pers yang misinya mendampingi jurnalis ketika berhadapan dengan kasus-kasus hukum.

Dengan begitu, aku berharap kelak blogger/warganet merasa punya teman, apalagi sejak kongres AJI di Padang, empat tahun lalu, pewarta warga (blogger ?red) sudah dimasukkan dalam kelompok masyarakat yang bisa menjadi anggota AJI dan pihak yang bisa diadvokasi jika ada tuntutan hukum.

Para peserta kopdar blogger

Para peserta kopdar blogger

Selain soal advokasi apa ada hal lain yang bisa ?dikerjakan bersama??
Yang kuharap adanya inisiatif-inisiatif alami yang mempertemukan kedua belah pihak (AJI dan blogger). Aku yakin mereka merasakan kegelisahan yang sama terhadap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.

Konkritnya?
Mungkin aksi-aksi terkait literasi publik dan tidak sebatas digital tapi dalam pengertian luas yang berhubungan dengan relasi sosial, pemahaman politik dan sikap kebangsaan.

Bicara soal hoax yang makin marak, peran blogger apa relevan dalam menghalau hoax piye?
Menurutku saiki sangat relevan. Banyak individu yang dulu kita kenali sebagai blogger, kini rajin menyuarakan padangan dan sikapnya terhadap konten negatif, baik yang mengandung ujaran kebencian maupun informasi palsu atau salah.

Tapi konon oknum blogger-bogger jaman old lah yang ikut terjun menerbitkan hoax?
Ya satu dua ada yang masih ‘istiqomah’ hidup dalam jaman kegelapan, ya kita doain saja supaya cepat waras hehehe?

Menurutmu cara terbaik melawan hoax itu gimana?
Kita harus mengedukasi diri sendiri lewat akun-akun blog maupun medsos yang kita punya dengan cara mengisi konten-konten yang kita yakini berguna untuk kemaslahatan.

Sekecil apapun, aku yakin orang yang membaca postingan kita akan tahu juga kok.

Tantangan blogger Indonesia ke depan terutama dalam tahun-tahun politik mendatang bagaimana?
Aku optimis ke depan akan membaik. Mereka yang jualan isu-isu, misalnya agama kan ya itu-itu saja orangnya.

Pelajaran berharga dari Pilkada DKI, utamanya terkait aksi-aksi massa ?tiga angka? itu menurutku sudah cukup membuat banyak orang terbuka pikiran dan wawasannya.

Masyarakat akan sadar dan menjadi kebal atas kalimat-kalimat hasutan.

Blontank Poer

Blontank Poer

Oh ya, yang datang di acara kopdar kemarin berapa orang?
Sekitar 150 orang padahal yang kutargetkan hanya 60 saja.

Mereka datang darimana?
Dari berbagai daerah. Ada yang mewakili komunitas BloggerNgalam (Malang), Plat-M (Madura), Blogger Warok (Ponorogo), Pendekar Tidar (Magelang) lalu teman-teman blogger dari Surabaya, Banyumas, Jogja, Salatiga, Sukabumi, Gorontola dan Jayapura tak ketinggalan Solo dan Klaten?

Peserta ditarik duit berapa untuk ikut kopdar, Lik?
Gratis lah! Kopdar kok bayar? Hahaha?.

Simak wawancara lain dengan Bloentank Poer di sini

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.