Bertemu Kembali, pertemuan dua sahabat beda alam dibantu teknologi

4 Jan 2024 | Musik

Melly Goeslaw dan Nike Ardilla

Salah satu terobosan musik yang menurutku paling menarik di tahun 2023 lalu adalah terjadinya duet Nike Ardilla dan Melly Goeslaw dalam single Bertemu Kembali rilisan Musica Studio.

Kenapa?

Dua Sahabat, Beda Alam

Nike Ardilla dan Melly Goeslaw sudah saling bersahabat saat keduanya masih tinggal di Bandung, Jawa Barat. Seperti yang kita tahu bersama, Nike Ardilla adalah lady rocker legendaris yang meninggal dunia di puncak karirnya, 19 Maret 1995. Sementara nama Melly Goeslaw melejit beberapa tahun sesudahnya melalui Potret, duet dengan suaminya Anto Hoed dan keterlibatan tangan dinginnya dalam banyak karya yang melegenda.

Nah, seperti yang terjadi pada The Beatles yang tahun lalu juga merilis karya Now and Then meski dua dari empat personilnya, John Lennon dan George Harisson sudah meninggal dunia, Melly dan Nike pun merilis karya baru! Oh ya, lagu= ini jadi hadiah ulang tahun dari Melly Goeslaw untuk Nike Ardilla. Jika masih hidup, per 27 Desember 2023 kemarin, Nike Ardilla harusnya berusia 48 tahun.

Dua lagu jadi satu

Yang lebih menarik lagi, lagu Bertemu Kembali adalah penggabungan dua lagu jadi satu. Bagian yang dinyanyikan Nike Ardilla adalah lagu Duka Pasti Berlalu karya Dadang S. Manaf  lalu diramu dengan lagu baru milik Melly Goeslaw, jadilah satu lagu baru yang secara melodi sangat nyambung dengan imbuhan pilihan nada yang khas Melly banget! 

Oh ya, buat yang belum tahu saja, Dadang S. Manaf adalah kakak pertama musisi Ahmad Dhani Prasetyo yang dulu bernama Dhani Manaf.

Ide penggabungan dua lagu jadi satu ini menarik karena suara Nike Ardilla benar-benar diambil dari master rekamannya dulu ketika menyanyikan Duka Pasti Berlalu. Hal ini berbeda dengan lagu yang pernah dirilis untuk mengenang sosok seorang penyanyi besar Indonesia yang juga sudah almarhum. Waktu itu, suaranya memang benar-benar digenerate dari suara almarhum pada lagu-lagu yang pernah diproduksi, diubah jadi potongan kata dan suku kata lalu digabungkan menjadi lagu. Tapi hasil akhirnya masih tetap tidak terlalu alami. Kentara betul intervensi teknologi yang terlalu dominan. 

Menggunakan teknologi seperlunya

Hal yang menurutku tak kalah menariknya adalah bagaimana karya Bertemu Kembali ini dipresentasikan dalam video klip. Sudah barang tentu, karena Nike Ardilla sudah tiada, keputusan untuk memanfaatkan artificial intelegent (AI) adalah pilihan tepat. Bisa saja sih kalau produser menggunakan clip-clip lawas Nike Ardilla tapi bisa dibayangkan gap hasil shoot dari kamera era 1990-an dengan kamera sekarang? Bumi dan langit banget pasti hasilnya!

Maka, wajah Nike pun digenerate menggunakan AI. Aku mengintepretasikan hal ini sebagai sebuah showcase bahwa teknologi itu baik untuk dilibatkan dalam sebuah karya meski tak harus terlalu dominan, seperlunya. Ai bisa diselaraskan dengan karya, bukan sebaliknya karya yang mengagung-agungkan teknologi tanpa jiwa.

***

By the way, kalian sudah menyimak lagu ini? 

Coba deh! Bagiku penggalan lirik  paling menarik adalah ini:

Perpisahan ini tak selamanya
Pasti kita bertemu kembali

Well done, Musica Studios dan Melly Goeslaw. Doa terbaik bagi ketenangan arwah Nike Ardilla di alam baka.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.