Berkomentarlah yang Baik

9 Des 2009 | Cetusan, Digital

Kehadiran sistem pemberian komentar (commenting system) dalam blog itu menurutku bagai pisau bermata dua.
Di satu sisi, komentar adalah satu hal yang sangat dinantikan oleh blogger namun ketika komentar sudah mulai berdatangan, pertanyaan selanjutnya adalah komentar seperti apa yang sebenarnya diharapkan keberadaannya?
Menulis tentang cara memberi komentar yang baik, sedikit banyak dari kalian barangkali berpikir bagaimana mungkin aku yang bertabiat ‘tak terlalu baik’ dalam memberikan komentar ke blog orang lain menuliskan semua ini?
Tapi tak mengapalah! Maklumiku! Karena bukankah penjahat kelas kakap pun berhak mempunyai bayangan ideal tentang dirinya seandainya suatu saat ia menjadi orang baik? :)
Jadi, berikut ini adalah pandanganku tentang bagaimana memberi komentar yang baik di blog.
Bacalah!
Bacalah postingan terlebih dahulu sebelum memberikan komentar.
Kalau bisa membaca secara mendetail bagus, tapi scanning pun tak masalah yang penting jangan cuma modal scroll ke bawah menuju kolom pemberian komentar lalu berkomentar yang kadang nyambung, kadang nggak nyambung!
Jangan pula hanya sekadar membaca judul tulisan lalu mereka-reka isi konten dan srrtttt langsung menuju kolom komentar dan membubuhkan komentar seadanya di sana.
Tapi kan males, Kak kalau tulisannya panjang-panjang?
Ya kalau malas jangan berkomentar!

Hindari ‘Pemakaian’ Pertamax
Hindari komentar ‘pertamax’, ‘keduax’ ataupun ‘hetrix’.
Bukannya kenapa-napa, tapi kalau tujuanmu adalah supaya link yang kamu tinggalkan diklik balik oleh orang lain, kupikir kamu salah menciptakan impresi. Kalau tujuanmu supaya kamu dikomentari balik oleh si pemilik blog, ya kalau orangnya lagi baik, kalau nggak? bisa-bisa dibalas dengan hal yang sama atau bahkan lebih buruk!
Atau, oh kamu tak terlalu mempermasalahkan kalau dikomentari balik demikian? Ya, terserah!
Komentar memperkaya konten
Berpikirlah bahwa posting yang akan kamu komentari bukanlah ayat-ayat dalam kitab suci yang sulit dibantah dan harus dituruti.?Kembangkan sisi lain dari tema posting yang ada, jadilah komentator yang dapat memperkaya konten bukannya merusak konten. Itulah salah satu hakikat dikembangkannya pola web 2.0, pola open-shared terhadap apapun di internet termasuk konten.
Contohnya? Mudah!
Andai kamu menemui postingan yang mengangkat tema tentang kondisi lalu lintas yang macet di ruas pantura dan karena kamu tinggal di salah satu daerah yang dilewati pantura, Pekalongan misalnya, maka kamu memberikan komentar tentang “jalan alternatif ketika pantura sedang dilanda kemacetan.”
Berkomentar bukan posting
Yakinlah bahwa membuat blog itu sekarang sangat mudah. Banyak provider yang bilang bahwa “it will take only in 3 minutes” dan jadilah blog kamu. Maka, ketimbang kamu bikin komentar yang panjang-panjang, rada nggak nyambung dan membosankan, lebih baik kamu mbikin blog sendiri dan posting komentar super panjangmu itu di sana.
Pahami karakter blog, pemilik blog dan postingannya
Ada orang yang tak suka blognya dikomentari yang neko-neko.
Ada juga orang yang suka dan mempersilakan blognya dikomentari yang aneh-aneh.?Tapi anehnya, ada orang yang sebenarnya ia suka untuk dikomentari aneh-aneh, tapi pada satu postingannya, ia berharap kamu untuk menulis komentar dengan baik dan benar.?Ini sangat awam dan bahkan sebagian besar dari kita adalah demikian.
Misalnya pada blog seorang pelawak. Seratus postingannya bernada guyon dan biasa ditimpali dengan komentar-komentar yang nggak kalah becandanya. Tapi suatu waktu ia menuliskan tentang suatu yang serius dan menyedihkan: istrinya menceraikannya. Maka, ya jangan lantas kamu berkomentar yang tetap guyon.. Pelawak juga manusia!

Sebarluaskan!

112 Komentar

  1. hmm … bagus, mas don, dan saya sepakat terhadap semua etika berkomentar seperti yang mas don sampaikan. beruntung, saya jarang berkomentar pertama, keduax, atau hetrix, hehe …

    • Hehehehe Anda memang ndak pernah Pak, tapi saya yakin banyak komentator yang menulis pertamax di blog Anda soalnya blognya Pak Sawali sudah tergolong populer hehehe… (saya kayaknya juga pernah hahahaha)

  2. KEDUAX!
    WAKAKAKAKAKA, ada angin apa tiba2 mbahas masalah ini?
    Aku setuju si sama gimana kita paling nggak ngerti topiknya, jangan gak nyambung gara-gara cuma membaca judulnya kemudian menebak isinya apa.
    Pertamax keduax sih aku gak pernah melakukannya, tapi gak ada masalah juga kalo ada yang memertamax aku, paling cuma kusindir “ah ndeso” kwkwkwkwkwk.
    Link back? Pastilah juga numpang promosi, cuman aku paling anti nge-spam.
    Komentar yang panjang? Jarang jarang terjadi, tapi kadang I just can’t help myself to do it, cuman ya once upon a time aja.
    Aku masih inget gimana kamu dulu dijogja bilang “Blog ku gak bakal tak kasih Comment section” huahaha, aku jg inget gimana aku tertawa waktu pertama kali liat blogmu yang akhirnya keluar comment section nya. Donny juga manusia.

    • Hehehehehe, itu kan masa silam.. masa jahiliah :))

  3. Mau berkomentar?? Dengarkanlah suara hati terlebih dahulu, kadnag suka ada sinyal-sinyal alarm…..begitu bukan begitu?

    • Hahaha emang wekerrr!!!

  4. aku paling suka kalau dapat komentar yang isinya memperluas konten. bukan sekadar bilang iya atau tidak. tapi memang agak jarang mendapatkan komentar yg benar2 “berisi”.

    • Betul, Kris… tapi nek menurutku kita juga harus melatih diri untuk membuat konten yang enak buat dikomentari dan menantang untuk ditambahi ‘isinya’ :))

  5. hihihi… setuju bang..
    eh tapi kadang kala pertamax itu maksudnya baik lho (bukan cuma buat di klik balik)..
    klo di blog2 yang populer, susah sekali mendapatkan pertamax (selalu keduluan, saingannya banyak).. jadi begitu dapet pertamax mungkin orangnya mengekspresikan rasa senangnya dengan seperti itu :D
    selanjutnya ya tinggal isi komentar setelah kata2 itu.. klo ga mutu sih, ya emang numpang tenar doang dia mah..

    • Ya sudah kalo gitu, khusus buatmu, kuijinkan komentar pertamax besok-besok supaya blogku tergolong populer hahaha :))

  6. Don, saya setuju pendapatmu. Kita menginginkan komentar yang memperkaya pemahaman dan bisa menjadikan suatu sharing pendapat.
    Awalnya saya juga menanggapi semua komentar dengan baik, tapi apa boleh buat ada beberapa komentar yang terpaksa saya edit….kadang komentarnya bagus tapi pakai singkatn, maksudnya mungkin biar kelihatan gaul atau anak muda..tentu saja tetap saya tayangkan dan di edit..tapi saya ga bakal datang ke blognya.
    Apa boleh buat, pada akhirnya blog kita dan para komentator di blog kita akan tersegmentasi dengan sendirinya.
    Duhh jangan-jangan komentarku ngawur…kayak tadi pagi, salah komentar di blog Imel…mungkin masih ngantuk. Jadi kalau baru buka kompie jangan langsung komentar, ntar melakukan kesalahan kayak saya…

    • Wah, Bu Enny kok niat betul mengedit komen orang lain. Kalau saya sih langsung delete aja habis perkara :))

  7. Waktu kamu tweet hashtag ‘blogku’ aku mau koment/bales disana, tapi sesekali koment di blog mu gpp lah.. So, termasuk koment yg benar kan ini?

    • Benar benar sudah benar, Ods :)

  8. *segera ngecek apakah komentarku sudah beretika selama ini di blog ini* :)
    aku tertarik dengan membaca postingan secara lengkap atau scaning.
    menurutku, tulisan kita sekedar scanning sama pembaca atau dibaca secara detail adalah tergantung dari cara kita memberikan tulisan itu. aku pernah dapat tips dari seseorang bahwa sebaiknya sebuah paragraf pada tulisan jangan lebih dari tiga kalimat. kalau sudah kepanjangan, akan membuat pembaca malas melanjutkannya… (sebuah tips yang bagus, tapi masih sulit ku lakukan)
    itu saja deh komentarku, biar gak kepanjangan dan tak diomelin sama pemilik blog ini, hahaha… :D

    • Hahahahaha.. sepakat, Uda.
      Kita sebagai blogger kerap menuntut orang untuk ‘membaca’ tapi kitapun harusnya juga menciptakan tulisan yang memang enak dibaca :)

  9. iya, mas.. sy berusaha juga untuk membaca setiap postingan yg saya baca, karena sy jg ingin dihargai, jd ndak cuman ninggalin komen tp isi komentny ndak nyambung.. trus juga, biasanya bahasa koment jg saya sesuaikan, kalau orangnya humoris, bahasanya ya ikut2an humorin dan aneh, kalau bahasa resmi ya pakai bahasa resmi..
    Jd membayangkan, ada posting ttg berita duka ditinggal orang tersayang, tp malah dapat koment ndak nyambung, “Sob, blog nya keren. Jgn lupa kunjungi balik y”
    hmm

    • Hehehehe, wah kalo yang seperti itu kebangetan ya…. :)) Tapi acapkali justru yang terjadi memang begitu, Mas.. Dohhh…

  10. gitu yah? ternyata bukan cuma menulis saja yang ada etiketnya… ternyata comment juga…
    bang, boleh izin copas kan? untuk pembelajaran bagi blogger-blogger lain?

    • Silakan dibagikan, asal tulis sumbernya ya..:)

  11. komen juga mirip postingan, kadang mood kadang nggak, yang penting tetap diusahakan nyambung ama konten dan sopan.

    • Betul. Sopan adalah yang terutama…

  12. Terima kasih postingannya. Jadi mengkoreksi diri nich, apakah selama ini aku sudah menjadi komentator yang baik, ya? Yang jelas tulisanmu ini mencerdaskan (setidaknya untuk aku yg masih awam di dunia perbloggeran) .

    • Hehehehe, tidak ada istilah awam atau tidak dalam dunia ini. Yang ada hanyalah siapa yang lebih dulu dan siapa yang baru saja….

  13. Pada dasarnya saya setuju pada semua yang ditulis diatas, tapi sampai saat ini saya sangat terbuka pada semua komentar, bahkan yang komen seperti nyepam pun saya terima (asal bukan spam beneran lho, hehe).
    Yang menarik adalah yang terakhir, sebaiknya jangan sampai terjadi seperti itu, yaitu ketika pemilik blog sedang sedih beneran kita malah bercanda.

    • Hehehe cuma soalnya susah kita tau mood orang, Sob :) Kalau ia lagi sedih dan tak dituliskan lalu kita berkomentar bercanda dan dia marah, kupikir dia salah juga kenapa nggak bilang2 kalau lagi sedih heheh :))

  14. hehehehe…coba2 cek lagi…komen2ku disini selalu bagus kan mas *jawab iya…aku nodong pake piso nih :P *
    Aku suka banget postingan ini mas, karena beberapa komentar yang kadang mampir ke blog aku ada yg aneh2, yakinkanlah ketika ada komentar yg hanya sekedar pertamax atau isinya gak nyambung pasti tak delete *kecuali aku kenal sama yg comment :D *
    beberapa kali juga ada postingan yg hanya memberikan link ke halaman website yg ngehasilin $$ itu…tambah sebel aku sama orang yg begini :D
    by the way aku penah membahas mahasalah ini dengan Mbak Eka, dan salah satu alasan Mbak Eka mengadakan commentator terbanyak itu untuk meningkatkan kualitas komentar di blognya…hihihihi… *mbak Eka mana ya???*

    • Eka? Eka yang mana yah? Hahaha :))

      • Coba Eka yang dimaksudkan Ria itu unjuk jari dolooooo :P

  15. Hahaha Setuju 100% ^^
    Kash comment ada etika-nya juga sama kaya ngash pendapat waktu lagi rapat, dengerin temen curhat, dan semacamnya. Bedanya hanya tidak bertemu muka dan tidak mendengar suara bila melakukan comment di blog dan semcamnya.
    Hindari ?Pemakaian? Pertamax –>>> Ini tuh dipopulerkan oleh Kaskus kan??? jadi wabah dimana – mana… Lol!!!
    Komentar memperkaya konten –> Kalo kita cuman menanggapi tanpa memperkaya kayanya mash It’s okay.. yg penting tanggapannya nyambung dng postingnya ^^
    Misalnya pada blog seorang pelawak…. Tapi suatu waktu ia menuliskan tentang suatu yang serius dan menyedihkan: istrinya menceraikannya. Maka, ya jangan lantas kamu berkomentar yang tetap guyon.. Pelawak juga manusia! —>>> hanya orang tidak punya perasaan kalo tetep memberikan comment dengan guyon.. Crazy hahaha

    • Hindari ?Pemakaian? Pertamax ?>>> Ini tuh dipopulerkan oleh Kaskus kan??? jadi wabah dimana ? mana? Lol!!!

      justru setau saya ini awalnya dari blog, dulu (mungkin skitar 2005-2007an) pas lagi booming2nya blog banyak yg ngejar pertamax, terutama di blog2 seleb kayak Priyadi ato Enda, nah sekarang malah ramenya di kaskus, CMIIW.

  16. kalo semua berpegangan pada etika …. mestinya komennya konstruktif ……. minimal peganglah …… “kalo tidak bisa ngomong yang baik, jangan ngomong yang jelek” …… sederhana ya …….tapi ???

    • Wah, Pak Dosenku berkomentar.. Apakabar, Pak?

  17. @dv :
    kenapa kamu bales koment orang ngga di bagian koment org itu sendiri? tapi jadinya malah nambah jumlah koment sendiri, piye komenting sistemnya nii.. :)
    *ngerti lah ya kira2 maksute :p

    • ??? kamu kok malah menuduh? Sudah dihitung belum jumlah komen dikurangi komenku berapa? hehehe:)) liat dulu sebelum komen mas Dean :)

      • itu mbuh sengaja ato ndak? huahaha. Mungkin maksud e mencoba berkomen yang gak nyambung sama isinya ato memang betul betul merem hahahaha.

        • @Aley: Hehehe, entahlah tapi dari dulu dia memang slalu sperti itu ke aku :)

  18. pertamax udah di reserved ya gan ?
    ***jedot-jedotin jidat
    eh itu, cara bikin komen yang bener gimana sih gan ? komen gw suka gak diaprove sama yang punya blog kenapa ye gan ?
    up up up

    • Wah, sudah diperiksa anda pake ISP apa? Hahahahahahaha :))

  19. kalo saya kadang rada “galak” sama org yg komentar ga jelas, cuma ngejar tukeran link ato nyepam, saya delete aja ato di moderasi. toh saya bukan pengejar traffic tinggi ato komentar banyak, yg penting orang baca tulisan saya, pahami isinya. kalo males komentar ya gpp, mau komentar ya terima kasih :)

    • Setuju Mas, jarang ada blogger yang berpandangan seperti sampeyan :)

  20. saya setuju, mas DV. komentar adalah yang paling ditunggu blogger. yang paling saya suka adalah komentar yang memancing untuk berdiskusi. tapi, tentu saja, bloggernya juga harus menulis posting yang bagus dan mencerahkan…
    kalau postingnya asal-asalan, komentator juga bingung ngasi komen. betul nggak, mas? :mrgreen:

    • Betul. Kalau aku sih mudahnya bikin postingan yang memancing diskusi itu dengan menyisakan satu pertanyaan di akhir postingan :)

  21. masalah daripada komen mengkomen memang kadang menyebalkan om. Saya bahkan kadang-kadang terpaksa menghapus daripada komentar-komentar yang sangat tidak relevan atau bahkan sangat menyebalkan. Salam hangat :)

    • Aku pengennya juga menghapus tapi ketimbang menghapus aku lebih memilih menjawab ngawur aja atau balas dendam ke blognya :)

  22. paling sebel baca komen “nice info”, “kunjungan sore”, “salam kenal” dan lain sebagainya *bingung mau komentar apa setelah komentar yang pertama ditangkep aki ismet :( *

    • Hehehehehe komentarmu udah kuselamatkan dari jaring askimet :)

  23. Betul sekali, komen adalah hal yang paling ditunggu seorang blogger, karena adanya komen menunjukkan apakah tulisan tersebut mendapatkan tanggapan atau tidak. Dan komen yang menyenangkan tentu saja komen yang kritis (meskipun komen yang sekedar lucu-lucuan menyenangkan juga …).
    Penulis komen yang nggak baca postingan sering kelihatan juga kok, misalnya menanyakan sesuatu yang jelas-jelas sudah kita tulis di dalam artikel. Atau salah menangkap substansi artikel. Tapi yang paling menyebalkan adalah kalau isi komen mempromosikan blognya/postingannya, tanpa ‘menyapa’ si pemilik blog. Nggak sopan banget.
    Memang betul, agar sebuah tulisan memperoleh banyak komen, tulisan tersebut harus menarik. Tidak harus kontroversial, tetapi menggugah pembaca untuk sharing pendapat. Format tulisan juga harus menarik. Paragraf jangan terlalu panjang, hurup enak dibaca, syukur banyak foto.
    Kalok komenku gimana Don? Semoga nggak nyebelin ya? Nek nyebeli, aku tak pensiun wae seko blogmu … hehehe …

    • Tambah dikit, aku juga membaca dulu semua komen yang sudah ada, supaya nggak menulis komen yang sama (kayaknya gimanaaa gitu, kalau komen kita sama dengan orang lain). Memang sih, butuh waktu lebih lama untuk blogwalking …

    • Komenmu menyenangkan, Bu :)
      Dan komentar ini benar-benar memperkaya kontenku :)
      Nuwun, mengko nek aku bali tak jajak’e bakso :)

  24. Aku termasuk yang setuju dengan tatanan diatas :)

    • Hehehe thanks.. Lama tak kelihatan, Bung?

  25. Ah aku meh provokasi yg punya blog ah, komen gak nyambung blas :P….udah nonton a Christmas Carol belum? Kalo belum, nontonlah di Imax, bagus animasinya :)

    • Hahahahah… kalo untuk kamu provokasi nggak papa deh, Mbakyu :)
      Christmas Carol? Aku cuma nonton trailernya pas aku nonton film lain di 3D cinema beberapa minggu yang lalu.
      Aku agak ‘singunen’ pas adegan si tokoh terbang itu ya.. kayaknya keliatan tinggiiii banget :)) Yang pasti karena efek 3D nya :)

  26. kadang aku bingung juga untuk beri komentar, takutnya komentar yang diberi terlalu menggurui atau malahan klise.
    btw, kalo soal pertamaxx gitu, kadang aku kangen juga sama beberapa blogger lain yang suka beri pertamaxx gitu, tapi sekarang enggak tahu mereka hilang kemana. aku ambil positifnya saja tandanya mereka merasa tertarik untuk berkunjung.
    lalu kalo tukaran link, aku jarang lakuin pertukaran link. biasanya aku simpan saja di readerku dan nanti bisa dikunjungin sewaktu aku online.

    • Aku juga nggak terlalu setuju tukeran link. Aku lebih suka memasang rss mereka di readerku… :))

  27. *langsung merenung commentku gmana ya??*
    dulu sih aku sering pakai pertamax, klimax, dsb, tp skr sdh tobat, tdk pernah lagi.. kok sajak gak ada isinya banget gitu.. he..he…
    aku paling sebel kalo ada comment yg cuma copy paste, comment dari seseorang dan sama di beberapa blog. Kok ya kayak template banget gitu.. tidak personal, dan kurang menghargai kayaknya.
    btw gmana commentku don?? need your feedback, spy aku smakin “beradab” he..he..he..

    • Komenmu? Nggak perlu ditanyakan lagi, Sob.. aku selalu menambahkan blog seseorang ke RSS readerku bukan cuma karena kenal dekat atau tulisannya bagus tapi juga ia harus bisa berkomentar yang baik.. dan itu kamu!

  28. Sebisa mungkin saya mencoba untuk mengerti isi kontennya,lalu mengapresiasi dengan kata-kata yang menyemangati dan membangun.

    • Bagus, Mas.. itu baru namanya semangat berbagi…

  29. dulu saya dengan naifnya menyangka yang komen di blog orang itu pada kenal semua, sampai akhirnya http://macangadungan.com ngasih tau kalo untuk dikunjungi dan dikomentari begitu harus blogwalking dulu. dari situ saya belajar meninggalkan jejak berupa komentar, ada yang positif, tapi kadang-kadang saya juga suka nyinyir. tergantung konten postingannya. biar seru aja sih, mancing di kolam orang. hehehehehe….*isengnyasukakumat*

    • Hehehehe…. saya dulu malah anti komentar :)
      dan setelah tau fungsinya wah jadi rajin Blogwalking :)

  30. pertamax ngga pa2 sih mas, asala stelah komntar petamax komntar lagi yang berhubungan dengan postinganya…

    • Heheheh sekilas memang tak apa2 tapi dua kali komentar itu udah sama aja ngabisin resource hard disk di hosting kita tanpa guna.. Itu menurut saya lho :)

  31. setuju! gue jg paling males sama orang komen pertamax.. komen lain yang gue males itu komen yang kyk “salam hangat selalu” tapi udah gitu doang.. ga ada komen yg berhubungan sama postingan.. siapa jg yg mau visit page orang kyk gitu :mrgreen:

    • Hehehehe tapi kenyataannya banyak yang berkomentar seperti itu dan anehnya… banyak juga yang membalas kunjungan dan komentar dengan isi yang kurang lebih sama heheh :)

  32. Hmm… setuju, Don. Biasanya komen yang ditulis tanpa membaca postingannya dulu, atau hanya dibaca sekilas akan keliatan bedanya kok. Biasanya nggak bunyi. Aku juga suka mbaca-baca komen sebelumnya, siapa tau ada yang bisa ditimpalin. Kan biar seru…
    Btw, gimana pendapatmu soal respon atas komen yang masuk? Aku sering balik ke posting yang dah kutinggalin komen, siapa tau ada respon dari pemilik blog yang perlu kukomentari lagi. Kalo nggak direspon pun, aku berusaha berpikir positif aja, mungkin pemilik blog lagi nggak sempat mbalas. Aku perhatikan kamu selalu membalas semua komen yang masuk… I do appreciate that, Bro…

    • Ijin menimpali komentar Bang Anderson …
      Betul, komen dari orang yang nggak baca isi posting itu kelihatan kok … (dan bikin kecewa juga).
      Sama seperti Bang Anderson, saya juga sering buka lagi posting teman-teman yang saya beri komen, ingin tahu respon pemilik blog. Tapi untuk blog-blog tertentu yang saya tahu pemiliknya jarang menjawab komen, ya nggak saya tengok lagi. Saya sendiri menjawab 99% komen yang masuk ke blog saya. 1% yang tidak saya jawab adalah kalau komennya cuma berisi “pertamax”, atau bukan komen atas posting saya (promosi dirinya sendiri)

      • @Anderson: Halo Bro…
        Sepakat! Aku juga kerap berkunjung lagi ke blog yang kukomentari tapi hanya beberapa saja, untuk blog2 yang tenar.. ah lupakan tak bakalan dikomentari kecuali kita bikin yang aneh2 dan itu nggak baik :)
        @Tuti: Halah, menimpali kok pake ijin :)

  33. Don, kali ini aku serius nulis komentare hahaha… Karena pendek, sifat komentar itu reaktif dan spontan belaka. Agak berbeda dengan “reply” dalam kelompok diskusi (bukan di twitter), misalnya. Membutuhkan agak berserius untuk menanggapinya. Kalau aku sih tidak mengharap banyak dari kolom komentar itu selain senang, ngakak, atau manyun. Sebab, kadang komentar nyleneh itu justru jd penyedap tulisan yang serius, juga sebaliknya. Tulung ojo dikomentari serius ya Don haha…

    • Wah Kun, kok kowe terlalu cepat berkesimpulan bahwa sifat komentar adalah pendek? :)) Nggak dong..:) Banyak blog platform yang mengijinkan komentar panjang lho :))
      Wah aku wes terlalu serius menanggapi komentarmu sing serius iki :))

  34. Kalau di blogku ada komentar yang ga sesuai dengan postingan di atasnya, biasanya langsung tak delete mas. Aku hampir mirip dengan njenengan, pakai moderasi lebih dulu soalnya.

    • Aku nggak pake moderasi lagi, Kang.
      Semua udah kupasrahkan pada Askimet :)

  35. Aku dulu sempet kepengen dapat komentar yang buanyakk bgt seperti di blog-blog tenar tertentu. tapi, kalau kubaca kok komentar-komentar itu “isinya nggak nyambung” ya, becandaan melulu “antar mereka-mereka aja”. aku jadi nggak pengen tenar lagi deh…aku pengen komentar yang personal, benar2 nanggepin postingku, atau sharing pengalaman si pemberi komentar sesuai topik postingku.
    Jadi tekadku ngeblog cuma bikin tulisan yang kira-kira menarik buat orang lain untuk berkomentar, lalu sedapat mungkin aku membalas komentar mereka itu. untuk berkomentar di blog orang lain, aku usahakan selalu sopan, (meski kadang juga ada candanya juga). Aku selalu membaca postingan orang lain dgn tenanan. Kalau aku merasa nggak berkompeten di bidang itu, misalnya Ekonomi dan IT, (ini bukan bidangku blas..) mendingan aku nggak berkomentar deh..
    Komentarku selama ini piye yo, Don? *mikir…

    • Sepakat denganmu!
      Komentator di blog2 tenar itu biasanya kalau nggak teman dekat ya orang2 yang mencoba cari tenar dengan ikut berkomentar di sana (aku termasuk yang suka komen di blog2 tenar itu:p)
      Akyu bersyukur beberapa saat akhir2 ini, banyak komentator ‘serius’ yang selalu memperkaya kontenku.
      Kamu? Kamu termasuk yang memperkaya kontenku, Na! :)

  36. Aku (ijin) komen lagi ya…
    aku biasanya nih, kalau baca posting orang lain dan foto-fotonya nggak muncul atau cuma separo, atau blur kotak-kotak…karena koneksi jelek, aku juga menunda komen. rasanya nggak afdol kalau nggak lihat posting keseluruhan. Kalau fotonya munculnya lama, biasanya kutinggal dulu. trus coba buka lagi kemudian.
    Nek wis ketok kabeh…baru deh komen…

    • Wah hebat kamu…. Kalo aku tergantung.. Kalau fotonya merujuk ke penjelasan tambahan dari tulisan akan kutunggu tapi kalau cuma ilustrasi kutinggal.
      Eh, tapi di sini koneksi kebat nian, ding :)

  37. aku ngutang baca aja mas

    • Teman-teman, kalau komentar seperti Kyra.Curapix ini gimana? :))

  38. Saya akui, 100% saya setuju dengan tulisan ini! Apalagi belakangan ini ada orang yang bela-belain mengunjungi blog saya cuma untuk meninggalkan komentar singkat yang ketus dan seperti berusaha memancing keributan. Karena saya membuat blog bukan untuk mencari musuh, akhirnya saya set segala komentarnya sebagai spam. Sejak itu, komentar dari orang itu selalu masuk ke folder spam.
    Kalau untuk saya pribadi, komentar yang ditinggalkan menunjukkan kualitas si komentator. Selain itu, dengan berkomentar yang baik, kita telah menghargai tulisan orang lain. Semoga tulisan ini bisa memberi pencerahan kepada “spammer” dan orang yang saya ceritakan di atas.

    • Tepat sekali…. komentar menunjukkan pribadi dan kualitas :)

  39. Iya tuh, agak kurang suka kalo ada yang komen pertamax doang. keliatan banget kalo hanya iseng. biasanya sih aku balas becandaan atau diem aja he3
    Aku kalo isi postingan bukan hal yang aku kuasai atau mengerti biasanya hanya nyimak aja, tapi kalo udah kenal deket nggak malu untuk nanya-nanya.

    • Setuju, Mas. Itu namanya beretika… ketimbang ngawur mending diam menyimak ya? :)

  40. biasanya yang suka nulis pertamax itu yang hanya pengen dikunjungin balik, tidak tahu isi artikel bahkan tidak dibaca sama sekali.

  41. kalau saya merasa saya ini orangnya agak sensitif, jadi … karena takut dikomentari yang aneh-aneh .. maka nggak berani posting yang aneh-aneh .. begitu mas don ..

    • Heheheh sepakat, Mas! Kalau dicubit itu sakit jangan mencubit. Betul ngga?

  42. memang budaya komen gak nyambung + gak penting itu kadang mengganggu. sayang, blog sekarng banyak dinilai scra kuantitatif: banyaknya komen, seo-nya, page rank, dll. padahal, yg paling penting dari blog kan kontennya!

    • Betul! Aku setuju tapi bagaimanapun juga terkadang kita membutuhkan ‘riak-riak’ seperti banyaknya komentar :)

  43. Hmmmm benci aku sama kata pertamax :p hahhaha kecuali diikuti dengan komentar yang nyambung ;)
    anw artikel itu sepaket dengan komentar menurutku. Jadi kualitas komentar itu juga menyenangkan si penulis :)
    Ngono Don… makane nek komentar neng blogku mbok ya ojo ngganggo kata pertamax tapi berlian aja deh :p hahhaa

    • Hiahahahaha aku nanti kalo komentar ke tempatmu akan berkomentar “mnyak klapa” gitu aja yaks? :))
      Aku sepakat dengan komentarmu bahwa artikel itu (harusnya) sepaket dengan komentar :)

  44. bener banget bro, tapi diblog gw, boro komen, yang ngunjungin aja masih kurang. tapi esensi dari ngeblog bahwa komentar tersebut seharusnya bisa memperkaya artikel. semangat menulis. salam kenal

    • Salam kenal!
      Wah kalau dari cara anda berkomentar di sini, harusnya blog Anda tak lama lagi akan ramai pengunjung.. Anda blogger yang pintar!

  45. weh aku baru baca posting yang ini, kayaknya kelewat karena pas tgl 9 aku emang lagi berangkat ke jkt.
    aku hanya mau bilang begini, kamu termasuk blog responser yang bagus untuk para komentator kamu hehehehe…
    trus…. hmmm ya udah hahahaha…
    (komentar garing tapi penting) :p

  46. Don,
    pertama, masalahnya, kadang komentator itu ga terima kalau isi artikelnya ga sepaham sama isi otaknya. padahal, isi otak orang beda2 kan?
    atau seperti gue, yang kalau komen (mungkin) dianggap “sok lucu” atau “sok asik”, karna seperti Kunto bilang, komentar itu sah aja supaya bikin nyengir yang nulis.
    kedua, si pemilik blog mungkin sudah mengharapkan reaksi tertentu dari komentatornya, sehingga ketika tidak terjadi, bete lah dia.
    balik lagi, memerdekakan pendapat orang itu setengah mati sulitnya
    :)

    • Sebenernya tema tulisan ini bukan ke soal bagaimana kesepahaman komentar dengan isi tulisan, Lin tapi lebih ke soal bagaimana baiknya berkomentar dari sisi etika, bukan konten komentar itu sendiri :)
      Anyway, thanks komentarnya.. ini komentar pertamamu di blogku heheheh.
      All the best!

  47. ia sih, emang pertamax keduax sangat menyebalkan dan ngga ada artinya sama sekali, palinganmn cuma buat keren-kerenan :(
    btw,
    salam kenal :)
    design blognya keren euy :D

    • Thanks kunjungan dan komentarnya.. salam kenal juga ;)

  48. Sudah lama saya tidak berkunjung ke sini Mas… sok sibuk hehe… dateng-dateng wis disuguhi tulisan bagus begini.
    Hm, wareg deh!
    Ohya, kayaknya ini komentar gak nyambung yah… hahaha…

    • Heheheh welcome back, Mbak :)

  49. Salam Takzim
    Salam kenal sebelumnya mas Donny Verdian
    Terbersit dalam pikiran saya, pastilah mas orang bijak karena sajian yang ditulis sebagai pengkayaan pengetahuan untuk berkomentar. Blog ini saya dapatkan dari referensi sahabat saya uda Vizon http://zipoer7.wordpress.com/2010/01/21/kode-etik-nara-blog-blogger/#comment-6352 saat memberikan komentar di rubrik saya, semoga apa yang saya sampaikan masih dalam konteks yang berkesinambungan dengan postingan mas donny.
    Akhirnya dengan keberanian berkomentar, izinkan postingan ini saya copas untuk referensi, semoga berkenan
    Salam Takzim Batavusqu

    • Ah, Anda berlebihan Mas Batavusqu….
      Saya bukan orang bijak…:) Tapi lebih mencoba berpikir yang terbaik aja heheh
      Salam kenal dan saya senang kalau tulisan ini bermanfaat bagi orang lain.
      Wassalam!

  50. Setuju sekali mas dengan sarannya. Yang penting niat berkomentar memang karena ingin memberikan input bagi tulisan yang telah dibaca atau sekadar ingin menjalin silaturahmi pun tidak masalah, asalkan tetap diupayakan senatural mungkin.

    • Sip! Sepakat.. salam kenal :)

  51. setelah baca-baca saya jadi takut ngasih komentar nih, takut salah dan ga baik..dan saya rasa ga perlu ngasih koment deh.. cukup baca-baca aja.. :)

    • hehe, sama ih….sayah juga jadi takut kasih komen di sini ;))

  52. Halo Mas Don,
    Dulu awalnya waktu saya baca komentar dgn kata Pertamax, saya pikir itu Pertamax nya Pertamina…hehe dasar kuper. Masa komentar kok Pertamax, apa hubungannya sama Solar dan Premium… dan bahkan saya berfikir, ooo..mungkin mereka seperti pelawak Monox saja, yang selalu bicara dengan menambahkan akhiran x dibelakang katanya. Ternyata bukan itu…:D. Walaupun ada kebebasan berkomentar, baiknya memang tidak bikin bingung orang yg baca ya. Bahkan kadang ada juga komentar yg sangat gak nyambung yang pernah saya baca yaitu temanya tentang tata kota, komentarnya berisi iklan jual beli mobil..deeeuu.

  53. saya lebih seneng berkomentarlah yang jujur… yang baik2 tentunya juga lebih nyaman, tapi belum tentu jujur hehehe… komen bung donny menurut saya di land of oase lebih jujur… dan bikin saya jadi bergumam; “blog gue, ya suka2 gue, tapi iya kenapa ya???”. happy blogging…

  54. Setelah baca blog Gunung Kelir yang nyambung ke blog Sampeyan, kemudian jalan-jalan ke tulisan lain di blog ini dan menebar crot (komentar), lalu googling tentang namamu karena nama Sampeyan rasanya tidak asing terdengar di telinga saya. Mbah Google ngasih banyak tautan yang salah satunya akun Twittermu. Dari kicauan di akun Twitter Sampeyan itu saya temukan tautan tulisan ini. Dan, inilah komentar yang saya tinggalkan setelah membaca dg detail serta cermat, bukan srrrrt… langsung menuju kolom komentar. ;)
    Salam persajablogan,
    @wkf2010

  55. Saya sendiri punya masalah dengan komentar yang sepi nih kang…. :)
    Mungkin karena saya nya sendiri yang kurang pandai berkomentar di blog tetangga. Hehehe
    Hayu ah kang,,
    Kalau sempet mohon kunjungan balik..