Berjaga-jaga? Mana tahan!

3 Des 2017 | Kabar Baik

?Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.?
(Markus 13:33)

Sejak SMA, kuliah hingga awal menapaki karir profesional dulu aku terbiasa begadang. Mengerjakan tugas, menghadapi ujian, hingga mengejar kerjaan untuk dituntaskan sebelum deadline adalah alasan utamanya. Adapun begadang itu sebenarnya tak mudah karena kita terbiasa tidur tapi diminta untuk terjaga. Berbagai macam cara pun kulakukan.

Aku minum teh, bukan kopi. Kebanyakan kopi membuat perut mulas jadinya lebih banyak nongkrong di WC daripada di depan meja. Kalau teh membuatku sering kebelet kencing dan aku diuntungkan oleh hal ini karena ketika sudah mulai ngantuk, aku harus berdiri dan berlari ke toilet untuk kecing, jadinya melek lagi!

Aku juga harus ditemani lagu yang kuhapal, jadi sambil bekerja aku bisa sembari bernyanyi. Kalau tanpa lagu, atau diiringi lagu-lagu yang tak kukenal, aku bisa melamun lalu ketiduran.

Aku harus bekerja di posisi yang tak terlalu nyaman misalnya duduk di kursi tanpa sandaran sehingga aku tetap tegak.

Semua itu tentu kutemukan setelah mencoba beberapa kali apa saja yang jadi kelemahan dan kekuatan dalamku mengupayakan supaya tetap terjaga.

Hari ini Yesus menurut Santo Markus mengajak kita untuk berjaga-jaga. Jangan sampai kita terlelap saat Tuan Rumah datang ke dunia. Tuan Rumah itu tak lain adalah Tuhan.

Mudah? Sulit! Karena berjaga-jaga menahan kantuk aja gak gampang apalagi berjaga-jaga supaya tak larut dalam buaian dunia dan keriaan fana. Mana tahan?

Tapi tak ada yang mustahil di dalam namaNya. Kita diberi akal dan budi untuk bisa mengetahui apa kelemahan dan kekuatan yang diberikan Tuhan.

Ada yang lemah terhadap godaan lawan jenis tapi merasa baik-baik dan bisa menolak ketika ada yang menyodorkan uang haram.

Ada yang takluk dengan godaan uang haram tapi kokoh saat menghadapi tawaran sales barang-barang mewah.

Ada yang bertekuk lutut ketika ditawari barang-barang mewah tapi tak sanggup menahan diri ketika dibikin emosi oleh orang lain.

Jadi, sambil berjaga, kenalilah dirimu. Hindari hal yang membuatmu lemah, lakukan yang membuatmu kuat meski kadang hal itu tak membuatmu nyaman, kesakitan bahkan ditinggalkan orang-orang di sekitarmu tapi bukankah ketika kamu masih bisa merasakan itu semua artinya kamu belum terlelap?

Berjaga-jagalah!

Sydney, 3 Desember 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.