Berdamai dulu baru ke Gereja atau ke Gereja untuk memohon damai?

15 Mar 2019 | Kabar Baik

Hari ini Yesus bersabda tentang kaitan antara damai dan sikap hidup beragama kita. Begini kataNya, ?Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.? (lih. Matius 5:23-24)

Bagaimana kita memaknai dan bersikap atas sabda Yesus di atas? Sebagai umat yang percaya, kita tak punya pilihan selain mengikutiNya, berdamai dulu dengan saudara-saudari baru ke Gereja.

Persoalannya sekarang adalah, apakah damai itu? Siapakah saudara-saudari yang dimaksud Yesus di atas? 

Berdamai

Berdamai itu bagaimana? 

Kalau kita ditilang polisi lalu bilang, ?Pak, damai aja lah!? Itukah damai yang dimaksud?

Ketika kita berselisih paham dengan kerabat gara-gara masalah warisan lalu karena kita tak ingin ibadah kita terganggu oleh ?rasa tidak damai?, kita bilang, ?OK lah, aku nurut aja mau dikasih warisan seberapa. Dikasih syukur, nggak dikasih nggak papa!? Itukah damai?

Bukan!
Damai menurutku bukan asal mengalah. Damai adalah sikap hati yang jauh dan bersih dari rasa benci!

Artinya, menggunakan contoh di atas ketika misalnya kita berselisih pendapat dengan kerabat menyoal warisan, kita tetap melanjutkan perkara hingga diputuskan pihak pengadil namun yang penting di dalam hati, kita tak memiliki rasa benci terhadap kerabat tersebut.

Wah, susah dong?

Memang susah! Belajar bersepeda aja susah kan, Bro? Belajar damai? lebih susah daripada itu!

Saudara (saudari)

Siapakah yang dimaksud Yesus sebagai saudara-saudari dalam Kabar Baik hari ini? Adakah hanya saudara kandung? Adakah hanya keluarga dekat? Adakah hanya rekan-rekan yang seiman? Atau semua orang?

Kita ini pembelajar.?
Ketika belajar berdamai, kita belajar mulai dari lingkup yang paling kecil baru kemudian ke arah yang besar. Jangan sebaliknya seolah karena ingin dianggap sebagai juru damai lalu persoalan dengan orang-orang yang tak terlalu kita kenal diajak damai duluan tapi urusan dengan istri/suami dan anak-anak/orang tua malah belum selesai dan berlarut-larut. Selesaikan dulu!

Jadi, tetap bolehkah kita ke Gereja meski belum bisa berdamai?

Jawabanku begini, pernahkah kamu ketika sampai di pintu gereja lalu mbak-mbak dan mas-mas penerima tamu dengan manis bertanya, ?Selamat pagi Kakak! Apakah kakak sudah damai? Kalau belum mohon meninggalkan gereja saat ini juga!? Pernahkah?

Jadi?
Ya gimana jadinya? :)))

Sydney, 15 Maret 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.