Berbahagialah yang bekerja

31 Jan 2011 | Cetusan

Berbahagialah mereka yang bekerja.

Lebih berbahagia lagi bagi mereka yang bekerja pada bidang yang sama dengan hobinya.

Meski pada akhirnya, kebanyakan, hobi tersebut akan terafeksi karena kita mengerjakannya dengan embel-embel ‘harus’ tapi setidaknya ada masa untuk menikmati kesinambungan antara kerja dan hobi; kewajiban dan kesenangan; menyenangkan!

Berbahagialah mereka yang bekerja pada bidang yang sama dengan ilmu yang ia pelajari sebelumnya.

Terlepas apakah ilmu itu disukai atau tidak tapi toh ia telah memiliki landasan kokoh tentang apa yang harus dikerjakan menurut ukuran yang benar.

Berbahagialah mereka yang bekerja pada bidang yang barangkali bukan hobi juga bukan bagian implementasi ilmu yang ia kuasai, tapi setidaknya ia tak membenci pekerjaan itu.

Konon, menimbulkan rasa suka itu tinggal membuang jauh-jauh rasa benci, mendirikan tembok kokoh untuk menangkalnya masuk dan melakukan pekerjaan seikhlas hati. Hanya dengan itulah pot-pot bunga berlabel “rasa suka” akan tumbuh dan mekar berseri meski butuh waktu memang.

Berbahagialah mereka yang bekerja meski ia membenci pekerjaan itu,

karena sebelum akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaannya itu, suka tak suka ia harus mengakui bahwa berkat Tuhan telah mengalir begitu deras justru dari sesuatu yang ia benci?

Berbahagialah mereka yang belum bekerja, namun memiliki hobi yang menyenangkan banyak orang.

Karena yang dibutuhkan tinggal dua hal, kesempatan dan niat untuk tidak mengubah namun lebih memfungsikan hobi itu untuk menghidupi diri. Setidaknya, kalian tak perlu memikirkan motivasi karena kembali ke perkara sebelumnya, siapa yang tak suka melakukan hobi … dan dibayar?

Berbahagialah mereka yang belum bekerja, namun memiliki ilmu yang siap digunakan untuk bekerja.

Karena yang dibutuhkan tinggal kobaran niat yang tak gampang padam untuk mencari kerja dan menjaga supaya ilmu itu tak menghablur dari celah-celah dinding tengkorak atau kehilangan tempat untuk hal-hal yang tak terlalu penting yang baru masuk ke otak. Lalu landasi semua itu dengan doa and we?ll see how it goes…

Tapi, berbahagialah kita, aku dan kalian semua yang mampu mencemooh mereka yang tidak bekerja justru karena tidak memiliki sedikitpun semangat untuk bekerja.

Karena kalangan yang seperti itu, adalah kalangan yang memang harus terkalahkan bukan oleh karena keberingasan dunia dan cemoohan kita, tapi justru oleh karena kemalasan mereka sendiri.

Sebarluaskan!

16 Komentar

  1. Don.
    Aku kerja bukan di bidang yang aku inginkan. Tapi aku tidak pernah mau mengeluh. Kalaupun sekali saja aku mengeluh, aku akan minta maaf pada Tuhan dan kembali semangat bekerja.
    Buatku, selama kita masih dibayar perusahaan, tidak sepatutnya kebanyakan komplen. Kan simpel saja, kalau tidak suka, silahkan keluar, tidak usah merepet sana merepet sini, karena bisa bikin atmosfir tidak sehat di antara teman2…
    Syukurlah aku termasuk yang berbahagia, Don. :)

    Balas
  2. hobi dan pekerjaan agaknya menjadi dua sudut yang saling terkait, mas don. namun, dalam situasi seperti sekarang, hidup di zaman yang serba susah, agaknya tdk mudah mendapatkan pekerjaan yang bener2 klop dengan hobi.

    Balas
  3. Wah, kayaknya kamu terinspirasi dengan sepuluh sabda bahagia nih dab ?
    berbahagialah kamu yang bisa membahagiakan orang lain…
    AMDG

    Balas
  4. Dan tentu berbahagialah yang bekerja karena pekerjaannya itu membikin orang lain juga merasa teberkati, Om.
    Salam kekerabatan.

    Balas
  5. dan bahagialah….
    :)

    Balas
  6. berbahagialah yang bekerja, dan gajinya tidak pernah telat dibayarkan dan tidak dipotong sana-sini… :D

    Balas
  7. Berbahagialah, dimanapun engkau sedang berada…baik di posisi menyenangkan maupun tak menyenangkan. Segala sesuatu jika dinikmati, dan ikhlas menjalaninya, akan terasa mudah.

    Balas
  8. suka tidak suka,bidangnya atau bukan…itulah jalan yang diberi Tuhan untuk menerima rizkinya

    Balas
  9. Tulisan ini curhat terselubungkah Don?
    *ngacir

    Balas
    • Ngga juga ah.. Aku saat ini bekerja di sebuah perusahaan yang lumayan besar di bidang yang menjadi hobiku hehehe

      Balas
  10. Terus terang aku bingung masuk kategori yang mana…
    mungkin masuk kategori nganggur kali, tapi punya ilmu yang siap untuk kerja, dan sedang ngerjakan sesuatu yang bentar lagi mungkn bisa menjadi something great…
    semoga…

    Balas
  11. Berbahagialah mereka yang bahagia dengan pekerjaan dan hasil yang dia dapat dari pekerjaannya.

    Balas
  12. saya jadi bingung, yang paling bahagia yang mana?

    Balas
  13. Hahaha… aku agak tersungging neh… hehe… ga becanda. aku kerja dilain bidangku dab, tapi aku menikmati banget pekerjaanku sekarang. Seperti yg kamu bilang tadi tentang dasar yang kokoh, menurutku untuk membuatnya semua terkait keinginan yang kuat aja untuk bisa menguasai bidang baru yang kita sukai. Dan menurutku juga, apapun itu semua kembali pada apa yg menjadi tujuan hidup kita. Sukses dengan cara baik dimata Tuhan dan manusia!! :) Yo rak dab?

    Balas
  14. aku bahagia kerja di perusahaan Belanda, sapa tau suatu hari bisa jadi jalan untuk bisa mengunjungi Belanda :)

    Balas

Trackbacks/Pingbacks

  1. Butuh tapi Malas! | nicampereniqu?.me - [...] saya mampu, sebaliknya saya justru kasihan. Dan postingan kali ini masih tentang karyawan yang tidak memiliki sedikitpun semangat untuk…

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.