Berbahagia itu tak jadi jongos iklan merk kaos olahraga ternama

20 Sep 2017 | Cetusan

Hal nan tak kalah membuatku bahagia adalah kebisaan untuk tidak lagi membeli barang-barang yang tidak berguna.

Kaos olahraga misalnya. Dalam seminggu, lima kali aku berolahraga di gym (well, di Indonesia biasa disebut sebagai ‘fitness center‘).

Dulu setiap kali mau nge-gym, hal yang menyumpel di dalam pikiran adalah “Pakai baju apa ya?” Sejak dulu aku memang berpikir bahwa berpenampilan keren itu penting. Hal itu tak bisa disalahkan meski yang patut ‘diseret ke pengalidan’ adalah perasaan kita sendiri yang menyatakan bahwa untuk keren harus pakai pakaian yang mahal!

Untuk itu aku menyediakan budget untuk membeli pakaian olahraga. Alasan untuk menggunakan budget itu ada saja! Mulai dari cari yang berbahan menyerap keringat hingga yang ringan dan tidak memberatkan.

Bagiku, kecuali kamu adalah atlit bayaran, hal-hal ‘teknis’ seperti itu sebenarnya tak perlu dijadikan soal. Apa salahnya berkeringat? Lagipula, katakanlah kaos dan celana olahragamu mampu menyerap keringat, lantas apakah kamu tidak akan mencuci setelah dipakai? Karena meski menyerap keringat, adakah kaos dan celana itu juga mampu menyerap dan menghilangkan kotoran yang timbul dari keringat?

Kalau tidak lantas kenapa harus dibeli?

Soal bahan kaos dan celana yang ringan dan tak memberatkan… duh ya ampun, memang beda beratnya itu berapa kilo sih?! Adakah kaos ‘biasa’ berberat sekilo lebih ringan ketimbang kaos yang ‘anti berat’?

Untuk berolahraga, kini aku mengenakan kaos yang kupakai untuk tidur malam sebelumnya! Gampang, kan?

Ih, nggak bau tuh?
Bau apa? Aku tidur tak berkeringat, dan sebelum tidur aku pasti mandi. Katakanlah bau (entah karena apa) apa salahnya untuk dipakai? Toh selama berolahraga juga akan berkeringat! Bukankah itu juga akan berbau kalau memang keringatmu berbau?

Katakanlah bau, keringatmu, itu bukan salah kaosnya tapi barangkali ada yang perlu diperbaiki dari pola makanan yang kita santap atau pola metabolisme yang harus diperiksa supaya keringat tak bau.

Lagipula kalau kamu berpikiran bau keringat akan membuat wajahmu yang tampan jadi kurang ganteng, toh ada deodorant?

Jadi, berbahagia itu mudah.

Tapi pakai kaos olahraga itu bagus apalagi kalau ada merknya tampak besar di dada, Don! Rasanya bangga gitu karena kita beli kaos mahal!

Hehehe, dulu aku juga berpikir begitu tapi sekarang sebaliknya. Mari berpikir cerdas. Yang ada di kaos bagian dadamu itu merk siapa? Apakah itu merk kamu yang punya? Jika demikian, kamu pantas berbangga. Tapi jika itu adalah merk milik orang lain, perusahaan lain bahkan milik asing kenapa bangga ketika kamu harus bayar mahal dan akhirnya cuma jadi jongos produsen yang menjadikan kita model iklan gratisan?

Mikir!

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Saya setuju sekali, 100% mendukung dan akan mengikuti saran tersirat dari tulisan sampeyan.

    Ini hal baru bagi saya memakai baju kaos untuk olahraga yang sudah dipakai tidur sebelumnya. Ini juga penghematan nyuci, hehehe…

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.