Berapa banyak yang sudah kau ‘buahi’?

17 Mei 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 17 Mei 2017

Yohanes 15:1 – 8
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Renungan

Seberapa banyak buahmu?

Beberapa hari lalu seorang teman bertanya, “Mas, apa resepmu bisa berbuah seperti sekarang ini?”

“Berbuah?”
“Iya! Nulis Kabar Baik setiap hari!”

“Oh, itu buah?”
“Iya! Banyak lho temen-temenku yang merasa terbekati dengan tulisan-tulisanmu!”

Aku mengucapkan terimakasih tapi selanjutnya, dalam hati aku bilang ‘I DONT CARE!’

Hah?
Ya! Aku tak mau peduli pada pujian orang tentang betapa baiknya buah-buahku karena sekalinya aku peduli, aku akan membiarkan egoku menikmati pujian itu lalu terbitlah rasa sombong. Kesombongan dan jumawa akan menjauhkanku dariNya, padahal seperti yang ditulis Yohanes dalam Kabar Baik hari ini, Yesus mengatakan bahwa hanya ada satu jalan untuk berbuah yaitu tinggal di dalam pokok anggurNya!

Ngomong-omong, apakah buah itu? Pernahkah kamu dengar dari seseorang, “Orang baik tergantung dari buah-buahnya!”?

Buah bagiku adalah hal-hal baik yang dilakukan seseorang, tapi apakah tulisanku itu bisa mewakili hal-hal baik dari diriku? Aku tak tahu, kalian lebih tahu.

Tapi tolong beritahu aku kalau buahku sedikit atau tiba-tiba kamu merasakan ada rasa masam, pahit dan teracuni, aku akan sangat peduli karena bisa jadi secara tak sadar aku telah menjauhiNya tapi yang pasti aku harus lebih dekat lagi kepadaNya.

Bagaimana buahmu? Sudah berapa banyak yang kau buahi… maksudku sudah berapa banyak orang yang kau beri buah hahaha?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.