Belajar menjadi orang kecil, dari sosok sebesar Elon Musk

9 Jul 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini 9 Juli 2017

Matius 11:25 – 30
Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Renungan

Aku tertarik dengan ucapan Yesus kepada BapaNya bahwa ia mensyukuri karena semuanya itu (pengetahuan keselamatan) disembunyikan dari orang bijak dan pandai tapi dinyatakan kepada orang kecil.

Siapakah orang kecil?
Orang kecil bukanlah si bodoh, bukan pula orang yang tidak bijak. Orang kecil bukan seorang fakir miskin dan belum tentu juga kafir.

Orang kecil, menurutku adalah orang yang sama tak sempurnanya dengan orang bijak dan pandai, tapi orang kecil tak peduli pada label bijak dan pintar. Orang yang selalu terus mencari karena merasa dirinya belum besar, dirinya kecil…

Contoh orang kecil adalah sosok milyuner dan pengusaha besar, Elon Musk!

Elon, bagi yang belum tahu, adalah seorang genius dan pimpinan perusahaan Tesla, SpaceX, Solar City, pendiri PayPal dan seabrek prestasi lainnya. Bicara soal kebijaksanaan, silakan cari di Google ‘Elon Musk Quotes’ dan kamu akan menemukan banyak kata-kata bijak yang dikeluarkan olehnya.

Tapi Elon tak pernah kudengar merasa sudah bijak dan pintar. Elon merasa dirinya belum besar maka ia terus mencari, belajar dan berkembang.

Apa sih yang sudah dilakukan Elon Musk?
Banyak dan tentu tak semuanya sesuai dengan ajaran Gereja tapi memang tak ada yang dilahirkan untuk jadi sempurna tanpa dosa di dunia ini, bukan? Sama seperti kita, Elon pun pendosa!

Tapi apa yang sudah kamu lakukan dan apa yang sudah dan sedang Elon lakukan itu adalah pembedanya!

Elon mencetuskan industri massal mobil elektrik dengan Tesla yang akan mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar minyak. Pengurangan bahan bakar minyak akan mereduksi begitu banyak polusi udara yang terjadi karena asap knalpot sisa pembakaran bahan bakar seperti bensin dan solar!

Elon juga mendirikan Solar City, perusahaan penyedia energi berbasis tenaga surya yang hemat dan ramah lingkungan dan bisa digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Bayangkan, kita yang selama ini tercekik oleh arus listrik yang byar-pet, yang mahal nan ‘monopolial’, dengan Solar City-nya Elon Musk akan membantu begitu banyak manusia, bukan?

Eh, tapi Elon Musk agamanya apa, Don? Jangan terburu-buru menyanjung dulu! Coba check, dia Katolik atau bukan?

Hehehe, Aku tak tahu dan tak mau tahu! Yang justru bikin aku penasaran sekarang, karena kamu berani bertanya agamanya, tentu kamu punya alasan kuat untuk menampilkan identitas keagamaanmu!

Kamu Katolik?
Lantas apa yang sudah kamu lakukan dalam hidup? Apa karyamu dan mana pedulimu terhadap sesama? Tidak ada? Jangan-jangan kamu keberatan label; label sok bijak, label sok pintar dan… label sok katolik?

Credit photo: Solartribune.com

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.