Belajar dari Lewi tentang tiga tahap cara menanggapi panggilan-Nya

13 Jan 2018 | Kabar Baik

?Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
(Markus 2:17)

Menurutku orang sering salah tangkap terhadap perkataan Yesus di atas. Banyak yang? justru berbangga menjadi pendosa. Akibatnya banyak pula yang berkompromi terhadap dosa. Padahal kita semua tahu bahwa dosa adalah hal yang menjauhkan kita daripadaNya. Karena dosa pula Yesus turun ke bumi untuk menyelamatkan kita. Jadi, apa iya kita boleh berbangga karena dosa?

Berbanggalah karena Dia!
Melalui Yesus, kita yang berdosa ini dipanggilNya. Seperti hari ini, ditulis oleh Markus, Yesus memanggil Lewi, anak Alfeus, pemungut cukai, ?Ikutlah Aku!? (Markus 2:14).

Dan hari ini mari belajar dari Lewi bahwa panggilan Allah adalah hal yang harus kita tanggapi. Simak tiga tahap menanggapi panggilan-Nya yang dilakukan oleh Lewi.

MengikutiNya

Lewi mengawali tiga tahap menanggapi panggilan-Nya itu dengan berdiri dan mengikutiNya (Markus 2:15) Menyediakan diri dibaptis dan percaya adalah tanda kita menjadi pengikutNya. Tapi adakah cukup sampai di sini? Belum. Baptis adalah awalan tapi bukan akhiran.

MengundangNya ke rumah untuk makan

Tahap kedua dari tiga tahap menanggapi panggilan-Nya adalah, Lewi mengundang Yesus untuk datang ke rumahnya. Kita sudah dibaptis tapi sudahkah kita mengundang Yesus untuk hadir di dalam hidup kita?

Dibaptis tanpa mengundangNya hadir itu seperti membuka pintu rumah tapi tak mengundang tamu yang berdiri di depan untuk masuk ke dalam.?Kehadiran Yesus ke dalam hidup menjadikan terang. Kehadiran Terang menyingkirkan kegelapan, menyingkap yang tersembunyi menjadi terbuka dan benderang.

Adakah mungkin seorang yang telah menerima Yesus masih melakukan banyak hal kejahatan dan memberi tempat pada kuasa gelap serta menyembunyikan hal-hal buruk dalam diri serta hidupnya? Mari kita jawab sendiri-sendiri?

Mengundang kawan-kawan lain untuk datang kepadaNya

Tahapan terakhir dari tiga tahap menanggapi panggilan-Nya, Lewi tak ingin menyia-siakan kesempatan itu! Ia mengundang kawan-kawan lain sesama pendosa untuk makan di rumahnya bersama Yesus. Ia, Lewi, ingin menunjukkan kepada kawan-kawannya itu bahwa Yesus adalah Allah yang memanggil pendosa seperti dirinya sendiri.

Kita diundang untuk menjadi saksi betapa besar daya cintaNya. Di hadapan dunia kita menjadi saksi bagaimana kita dicintaiNya meski kita ini pendosa.

Pengalaman dicintai Allah adalah pengalaman yang kadang tampak ?mahal? bagi dunia. Padahal untuk itu kita tak perlu ?nyogok? dengan coklat, bunga, cincin bertahtakan berlian mahal, tak juga dengan paket liburan keliling dunia!?Cukup mau menghadirkanNya dalam hidup, kita sudah mendapatkan cintaNya yang ?maha?!

Aku ingin menutup renungan ini dengan sebuah sharing singkat.

Istri kawanku, orangnya mulia sekali.?Setiap akhir pekan, ia selalu mengajak kawannya sekeluarga untuk ikut jalan-jalan bersama suami dan anak-anaknya. Tak hanya itu, kadang ia juga menyiapkan bekal makanan untuk dimakan bersama-sama dengan keluarga kawannya.

Padahal sang kawan itu bukan orang yang baik sebenarnya. Perangainya kasar dan judes seolah tak menghargai, maunya menang sendiri dan maunya mengambil untung tanpa peduli apakah orang yang diambil untungnya itu jadi buntung!

Sang suami pun gerah melihat kebaikan istrinya. ?Kamu ini ngapain sih repot-repot? Ngajakin dan masakin tapi kawanmu itu tetap aja judes? Nggak usah diajak lagi lah! Dia bukan kawan bagi kita! Kawan mana ada yang ambil untung??

Istri kawanku tadi menanggapi sang suami dengan senyum. Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya semata karena ingin menunjukkan betapa ia dicintai Allah dan keluarganya. Ia ingin membagikan cinta itu kepada sesama termasuk keluarga kawannya tadi dengan cuma-cuma dan tak berharap untuk dibalas. Karena baginya, cinta yang didapatnya dari Tuhan adalah cinta yang juga didapat dengan cuma-cuma?

Sydney, 13 Januari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.