Premier NSW, Barry o Farrell, mengundurkan diri dari jabatannya hanya karena sebotol anggur produksi tahun 1959.
Selasa lalu ia membantah pernah menerima pemberian sebotol anggur.
Sehari kemudian, komisi korupsi independen Australia menemukan bukti berupa kartu ucapan terimakasih yang dikirimkannya kepada sang pemberi anggur.
Seorang ksatria tak pernah membiarkan orang lain menusuk pisau ke jantungnya. Ia memilih merebut pisau itu lalu menghunjamkannya sendiri hingga mati.
Barry segera menggelar konfrensi pers dan menyatakan pengunduran dirinya sebagai premier.
Bagiku Barry bukan orang biasa, karena politisi-politisi busuk akan memilih untuk menyemprotkan minyak wangi dan meyakinkan ke dunia sekitarnya bahwa semua baik-baik saja padahal bau busuk dari akhlak yang bernanah telah meruap.
Orang lain boleh bilang ia kalah, tapi bagiku Ia kesatria.
Seorang ksatria tak pernah membiarkan orang lain menusuk pisau ke jantungnya. Ia memilih merebut pisau itu lalu menghunjamkannya sendiri hingga mati.
Tinggalkan Balasan