Barangkali karena kita terlalu nyaman berada di atas ?tilam?

13 Mar 2018 | Kabar Baik

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.?Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
(Yohanes 5:7 – 9)

Proses ?pemberian? kesembuhan dari Yesus terhadap orang yang sakit dalam Kabar Baik hari ini cukup unik.?Alih-alih menarik tangan atau mengangkat tubuh si sakit, Yesus malah menyuruh orang itu bangun dan seketika itu juga sembuhlah penyakitnya!

Aku jadi ingat dulu waktu belajar naik sepeda. Awalnya aku takut untuk memulai. Takut jatuh! Takut tak bisa mencapai keseimbangan! Takut ditertawakan! Pokoknya takut!

Tapi yang lantas dilakukan alm. Papa waktu itu adalah, ia berjalan beberapa langkah di hadapanku lalu bilang, ?Le, mrene! Tumpaki sepedane mrene? (Nak, naiki sepedamu kemari! – jw)!? Awalnya aku ketakutan tapi Papa seolah nggak mau tahu pokoknya aku harus mengayuh sepeda ke arahnya. Dan pagi itu, meski hanya sepuluh meter jauhnya, tapi aku sudah bisa bersepeda. Demikian terus-menerus hingga akhirnya akupun benar-benar bisa karena aku berani mencoba!

Aku juga jadi ingat bagaimana dulu waktu pertama kali pindah ke Australia, 2008.

Kalau menengok saat itu, aku sempat takut juga! Jangan-jangan aku tak bisa mendapat pekerjaan. Jangan-jangan aku tak punya teman karena kendala bahasa. Jangan-jangan rasa rinduku terhadap Indonesia mengalahkan niatku. Dan ada begitu banyak jangan-jangan lainnya.

Tapi yang kulakukan adalah mencoba, memberanikan diri untuk ?terjun? dan akhirnya aku dapat kerjaan, aku punya begitu banyak teman dan rasa rinduku terhadap Indonesia, bukannya hilang tapi bisa dikelola dengan baik.

Tuhan sudah memberikan kesembuhan dan kekuatan kepada kita untuk menjalani hidup tapi ketika kita tak mencoba dan tak punya nyali membuktikannya, selamanya kita akan ada di kotak ketidakmampuan kita, di atas tilam kita!

Berhentilah mengeluh seolah Tuhan tak peduli. Berhentilah meratapi seolah keadilan Tuhan tak turun kepadamu karena kalau kita sudah diberi tapi tak berani mencoba, bukankah justru kamu yang tak adil kepadaNya?

Bangkit!
Bangun!
Angkat tilam dan buang jauh-jauh karena kita tak memerlukannya lagi!

Sydney, 13 Maret 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.