Banggalah menjadi orang Indonesia karena kodrat INDONESIA itu sendiri!

7 Jun 2017 | Cetusan

Kenapa sih kita bangga jadi orang Indonesia?

Aku sendiri, setelah tiga puluh sembilan tahun menjadi orang Indonesia, pun bingung.

Mencoba googling, nemunya hasil-hasil ‘standard’ seperti misalnya karena negara kita adalah negara kepulauan terbesar, kaya akan budaya, penduduknya ramah, dan lain-lainnya.

Salah? Tentu tidak!
Tapi Kalau misalnya pemanasan global terus tak terbendung dan pulau demi pulau tenggelam dan kita tak jadi negara kepulauan terbesar lagi, akankah kebanggaan kita hilang?

Kalau misalnya kebudayaan kita dirampas negara tetangga seperti yang kemarin-kemarin kejadian, atau misalnya kita semakin tak lagi peduli pada budaya ‘aseli’ dan lebih memilih fokus ‘nguri-uri’ budaya agama yang notabene adalah ‘agama import’, apakah kebanggaan kita akan surut?

Atau, sekali lagi, kalau persekusi kian marak, penghancuran rumah ibadah marak? Duh, moga-moga tak terjadi tapi kalau beneran kejadian dan kita tak jadi penduduk ramah, akankah banggamu hilang?

So? Kita perlu satu alasan terkuat yang menjadi dasar kenapa kita bangga jadi orang Indonesia, why are we so proud to be Indonesian?

Iseng semalam aku merilis status di Facebook di tengah galau karena nggak nemu jawaban ini. “Apa yang membuat kita bangga menjadi orang Indonesia?” Dari sekian banyak, aku menemukan satu jawaban kunci! Jawaban itu milik Mas Tunggul Sujarwo yang kebetulan adalah kakak kelasku di SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Ia menjawab singkat, “Kodrat!”

Gotcha! Itu dia! Singkat, padat, jelas dan super benar! Kita bangga jadi orang Indonesia karena kodrat kita sebagai orang yang lahir di Indonesia! Dan sebagai insan Pancasila yang berketuhanan, bukankah kita harus menjunjung dan menerima kodrat itu selama hayat dikandung badan?

Jadi banggalah kita sebagai orang Indonesia meski kita tahu ilmuwati Dr Pratiwi Sudharmono tak pernah mengangkasa. Setidaknya ia pernah jadi calon astronot pertama kita!

Banggalah juga kita sebagai orang Indonesia melihat Susi Susanti menjadi peraih medali emas pertama di Olimpiade Barcelona 1992!

Banggakah kita pada kerusuhan etnis 1998 di ujung rejim Soeharto? Tentu tidak! Tapi banggalah ketika masih banyak kawan-kawan kita dari etnis China tetap mencintai nusa dan bangsa meski harus melewati peristiwa pilu yang traumatis itu!?

Apa pula yang bisa kita banggakan dari gulungan duka pada kejadian Tsunami Aceh 2004 dan Gempa Jogja 2006? Kita tetap harus bangga karena semangat kawan-kawan di sana tetap membara untuk melanjutkan hidup sebagai satu bangsa meski harus kehilangan kerabat dan saudara, pekerjaan dan tempat tinggal!

Apa pula yang membuat kita bangga saat peristiwa Bom Bali? Teroris Sarinah? Bom di Gereja pada peringatan malam Natal 2000? Banggalah pada kedewasaan kita sebagai orang Indonesia yang tak takut dan tak terhenti untuk melanjutkan mencintai sesama meski diteror!

Saat Pilpres 2014? Banggalah kita tak hanya pada kemenangan Jokowi tapi juga kebesaran hati Prabowo! Karena meski kalah, Prabowo tetap unjuk hormat pada yang terpilih. Sebaliknya, Jokowi tetap menyambangi Prabowo sebagai kawan karena bukankah kata Anies Baswedan, lawan bermain bulutangkis adalah kawan berolahraga dan lawan dalam pemilihan umum adalah kawan berdemokrasi?

Nah mumpung ngebahas Anies, banggalah kita saat Anies dan Sandiaga menang dalam Pilkada Jakarta April 2017 lalu karena rata-rata pendukung Ahok menerima dengan besar hati dan lapang dada!

Mumpung bicarain Ahok, berbanggalah kita sebagai Indonesia karena meski kalah, ada lebih dari 40% suara yang mendukungnya, bukankah itu jumlah yang banyak mengingat Ahok kerap diidentikkan sebagai perwakilan dari kalangan minoritas?

Masih soal Ahok, banggalah kita ketika ia masuk penjara karena kita menerima keputusan pengadilan dan ia pun memilih mencabut banding untuk hal yang lebih besar: kedamaian dan ketentraman bersama.

Don, bagaimana dengan maraknya ancaman radikalisme, separatisme dan penggoncangan Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika? Apa yang perlu kita bangga-i?

Tentu tak ada kebanggaan melainkan keprihatinan terkait hal itu. Tapi bersitkanlah seutas bangga terhadap kenyataan bahwa setidaknya mereka yang berencana (kalau ada, smoga sih nggak ada) untuk mengancam-ancam seperti itu adalah orang-orang yang sejatinya mengakui betapa Indonesia dengan empat pilar demokrasinya adalah momok yang kuat untuk menghancurkan mimpi-mimpi ‘indah’ guna mengisi pundi-pundi kekayaan mereka sebebas-bebasnya, semerdeka-semerdekanya!

Banggalah jadi seorang warga Indonesia karena kodrat kita akan INDONESIA itu sendiri!

Salah satu yang juga bisa bikin bangga menjadi orang Indonesia barangkali adalah dengan mengenakan kaos keren di bawah ini.

Tertarik? Ingat, jumlahnya terbatas, silakan order di sini ya!

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Nah, setujulah saya. Bangga sebagai orang Indonesia karena kodrat.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.