Bagaimana kita ‘memperlakukan’ Tuhan?

17 Des 2018 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini mengingatkan tentang bagaimana kita memperlakukan Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Seperti ditulis Matius, dalam Kabar Baik hari ini para murid mencoba mengkonfrontasikan kepada Yesus tentang apa yang diyakini para ahli Taurat bahwa sebelum Anak Manusia, Elia akan datang terlebih dahulu.

Yesus tidak menolak ajaran itu dan bagiNya, Elia memang sudah muncul melalui sosok Yohanes Pembaptis. Hanya saja orang tidak mengenalnya bahkan memperlakukannya menurut kehendak mereka (lih. Matius 17:12)

Yohanes Pembaptis tidak dihiraukan pun nantinya Yesus juga dibikin menderita bahkan dibunuh oleh mereka.

Memperlakukan Tuhan adalah bagaimana kita memperlakukan aturan-aturanNya tidak seturut kehendak kita tapi kehendakNya.

Aturan ada untuk ditaati dan dijalani tapi ada beberapa yang berpandangan bahwa aturan ada memang untuk dijalani selama tidak merugikan kepentingan-kepentingan pribadi. Dengan kata lain, aturan harus dijalani tapi dengan ?syarat dan ketentuan? berlaku.

Mari kita ambil contoh yang paling gampang.

Ada dua orang minta tolong pada saat yang bersamaan. Yang satu adalah kawan kita dalam sama-sama membela sosok calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pilpres mendatang. Seorang yang lain berasal dari ?kaum sebelah? yang membela calon presiden dan calon wakil presiden yang berbeda dari kita.

Mana yang akan kita dahulukan?

Aturan Tuhan adalah supaya kita mengasihi sesama kita. Sesama adalah sama-sama manusia, sama-sama makhluk ciptaanNya tak peduli siapapun yang dijagokan dalam Pilpres mendatang. Jadi kalau kita mau memperlakukan Tuhan dengan baik, kita harus juga memperlakukan sesama benar-benar sama di mata kasih yang akan kita bagikan kepada mereka!

Contoh lain lagi tentang perpajakan.

Jika kita mau memperlakukan Tuhan dengan baik, kita harus juga patuh pada aturan perpajakan negara tempat kita tinggal. Kalau memang pajak kita besar ya bayarkanlah!

Lho, Don! Tapi pajak itu aturan negara apa hubungannya dengan Tuhan?

Eits! Jangan salah! Yesus pun menyuruh kita melakukan kewajiban bayar pajak lho! Setidaknya, bacalah Matius 22:21! Di sana Ia menyerukan pentingnya membayar apa yang jadi hak kaisar sebagaimana kita melakukan kewajiban yang jadi bagian untuk Tuhan.

Tapi daripada bayar pajak kita tak tahu akan dikemanakan uang yang kita bayar, mending aku gelapin pajak lalu uangnya sumbangin ke Gereja aja, gimana?

Jangan juga! 

Kalau begitu apa bedanya kamu dengan pencuci uang seolah ketika uang disumbangkan ke Gereja maka kesalahan dan ketamakanmu dalam mencari harta ikut terampuni?

Bayarlah pada tempat dimana uang itu harus dibayarkan sebagaimana kita wajib memberikan persembahan kepada Tuhan.

Jangan memperlakukan Tuhan melalui aturan-aturanNya seenak jidat kita! Sebaliknya, mari memperlakukan Tuhan melalui aturan-aturanNya menurut kehendakNya. Hal itu akan tercapai ketika kita menghilangkan kepentingan-kepentingan pribadi dalam menjalankannya?

Sydney, 17 Desember 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.