Bagaikan Mengirim Surat Cinta kepadaNya

12 Mei 2018 | Kabar Baik

Dalam salah satu pesan terakhir sebelum naik ke surga, Yesus mewariskan cara berdoa yang hingga kini kita ikuti yaitu berdoa di dalam namaNya.

Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku (Yohanes 16:26)

Merenungi bagaimana kita berdoa di dalam namaNya membuatku teringat pada sebuah hobi lama yang dulu kutekuni sebelum internet mengubah dunia.

Hobi itu adalah berkirim surat atau dalam istilah kerennya waktu itu, korespondensi.

Korespondensi adalah hobi yang terhitung murah tapi sejatinya bagaimana surat itu sampai ke tujuan, ada begitu banyak faktor yang mempengaruhinya.

Yang pertama-tama adalah medium penulisan.
Kalau pesan yang kita kirimkan bukanlah sesuatu yang rahasia, bisa menggunakan kartu pos. Tapi kalau kita tidak ingin pesan terbaca oleh orang lain selain yang kita tuju, setelah ditulis di atas kertas, kita harus memasukkannya ke dalam amplop.

Yang kedua adalah perangko.
Mengirim surat tanpa perangko adalah seperti mengendarai mobil yang tak ada bahan bakarnya. Perangko adalah tanda bukti kita membayar jasa pengiriman.

Yang ketiga adalah jasa pengiriman.
Dulu aku menggunakan kantor pos. Oleh kantor pos, surat yang berperangko akan dikirim ke kota yang memuat alamat tujuan. Sesampainya di kota tujuan, pak pos akan mengantar surat kita ke alamat yang dituju.

Yang keempat adalah faktor X.
Faktor X? Yup! Bagaimana kalau suratmu terselip di antara ribuan surat lainnya lalu hilang? Bagaimana kalau pak posnya salah membaca nomer rumah alamat surat yang harusnya 6 jadi 9? 3 jadi 8? Bagaimana juga kalau ketika surat dikirim dan diantar sampai ke alamat tapi ternyata yang kita tuju sedang berlibur dan bepergian? Dan masih ada begitu banyak ?bagaimana-bagaimana? yang lain lha wong namanya juga faktor X, kan?

Ibarat surat? adalah doa. Ibarat alamat tujuan adalah Allah Bapa, Yesus adalah segala syarat yang kutulis di atas termasuk bagaimana mengelola supaya faktor X tak muncul dan doa tersampaikan! Ia menjamin sepenuhnya bahwa surat kita pasti akan sampai kepadaNya. Bukan semata-mata karena Ia nabi, lebih daripada itu, Ia adalah Anak yang dikasihiNya dan kepadaNya Bapa berkenan!

Anak yang hari ini berkata seperti ditulis Yohanes bahwa

Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa. (Yohanes 16:28)

Calo-calo palsu yang mengaku sanggup mengantarkan doamu kepadaNya banyak berkeliaran diluaran sana. Tapi perantara yang benar ya hanya satu! Masih kurang percaya apalagi kita kepadaNya?

Sydney,12 Mei 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.