Apakah Yesus tak punya pilihan yang lebih baik dari Yudas Iskariyot?

24 Jan 2020 | Kabar Baik

Hari ini dalam Kabar BaikNya, Markus menuliskan bagaimana Yesus memilih kedua belas rasulNya. Tak ada satupun dari para rasul itu adalah manusia super. Mereka manusia biasa. Bahkan, Petrus yang disebut sebagai murid utama, pun memiliki kelemahan yang sering kita lihat dalam tulisan-tulisan Kabar Baik. Tapi sepertinya tak ada yang lebih mencolok selain kenyataan bahwa satu dari kedua belas yang dipilih Yesus adalah Yudas Iskariyot, orang yang nantinya mengkhianati Yesus.

Kenapa Yudas Iskariyot?

Kenapa Yudas Iskariyot? Tidak adakah yang lebih baik dari seorang pengkhianat macam dia? Bukankah Yesus itu Anak Allah? Harusnya ia tahu sejak awal, kan? Atau setidaknya tak bisakah Ia menghentikan akal busuk Yudas, kenapa seolah dibiarkan saja?

Menjawab pertanyaan ini, aku tertarik mengamati bagaimana Yesus biasa bersikap dan menempatkan diri di hadapan BapaNya. Meski dianugerahi kuasa ilahi, Yesus tidak pernah lepas dari kehendak Bapa.

Salah satu pernyataan tegas tentang itu bisa kita simak dalam Yohanes 5:30, ?Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil,? sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku?

Bahkan, dalam doaNya saat sakaratul maut di Taman Getsmani, sesaat sebelum diserahkan, Yesus mendoa, ?Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.? (lih. Lukas 22:42)

Jadi, kenapa Petrus, kenapa Yudas dan kenapa sepuluh murid lain yang dipilih, menurutku itu bukan keputusan Yesus sendiri. Ia ?sudah berkonsultasi? lebih dulu pada BapaNya dan jika menurut Bapa itulah yang terbaik bagi Putera, apa yang bisa dilakukan selain taat?

Kalau begitu, kalau semua yang dikehendaki Bapa adalah yang terbaik, bolehkah kita bilang bahwa Yudas Iskariyot adalah juga pilihan terbaik?

RencanaNya yang terbaik

Cara memandang masalah ini menurutku tidak demikian. Lebih pada sudut pandang dimana bahkan seorang pengkhianat seperti Yudas dilibatkan dalam skenario penyelamatan agungNya! Yudas bahkan dengan kuasa gelap yang hinggap padanya tetap tidak mampu mengganggu dan membelokkan apalagi meruntuhkan rencanaNya!

Lalu apa yang kita pelajari dari Kabar Baik hari ini?

Hidup ini tidak melulu tentang hal-hal yang kita inginkan saja. Terkadang ada banyak hal yang tak kita inginkan bahkan hindari untuk terjad tapi malah kejadian. 

Bencana alam yang menimpa, anggota keluarga yang berpulang, sakit penyakit yang seolah tak ada ujungnya bahkan anak yang tiba-tiba pamit pindah agama karena menikah? Kita kadang bertanya, kenapa hal itu semua seolah dibiarkan Tuhan untuk terjadi? Bukankah Tuhan itu Maha Kuasa? Kenapa Ia tak mencegahnya?

Kita bisa bilang hal-hal tersebut adalah hal-hal terbaik? Hari ini mari memandangnya dari sudut pandang baru bahwa rencana Tuhanlah yang terbaik. RencanaNya tidak akan terganggu, terbelokkan arahnya bahkan runtuh oleh munculnya hal-hal yang barangkali tak pernah muncul dalam imajinasi terburuk kita sekalipun!

Bersyukurlah dan tetap percaya pada penyertaan Bapa hingga akhir!

Sydney, 24 Januari 2020

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.