Apakah penggenapan itu berarti pemberontakan dan pembangkangan?

9 Sep 2017 | Kabar Baik

Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
(Lukas 6:2)

Aturan Hari Sabat adalah salah satu dasar dalam kehidupan beragama bangsa Yahudi. Namun hari ini di depan kaum Farisi dan Ahli Taurat, para murid dibiarkan Yesus untuk memetik bulir gandum dan memakannya. Hal tersebut tidak diperbolehkan untuk dilakukan di hari Sabat.

Aku mengira-ira kenapa Yesus melakukan pembiaran itu karena bukankah Ia sendiri bilang bahwa kedatanganNya tidak untuk menghapuskan hukum Taurat setitik pun melainkan menggenapinya?

Adakah penggenapan itu selalu berarti pemberontakan dan pembangkangan terhadap aturan?

Tentu tidak!
Para murid dibiarkan membangkang dari aturan Hari Sabat karena Yesus ingin menggunakan hal itu untuk menampar para ahli Taurat dan orang Farisi yang meski mereka mendengung-dengungkan aturan Hari Sabat dan sederet aturan hukum Taurat lainnya ke umat tapi mereka sendiri memilih untuk tak melakukan aturan itu demi kepentingan mereka sendiri.

Ada isu yang lebih besar yang harus digenapi oleh Yesus dari sekadar membangkang dan isu tersebut adalah kecongkakan hati para petinggi agama Yahudi itu sendiri!

Namun sayang, perikop Kabar Baik hari ini tak jarang dipakai untuk menjadi pemakluman sekelompok orang yang merasa tak perlu melakukan kewajiban beragama dengan alasan yang kurang lebih sama, ‘menampar para imam’.

“Lho kok menampar? Apa salah mereka?”
Kamu nggak tahu, Don! Percuma deh ke gereja kalau romonya aku tahu hobinya kelayapan. Maunya cuma ngumpul sama orang-orang kaya tapi kalau diundang untuk acara ke orang yang nggak terlalu kaya.. selalu saja ada alasan untuk menolaknya! Dan… ssssttt tau nggak, katanya dia itu ada selingkuh dengan seorang ibu-ibu yang kerap datang ke panti paroki lho!

Kejengkelan-kejengkelan seperti di atas banyak kutemukan dan secara manusiawi tentu sah-sah saja mereka jengkel dan kecewa terlepas dari benar-tidaknya isu-isu tersebut.

Tapi tentu kita tidak boleh lantas membangkang dan memberontak seperti yang dilakukan Yesus serta para muridNya hari ini. Bukan hanya karena Gereja adalah kudus, bukan hanya karena Gereja adalah warisan Yesus melalui Petrus, murid utamaNya, tapi lebih dari itu, mari cermati apa yang dikatakan Yesus di akhir perikop (Lukas 6:1 – 5), “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (bdk. Lukas 6:5).

Emangnya kamu adalah Tuhan atas Gereja Katolik sehingga kamu boleh membangkang?

Sydney, 9 September 2017

Sebarluaskan!

1 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.